Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : DIMASEKA

Pelatihan Penggunaan Modal Auxiliary dalam Menulis Kalimat Permintaan Ida Ayu Panuntun; Inayatul Ulya
DIMASEKA Vol 1 No 1 (2023): April 2023
Publisher : FEB Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/dimaseka.v1i1.11

Abstract

Communication in the global era requires doer of the communication mastering English. In line to this condition, English is a necessity in education, including in Pekalongan. Many students of the second grade of SMP N 5 Pekalongan, often face difficulties in using modal auxiliary when constructing request sentences and it will affect the use of politeness strategies. This phenomenon occurs between teachers and students, or even among students. Based on the root of the problem, Team of PkM held a Training on the Use of Modal Auxiliary in Writing Request Sentences. The sample of this PKM activity was 33 students. PkM was held in 6 months, in the academic year of 2022/2023. PkM activity was done in 4 stages, namely socialization, training, mentoring and evaluation. This activity was carried out well. Each stage in the activity supports the plan to achieve the objectives of PkM. The result was measured from the results of the pre-test and post-test as a comparison in formulating the level of success. The results of the questionnaire showed an increase in aspects of understanding the aspect of auxiliary capital with the score (Good), examples of auxiliary capital (Very Good), its use (Very Good) and the social status of conversation actors (Good). Through this activity, students can distinguish and choose the appropriate use of modal auxiliary according to social status or age.
PENDAMPINGAN SISWA DALAM PENGGUNAAN SIMPLE PRESENT TENSE: Pembelajaran Simple Present Tense untuk Siswa SMP N 7 Batang Panuntun, Ida Ayu
DIMASEKA Vol 2 No 01 (2024): April 2024
Publisher : FEB Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/dimaseka.v2i01.102

Abstract

Proses pembelajaran dilaksanakan secara bertahap pada pembelajaran struktur Bahasa Inggris. Tenses menjadi pedoman utama dalam penyusunan kalimat efektif. Simple Present Tense adalah bentuk tenses dasar yang harus dikuasai oleh para siswa SMP N 7 Batang. Justifikasi masalah yang muncul adalah 1) kesulitan siswa SMP N 7 Batang dalam memahami komponen kalimat aktif dan 2)kesulitan siswa SMP N 7 Batang dalam menggunakan kata kerja dan keterangan waktu dalam pola Simple Present Tense. Penyelenggaraan pengabdian ini dilaksanakan dalam 4 tahap dan telah berjalan secara lancar. Tahap 1) sosiliasasi, 2) pelatihan, 3) pendampingan dan 4) evaluasi. Pada tahap sosialisasi, kegiatan yang dilakukan adalah wawancara kepada guru dan pelaksanaan pre test. Tahap berikutnya adalah tahap pelatihan berisi pemberian materi yang diawali dengan brainstorming dan pengajaran Simple Present Tenses. Tahap selanjutnya adalah pendampingan kepada siswa-siswa yang sedang menyelesaikan penugasan berkaitan pola Simple Present Tense. Tahap akhir adalah evaluasi yang berisi kegiatan post test. Hasil dari kegiatan pengabdian tersebut menunjukkan adanya peningkatan dengan data sebagai berikut: (1) Siswa sangat paham definisi Simple Present Tense, (2) Siswa sangat paham dalam menggunakan formula Simple Present Tense dengan komponen dengan benar dan (3) Siswa paham dalam membuat kalimat Simple Present Tense dengan kata kerja dan keterangan waktu.
MENEMBUS BATAS BAHASA: PELATIHAN KOSAKATA WARNA MELALUI PROGRAM BIPA Panuntun, Ida Ayu
DIMASEKA Vol 3 No 1 (2025): April 2025
Publisher : FEB Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/dimaseka.v3i1.619

Abstract

Pembelajaran BIPA bukanlah hal yang mudah, terutama karena perbedaan latar belakang budaya dan bahasa para pelajarnya. Di Universitas Pekalongan, beberapa pelajar BIPA mengalami kesulitan dalam proses belajar. Salah satu kendala utama yang mereka hadapi adalah dalam pelafalan dan penggunaan kosakata warna. Kesulitan ini mempengaruhi kemampuan mereka dalam berkomunikasi secara tepat dalam konteks budaya Indonesia. Oleh karena itu, pelaksanaan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan khusus terkait pembelajaran kosakata warna bagi para pelajar.      Pengabdian ini dilaksanakan dalam 4 tahap, yaitu observasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Pada tahap observasi, pelajar BIPA diberikan wawancara dan pre test untuk mengukur kemampuan awal pelajar. Tahap berikutnya pelatihan dan pendampingan. Pada tahap tersebut pembelajaran dilaksanakan secara online dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik berupa kartu dan pendampingan dilakukan dengan pemberian latihan soal tentang kosakata warna. Tahap akhir yang diberikan adalah evaluasi berupa post test.      Hasil dari pelaksanaan pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan pelajar BIPA. Pelajar mampu mengenali, menyebutkan dan menggunakan kosakata warna dengan lebih tepat. Kegiatan ini memperkaya kosakata sekaligus meningkatkan kepercayaan diri pelajar dalam berbahasa Indonesia.