Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengembangan kuantitas lampu jalan dengan teknologi tenaga surya di perumahan melati kelurahan Sepinggan kota Balikpapan Andi Sri Irtawaty; Maria Ulfah; Armin Armin; Hadiyanto Hadiyanto; Hilmansyah Hilmansyah; Angga Wahyu Aditya; Dwi Lesmideyarti; Mikail Eko Prasetyo Widagda; Zulkarnain Zulkarnain
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22036

Abstract

Abstrak Beberapa wilayah perumahan di Kelurahan Sepinggan masih kekurangan lampu penerangan jalan bahkan ada yang belum memiliki akses penerangan tersebut.  Lampu penerangan jalan sangat dibutuhkan untuk menambah kenyamanan dan mengurangi resiko terjadinya kecelakaam bagi pengguna jalan di malam hari. Terutama bagi pengendara motor. Selain itu tanpa fasilitas tersebut, akan timbul rasa was-was terhadap tindakan criminal, utamanya bagi pejalan kaki Berdasarkan survey dan data-data dari Kelurahan, maka tim PkM Politeknik Negeri Balikpapan telah merancang 2 unit lampu penerangan jalan serta ditempatkan pada lokasi jalan menuju perumahan Melati yang terletak di area masjid Tuanku Tunggang Parangan. Pada kegiatan PkM sebelumnya di tahun 2023, Politeknik Negeri Balikpapan, telah menyumbangkan 1 unit lampu penerangan jalan di RT 67 tepatnya di sekitar Perumahan Bumi Makmur, dan merupakan lampu jalan utama dan satu-satunya menggunakan teknologi panel surya dengan kapasitas 20 wp. Warga sangat antusias dengan hadirnya teknologi tersebut dan hasil kuisioner yaitu warga berharap tim PkM Politeknik Negeri Balikpapan dapat menambah beberapa unit lampu untuk akses menuju masjid di wilayah Perumahan tersebut. Telah berhasil terpasang 2 unit lampu penerangan jalan dengan kemampuan tiap unit berupa 1 panel surya 20 wp, 1 aki VRLA 7 Ah, 1 lampu DC 5 watt dan 1 photocell sebagai saklar otomatis yang akan menyalakan lampu hanya pada malam hari. Hasil pengujian kinerja lampu tersebut sebesar 100% dapat menyala sepanjang malam selama 12 jam, jika aki tercharge penuh selama 5 jam saat matahari terik. Jika cuaca mendung, aki hanya mampu menyalakan  lampu selama 7.5 jam (kinerja 58%). Namun jika hujan sepanjang hari, sisa charge aki hanya mampu menyalakan lampu selama 4,6 jam                            (kinerja 25%). Kata kunci: perumahan melati; panel surya; aki VRLA; photocell; lampu DC Abstract Several residential areas in Sepinggan Village still lack street lighting and some even do not have access to such lighting. Street lighting is needed to increase comfort and reduce the risk of accidents for road users at night. Especially for motorbike riders. Apart from that, without these facilities, there will be a feeling of anxiety about criminal acts, especially for pedestrians. Based on surveys and data from the Subdistrict, the Balikpapan State Polytechnic PkM team has designed 2 units of street lighting and placed them on the road to the Melati housing complex. which is located in the Tuanku Tunggang Parangan mosque area. In the previous PkM activity in 2023, Balikpapan State Polytechnic donated 1 unit of street lighting in RT 67, precisely around the Bumi Makmur Housing Complex, and is the main and only street lamp using solar panel technology with a capacity of 20 wp. Residents are very enthusiastic about the presence of this technology and the results of the questionnaire show that residents hope that the Balikpapan State Polytechnic PkM team can add several light units for access to the mosque in the housing area. 2 units of street lighting have been successfully installed with the capability of each unit being 1 20 watt solar panel, 1 7 Ah VRLA battery, 1 5 watt DC lamp and 1 photocell as an automatic switch which will turn on the lights only at night. The test results show that the lamp's performance is 100%, it can light up all night for 12 hours, if the battery is fully charged for 5 hours when the sun is hot. If the weather is cloudy, the battery can only light the lights for 7.5 hours (58% performance). However, if it rains all day, the remaining battery charge will only be able to turn on the lights for 4.6 hours (25% performance). Keywords: jasmine housing; solar panels; VRLA batteries; photocells; DC lights
Perancangan dan Implementasi Alat Backwash Air Layak Konsumsi Erick Sorongan; Saiful Ghozi; Emil Azmanajaya; Hilmansyah Hilmansyah
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v3i1.405

Abstract

Dampak dari kekurangan air bersih dapat dirasakan secara langsung oleh warga Balikpapan, mulai dari kualitas air yang berbau dan tidak jernih bahkan apabila hal ini terus dibiarkan bisa menyebabkan penyakit menular seperti diare dan tifus. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ketersediaan air bersih layak konsumsi adalah dengan membuat sebuah sistem pencucian air baku atau yang dikenal dengan sebutan backwash. Alat ini dirancang dengan menggabungkan beberapa bahan media yang digunakan untuk filter yang terdiri atas karbon aktif, zeolite, mangan dan pasir silica. Sedangkan proses pemisahan zat berbahaya yang terkandung dalam air baku menggunakan teknik sedimentasi alami sehingga terbebas dari penggunaan bahan kimia. Berdasarkan hasil pengamatan Tim PKM Poltekba di Al Muhajirin, alat ini mampu mengurangi tingkat kandungan mangan dan bakteri yang terbawa dari baku PDAM sehingga ketika ditampung di bak penampungan air sudah siap untuk dikonsumsi. Selain itu juga hasil PKM ini mampu memperpanjang usia media yang dipakai dengan cara penggunaan yang tepat, sehingga kedepan alat ini dapat dikembangkan memiliki kemampuan menghasilkan air bersih yang bisa langsung diminum dari hasil olahan atau treatment lanjutan. 
Pembelajaran Solar Station sebagai Sumber Energi Alternatif Media di Yayasan Ibtighooa Mardatillah Hilmansyah Hilmansyah; Ramli Ramli; Restu Mukti Utomo; Angga Wahyu Aditya
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 02 (2020): JURNAL ABDIMAS MAHAKAM
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i02.912

Abstract

Pemanfaatan cahaya matahari yang dikonversi ke energi listrik sebagai sumber energi alternatif dewasa ini banyak dikembangkan. Penelitian dan pengembangan produk – produk yang berkaitan dengan hal tersebut juga tengah dipersiapkan guna mendapatkan energi yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi. Solar station merupakan langkah inovatif yang tepat dalam memanfaatkan teknologi ini. Pada Solar Station, energi matahari dikonversi menjadi energi listrik dengan menggunakan sel surya. Tegangan keluaran dari sel surya berupa tegangan DC dan harus dikonversi menjadi tegangan listrik AC 220 V menggunakan rangkaian inverter untuk dapat digunakan pada semua perangkat elektronik. Pengabdian kepada masyarakat ini mengambil tema “Solar Station Sebagai Sumber Energi Alternatif” dengan mitra YAYASAN IBTIGHOOA MARDATILLAH – Graha Indah Balikpapan Utara – Balikpapan. Pada yayasan ini, solar station diharapkan dapat membantu menunjang kegiatan pembelajaran di luar ruangan yang minim akan stop kontak. Selain itu, alat ini dapat juga digunakan sebagai sarana belajar bagi civitas dalam mengelola dan mengembangkan yayasan. Kata Kunci : Solar Station, Konversi Energi, Sumber Energi Alternatif
Peningkatan Pemahaman Kompetensi Instalasi Listrik bagi Santri di Pondok Pesantren Subulus Salam Angga Wahyu Aditya; Hilmansyah Hilmansyah; Restu Mukti Utomo
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 01 (2021): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan agama islam yang diakui dan populer di Indonesia. Pondok pesantren memegang peranan penting dalam mengembangkan pendidikan yang berlandaskan ajaran agama islam. Ditengah derasnya arus globalisasi saat ini, pondok pesantren dituntut untuk memberikan kemampuan tambahan kepada santri agar mampu bertahan dan beradaptasi di tengah masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu santri yang ada di pondok pesantren dalam memahami mengenai dasar – dasar kelistrikan seperti pengenalan peralatan dan instalasi listrik. Tahapan kegiatan dari pelatihan ini terdiri atas survei lokasi dan penentuan kebutuhan pelatihan. Tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan pelatihan yang mana melibatkan mahasiswa di dalam pelaksanaan pelatihan ini. Kegiatan selanjutnya adalah pelaksanaan evaluasi dalam bentuk inspeksi secara langsung instalasi kelistrikan yang ada di pondok peantren dengan diawasi oleh tenaga ahli dalam bidang instalasi kelistrikan. Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman santri dalam instalasi listrik. Selain itu, kegiatan pelatihan ini diharapkan memberikan solusi tersendiri bagi pondok pesantren dalam mengatasi permasalahan instalasi kelistrikan dan bekal bagi santri setelah lulus dari pondok pesantren.