Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : PSIKOVIDYA

KESIAPAN ANAK MASUK SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI DUKUNGAN ORANGTUA DAN MOTIVASI BELAJAR Andia Kusuma Damayanti; Rachmawati '
PSIKOVIDYA Vol 20 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1305.422 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak sekolah dan konseling yang dilakukan oleh peneliti dengan orangtua wali murid yang didapatkan data bahwa masih banyak orangtua yang kurang peduli dengan pendidikan anaknya dan tahunya anaknya sekolah tanpa tahu kebutuhan psikologis anak selain itu berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Nur Halimah dan Fajar Kawuryan (Jurnal Psikologi Universitas Muria Kudus, vol.I, no. 1 Desember 2010) yang hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kesiapan bersekolah anak perlu melibatkan faktor pendukung yang lain, misalnya dukungan orangtua, tingkat kecerdasan dan motivasi. Oleh karena itu peneliti ingin melakukan penelitian kaitan dengan masalah yang dihadapi dilapangan dan berdasarkan kesimpulan dari penelitian tentang kesiapan anak sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesa perbedaan antara (1) kesiapan bersekolah anak di TK yang mendapat dukungan dari keluarganya dan yang tidak mendapat dukungan dari keluarganya; (2) kesiapan bersekolah anak yang mempunyai motivasi belajar dan yang tidak mempunyai motivasi belajar. Penelitian ini juga akan menguji apakah ada interaksi antara dukungan orangtua dan dan motivasi belajar anak. Subjek penelitian ini adalah anak dari TK Anak Saleh dan SDIT Robbani di kota Malang. Subjek diambil dengan menggunakan metode purposive random sampling. Kesiapan bersekolah diukur dengan menggunakan metode Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (NST) sedangkan data dukungan orangtua dan motivasi belajar melalui angket. Data penelitian ini dianalisis dengan teknik analisis varians dua jalur. 
KESIAPAN ANAK MASUK SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI POLA ASUH ORANG TUA Andia Kusuma Damayanti; Essha Paulina
PSIKOVIDYA Vol 20 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.686 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine differences in the readiness of children attend primary school in terms of parenting parents based on the theory that Diana Baumrind Authoritarian, Permissive, Authoritative. Theory readiness of children attend primary school used was based on the theory of Prof. F.J. Monks, Drs. H. Rost and Drs. N.H. Coffie (2011). This research is a quantitative study, data were collected using methods Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (NST) for school readiness while data parenting parents were taken by questionnaire. The subjects were children of Restu Ibu Islamic Kindergarten and TKIT Robbani in Malang, amounting to 56 people. Subject taken using purposive random sampling method. The characteristics are as follows: 1) pure disciple is not moving; 2) children kindergarten class B. The research data was analyzed by analysis of variance (ANOVA). The results showed that there was no significant difference in the readiness of children attend primary school in terms of parenting parents. 
GAMBARAN KENAKALAN REMAJA DITINJAU DARI HASIL TES S.E.D (SOCIAL EMOTIONAL DIMENSION) Andia Kusuma Damayanti; Lies Purnamasari
PSIKOVIDYA Vol 19 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1158.49 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk menggambarkan kenakalan remaja ditinjau dari hasil tes S.E.D (Social Emotional Dimension). Metode yang digunakan adalah metoda observasi, wawancara. Subjek penelitian ini adalah siswa SMU dan SMK Wisnuwardhana Malang berusia 15 tahun – 18 tahun yang telah diketahui bermasalah disekolah seperti : membolos sekolah, sering terlambat, tidak mengerjakan tugas sekolah, merokok di kelas, pulang sebelum waktunya. Alat ukur yang dipakai dalam penelitian ini adalah tes S.E.D (Social Emotional Dimension) yang disusun oleh Hutton dan Robert yang dapat menerangkan beberapa karakteristik emosi anak remaja yang mengalami handicap (hambatan) dan sekaligus dapat membedakan bahwa remaja tersebut dapat dikatakan normal atau memang bermasalah. Analisis terhadap data akan dilakukan secara kualitatif untuk mengetahui penyebab siswa bermasalah disekolahnya dan didukung analisis data secara kuantitatif dengan teknik statistik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi menduduki ranking tertinggi Conduct Problem yaitu sebesar 42%. Hal ini berarti bahwa kenakalan remaja di SMU & SMK Wisnuwardhana Malang terbanyak disebabkan oleh faktor Conduct Problem. Dimensi yang berikutnya yaitu Depression sebesar 34%. Depression yang dimaksud disini adalah berontak negatif yang terjadi karena mengalami stres dalam kehidupan seperti perpisahan dengan orangtua, bergabung di tempat baru yang tidak disenangi. Selanjutnya Dimensi Interpersonal Relationship, Inappropriate Behavior, Anxiety/Inattention sama-sama menduduki ranking terendah sebesar 8%
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA OTORITER DENGAN TEMPER TANTRUM PADA ANAK USIA PRASEKOLAH Alif Fakriyatur; Andia Kusuma Damayanti
PSIKOVIDYA Vol 22 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.681 KB) | DOI: 10.37303/psikovidya.v22i2.110

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hipotesa hubungan antara pola asuh orang tua otoriter dengan temper tantrum pada anak usia prasekolah. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua dari siswa RA Baiturrohim Malang. Jumlah populasi siswa di RA Baiturrohim Malang adalah 76 anak. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini, didapatkan jumlah sampel sebanyak 70 orang. Adapun ciri-cirinya : 1) Anak prasekolah di RA Baiturrohim Malang, 2) Anak pra sekolah yang memiliki ciiri-ciri temper tantrum, 3) Orang tua dengan pola asuh otoriter pada tahun akademik 2017/2018. Subjek diambil dengan menggunakan metode purposive random sampling. Temper Tantrum dan  pola asuh orangtua otoriter diperoleh melalui metode angket. Data penelitian ini dianalisis dengan teknik product moment. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima. Dimana nilai tersebut lebih besar dari nilai rtabel pada sampel sejumlah 70 orang yang nilainya hanya 0,330. Jadi dapat dipastikan nilai >r tabel (0,733 > 0,330). Hal ini berarti ada hubungan yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan temper tantrum anak pra sekolah, dimana semakin tinggi pola asuh otoriter orang tua maka semakin tinggi temper tantrumnya, begitu pula sebaliknya.Kata Kunci : Temper Tantrum, Pola Asuh Orangtua Otoriter, usia Pra Sekolah
KESIAPAN ANAK MASUK SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI TINGKAT INTELIGENSI DAN JENIS KELAMIN Andia Kusuma Damayanti; Rachmawati Rachmawati
PSIKOVIDYA Vol 23 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.219 KB) | DOI: 10.37303/psikovidya.v23i1.130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesa perbedaan kesiapan anak masuk sekolah dasar ditinjau dari tingkat inteligensi dan jenis kelamin.Subjek penelitian siswa TK Al – Jabbar dan TKIT Robbani di Malang sejumlah 76 dengan metode purposive random sampling. Kesiapan bersekolah menggunakan Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (NST), tingkat inteligensi dengan tes kecerdasan yaitu WISC (Wechler Intelegence Scale for Children) serta Jenis Kelamin diambil dari data siswa.Hasil olah statistik dari data penelitian menunjukkan nilai chi-square Hitung 58,106 > chi-square Tabel 5,991,bahwa ada perbedaan rata-rata kesiapan anak masuk sekolah dasar ditinjau dari tingkat kecerdasan dan jenis kelamin.Data penelitian ini dianalisis dengan teknik teknik uji Friedman Test. Kata kunci : NST; WISC; Tingkat Kecerdasan, Jenis Kelamin
Tipe Kepribadian Temperamen Dengan Kecemasan Akademik Mahasiswa Universitas “X” Malang Pada Masa Pandemi Covid-19 Andia Kusuma Damayanti; Novia Susanti
PSIKOVIDYA Vol 25 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/psikovidya.v25i2.192

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui hubungan Tipe Kepribadian Temperamen dengan Kecemasan Akademik pada mahasiswa Universitas “X” Malang pada masa pandemic covid-19 dengan jumlah populasi 504 mahasiswa dengan sempel 205 mahasiswa. Data yang telah dikumpulkan menggunakan skala penelitian Kecemasan Akademik dan Kuisioner Tipe Kepribadian. Analisa data dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment Person dan menggunakan analisis deskriptif sederhana. Hipotesis diketahui nilai signifikansi (sig) sebesar 0,015 < 0,05, dengan taraf signifikan 95% sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima, yang berarti bahwa “Ada Hubungan yang positif dan signifikan antara Tipe Kepribadian Dengan Kecemasan Akademik Mahasiswa Universitas “X” Malang Pada Masa Pandemi Covid-19”
Analisis Status Motivasi Belajar Siswa SMK Darul Hikam Bantur Selama Pandemi Covid 19 Dengan Menggunakan Metode Distance Learning Hesti Setyodyah Lestari; Maria Diana; Andia Kusuma Damayanti
PSIKOVIDYA Vol 26 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/psikovidya.v26i2.205

Abstract

Munculnya endemi virus covid-19 berdampak pada perubahan berbagai aspek kehidupan, terutama di aspek pendidikan. Pemerintah membentuk kebijakan ihwal penyelenggaraan belajar dari rumah. Pembelajaran yg mulanya dilakukan di pada kelas sekarang harus dilakukan secara impian pada tempat tinggal masing masing. sebagai akibatnya pembelajaran jeda jauh diklaim lebih efektif dan efisien untuk keadaan pandemi ketika ini. menggunakan keadaan tersebut motivasi belajar peserta didik sangat diharapkan buat proses kegiatan belajar pada pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini bertujuan buat mengetahui bagaimana taraf motivasi belajar siswa selama pembelajaran jeda jauh. Penelitian ini ialah jenis penelitian kuantitatif naratif. Instrumen yg dipergunakan ialah angket pembelajaran jeda jauh serta motivasi belajar menggunakan masing masing 13 butir pernyataan. Populasi pada penelitian ini artinya seluruh peserta didik SMK Darul Hikam yang berjumlah 72 peserta didik. Populasi tadi juga sekaligus dijadikan sampel semua dalam penelitian. Teknik pengambilan data dilakukan dengan memakai metode angket, observasi dan studi kepustakaan. Sedangkan buat analisis uji data menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS v.22. Adapun uji analisis data yg dilakukan merupakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas dan analisis statistic deskiptif. Akibat penelitian memberikan tingkat motivasi belajar peserta didik Sekolah Menengah kejuruan Darul Hikam selama mengikuti pembelajaran jeda jauh berada pada kategori kurang yaitu sebanyak 37,5% berasal jumlah 72 peserta didik. The emergence of the COVID-19 viral outbreak has had an effect on numerous facets of life, particularly schooling. The government formulates policies concerning the implementation of home-based education. Previously classroom-based instruction must now be completed virtually at home In order for online education to be seen more effective and efficient in light of the present pandemic situation. Under these conditions, distant learning requires student learning motivation for the process of learning activities. This study is a sort of quantitative descriptive research. The population of this study consisted of 72 pupils from SMK Darul Hikam. The population serves as a sample for all participants in the study. The data collection method employed surveys, observations, and literature reviews. Regarding the analysis of the test data utilizing SPSS v.22 software. Validity tests, reliability tests, normalcy tests, and descriptive statistical analysis were performed during data analysis. In the study, the level of learning motivation of Vocational High School students was based on the table above showing that there were 8 students at a percentage of 11%, as many as 19 students at a percentage of 26.4%, as many as 27 students were in the less category, namely at a percentage of 37 .5%., as many as 18 students are in the less category, namely 25.0%. So it can be concluded that the learning motivation of students during the Covid 19 pandemic was in the less category, namely only 37.5% of the 72 students.
Pengaruh Perilaku Konsumtif Dan Subjective Well Being Terhadap Kepercayaan Diri Mahasiswa Psikologi UNIRA Malang Lestari, Hesti Setyodyah; Suciati, Helina; Damayanti, Andia Kusuma
PSIKOVIDYA Vol 27 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/psikovidya.v27i2.204

Abstract

Abstrak. Salah satu dampak era globalisasi saat ini memberikan beberapa pengaruh terhadap mahasiswa adalah perubahan perilaku membeli yang cenderung pada pembelian secara berlebihan atau bisa disebut dengan perilaku konsumtif, mahasiswa tidak lagi melalukan pembelian yang berdasarkan kebutuhannya saja namun juga pemenuhan keinginan yang berlebihan (Erich Fromm, 1995). Beberapa mahasiswa berpendapat bahwa semakin dirinya mengikuti trend maka dia merasa bisa masuk ke segala kelompok pertemanan, beberapa mahasiswa juga melakukan pembelian dikarenakan tertarik pada iklan, ingin koleksi, bahkan mencari sebuah status untuk dipuji oleh orang lain, maka dari itu dibutuhkan subjectif well being sebagai pembatas untuk meminimalisir kecenderungan perilaku konsumtif tersebut dengan selalu merasa cuku dan mau mengevaluasi diri dalam kesehariannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakag ada pengaruh yang signifikan dari perilaku konsumtif dan subjectif well being terhadap kepercayaan diri mahasiswa, penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif deskriptif yang ditujukan untuk membedah apakah ada dampak antara perilaku konsumtif dan subjectif well being pada kepercayaan diri mahasiswa, hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh nilai F hitung sebesar 29,823 yang dibandingkan dengan F tabel sebesar 3.132 yang berarti F hitung > F tabel dan nilai signifikasi F 0.000 < tingkat kesalahan a=0,05. Maka dapat disimpulkan perilaku konsumtif dan subjectif well being berpengaruh terhadap kepercayaan diri mahasiswa prodi Psikologi Unira Malang. Kata Kunci: Perilaku konsumtif; Subjectif Eell Being; Kepercayaan Diri Abstract. One of the impacts of the current era of globalization that has had some influence on students is the change in buying behavior that tends to buy excessively or can be called consumptive behavior, students no longer make purchases based on their needs but also fulfill excessive desires (Erich Fromm, 1995). . Some students argue that the more they follow the trend, the more they feel they can fit into all groups of friends, some students also make purchases because they are interested in advertisements, want collections, and even look for a status to be praised by others, therefore subjective well being is needed as a barrier. to minimize the tendency of consumptive behavior by always feeling self-sufficient and willing to evaluate themselves in their daily lives. This study was conducted to determine whether there is a significant influence of consumptive behavior and subjective well being on student self-confidence, this study uses a descriptive quantitative methodology aimed at dissecting whether there is an impact between consumptive behavior and subjective well-being on student self-confidence, the results show that the calculated F value is 29.823 which is compared to F table of 3.132 which means F arithmetic > F table and the significance value is F 0.000 < error rate a = 0.05. So the conclusion that consumptive behavior and subjective well being affects the self-confidence of the students of Psychology Study Program, Unira Malang.Keywords: Consumptive Behavior, Subjective Well Being, Student Self-confidence
Pengambilan Keputusan Karir dan Quarter Life Crisis Pada Masa Dewasa Awal Damayanti, Andia Kusuma; Lestari, Hesti Setyodyah
PSIKOVIDYA Vol 27 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/psikovidya.v27i2.235

Abstract

Abstrak. Dewasa awal merupakan masa peralihan sehingga individu akan menghadapi banyak tekanan dan tuntutan dari lingkungan maupun dari dalam dirinya sendiri. Individu yang tidak mampu menghadapi persoalan dari adanya tuntutan tersebut akan diprediksi mengalami Quarter Life Crisis. Quarter Life Crisis merupakan masa krisis yang dialami oleh individu antara usia 18 hingga 21 tahun. Quarter Life Crisis juga disebabkan oleh tuntutan untuk menjadi dewasa, yang ditandai dengan dimulainya orang memasuki dunia kerja secara penuh, yang berarti bahwa orang harus memiliki penghasilan sendiri dan memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengambilan keputusan karir dengan Quarter Life Crisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek penelitian diambil menggunakan teknik accidental sampling diperoleh sebanyak 180 orang yang berusia 18-21 tahun. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi Product Moment Pearson dengan menggunakan SPSS 20. Hasil uji korelasi Product Moment (Pearson) diperoleh nilai (Koefisien Korelasi) r sebesar -0,222 dengan nilai sig. 0,000 < 0 ,01) menunjukkan bahwa terdapat hubungan negative dan sangat signifikan pengambilan keputusan karir dengan Quarter Life Crisis. Artinya bahwa semakin tinggi tingkat kematangan emosi seseorang maka akan semakin rendah Quarter Life Crisis yang dialaminya, begitupun sebaliknya. Kata Kunci: Pengambilan Keputusan Karir, Quarter Life Crisis, Dewasa awal Abstract. Early adulthood is a transitional period in which an individual will face many pressures and demands from the environment as well as from within himself. A Quarter Life Crisis is a period of crisis experienced by individuals between the ages of 18 and 21 years. Quarter life crises are also caused by the demands of adulthood, which is characterized by the beginning of people entering the world of work fully, which means that people must have their own income and have the opportunity to continue their education. The aim of this study is to find out if there is a link between career decision-making and the Quarter Life Crisis. This research uses a correlational quantitative approach. The subjects were taken using accidental sampling techniques and 182 people aged 18 to 21 were obtained. The data analysis technique used was Pearson's Product Moment Correlation using SPSS 20. The result of the Pearson Product Moment correlation test obtained a value (Correlation Coefficient) of r -0,222 with a sig. value of 0,000 < 0,01) indicates that there is a negative and very significant relationship of career decision-making with the Quarter Life Crisis. It means that the higher a person's level of emotional maturity, the lower the Quarter Life Crisis he's going through, and vice versa. Keywords: Career decision-making, Quarter Life Crisis, Early adulthood