Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pembuatan dan Karakterisasi γ-Al2O3-SiO2 sebagai Penyangga Adsorben untuk Penyisihan SO2 dari Gas Cerobong PLTU-Batubara David Bahrin; Dikpride Despa; Trisya Septiana; Selpiana Selpiana; Muhammad Rizwan; Fauzan Fauzan; Agustina Agustina; Conniwanti
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.371

Abstract

Pembakaran batubara dengan kadar sulfur lebih dari 0,23%-berat (dry basis) dengan udara pembakaran berlebih 50% pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara dapat menghasilkan SO2 diatas baku mutu emisi yang ditetapkan oleh pemerintah. Penyisihan gas SO2 dari gas cerobong PLTU-batubara dapat melalui proses adsorpsi menggunakan adsorben padat dengan fasa aktif seperti CuO, MgO, CaO, CeO2 yang ditempelkan pada penyangga berbasis oksida logam baik tunggal maupun campuran diantaranya adalah g-Al2O3, SiO2, TiO2. Penggunaan campuran g-Al2O3 dan SiO2 sebagai penyangga didasarkan pada beberapa pertimbangan diantaranya adalah luas permukaan dan volume pori-pori yang besar dan stabilitas termal yang baik. Campuran senyawa g-Al2O3-SiO2 dibuat dengan metode sol gel menggunakan senyawa AlCl3.6H2O dan boehmite sebagai sumber g-Al2O3 dan natrium silikat dan Siral-10 sebagai sumber SiO2. Variabel penelitian meliputi komposisi campuran g-Al2O3 dan SiO2 diperoleh dengan memvariasikan konsentrasi SiO2 dalam larutan natrium silikat (4, 6, 8 dan 10 % v/v) dan temperatur kalsinasi (550, 650 dan 750°C). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa variasi konsentrasi SiO2 (% v/v) dalam larutan natrium silikat menghasilkan penyangga dengan sifat pori yang cenderung mirip. Kenaikan temperatur kalsinasi mempengaruhi sifat pori penyangga γ-Al2O3-SiO2. Luas permukaan, total volume pori dan radius pori rata-rata penyangga γ-Al2O3-SiO2 terbaik diperoleh pada temperatur kalsinasi 550°C masing-masing sebesar 293,724 m2/g; 1,0580 cc/g; dan 67,33Å
Hidrolisis enzimatik selulosa sekam padi menggunakan crude enzim dari Aspergillus niger untuk produksi bioetanol Novia Novia; Elda Melwita; Selpiana Selpiana; Nur Hafidzah Deviyana; Violetta Viola
Jurnal Litbang Industri Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v13i2.8052.161-167

Abstract

Bioetanol merupakan bahan bakar yang berbahan baku tanaman yang telah melalui proses fermentasi. Tanaman yang memiliki kandungan selulosa tinggi untuk diproduksi menjadi bioethanol adalah sekam padi. Produksi bioetanol dari sekam padi melibatkan proses hidrolisis enzimatis yang bertujuan untuk menghasilkan gula dan selanjutnya difermentasi menghasilkan bioetanol. Pada penelitian ini, proses hidrolisis enzimatis dilakukan dengan bantuan crude enzim selulase dari Aspergillus niger pada berbagai konsentrasi enzim selulase (2 - 6 % v/w) dan waktu hidrolisis (5 – 25 jam). Kadar gula optimum diperoleh sebesar 6.03 g/L pada saat konsentrasi enzim 6 % dan waktu hidrolisis 25 jam. Kadar etanol tertinggi diperoleh sebesar 7.5% (v/v).
Catalyst Losses and Air Flow Rate Effect on Cyclone Efficiency at Residue Fluidized Catalytic Cracking Unit Rizka Wulandari Putri; Umi Sarah; Ali Hanif; Rahmatullah; Selpiana; Muhammad Haviz
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/cheesa.v8i1.22520.55-62

Abstract

Residue Fluidized Catalytic Cracking Unit (RFCCU) in the oil and gas industry is equipped with a regenerator that uses a cyclone to separate solid catalyst from reaction gases. Oxidation gases rise to the top of the regenerator before entering the cyclone stage. The cyclone inlet velocity depends on factors such as Main Air Blower (MAB) flow, dilute phase temperature, and dense bed temperature. Therefore, this study aimed to determine the effect of catalyst losses and combustion air flow rate on cyclone efficiency of RFCCU. The efficiency was determined simply by calculating catalyst losses compared to the catalyst inlet. The results showed that the dilute phase and dense bed temperature parameters had an indirect influence on cyclone inlet velocity. Furthermore, the separation efficiency of the device was 88% with 12 % catalyst loss by limiting the combustion air flow rate to a maximum value of 1,559 t/d. These limits should be met to prevent cavitation and reduce cyclone efficiency.
Analisis Karakteristik Fisik Piroil Polypropylene Melalui Studi Korelasi Temperatur dan Konsentrasi Katalis γ-Al₂O₃Terhadap Nilai Density dan Color ASTM Muhammad Vitto Ramadhani; David Bahrin; Selpiana Selpiana
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Mei 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i5.2054

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh temperatur dan konsentrasi katalis terhadap karakteristik fisik piroil hasil pirolisis limbah plastik Polypropylene (PP) dari Perusahaan X dalam kondisi vakum menggunakan katalis γ-Al₂O₃ dan ukuran material 1,7 mm. Variabel penelitian meliputi temperatur operasi 350°C dan 400°C dengan variasi konsentrasi katalis 0%, 2,5%, 5%, serta 10%, di mana parameter kualitas fisik diuji menggunakan standar ASTM D4052 untuk densitas dan ASTM D1500 untuk warna. Hasil menunjukkan bahwa densitas terendah sebesar 0,7705 g/cm3 dicapai pada kondisi 400°C dengan katalis 10%, yang mengindikasikan terjadinya perengkahan rantai polimer secara optimal menjadi fraksi hidrokarbon ringan. Namun, dari aspek visual, temperatur 350°C menghasilkan minyak yang lebih jernih dengan nilai Color ASTM terendah sebesar 1,5 pada konsentrasi katalis 10%, sedangkan pada temperatur 400°C terjadi kecenderungan penggelapan warna hingga mencapai skala 2,5. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan timbal balik antara densitas dan kejernihan warna, di mana penggunaan katalis 10% pada suhu 400°C paling efektif untuk meminimalkan massa jenis, sementara suhu 350°C dengan katalis 10% memberikan hasil terbaik untuk kualitas visual produk.
Penurunan Intensitas Warna Air Limbah Hasil Olahan Industri Pulp Menggunakan Adsorben Berbasis Fly Ash Djulius Aman Wijaya; Selpiana; Muhammad Rendana
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Mei 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i5.2238

Abstract

Industri pulp menghasilkan limbah cair dengan intensitas warna tinggi yang sulit diolah secara optimal menggunakan metode pengolahan konvensional. Oleh karena itu, diperlukan alternatif teknologi yang lebih efektif dan ramah lingkungan melalui pemanfaatan adsorben berbasis fly ash biomassa. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja adsorben berbasis fly ash dan bentonit dalam menurunkan intensitas warna air limbah industri pulp menggunakan sistem fixed-bed column. Penelitian dilakukan secara eksperimental melalui sintesis adsorben dengan variasi komposisi fly ash dan bentonit, yaitu 0,75:0,25; 0,50:0,50; dan 0,25:0,75. Proses adsorpsi dilakukan pada tinggi unggun 23 cm dan debit aliran 3,5 L/menit. Kinerja adsorpsi dianalisis menggunakan kurva breakthrough serta dimodelkan dengan pendekatan Thomas dan Yoon–Nelson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorben C memiliki performa terbaik dengan penurunan intensitas warna dari 778 ppm menjadi 384 ppm. Model Thomas menghasilkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,82 dengan kapasitas adsorpsi maksimum 44,8 mg/g dan konstanta kinetika 7,8 × 10⁻⁵ L/mg·menit. Model Yoon–Nelson juga menunjukkan kesesuaian yang baik dengan nilai R² sebesar 0,82 dan waktu breakthrough 50% selama 23 menit. Dengan demikian, adsorben berbasis fly ash berpotensi digunakan sebagai alternatif pengolahan limbah cair industri pulp yang efektif dan berkelanjutan.
Improving the Knowledge of Tanjung Bubuk Community at Palembang Regarding Plastic Biocomposites from Plastic Waste-Kapok Fiber Rahmatullah; Rizka Wulandari Putri; Prahady Susmanto; Harry Waristian; Alek Al Hadi; Muhammad Rendana; Selpiana
Jurnal Pengabdian Mitra Indonesia Vol 2 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Mitra Akademia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67380/jpmina.v2i2.34

Abstract

Plastic biocomposites play a significant role in reducing environmental impacts as an alternative to conventional plastics due to their more readily biodegradable nature. Plastic biocomposites can be made using a mixture of conventional plastic waste and kapok fiber through certain stages. The purpose of this community service is to increase public knowledge about how to process plastic waste and kapok fiber as raw materials for plastic biocomposites. Data collection techniques were carried out by providing an explanation of the procedure for making plastic biocomposites, followed by filling out a questionnaire about the level of understanding of the material provided. Based on the results of the survey through filling out the questionnaire before and after the activity was carried out, many residents did not know what plastic biocomposites were and only learned and understood after the activity was carried out.