Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PRofesi Humas

Aksesibilitas website dan reputasi online marketplace reksadana Hanny Hafiar; Priyo Subekti; Yanti Setianti; Kholidil Amin
PRofesi Humas Vol 6, No 2 (2022): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/prh.v6i2.35708

Abstract

Marketplace reksadana online mempermudah masyarakat yang memiliki minat untuk melakukan investasi. Marketplace reksadana online menawarkan serta menjual produk reksadana kepada masyarakat yang menjadi target sasarannya melalui digital platform. Terdapat sejumlah informasi terkait investasi pada setiap website marketplace reksadana online. Informasi tersebut sangat penting untuk diketahui oleh para investor dan calon investor dari berbagai kalangan, termasuk para investor dan calon investor dari kalangan penyandang disabilitas. Hambatan aksesibilitas terhadap informasi yang terkandung dalam website akan memberikan hambatan tertentu bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam dunia investasi. Sejumlah literatur menunjukkan keterkaitan antara aksesibilitas dengan reputasi. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi terhadap sejumlah website marketplace reksadana online dari aspek aksesibilitas dan reputasi online. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan melakukan evaluasi. Alat evaluasi aksesibilitas yang digunakan adalah aXe Devtools, dengan menggunakan WCAG 2.0 sebagai standar. Sedangkan untuk evaluasi reputasi online dilakukan melalui pengecekkan skor Search Engine Optimization (SEO) dengan menggunakan alat Lighthouse Report Review dan SEO Site Checkup. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa website marketplace reksadana online yang diteliti pada penelitian ini masih memiliki sejumlah isu aksesibilitas yang dapat menghambat aksesibilitas informasi bagi penggunanya, termasuk dari kalangan penyandang disabilitas. Sedangkan hasil pengecekkan skor SEO menunjukkan angka yang cukup baik.
Penggunaan Media Massa sebagai Agen Sosialisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat akan Pentingnya Imunisasi Kokom Komariah; Priyo Subekti
PRofesi Humas Vol 1, No 1 (2016): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.186 KB) | DOI: 10.24198/prh.v1i1.9502

Abstract

Penelitian ini berjudul Penggunaan Media Massa Sebagai Agen Sosialisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya dalam meningkatkan Kesadaran Masyarakat akan pentingnya Imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) media yang digunakan dalam upaya sosialiasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi pasca isu vaksin mengandung Tripsin; 2) hambatan yang di hadapai Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya  dalam upaya sosiliasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi pasca isu vaksin mengandung Tripsin. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan data kualitatif. Lokasi penelitian di Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya.Hasil penelitian menunjukkan: 1) Media yang digunakan dalam upaya sosialiasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi pasca isu vaksin mengandung Tripsin yaitu secara nasional dari pemerintah melalui media massa (televisi, radio),  media sosial (twitter, facebook), serta media nir-massa (spanduk, pamflet, baligo, brosur, CD). Secara khususnya Pemkab. Tasikmalaya untuk media massanya melalui radio swasta (2 radio swasta yang ada di kota tasikmalaya yaitu Talk show), media nir-massa (spanduk, baligo, umbul-umbul, balon, kaos), serta media sosial (twitter, WA, bbm); 2) Hambatan-hambatan yang dihadapi Dinkes Kab. Tasikmalaya dalam sosialisasi dan pelaksanaan PIN polio 2016 : a) Biaya  sosialisasi dan pelaksanaan Program Imunisasi Nasional (PIN) Polio ini adalah dari APBN, APBD melalui BOK (bantuan operasional kesehatan) th 2016. Akan tetapi karena pelaksanaan PIN 2016 ini jatuh di bulan Maret, anggaran dana tersebut belum ‘turun’, oleh karena itu semua dana adalah dana talangan dan utang; b) Terbatasnya petugas Dinkes; c) Kondisi  ada lokasi masyarakat jauh dan susah dijangkau kendaraan bermotor, sehingga pada pelaksanaan PIN memakan waktu 3 hari dan ada yang dilaksanakan sore hari; d) Tempat membawa vaksin (termos vaksin) standar internasional yang dimiliki Dinkes dan Puskesmas kurang jumlahnya,  sementara harganya mahal  dan anggaran belum turun.