Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Pertolongan Pertama Korban Kecelakaan Lalu Lintas pada Siswa SMA di Kubu Rokan Hilir Rasyid, T. Abdur; Indra, Rani Lisa; Saputra, Bayu; Sandra, Sandra
Karya Kesehatan Siwalima Vol 1, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v1i2.789

Abstract

Angka kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) meningkat setiap tahunnya. Kematian akibat laka lantas meningkat terutama di negara – negara berkembang termasuk di Indonesia. Korban laka lantas di Indonesia didominasi oleh kelompok usia produktif terutama pelajar dan mahasiswa. Kematian korban akibat laka lantas di Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau cukup tinggi. Sebagian besar pertolongan pertama pada korban laka lantas dilakukan oleh masyarakat di tempat kejadian. Namun banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui cara menolong korban yang baik dan benar pada saat setelah kecelakaan terjadi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA N 1 Kubu Kabupaten Rokan Hilir dalam pertolongan pertama korban kecelakaan lalu lintas. Metode pengabdian kepada masyarakat ini adalah edukasi pertolongan pertama korban kecelakaan yang dilaksanakan secara dalam jaringan (daring) melalui google meeting. Sebanyak 25 orang siswa dilibatkan sebagai peserta. Pengetahuan siswa sebelum dan setelah mengikuti edukasi diidentifikasi menggunakan pre-test dan post-test yang berisi 10 pertanyaan multiple choice melalui google form. Pengetahuan siswa dalam pertolongan pertama korban laka lantas disajikan dalam bentuk grafik. Rata – rata skor pre-test menunjukkan nilai 54,50 poin dan meningkat pada post-test sebesar 84,80 poin. Ini menunjukkan bahwa edukasi pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas pada siswa SMA N 1 Kubu Kabupaten Rokan Hilir dapat meningkatkan pengetahuan siswa pada ranah kognitif. Disarankan untuk organisasi didalam sekolah maupun sekolah itu sendiri untuk dapat meningkatkan kerjasama dengan pihak puskesmas dalam simulasi pertolongan pertama kecelakaan sehingga siswa SMA memimiliki kemampuan untuk menolong korban kecelakaan lalu lintas.
Gambaran Kelelahan Pada Anak Penderita Kanker Yang Menjalani Kemoterapi Faatihah, syalaisha; Utami, Agnita; Indra, Rani Lisa
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 21 No 1 (2026): March Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v21i1.454

Abstract

Introduction: Cancer is a major cause of morbidity and mortality in children worldwide. Chemotherapy is commonly employed as a primary treatment modality in pediatric oncology; however, fatigue is frequently reported as one of its most prominent adverse effects. Objectives: This study aimed to describe the dimensions of fatigue among pediatric cancer patients undergoing chemotherapy. Methods: This descriptive quantitative study used consecutive sampling. A total of 40 pediatric cancer patients undergoing chemotherapy at the Seruni Integrated Cancer Unit of Arifin Achmad General Hospital, Riau Province, were recruited as respondents. Fatigue levels were measured using the Pediatric Quality of Life Inventory (PedsQL) Multidimensional Fatigue Scale and analyzed descriptively. Results: The majority of respondents were aged 5–7 years (35%), male (52.5%), and diagnosed with leukemia (82.5%). The mean total fatigue score was 64.85 (0–100), consisting of General Fatigue (63.58), Sleep/Rest Fatigue (54.65), and Cognitive Fatigue (76.35). Lower scores indicated greater fatigue severity, with the Sleep/Rest dimension representing the most affected domain Conclusions: Pediatric cancer patients undergoing chemotherapy experience varying levels of fatigue across multiple dimensions. These findings highlight the importance of addressing physiological and psychological fatigue-related symptoms to support children’s adaptation during chemotherapy