Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERSONAL BRANDING RENI SEBAGAI CALEG PEREMPUAN DALAM KONTESTASI POLITIK PEMILIHAN DPRD KOTA TANJUNGPINANG TAHUN 2024 Suryanti, Ulya Maylani; Wahyuni, Sri; Valentina, Annissa
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 4 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/q14a2271

Abstract

Kesenjangan partisipasi politik antara laki-laki dan perempuan di Indonesia masih menjadi tantangan serius, meskipun regulasi terkait kuota 30% keterwakilan perempuan telah diberlakukan. Dalam praktik pemilihan umum, perempuan kerap kali harus menghadapi sistem politik yang maskulin, sehingga membutuhkan pendekatan tersendiri agar dapat diterima publik. Artikel ini membahas bagaimana Reni, seorang calon anggota legislatif perempuan, membangun personal branding dalam Pemilu DPRD Kota Tanjungpinang tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori Tindakan Sosial dari Max Weber untuk menganalisis strategi yang digunakan. Hasil studi memperlihatkan bahwa personal branding berperan penting dalam membentuk opini publik. Reni menerapkan berbagai strategi, seperti kunjungan langsung ke masyarakat, partisipasi aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, pemanfaatan media sosial, serta aksi nyata berupa pemberian bantuan kepada warga. Dengan strategi tersebut, ia berhasil kembali terpilih untuk periode keempat dan mencatat perolehan suara tertinggi di antara caleg perempuan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan politik perempuan dapat dicapai melalui integrasi antara pembentukan citra diri, tindakan nyata yang berkelanjutan, dan pola komunikasi politik yang merangkul seluruh lapisan masyarakat.
DEVELOPMENT GAP: LAND TRIBE IN SADAP VILLAGE REMPANG CATE VILLAGE GALANG DISTRICT BATAM CITY Rahmawati, Nanik; Yulianda, Ririn Hersa; Valentina, Annissa
Gema Kampus IISIP YAPIS Biak Vol 20 No 2 (2025): "Gema Kampus" IISIP YAPIS Biak
Publisher : IISIP YAPIS BIak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52049/gemakampus.v20i2.511

Abstract

Development gaps are often associated with poverty, underdevelopment, marginalization and their deprived lives, one of which is experienced by marginalized groups, namely the Land Tribe. The Darat tribe is a nomadic group that was then relocated to Kampung Sadap in 1973 through the policy of the Isolated Community Welfare Development Program (PKMT). The Darat Tribe was relocated to Kampung Sadap, where previously they were spread across Batam City so that currently all the Darat Tribe live in Kampung Sadap which is far from the city center. Therefore, this study aims to describe how marginal forms occur. This study uses qualitative research methods, the informants in this study are 7 people who were selected through purposive sampling techniques, and use data collection techniques in the form of interviews, observations and documentation. Then using Beall and Pirron's social exclusion theory as an analysis knife, and data analysis techniques using data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study show that the Land Tribe experiences marginalization in various aspects, the first is the social aspect such as in terms of uneven infrastructure development, namely roads, electricity, water and sanitation, access to education, unsuitable living conditions, uneven access to social assistance, the second is political aspect such as participation in decision-making and the third is economic aspect such as access to employment.
Pelatihan Digital Marketing Dalam Rangka Penguatan Kapasitas UMKM Desa Ekang Anculai Annissa Valentina; Suryaningsih Suryaningsih; Wahjoe Pangestoeti; Glory Yolanda Yahya; Dinda Rolisti
Khidmat: Journal of Community Service Vol 1 No 1 (2024): April, 2024
Publisher : Pusat Studi Kebijakan dan Tata Kelola Maritim, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/khidmat.v1i1.6972

Abstract

Pelatihan Digital Marketing bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Desa Ekang Anculai merupakan desa wisata yang memiliki berbagai potensi UMKM, namun menghadapi tantangan dalam akses pasar dan pengetahuan tentang pemasaran modern. Untuk mengatasi hal ini, diadakan pelatihan digital marketing yang melibatkan pelaku UMKM, Dasawisma, aparatur desa, dan masyarakat setempat. Pelatihan ini terdiri dari dua sesi utama: ceramah dan diskusi mengenai pentingnya pemasaran digital serta praktek langsung pembuatan produk dan penguploadan foto produk di platform pemasaran digital seperti Shopee dan Facebook Marketplace. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai strategi pemasaran digital dan pemanfaatan platform digital untuk memasarkan produk UMKM mereka. Peserta diperkenalkan dengan berbagai fitur aplikasi Shopee, dari pembuatan toko hingga penggunaan fitur live untuk penjualan. UMKM di Desa Ekang Anculai memperoleh berbagai manfaat dari digital marketing, seperti mencapai pasar yang lebih luas, meningkatkan visibilitas online, membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan, mengoptimalkan penggunaan anggaran pemasaran, dan meningkatkan penjualan serta profitabilitas. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan UMKM dan kesejahteraan masyarakat desa dengan memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan kapasitas UMKM Desa Ekang Anculai dalam memanfaatkan digital marketing.
Performance of Coastal Waste Management Policy: Study in Tanjungpinang City Nazaki; Eki Darmawan; Annissa Valentina
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v8i1.5529

Abstract

Since the ocean unites all nations, the problem of coastal waste affects the livelihoods of many people around the globe. In addition, of course, it is related to the biological resources contained therein. The case in Tanjunginang City, for example, the problem of non-organic waste in several coastal areas of Tanjungpinang City, which reaches a thickness of approximately 3.5 meters, shows the importance of waste management, which is a field related to the arrangement of stockpiling, temporary stockpiling, transfer, processing, and the final disposal of waste. In a manner that follows the best principles of public health, economics, engineering, nature protection (conservation), beauty, and other environmental considerations taking into account public attitudes. Based on these facts, it is essential to place social policies whose determination requires a long and complicated process in the proper context, namely, understanding a political process in a balanced way. Therefore, existing policies need to be in context as a first step to see the problem of coastal waste and then strengthened by analyzing the performance of waste management policies carried out by the government. This study uses a qualitative approach by looking holistically at a problem and will be mapped based on social policies needed by the community. The aim is to provide an overview of the policy results of coastal waste management in Tanjungpinang City. The results of this study indicate that policy performance problems arise that do not accommodate the problem of coastal waste and other impacts on society.
DINAMIKA POLITIK PADA PEMILU 2024 DI KOTA BATAM Nababan, Rosdiana; Wahyuni, Sri; Valentina, Annissa
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.8000

Abstract

Pemilihan Umum menurut UU Nomor 7 tentang Pemilu merupakan wujud sistem demokrasi Indonesia yang seharusnya dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Namun, dalam pelaksanaannya selalu terjadi pelanggaran yang dapat menjadi ancaman terhadap terlaksananya demokrasi yang sejati di Indonesia. Gejolak dinamika politik sering terjadi pada saat menjelang pemilihan seperti money politic, black campaign, manipulasi suara yang sering terjadi pada saat proses pemilu berlangsung. Perilaku politik pemilih menjadi salah satu aspek penting yang menentukan kualitas demokrasi dan legitimasi hasil pemilu. Perilaku politik tidak bersifat statis, melainkan dinamis, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi sosial, ekonomi, budaya, citra calon legislatif yang bersaing. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dinamika perilaku politik masyarakat Kecamatan Sagulung pada pemilu tahun 2024 di Kota Batam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi dengan teknik purposive sampling terhadap 10 informan. Teori yang digunakan adalah teori Perilaku Politik Pemilih dengan pendekatan sosiologis, psikologis, dan rasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Sagulung telah berpartisipasi dalam pemilu sebagai saksi, anggota KPPS, panitia pengawas pemilu dan ikut berpatisipasi dalam memilih pada pemilu, Namun, keterlibatan mereka masih dipengaruhi oleh aspek sosiologis, aspek psikologis atau kedekatan emosional dengan kandidat dan aspek ekonomi dan rasional yang memunculkan politik uang. Hal ini mencerminkan dimana masyarakat menunjukkan perilaku politik masyarakat dalam pemilu tetapi keterlibatan mereka masih dipengaruhi oleh berbagai aspek yang dipengaruhi oleh sosial seperti kesamaan suku, agama dan lingkungan sosial serta aspek ekonomi dan rasional. Perilaku politik masyarakat masih dipengaruhi oleh kepentingan jangka pendek dan belum sepenuhnya mandiri.