Claim Missing Document
Check
Articles

KETERKAITAN ANTARA MORAL KNOWING, MORAL FEELING, DAN MORAL BEHAVIOR PADA EMPAT KOMPETENSI DASAR GURU Leoni Fransisca; Clara R.P. Ajisuksmo
Jurnal Kependidikan Vol. 45, No.2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v45i2.7500

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman guru (moral knowing), keinginanguru (moral feeling) untuk melakukan, dan perilaku guru (moral behavior) pada kompetensi pedagogi,kepribadian, sosial, dan profesional dalam pendidikan karakter; serta keterkaitan antara moral knowing,moral feeling, dan moral behavior pada empat kompetensi dasar guru. Penelitian ini menggunakanpendekatan kuantitatif dan kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner, panduanobservasi, dan focus group discussion. Hasil data kuantitatif menunjukkan sekitar 66.67% guru beradapada taraf cukup memadai di keempat kompetensi dasar guru terkait komponen pembentukan karakter.Data kualitatif menunjukkan bahwa pada proses pendidikan karakter, kompetensi dasar guru tidakselalu berdasarkan ketiga komponen pembentukan karakter tersebut. Akibatnya, guru-guru menjadikurang tepat saat mengajarkan pendidikan karakter kepada peserta didik
Pelibatan Lembaga Keuangan Daerah di Jawa Tengah untuk Meningkatkan Kepemilikan Sarana Sanitasi Layak Silva Liem; Hana Panggabean; Rustono Farady Marta; Clara R.P. Ajisuksmo
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 10, No 3 (2021): Special Issues
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.69495

Abstract

Tidak memiliki jamban memaksa keluarga miskin buang air besar sembarangan (BABS). Hal tersebut meningkatkan risiko terjadinya masalah gizi kronis sehingga mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan pada anak (stunting), yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Opsi kredit jamban keluarga tersedia bagi keluarga miskin yang belum mampu membangun sarana sanitasi dasar ini. Namun, kurangnya promosi dan karakter calon nasabah mengakibatkan sedikit lembaga keuangan yang menawarkan kredit jamban. Berbagi peran dengan stakeholders terkait untuk menerapkan fitur kredit yang lebih ‘ramah’ bagi keluarga miskin serta penyediaan insentif diharapkan dapat meningkatkan kepemilikan jamban melalui keterlibatan lembaga keuangan.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keinginan Mahasiswa dalam Menggunakan Media Sosial Julianti Cendrawan; Clara R. P. Ajisuksmo
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.698 KB) | DOI: 10.24002/jik.v17i2.1793

Abstract

Penggunaan media sosial memberikan kemudahan pada individu dalam berbagai aspek kehidupan. Hal ini berdampak pada peningkatan jumlah pengguna media sosial di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi keinginan individu dalam menggunakan media sosial. Penelitian dilakukan di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta dengan responden penelitian sebanyak 137 mahasiswa strata satu (S1). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh perilaku pencarian informasi, perilaku hedonik, dan rasa kekomunitasan terhadap keinginan individu untuk menggunakan media sosial.
The Relationship of Self Regulated Learning with Academic Adjustment of Seventh Grade Santri of Pondok Pesantren Ulfa Hannani; Clara Ajisuksmo
‎‎‎TAZKIYA Journal of Psychology Vol 9, No 2 (2021): TAZKIYA: Journal of Psychology
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tazkiya.v9i2.17196

Abstract

Academic adjustment is an important thing for students, especially seventh graders at Miftahul Ulum Islamic Boarding School, one of the modern-based Islamic boarding schools that combines the national education curriculum and the cottage curriculum. In early adolescence, students have begun to develop cognitive strategies and adjust behavior to the academic environment. The ability of students to regulate cognitive and behavior in learning is called self-regulated learning. The purpose of this study was to determine the relationship between self-regulated learning and the academic adjustment amongst seventh grade students of Miftahul Ulum Islamic Boarding School. The research method used in this research was mixed methods. Quantitative data was collected from 160 students through The Motivated Strategies of Learning Questionnaire Scale (MSLQ) to measure self-regulated learning and Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ) to measure academic adjustment. While in the qualitative approach, group interviews students were conducted into three group based on the level of the self-regulated learning group and academic adjustment. The result reveals that there was a significant positive relationship between self-regulated learning and the academic adjustment of seventh grade students at Miftahul Ulum Islamic Boarding School (r = 0,561; p < 0,001) indicating that students who had high self-regulated learning also had high academic adjustment at Miftahul Ulum Islamic Boarding School. The group discussion found interesting results where students who have good motivation, cognitive strategies and learning behavior strategies, then adjust themselves to academic demands at Miftahul Ulum Islamic Boarding School is also good.
EFIKASI DIRI DAN STRATEGI MOTIVASI SEBAGAI PREDIKTOR PRESTASI AKADEMIS SISWA DARI KELUARGA NELAYAN TRADISIONAL Clara R.P. Ajisuksmo; Doddy Tri Surya
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v4i1.1232

Abstract

Lack of capital and advance technology have caused traditional fisherman to lose the competition, so that they become poor and marginalized. Poverty affects low aspirations for their children’s education, and indirectly influenced low children’s motivation to learn. The aim of this study was to measure the contribution of self-efficacy and motivational strategies in predicting students’ academic achievement. This study applied quantitative approach, by implementing General Self-Efficacy Scale (GSE) to measure self-efficacy, and Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) to measure motivation to learn. Academic achievement score was collected from mean of cumulative scores of students’ academic report. A non-random sampling technique was applied in sample selection. In total, 103 adolescents (Female 64%; Male 36%; Age 15-19 years; Meanage =16.10) who come from traditional fisheries families and still study in the senior high school in Cilincing District, North Jakarta participated in this study. The study revealed that self-efficacy and motivation to learn was not significantly contribute to students’ academic achievement.AbstrakKeterbatasan modal dan teknologi menyebabkan nelayan tradisional kalah bersaing, sehingga mereka menjadi miskin dan termarjinalkan. Kemiskinan memengaruhi aspirasi yang rendah terhadap pendidikan anak mereka, dan secara tidak langsung ikut memengaruhi motivasi belajar anak yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kontribusi efikasi diri dan strategi motivasi dalam memprediksi prestasi akademik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menerapkan General Self-Efficacy Scale (GSE) untuk mengukur efikasi diri, dan Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) untuk mengukur motivasi belajar. Skor prestasi akademik dikumpulkan dari rata-rata skor kumulatif laporan akademik siswa. Teknik pengambilan sampel nonacak diterapkan dalam pemilihan sampel. Secara total, 103 remaja (Perempuan 64%; Laki-laki 36%; Usia 15-19 tahun; Meanusia= 16,10) yang berasal dari keluarga nelayan tradisional dan masih belajar di sekolah menengah atas di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara berpartisipasi dalam penelitian ini. Studi ini menunjukkan bahwa efikasi diri dan motivasi untuk belajar tidak berkontribusi secara signifikan kepada prestasi akademik siswa. 
GAMBARAN PENGALAMAN DISKRIMINASI TERHADAP INDIVIDU LGBTQIA+ YANG TERGABUNG DALAM ORGANISASI “S” Cynthia Eveline Sinulingga; Hadyan Dhiozandi; Ike Meriska; Rininda Mutia; Clara Adjisukmo; Rayini Dahesihsari
MANASA Vol 4 No 2 (2015): Desember, 2015
Publisher : Faculty of Psychology, Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.062 KB)

Abstract

Sexual orientation and sexual identity of the LGBTQIA+(Lesbian, Gay, Bisexual, andTransgender, Questioning, Intersex, Asexual, and others) are some of the common debate topics in the society. Society still consider them as an aberration of moral norms. One of the new-established social organization, organization S, gathers some students to study this topic in a scientific way. The LGBTQIA+ members of organization S, had experienced discrimination from the others because of their sexual preference and sexual identity. The objective of this study is to portray the discrimination that has been experienced by the LGBTQIA+ members in organization S. Researchers used semi-structured interview method for data gathering. Datas are taken from three participants who had experienced discrimination due to their sexual preference and sexual identity. The result will be used as a base of intervention design to reduce discrimination towards LGBTQIA+ members in organization S. Researchers suggest social creativity as the strategy to raise the crowd awareness of the LGBTQIA+ competence and ability as a human, regardless of the negative stigma that they have received before. We suggest a photography exhibition by LGBTQIA+ members of organization S as an intervention programme. The aim of this intervention is to raise awareness of the LGBTQIA+ people, so they will have more positive point of view toward LGBTQIA+ members of this organization. This programme is a part of long term intervention. As a start, researchers suggest a subtler and more acceptable way.
Pelatihan Kerajinan Decoupage Sebagai Cara untuk Menumbuhkan Budaya Literasi Kaum Perempuan Clara R.P. Ajisuksmo; Nilla S.D. Iustitiani; Herry Pramono
ABDIMAS DEWANTARA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.767 KB) | DOI: 10.30738/ad.v2i2.4362

Abstract

Ada dua tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan ini, yaitu pertama membekali kaum perempuan dengan keterampilan membuat kerajinan decoupage yang dapat dijadikan modal untuk membuat usaha guna meningkatkan ekonomi keluarga. Kedua, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong rasa ingin tahu kaum perempuan tentang kerajinan decoupage dengan cara mencari informasi dari bacaan yang ada di perpustakaan. Kegiatan pelatihan ini dilakukan di Taman Baca Masyarakat Kampung Buku, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Cibubur, dan berlangsung dalam satu kali pertemuan dari pukul 08.00 sampai dengan 12.00. Peserta pelatihan terdiri dari 27 orang ibu dan remaja perempuan yang tinggal di sekitar TBM Kampung Buku Cibubur. Pelatihan difasilitasi oleh seorang alumni Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya yang merupakan pengusaha kerajinan tangan decoupage, dan dibantu oleh dosen dan mahasiswa Unika Atma Jaya sebagai fasilitator pendamping. Secara umum, hasil dari kegiatan ini tidak dapat diukur dengan menggunakan angka. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada peserta untuk membuat kerajinan tangan decoupage dan keingintahuan mereka dengan mencari informasi dari buku yang ada di perpustakaan.Kata kunci: taman baca, decoupage, kerajinan, perempuan
SELF-COMPASSION BAGI SANDWICH GENERATION: PROGRAM PSIKOEDUKASI MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Alfo Yanuar; Antonia Gita Amanta; Mentari Puteri; Rayini Dahesihsari; Clara R.P. Ajisuksmo
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i3.13458

Abstract

Sandwich generation refers to people of any age group who are "sandwiched" between caring for their children and their aging parents. Many of them are also struggling to fulfill their work requirements at the same time. Often, this situation leads to decreased mental health. Recent evidence suggests that self-compassion may act as a protective factor against stress and self-criticism. Hence, this community service project aims to provide information about self-compassion for sandwich generation in handling their dual roles and measure the effectiveness of a psychoeducational program in raising awareness of sandwich generation on the importance of self-compassion. A preliminary interview conducted with 7 participants shows that sandwich generations tend to evaluate their dual roles negatively. An online psychoeducational program was carried out by using Instagram through @bersamaruangrasa account. Infographics containing practical information about self-compassion were uploaded in three days. The results show that 27.87% of followers like the infographics, 10.92% leave comments, and 48.63% share the infographics through their accounts. It can be concluded that this psychoeducational activity effectively increases the awareness of sandwich generation on the importance of self-compassion. That promotes the positive well-being of some individuals who participated in psychoeducational.ABSTRAK:Generasi sandwich merujuk pada orang-orang dari segala kelompok usia yang terhimpit di antara tanggung jawab untuk merawat anak-anak sekaligus orang tua mereka yang telah lanjut usia. Pada saat yang sama, banyak dari mereka juga berjuang untuk memenuhi tuntutan pekerjaan. Situasi ini seringkali berdampak pada penurunan kesehatan mental. Bukti-bukti terbaru menunjukkan bahwa self-compassion dapat berfungsi sebagai faktor protektif terhadap stres dan self-criticism. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini pun ditujukan untuk memberikan informasi terkait self-compassion bagi generasi sandwich, serta mengukur efektivitas program psikoedukasi yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya self-compassion. Hasil wawancara awal dengan 7 partisipan menunjukkan bahwa generasi sandwich cenderung menilai peran ganda mereka secara negatif. Program psikoedukasi daring pun dilakukan dengan menggunakan Instagram melalui akun @bersamaruangrasa. Infografis yang memuat informasi praktis seputar self-compassion diunggah dalam periode tiga hari. Hasil menunjukkan bahwa 27.8% pengikut menyukai konten, 10.92% memberikan komentar, dan 48.63% pengikut membagikan konten tersebut melalui akun mereka masing-masing. Dari hasil tersebut dan berdasarkan informasi yang didapatkan dari beberapa individu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan psikoedukasi ini efektif dan bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran sandwich generation akan pentingnya self-compassion dan membantu mereka meningkatkan kesejahteraan mental yang positif.
The Advantage of Being Less Protected: Children’s Spatial Orientation in the City of Jakarta Ajisuksmo, Clara R. P.; Baskara, Agustina H; Neidhardt, Eva
Makara Human Behavior Studies in Asia Vol. 22, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Path integration as a central process in spatial orientation is a basic cognitive competence used to update spatial positioning while walking. Children develop this competence via self-directed path-finding experiences. This study examines the spatial orientation competences of pre-school children in inner-city Jakarta. The influence of parental protectiveness on path integration competence was investigated, and the children’s spatial ability was measured using paper-and-pencil tests. Thirty pre-school children from poor families in three different sub-districts of inner-city Jakarta (Jatinegara Cipinang, Besar Selatan, and Bukit Duri) were tested. Results showed that children who were used to roaming more freely performed better in spatial orientation than those whose parents granted them less freedom to wander alone. Small significant correlations between spatial ability tests and path integration competence were observed. However, being able to move freely in everyday life was far more important than spatial ability measured by pen-and-paper tests.
Gambaran Pendidikan Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus Ajisuksmo, Clara R. P.
Makara Human Behavior Studies in Asia Vol. 13, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In order to recognize and to fulfill the children’s rights, as well as to protect them, the Indonesian Government ratified the Convention on the Rights of the Children (CRC) in 1990 and approved Law No. 23 on Child Protection in 2002. Article 28 of CRC states that the states parties recognize that the right of the children to have education, and to achieve this right progressively on the basis of equal opportunity. This statement implies that states parties shall make primary education compulsory, available and free to all. The states parties shall also encourage the development of different forms of secondary education. In fact, many children could not participate in and therefore should drop out from their basic education because their very poor parents. Instead, they have to work to support their family’s life. This survey was intended to give a descriptive overview of the educational status and level, as well as to offer forms of alternative education for children who are categorized as in needs of special protection (CNSP). In addition, this survey was intended to identify individuals or institutions that the poor children school tuition. This survey involved 165 children below 18 years of age who were assisted in by 7 (seven) NGOs in Jakarta, Bogor, and Surabaya which have a partnership with PLAN International.
Co-Authors Adhelia C. Luberizky Alfo Yanuar Anastasi Heni anastasia - Heni Anastasia Heni Heni Angela Oktavia Suryani Angela, Gabriela Antonia Gita Amanta Ardista, Maria V. Baskara, Agustina H Benedicta Evienia Prabawanti C. Johan, Virginia Caecilia Atmini Susilandari Callista Zahra, Sahda Carissa Ardiani Cendrawan, Julianti Ciptasetya Geraldine, Rayungsari Cynthia Eveline Sinulingga D.E. Paramitha, Emanuel Denella Sephianty Desy Chrisnatalia Dhiozandi, Hadyan Doddy Tri Surya Dorien Kartikawangi Emanuel D.E. Paramitha Erianti, Dela Eudonia Raisa Blessinta Nadeak F.N. Sunjaya, Lidwina Gabrielle Deanella Gunawan , Angelina Hadyan Dhiozandi Hana Rochani Gustasari Panggabean Hannani, Ulfa Hardi, Anastasia Herry Pramono Hutami, Priska Ayuningdiah Ike Meriska Iustitiani, Nilla S.D Jessica Paramitha Julianti Cendrawan Kamelia Steffi Laurensia Harini Tunjungsari Laurensia Lindi Paramastuti Leoni Fransisca Lidwina F.N. Sunjaya Lithania, Maria Lucy Lidiawati Santioso Maharani Dewanti , Dhea Maria Grace Mariani, Felicia Sabrina Meitri Angelina Mentari Puteri Meriska, Ike Murniati Agustian Mutia, Rininda Natasha R. Soewono Neidhardt, Eva Nilla S. D. Iustitiani Nilla S.D. Iustitiani P. Bagus Sugiyono Paramastuti, Laurensia Lindi Parera , Raul Julio Permatasari, Dyah Ayu Prastyapadmaratri, Arumingtyas Pratami, Elisabeth Vania Priska Ayuningdiah Hutami Priya, Nikolas Puspasari, Anita Rafifah Anabela Putri Rayini Dahesihsari Rininda Mutia Rosario , Teressa M. Rustono - Rustono Farady Marta Sabbathya , Sandrina Silva Liem Sinulingga, Cynthia Eveline Soge , Yeremias S.I. Steffi, Kamelia Sugito , Irene Betzy Surya, Doddy Tri Syazana, Kunanti Najla Tatu, Joy Gabriella Teresa M. Rosario Teresa Metta Rosario Theresia Indira Shanti Tjajadi, Octavia Putri Ulfa Hannani Vinsenso Valdis Amor Wijoyo Virginia C. Johan Widayanti, Anindha Winata, Audrey Wisnu Wiradhany Yeremias S.I. Soge Yeremias Siane Ikang Soge Yeremias Siane Ikang Soge