Claim Missing Document
Check
Articles

Motivasi Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir Dalam Belajar Bahasa Inggris Lotulung, Christa Vike; Purnawinadi, I Gede
NUTRIX Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Issue 2, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i2.1210

Abstract

This study aims to analyze the motivation to learn English among nursing students, especially in facing global competition. This study uses a quantitative-descriptive approach with 95 students selected purposively. Motivation to learn English is measured through two main aspects, namely integrative motivation and instrumental motivation. The results of the study indicate that instrumental motivation such as the desire to support a career and understanding popular culture content, are the main drivers for students in learning English. In addition, integrative motivation such as the desire to understand the culture of English-speaking countries and interact with native speakers, also has a significant role. Educational institutions are expected to develop English learning programs that are more applicable, oriented to the world of work, and based on the global needs of students. Further research is recommended to conduct an in-depth analysis of the factors that influence motivation, as well as a longitudinal approach to track changes in motivation along with the education process.
Kebiasaan Berbahasa Inggris dan Rencana Kerja ke Luar Negeri dengan Hasil Belajar Bahasa Inggris Mahasiswa Keperawatan Lotulung, Christa Vike; Purnawinadi, I Gede
NUTRIX Vol 9 No 1 (2025): Volume 9, Issue 1, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i1.1309

Abstract

Hasil belajar mahasiswa keperawatan merupakan indikator penting dalam menilai kesiapan mereka memasuki dunia kerja, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kesehatan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan berbahasa Inggris dan rencana kerja ke luar negeri dengan hasil belajar bahasa Inggris mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif dan metode longitudinal. Data dikumpulkan dari mahasiswa Fakultas Keperawatan pada salah satu universitas swasta di Sulawesi Utara selama semester ganjil tahun ajaran 2024–2025. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan Dunn Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam hasil belajar berdasarkan kebiasaan berbahasa Inggris dan rencana kerja ke luar negeri (p < 0,05). Mahasiswa yang lebih sering menggunakan bahasa Inggris serta memiliki rencana kerja ke luar negeri cenderung memiliki hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor kebiasaan dan motivasi karier memiliki kontribusi penting terhadap capaian akademik. Pentingnya penguatan pembelajaran bahasa Inggris dan bimbingan karier global dalam pendidikan keperawatan, serta perlunya penelitian lanjutan dengan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi dimensi motivasional secara lebih mendalam. Nursing students' learning outcomes are important indicators in assessing their readiness to enter the workforce, especially amidst the increasing need for global health workers. This study aims to analyze the relationship between English language habits and overseas work plans with nursing students' English language learning outcomes. This study used a quantitative approach with a comparative descriptive design and longitudinal method. Data were collected from students of the Faculty of Nursing at a private university in North Sulawesi during the odd semester of the 2024–2025 academic year. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test and continued with the Dunn Test. The results showed significant differences in learning outcomes based on English language habits and overseas work plans (p < 0.05). Students who use English more often and have overseas work plans tend to have higher learning outcomes than other groups. These findings indicate that career habit and motivation factors have important contributions to academic achievement. The importance of strengthening English language learning and global career guidance in nursing education, as well as the need for further research with a qualitative approach to explore the motivational dimension in more depth.
Harapan Masa Depan dalam Karier bagi Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir setelah Belajar Bahasa Inggris Lotulung, Christa Vike; Purnawinadi, I Gede
NUTRIX Vol 10 No 1 (2026): Volume 10, Issue 1, 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v10i1.1546

Abstract

English language proficiency is a crucial competency in global nursing and influences students' career orientation. Final-year nursing students are in the transition phase to the workforce, so their future career expectations are a crucial aspect to examine, especially after they have received English language instruction. This study aims to describe the future career expectations of final-year nursing students after English language instruction. This study used a quantitative descriptive design with a content analysis approach. A sample of 95 students was purposively selected. Data were collected through Google Forms using open-ended questions, then coded and analyzed descriptively with IBM SPSS Statistics. The results showed that the majority of respondents hoped to work abroad (44.2%), followed by communication skills with foreign patients (21.1%) and becoming a registered nurse abroad (13.7%). Some respondents also viewed English as an added value in their work (9.5%). English language learning plays a role in shaping nursing students' global career orientation. Strengthening English language learning based on global practice needs is needed. Future research is expected to examine the factors influencing career expectations and use analytical designs to strengthen the findings. Kemampuan bahasa Inggris menjadi kompetensi penting dalam keperawatan global dan memengaruhi orientasi karir mahasiswa. Mahasiswa keperawatan tingkat akhir berada pada fase transisi menuju dunia kerja, sehingga harapan masa depan dalam karir menjadi aspek penting yang perlu dikaji, terutama setelah mereka memperoleh pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan menggambarkan harapan masa depan karir mahasiswa keperawatan tingkat akhir setelah pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis konten. Sampel sebanyak 95 mahasiswa dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui Google Forms menggunakan pertanyaan terbuka, kemudian dikodekan dan dianalisis secara deskriptif dengan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berharap bekerja di luar negeri (44,2%), diikuti kemampuan komunikasi dengan pasien asing (21,1%) dan menjadi registered nurse di luar negeri (13,7%). Sebagian responden juga memandang bahasa Inggris sebagai nilai tambah dalam pekerjaan (9,5%). Pembelajaran bahasa Inggris berperan dalam membentuk orientasi karir global mahasiswa keperawatan. Perlu penguatan pembelajaran bahasa Inggris berbasis kebutuhan praktik global. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi harapan karir serta menggunakan desain analitik untuk memperkuat temuan.
HUBUNGAN DURASI DAN LAMA KERJA SERTA POSISI PERGELANGAN TANGAN DENGAN KELUHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PENGEMUDI OJEK DI AIRMADIDI Pangalila, Dea Natalia; Purnawinadi, I Gede
Klabat Journal of Nursing Vol. 8 No. 1 (2026): Nursing and Well-being Dynamics
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v8i1.1544

Abstract

Carpal tunnel syndrome is a musculoskeletal disorder of the wrist caused by pressure on the median nerve in the carpal tunnel, causing pain, tingling, and numbness. Motorcycle taxi drivers are at risk of developing CTS due work, working duration, and poor wrist posture. The purpose of this study was to determine whether there is a significant relationship between work tenure, duration of work, and wrist position with CTS among motorcycle taxi drivers in Airmadidi. This study used a descriptive correlation method with a cross-sectional approach. The population was motorcycle taxi drivers actively working in the Airmadidi area. The sample size of 84 respondents who met the criteria was obtained using accidental sampling. The measuring instruments used were a questionnaire with proven validity and reliability and the Rapid Upper Limb Assessment (RULA) to measure wrist position. Data were analyzed using the Spearman Rank formula due to non-normal distribution. The analysis results showed no significant association between work tenure (p=0.100), work duration (p=0.278), and wrist position (p=0.245) and CTS complaints. The conclusion is that there is no significant association between work tenure, work duration, and wrist position and CTS complaints among motorcycle taxi drivers in Airmadidi. Further research is recommended to examine other factors potentially associated with CTS complaints, such as Body Mass Index (BMI), medical history, use of Personal Protective Equipment (PPE), and other ergonomic risk factors.  Sindrom terowongan karpal sebagai gangguan muskuloskeletal pada pergelangan tangan akibat tekanan pada saraf medianus di terowongan karpal, yang menimbulkan nyeri, kesemutan, dan kebas. Pengemudi ojek berisiko mengalami CTS karena lama kerja, durasi berkendara, dan postur pergelangan tangan yang tidak ergonomis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara lama kerja, durasi kerja, dan posisi pergelangan tangan dengan keluhan CTS pada pengemudi ojek di Airmadidi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pengendara ojek yang aktif bekerja di wilayah Airmadidi. Sampel penelitian ini sebanyak 84 responden yang memenuhi kriteria dan diperoleh dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya serta Rapid Upper Limb Assessment (RULA) untuk mengukur posisi pergelangan tangan. Data dianalisis menggunakan rumus Spearman Rank karena distribusi data tidak normal. Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara lama kerja (p=0,100), durasi kerja (p= 0,278), posisi pergelangan tangan (p=0,245) dengan keluhan CTS. Kesimpulannya adalah tidak ada hubungan yang signifikan antara lama kerja, durasi kerja, posisi pergelangan tangan dengan keluhan CTS pada pengemudi ojek di Airmadidi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji faktor-faktor lain yang berpotensi berhubungan dengan keluhan CTS, seperti Indeks Massa Tubuh (IMT), riwayat penyakit, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta faktor risiko ergonomis lainnya.
Persepsi Dosen Pembimbing Tentang Masalah Mahasiswa Keperawatan Dalam Menyelesaikan Skripsi I Gede Purnawinadi; Christa Vike Lotulung
(JUPI) Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Sindotech

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu isu terkait dengan menyelesaikan tuntutan akademis program studi untuk mendapatkan gelar sarjana adalah penulisan skripsi sebagai syarat kelulusan. Situasi ini menimbulkan tekanan tambahan bagi para mahasiswa karena anggapan yang sulit dan membutuhkan waktu yang lama, bahkan kurang berpengalaman dalam melakukan penelitian ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran masalah mahasiswa keperawatan dalam menyelesaikan skripsi berdasarkan persepsi dosen pembimbing. Metode kuantitatif dengan desain deskriptif diterapkan dengan melibatkan semua dosen pembimbing di program studi keperawatan di salah satu universitas swasta di Sulawesi Utara. Hasil penelitian menunjukkan masalah yang dominan yaitu kurangnya pemahaman mahasiswa terkait penulisan skripsi, mahasiswa yang terkadang sulit dihubungi, dan kurang terampil dalam menggunakan komputer. Walaupun masalah lain tidak mendominasi secara signifikan, namun hal tersebut tidak bisa diabaikan, perlu dilakukan penelitian lanjut mengenai faktor yang signifikan berkaitan dengan hambatan mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi sehingga tindak lanjut dari institusi terkait dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah secara bertahap.
Pengembangan dan Validasi Psikometrik Awal Kuesioner Kebutuhan Bahasa Inggris untuk Praktik Klinis Keperawatan Christa Vike Lotulung; I Gede Purnawinadi
Patria Educational Journal (PEJ) Vol. 6 No. 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v6i2.2814

Abstract

There is no validated instrument available to measure the English language needs of nursing students in clinical practice. This study aims to develop and test the validity and reliability of the English Language Needs in Nursing Clinical Practice Questionnaire, developed based on themes from previous qualitative research. This research is a pilot study of instrument development. The questionnaire was tested on 36 nursing students at a private university in North Sulawesi who had undergone clinical practice in a hospital. Construct validity was analyzed using Pearson Product Moment correlation and Corrected Item–Total Correlation, while reliability was tested using Cronbach's Alpha. The questionnaire consisted of 17 questions. All items were declared valid with a calculated r value greater than the table r (0.329) and a Corrected Item–Total Correlation value ranging from 0.345–0.812. The reliability test showed a Cronbach's Alpha value of 0.936, indicating excellent internal consistency. The English Language Needs Questionnaire in Nursing Clinical Practice demonstrated excellent construct validity and reliability during the pilot study. This instrument has the potential to be used to identify the English language needs of nursing students and support the development of English for Nursing Purposes instruction.