Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Veteriner

Potensi Imunomodulator Herbal Ekstrak Etanol Daun Pepaya Varietas Calina terhadap Struktur Jaringan Limpa Tikus Putih Galur Wistar Haris Setiawan; Sri Wijayanti Wulandari; Aritasya Nur Fitriyani
Jurnal Veteriner Vol 22 No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.494 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.4.531

Abstract

Tanaman pepaya varietas calina (Carica papaya L. Var. calina) merupakan salah satu jenis tanaman pepaya yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Tanaman ini memiliki kandungan senyawa aktif yang dapat berperan dalam meningkatkan kerja imun seperti flavonoid, polifenol, tanin dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun pepaya varietas calina sebagai imunomodulator alami terhadap struktur jaringan limpa tikus putih galur wistar (Rattus norvegicus Berkenhout, 1769). Penelitian menggunakan 24 ekor tikus wistar yang dibagi ke dalam empat perlakuan pemberian ekstrak yaitu kontrol (dosis 0 mg/kg BB), P1 (dosis 100 mg/kg BB), P2 (dosis 200 mg/kg BB), dan dosis P3 (300 mg/kg BB) selama 30 hari per oral. Parameter yang diamati meliputi bobot badan, rasio bobot limpa dan histologi limpa yang terdiri dari luas dan diameter pulpa putih serta luas germinal center. Tikus dikorbankan nyawanya pada hari ke-31, kemudian organ limpa diambil dan difiksasi dengan neutral buffer formaline 10%. Limpa dibuat sediaan histologis dengan menggunakan blok parafin dan pewarnaan hematoxylin-eosin. Data dianalisis dengan menggunakan sidik ragam satu arah kemudian dilanjutkan uji jarak berganda Duncan untuk mengetahui tingkat signifikansi antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan memberikan pengaruh yang signifikan (P<0,05), dalam hal menambah diameter dan memperluas pulpa putih serta memperluas germinal center pada limpa dibandingkan dengan kontrol. Bobot badan dan rasio organ limpa tidak menunjukan perbedaan secara siginifikan antar perlakuan (P>0,05). Simpulan penelitian adalah ekstrak etanol daun pepaya varietas calina memiliki potensi sebagai agen imunomodulator alami.
Serbuk Daun Jambu Biji Memperbaiki Performans Pertumbuhan dan Morfologi Duodenum Ayam Jawa Super (GUAVA LEAF POWDER IMPROVING PERFORMANCE OF GROWTH AND DUODENUM MORPHOLOGY OF JAWA SUPER CHICKEN) Haris Setiawan; Listiatie Budi Utami; Muhammad Zulfikar
Jurnal Veteriner Vol 19 No 4 (2018)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.235 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2018.19.4.554

Abstract

Natural bioactive compounds used as feed supplements in feed could increase chicken productivity in the livestock industry. The research aims to study the use of guava leaf powder as a source of bioactive compounds in the feed on growth performance and duodenum morphology of Jawa Super Chicken. This study used 80 days old chick (DOC) Jawa Super chickens reared until the age of 16 days. The study used a completely randomized design, with the addition of treatments guava leaf powder in the basal feed from 0 g/kg diet (control); 2.5 g/kg of feed (P1); 5 g/kg of feed (P2); 10 g/kg of feed (P3). Parameters observed included growth performance, body components, digestive organ components and duodenum morphology consisting of crypt depth, height, and area of villi. Data was analyzed by using one-way analysis of variance then continued with LSD and Duncan test (Pd”0.05). The results showed that guava leaf powder could significantly increase the height of villi, and components of digestive organs in chickens. The results of the duodenum morphology observation showed that the P2 and P3 are better than the control (Pd”0.05). The growth performance and body components of the Jawa Super chicken did not show a significant difference (Pd”0.05) between the control and the treatment. In conclusion, the guava leaf powder with a dose of 10 g/kg body weight can increase duodenal villi growth, the weight of intestine and liver without influence the weight of Jawa Super chickens aged 16 days.
Efektivitas Ekstrak Etanolik Daun Jambu Mete sebagai Pengganti Enramycin terhadap Performa Pertumbuhan Ayam Layer Jantan Elgio Venanda Ginting; Anisa Fatwa; Stephanus Ardi Dimar; Luthfiana Ulil Albab; Haris Setiawan; Hendry Trisakti Saragih
Jurnal Veteriner Vol 24 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.4.532

Abstract

Permintaan terhadap daging dan telur yang tinggi memicu peternak untuk menambahkan antibiotic growth promoter (AGP) kedalam formulasi pakan dengan tujuan meningkatkan performa pertumbuhan hewan ternak. Penggunaan antibiotik sintetis pada unggas telah dilarang karena menyebabkan efek negatif terhadap kesehatan manusia. Ekstrak etanolik daun jambu mete (EDJM) mengandung metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai pengganti antibiotik sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh EDJM sebagai pengganti AGP sintetis. Penelitian ini menggunakan 150 ekor ayam layer jantan yang dibagi kedalam lima kelompok, yaitu kelompok K (kontrol; pakan basal), P1 (perlakuan 1; Enramycin 0,0125%), P2 (perlakuan 2; Enramycin 0,025%), P3 (perlakuan 3; EDJM 0,5%) dan P4 (perlakuan 4; EDJM 1%). Setiap kelompok terdiri atas tiga ulangan. Parameter yang diamati yaitu performa pertumbuhan, morfologi usus halus, performa otot dan morfometri. Ekstrak EDJM dengan konsentrasi 1% yang diberikan pada kelompok P4 dapat memberikan pengaruh positif terhadap performa pertumbuhan serta asupan pakan harian, namun nilai feed convertion ratio (FCR) terendah dicapai oleh kelompok P3. Pemberian EDJM pada kelompok P4 dapat meningkatkan morfologi usus halus (duodenum, jejunum, dan ileum) serta morfologi muskulus pektoral secara signifikan (P?0,05). Kelompok P4 juga menunjukkan hasil pengukuran morfometri yang lebih tinggi secara signifikan (P?0,05) dibandingkan dengan kelompok perlakuan lain. Berdasarkan hasil yang didapat dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa EDJM 1% dapat digunakan sebagai pengganti AGP sintetis seperti antibiotik Enramycin.