Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

HUBUNGAN PENYULUHAN KESEHATAN DAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG PERENCANAAN JENIS KELAMIN ANAK (Di Kampung Ka Sama, Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Manggarai) Wea, Lidwina Dewiyanti; Mayasari, Cristiani Dewi
Wawasan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2016): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan keluarga tentang perencanaan jenis kelamin anak sebelum dan sesudah penyuluhan. Desain penelitian ini adalah One-Group-Pra-Test-Post-Test Design. Populasi penelitian ini adalah keluarga di Kampung Ka Sama, Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Manggarai dengan sampling yang digunakan simple random sampling dan jumlah sampel sebanyak 32 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil penelitian sebelum penyuluhan terdapat 46,875% responden yang memiliki tingkat pengetahuan kurang dan cukup, 6,25% memiliki tingkat pengetahuan baik. Hasil penelitian sesudah dilakukan penyuluhan terdapat 90,625% responden memiliki tingkat pengetahuan baik, 9,375% memiliki tingkat pengetahuan cukup dan 0% memiliki tingkat pengetahuan kurang. Hasil statistik menggunakan Willcoxon test dengan tingkat signifikan α = 0.05 didapatkan harga p = 0.00 oleh karena harga p < α, maka H0 ditolak, H1 diterima artinya ada pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan keluarga tentang perencanaan jenis kelamin anak di Kampung Ka Sama, Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Manggarai. Sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan sebagian besar tingkat pengetahuan responden mengalami peningkatan. Meskipun demikian peneliti tetap menyarankan kepada Kepala Lurah Kelurahan Wali untuk tetap bekerjasama dengan petugas kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan keluarga tentang perencanakan jenis kelamin anak. Pengetahuan yang baik tentang perencanaan jenis kelamin anak tentu akan mempengaruhi kesejahteraan keluarga menuju keluarga ideal di masa mendatang.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU YANG MEMILIKI ANAK BALITA PADA PENANGANAN ISPA DI PUSTU RANA KULAN TAHUN 2017 Wea, Lidwina Dewiyanti; Pakat, Krispinus
Wawasan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.308 KB)

Abstract

Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Ibu Yang Memiliki Anak Balita Pada Penanganan Ispa Di Pustu Rana Kulan Tahun 2017Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, umur, tingkat pendidikan, jumlah anak dengan sikap ibu yang memiliki anak balita pada penanganan ISPA di Pustu Rana Kulan. Metode penelitian adalah survey analitik dengan menggunakan desain Cross Sectional. Populasi adalah semua ibu yang memiliki anak balita yang berkunjung di Pustu Rana Kulan tahun 2017. Sampel penelitian sebanyak 60 0rang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada ibu yang memiliki anak balita dengan ISPA dan diambil dengan menggunakan teknik Purposive sampling, dengan menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, pendidikan, jumlah anak dengan sikap ibu yang memiliki anak balita pada penanganan ISPA di Pustu Rana Kulan. Dari hasil penelitian tentang hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu anak balita dengan uji chi-square diperoleh nilai p value = 0,003< =0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu yang memiliki anak balita pada penanganan ISPA.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN RAWAT JALAN DENGAN GANGGUAN JIWA DI KLINIK JIWA RENCENG MOSE KABUPATEN MANGGARAI Wea, Lidwina Dewiyanti; Jakri, Yohanes; Wandi, Saverius
Wawasan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Wawasan Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa dapat dikontrol dengan baik jika ada dukungan dari anggota keluarga. Dukungan yang diberikan berupa dukungan instrumental, emosional, informasional, dan peghargaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien rawat jalan dengan gangguan jiwa. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat dengan menggunakan skala likert. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 62 orang keluarga pasien dengan gangguan jiwa yang berobat jalan di Klinik Jiwa Renceng Mose. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis dengan menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien rawat jalan dengan gangguan jiwa dengan nilai p-value 0,002 < 0,05. Diharapakan kepada keluarga untuk memberikan dukungan yang baik kepada keluarga yang mengalami gangguan jiwa untuk memenuhi segala kebutuhan serta membimbing dalam minum obatnya
HUBUNGAN ANTARA MEKANISME KOPING DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI KEPERAWATAN STIKES SANTU PAULUS RUTENG TAHUN 2017 Wea, Lidwina Dewiyanti; Eka, Angelina Roida; Danal, Paskaliana Hilpriska
Wawasan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2018): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara mekanisme koping dengan tingkat depresi pada mahasiswa program studi keperawatan STIKES Santu Paulus Ruteng Tahun 2017. Koping adalah suatu bentuk respon individu terhadap situasi bermasalah yang dialami yang tersusun dari stres fisiologi dan temperamen serta pengaturan emosi, perilaku, perhatian, motivasi dan kognisi. Depresi merupakan masalah psikiatrik paling berat yang berdampak pada ketidaksanggupan individu beradaptasi dengan aktivitas hidupnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara mekanisme koping dengan tingkat depresi pada mahasiswa program studi keperawatan STIKES Santu Paulus Ruteng Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional study dengan sampel penelitian berjumlah 43 orang menggunakan metode sampling purposive sampling. Data didapatkan dengan menggunakan kuesioner koping adaptasi dari COPE Inventory dan kuesioner depresi adaptasi dari Beck Depression Inventory. Data distribusi frekuensi menunjukkan sebagian besar responden dalam penelitian ini adalah laki-laki yakni 22 orang (51.2%). Berdasarkan mekanisme koping, diketahui responden yang cenderung menggunakan strategi problem focused coping sebanyak 23 orang (53.5%), emotional focused coping sebanyak 18 orang (41.9%), sedangkan less useful dan mix coping berjumlah masing-masing 1 orang (2.3%). Berdasarkan tingkat depresi, diketahui responden yang tidak depresi sebanyak 19 orang (44.2%), depresi ringan 11 orang (25.6%), depresi sedang sebanyak 10 orang (23.3%) dan yang depresi berat sebanyak 3 orang (7.0%). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rho didapatkan hasil sig. 0.755 dari variabel mekanisme koping dan tingkat depresi >0.05 maka disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel – variabel tersebut. Menurut peneliti, ketiadaan hubungan antar kedua variabel tersebut disebabkan oleh faktor lain seperti kesehatan dan energy, keyakinan positif, kemampuan menyelesaikan masalah, keterampilan sosial, dukungan sosial dan dukungan material.
TINGKAT PENGETAHUAN PRA KEHAMILAN DI KALANGAN MAHASISWI FAKULTAS ILMU KESEHATAN DAN PERTANIAN UNIKA SANTU PAULUS RUTENG Ximenes, Clara Cabral Ornai; Wea, Lidwina Dewiyanti; Handi, Heribertus
Wawasan Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pra-kehamilan adalah Kehamilan Sehat yang membutuhkan persiapan fisik dan mental setiap ibu. Merencanakan kehamilan yang sehat sebaiknya dilakukan sebelum kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan pra-kehamilan pada mahasiswi Unika Santu Paulus Ruteng. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan sampel sebanyak 183 mahasiswi, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling. pertanyaan tertutup telah digunakan untuk menilai tingkat pengetahuan responden. Hasil penelitian didapatkan 13 responden memiliki pengetahuan baik (7,1%), pengetahuan cukup sebanyak 73 responden (39,9%), dan pengetahuan kurang sebanyak 97 responden (53,0%). Kesimpulan yang diambil dari penelitian bahwa tingkat pengetahuan mahasiswi tentang pra-kehamilan di Fakultas Kesehatan dan Pertanian UNIKA Santu Paulus Ruteng sebagian besar dalam kategori kurang yaitu 97 responden (53,0%).
PANDANGAN TENTANG KANKER PAYUDARA: STUDI DARI PARA BIARAWATI DI KABUPATEN MANGGARAI PROVINSI NTT Wea, Lidwina Dewiyanti; Handi, Heribertus; Dewi, Claudia Fariday; Demang, Fransiska Yuniati
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3 No 2 (2020): JURNAL MUTIARA NERS
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study collect information on nuns in Manggarai whom categorized as nulliparity. 6 nuns are participated on this research. Qualitative study were used to browse themes related to the perception on breast cancer. Data were collected using interview recorded with voice recorder. Study findings emphasized several important facts that influencing their behavior on giving opinion of breast cancer. There were 4 themes obtained. First theme was the lack of knowledge. The theme represented by the findings that the majority of the participant could not answer the question on definition, etiology, sign and symptom, and the cancer treatment. The second theme was belief. Majority of participant belief that they could not possibly suffer from breast cancer because they are unmarried and their life style within the monastery is being maintain better. The third theme was the habituality. The statement supporting this theme was within the monastery there were no discussion on reproductive health, they thought that the said discussion was not the priority on the monastery life. The fourth theme was hope. This theme was appear as the majority of participant wished for the health education on reproductive health especially on breast cancer. Thus, the findings on this research explain that the participants had not yet obtained the proper information of breast cancer. Belief and habits orelated to breast cancer also appear in the study findings, that also related to culture and custom going on for a long period of time. Wishful response stated by participants was the findings need to be noticed by all involved stakeholder. Participant needed the accurate information on reproductive health specifically, breast cancer.
Nutrition-Sensitive Factors Associated with the Stunted Growth of Under-Five Children with Infections in Rural Eastern Indonesia Danal, Paskaliana Hilpriska; Hepilita, Yohana; Wea, Lidwina Dewiyanti
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 12 No 3 (2024): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jdk.v12i3.766

Abstract

Nutrition-sensitive factors, such as infections, are indirect contributors to inadequate nutrient absorption. This study aims to identify the nutrition-sensitive factors associated with stunted growth among under-five children attending a public health center due to infection-related problems. A cross-sectional design was used, involving 47 children who visited the public health center in July 2022. Participants were recruited using purposive sampling. Data were collected using questionnaires, a microtoise, and the WHO growth chart. Bivariate analysis was performed using the Chi-square test, while multivariate analysis employed binary logistic regression. The results showed that 35 children had normal growth, while 12 were stunted. The most common nursing diagnosis was ineffective airway clearance (36.2%). Among the nutrition-sensitive factors, household water supply was the most dominant factor associated with stunted growth (OR = 42.317; p = 0.038). Poor access to clean water, mediated by infection, can hinder the linear growth of children.
Risk Factors for Acute Kidney Injury in Children: A Literature Review Wea, Lidwina Dewiyanti
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2025): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jdk.v13i1.782

Abstract

The incidence of acute kidney injury (AKI) in children has shown a recent increase. Several contributing factors include the emergence of new diseases such as COVID-19 and the use of nephrotoxic drugs. This literature review aims to identify the risk factors associated with AKI in pediatric populations. The method used was a literature review conducted across three databases: ScienceDirect, PubMed, and Google Scholar, using the search keywords "children," "acute kidney injury," and "risk factors." A total of 10 primary articles were selected for review. The findings indicate that risk factors for AKI in children include comorbidities such as diabetes mellitus with diabetic ketoacidosis, COVID-19, acute gastroenteritis, malaria, post-cardiac surgery, liver transplantation, wasp stings, critical illnesses requiring intensive care, the use of nephrotoxic substances such as ethylene glycol and diethylene glycol, and blood transfusions. The increasing prevalence of these risk factors has significant implications for nursing care. Nurses are expected to enhance their understanding of AKI to improve management strategies and reduce morbidity and mortality related to acute kidney injury in children.
Penguatan Kesadaran Remaja terhadap Dampak Pernikahan Dini di Desa Tengku Lese, Manggarai, Flores Niman, Erna Mena; Darong, Hieronimus Canggung; Wea, Lidwina Dewiyanti; Jandu, Inosensius Harmin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22842

Abstract

ABSTRACT This community service activity was carried out in Tengku Lese Village, Rahong Utara District, Manggarai, with a focus on preventing early marriage among adolescents. The community partner faces the issue of widespread early marriage practices influenced by cultural, economic, and low awareness factors regarding its impacts. The objective of this activity is to raise awareness among adolescents and the community about the risks of early marriage on education, mental health, and reproductive health, while also providing alternative prevention solutions. The method used was participatory, including initial observation, interviews with the village head, distribution of questionnaires, delivery of materials by four presenters, and interactive discussions. The results of the activity showed a significant increase in adolescents’ understanding, from 48% before the socialization to 82% after the program. The conclusion of this service is that participatory socialization has proven effective in building adolescent awareness and should be followed up with sustainable mentoring programs to more broadly prevent early marriage practices. Keywords: Early Marriage, Adolescents, Health, Education, Participatory Socialization.  ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tengku Lese, Kecamatan Rahong Utara, Manggarai, dengan fokus pada pencegahan pernikahan dini di kalangan remaja. Mitra masyarakat menghadapi masalah maraknya praktik pernikahan dini yang dipengaruhi oleh faktor budaya, ekonomi, dan rendahnya pemahaman mengenai dampaknya. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran remaja serta masyarakat mengenai risiko pernikahan dini terhadap pendidikan, kesehatan mental, dan kesehatan reproduksi, sekaligus memberikan alternatif solusi pencegahan. Metode yang digunakan bersifat partisipatif, meliputi observasi awal, wawancara dengan kepala desa, penyebaran kuesioner, penyampaian materi oleh empat pemateri, serta diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman remaja, dari 48% sebelum sosialisasi menjadi 82% setelah kegiatan. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa sosialisasi partisipatif terbukti efektif dalam membangun kesadaran remaja, dan perlu ditindaklanjuti dengan program pendampingan berkelanjutan untuk mencegah praktik pernikahan dini secara lebih luas. Kata Kunci: Pernikahan Dini, Remaja, Kesehatan, Pendidikan, Sosialisasi Partisipatif
EDUKASI SADARI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA PADA KELOMPOK KHUSUS: SEBUAH TINDAK LANJUT HASIL RISET Wea, Lidwina Dewiyanti; Mariati, Lusia Henny; Simon, Maria Getrida; Idu, Derfina Maria Bahagia; Egar, Maria Imelda; Asa, Helena Priyunita; Piat, Maria V
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i2.1989

Abstract

Semua kalangan masyarakat memiliki hal yang sama untuk mendapatkan tambahan pengetahuan, demikian pula kaum biarawati yang merupakan sekelompok perempuan yang memilih untuk menjalani kehidupannya didalam biara. Pengetahuan yang baik tentang proses terjadinya kanker sangat penting diketahui termasuk oleh golongan nulliparitas karena juga memiliki resiko mengalami kanker payudara. Hasil penelitian sebelumnya tentang pemahaman para biarawati tentang kanker payudara, menyebutkan bahwa salah satu masalah yang di hadapi para biarawati adalah kurangnya pengetahuan akan masalah reproduksi khususnya kanker payudara. Mereka sangat membutuhkan sosialisasi tentang kanker payudara karena selama ini mereka beranggapan bahwa kondisi mereka yang tidak kawin dan memiliki anak tidak beresiko terkena kanker payudara. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi dan pelatihan kepada para biarawati dalam kelompok kecil untuk menjadi kader promosi kesehatan payudara kepada komunitas-komunitas lainnya terutama pada komunitas biara lain. Sebanyak 20 orang biarawati terlibat dalam kegiatan ini. Metode kegiatan berupa ceramah, diskusi, melakukan demonstrasi pemeriksaan payudara sendiri dan tahap evaluasi. Metode sharing pengetahuan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan para biarawati dalam kategori tinggi sebesar 73,6%, sehingga kegiatan ini berdampak pada perubahan pola pikir dan perilaku para biarawati dalam menjaga kesehatan reproduksi