Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Implementasi Case Based Reasoning untuk Mendiagnosis Gangguan Kesehatan Mental Aulia Romadloni Nur Indarti; Utami, Annisaa; Arifa, Amalia Beladinna
Jurnal Informatika Polinema Vol. 12 No. 1 (2025): Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : UPT P2M State Polytechnic of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jip.v12i1.7470

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting yang memengaruhi kualitas hidup seseorang, tetapi gangguan mental dapat menurunkan kualitas dan fungsi individu secara signifikan. Mengingat prevalensi global yang cukup tinggi dengan 970 juta orang mengalami gangguan mental pada tahun 2019 sehingga menjadi isu yang harus mendapatkan perhatian lebih. Tantangan ini diperkuat oleh keterbatasan layanan kesehatan mental terutama di Indonesia, seperti distribusi tenaga profresional yang tidak merata dan stigma yang beredar di lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pakar untuk mendiagnosis gangguan kesehatan mental sebagai salah satu langkah preventif. Metode yang digunakan adalah Case Based Reasoning (CBR) dengan algoritma K-Nearest Neighbor (KNN) sebagai perhitungan nilai kemiripannya. CBR bekerja dengan memanfaatkan kasus-kasus sebelumnya untuk menyelesaikan suatu masalah atau kasus yang baru. Proses CBR melibatkan tahapan retrieve, reuse, revise, dan retain. Sistem pakar berbasis website ini berhasil diimplementasikan dan diuji. Pengujian black box testing menunjukkan bahwa fitur pada sistem berfungsi dengan baik. Sedangkan, uji validitas sistem dilakukan dengan membandingkan hasil diagnosis sistem dengan diagnosis pakar menghasilkan tingkat akurasi sebesar 80%. Dengan akurasi tersebut, sistem ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dan tenaga kesehatan dalam melakukan proses diagnosis awal, sehingga memfasilitasi penanganan lebih lanjut dan meningkatkan kualitas hidup penderita gangguan kesehatan mental.
Bridging the Digital Divide: Enhancing Teacher Competencies for Student-Centered Learning Through Microsite Development Dewi, Atika Ratna; Yuniati, Trihastuti; Arifa, Amalia Beladinna; Sari, Dian Kartika; Alika, Shintia Dwi
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/bn5jwa48

Abstract

Elementary school teachers at Tumiyang 1 Public Elementary School face significant challenges in adopting digital technology effectively with 73% having no prior knowledge of microsites and limited skills in creating interactive digital learning media. This digital literacy gap, common in rural educational contexts, results in conventional teaching methods that fail to engage today’s digital generation effectively. To address these challenges, a two-day intensive microsite creation training program was implemented using a participatory approach through hands-on training, mentoring, and product-based evaluation. The program consisted of three main stages, preparation, implementation, and evaluation and monitoring. Teachers learned to create web-based learning media using Google Sites and S.Id, integrating various digital resources, including Google Drive, Google Forms, YouTube, and Canva. Post-training evaluation revealed universally positive outcomes that most of the participants gained understanding of microsites, with all teachers successfully creating functional, content-rich microsites tailored to their subject areas. All participants expressed interest in further learning and rated the training as effective with clear and accessible materials. This program successfully bridged the digital competence divide, empowering rural teachers as agents of change capable of creating adaptive, interactive learning environments and contributing to educational equity between urban and rural areas.