Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

EFEKTIVITAS TERAPI HUMOR DENGAN MEDIA FILM KOMEDI UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA Leni Wijaya; Vera Rodina Ulpaka
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.40847

Abstract

Kecemasan menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi oleh lansia, dengan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan mereka. Untuk mengatasi masalah ini, terapi humor dengan memanfaatkan media film komedi menjadi salah satu pendekatan yang menarik perhatian. Melalui stimulus yang merangsang tawa dan kegembiraan, terapi humor dapat membantu mengurangi tingkat kecemasan pada lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas terapi humor dengan memanfaatkan media film komedi sebagai langkah untuk mengurangi tingkat kecemasan pada lansia yang tinggal di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Provinsi Sumatera Selatan tahun 2024. Metode penelitian menggunakan metode pre eksperimen dengan pendekatan One Grup Pre Test and Post Test. Populasi pada penelitian ini adalah lansia di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Provinsi Sumatera Selatan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan jumlah 25 responden yang mengalami kecemasan. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik paired sample t test. Hasil penelitian didapatkan tingkat kecemasan sebelum diberikan intervensi 40,44 dengan standar deviasi 10,69299 dan setelah diberikan intervensi menjadi 30,12 dengan standar deviasi 10,956 dengan nilai signifikansi 0,000. Hasil uji statistik didapatkan adanya efektivitas yang signifikan terapi humor dengan media film komedi untuk menurunkan tingkat kecemasan pada lansia di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2024 dengan nilai p value 0,000. Saran diharapkan terapi humor dapat diinterprestasikan sebagai salah satu terapi komplementer yang dapat diterapkan secara berkelanjutan sebagai intervensi masalah kesehatan mental lansia untuk menurunkan tingkat kecemasan pada lansia sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup lansia.
TERAPI MANDALA SEBAGAI U P A Y A MENGURANGI KECEMASAN PADA LANSIA di PANTI SOSIAL LANJUT USIA HARAPAN KITA PALEMBANG Leni Wijaya; Meutia Endarti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.48833

Abstract

Kecemasan yang di alami lansia menjadi isu yang sering di alami oleh lansia yang menjadi sumber masalah yang terkadang tidak terlihat secara lansung. Dalam rangka membantu para lansia yang mengalami kecemasan, terapi seni seperti terapi mandala dapat menjadi salah satu alternatif yang bisa di lakukan untuk menurunkan tingkat kecemasan pada lansia. Tujuan dari PkM pemberian terapi mandala pada lansia adalah untuk mempromosikan kesejahteraan holistik melalui ekspresi kreatif, interaksi sosial, dan pengalaman artistik yang bermakna. Metode pelaksanaan dengan memberikan kegiatan terapi mandala pada lansia yang dibagi menjadi dua kelompok, dilakukan selama satu hari dengan durasi selama 45 menit. Sasaran kegiatan ini adalah lansia warga Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang. Hasil kegiatan berupa karya seni dan dokumentasi kegiatan berkreasi seni. Peserta menunjukkan aktivitas dengan mewarnai pola atau gambar untuk mengekspresikan kreavitas mereka, yang pada akhirnya meningkatkan rasa harga diri dan kebahagiaan. Lansia yang melakukan terapi seni dapat memberikan kesempatan untuk relaksasi dan pengalaman yang menyenangkan, yang mungkin dapat mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kesejahteraan mental mereka secara keseluruhan.
PEMANFAATAN JUS BUAH PEPAYA DAN PISANG MAS TERHADAP WANITA MENOPAUSE DENGAN HIPERTENSI Leni Wijaya; Bela Purnama Dewi; Bela Sepira
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.54890

Abstract

perubahan hormonal yang meningkatkan tekanan darah. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat digunakan adalah konsumsi buah kaya kalium, seperti pepaya dan pisang mas. Tujuan dari PkM ini adalah pemanfaatan jus pepaya dan pisang mas terhadap tekanan darah wanita menopause dengan hipertensi. Terapi ini coba dimanfaatkan bagi lansia wanita menopause yang berada di Puskesmas Sematang Borang Palembang. Kegiatan ini dilakukan dengan pemeriksaan tekanan darah, penyuluhan tentang tekanan darah tinggi, dan pemberian terapi komplementer jus pepaya dan pisang mas diberikan setiap hari selama 7 hari. Kemudian melaksanakan evaluasi hasil kegiatan yang telah dilaksanakan dengan melakukan pengukuran tekanan darah kembali. Adapun media promosi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan menggunakan leaflet. Hasil kegiatan ini adalah pendidikan kesehatan dapat terlaksana dengan baik atas keterlibatan dan kerjasama dari panitia, puskesmas dan dosen STIKES Mitra Adiguna. Hasil pemeriksaan tekanan darah pada lansia wanita menopause mengalami penurunan tekanan darah rata-rata menjadi 136 mmHg.
ANALISIS PENERAPAN KOMUNIKASI EFEKTIF DENGAN TEKNIK SBAR TERHADAP RESIKO INSIDEN KESELAMATAN PASIEN Siska Novi Anggaraini; Leni Wijaya
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 16 No 2 (2026): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v16i2.492

Abstract

Effective communication is a critical component in the delivery of nursing care, particularly in efforts to maintain patient safety. One communication method thathas proven effective is the SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) technique. This technique assists nurses in conveying informationsystematically, thereby reducingthe potential for errors in servicedelivery. This studyaims to analyze the application of effective communication using the SBAR technique on the risk of patient safety incidents at Musi Medika Cendekia Hospital in Palembang. This study employed a quantitative research design with a descriptive survey approach and a cross-sectional design. The sampling technique used was non-probability sampling with a total sampling method, involving 47 nurses who met the inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. The results indicated that the majority of patient safetyincident risks were in the low category, with 30 respondents (63.8%). The application of effective SBAR communication was predominantly in the good category, with 30 respondents (63.8%), yielding a p-value of 0.000 (p < 0.05). Therefore, it can be concluded that there is a significant relationship between the application of effective communication with the SBAR technique and the risk of patient safety incidents. The better the implementation of SBAR communication by nurses, the lower the risk of patient safety incidents. It is recommended that nurses continuously enhance their communication skills, especially with the SBAR technique, as part of the effort to uphold patient safety. Effective communication facilitates faster decision-making, reduceserrors, enhances the qualityof nursing care, and mitigates the risk of adverse events.
EDUKASI SELF CARE BERBASIS INDEK MASSA TUBUH TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI Ana Maria; Leni Wijaya
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 16 No 2 (2026): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v16i2.493

Abstract

Dysmenorrhea is a condition of pain or cramps that occurs during menstruation. According to the World Health Organization (WHO) in 2023, approximately 1,764,425 women (90%) worldwide experience dysmenorrhea, of which 10–16% are classified as severe cases. This study aimed to determine the effect of BMI-based self-care education on dysmenorrhea pain among female adolescents at Izatul Qur’an Lubai Ulu Islamic Boarding School in 2025. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 23 respondents. Data were collected using an observation sheet in the form of the Multidimensional Scoring System (VMS), completed by respondents before and after the intervention. Based on the non-parametric statistical test (Wilcoxon), the results showed a Z value of ?2.605 with a p-value of 0.009 (p < 0.05), indicating a significant difference between self-care education before and after the intervention, with a tendency toward improved self-care following the education. There is a significant effect of self-care education on reducing dysmenorrhea pain levels and improving body mass index among adolescents. The results of this study are expected to serve as a reference and be further developed by future researchers, particularly by conducting studies on activity-related factors during dysmenorrhea.