Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

THE INFLUENCE OF THE INTENSITY OF INTERNET MEDIA USAGE AND LEARNING MOTIVATION ON INCREASING LEARNING OUTCOMES OF BOGA DASAR SUBJECTS FOR GRADE X STUDENTS AT SMK NEGERI 57 JAKARTA Evy Fardia; Mahdiyah -; Ridawati -
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 1 No 2 (2018): International Journal of Education, Information Technology, and Others
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.687 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.2536651

Abstract

Purpose of this study is to examine the intensity of internet media usage and learning motivation towards improving student learning outcomes and strengthen theories related to learning motivation, intensity of internet media usage to improve student learning outcomes. This study was conducted at SMK 57 Jakarta using a quantitative approach with survey method. The target population is students of 57 Jakarta Vocational School majoring in Catering, while the affordable population is students of class X (ten) SMK Negeri 57 Jakarta 2017-2018 academic year totaling 139 people and 103 students as research samples using Slovin formula. Data analysis techniques used in this research is with descriptive and inferential statistics which are Regression Linearity Tests. Based on the results of the analysis above it can be concluded that there is no significant influence between the intensity of Internet Media Usage on Basic Food Subject Learning Outcomes. Based on the results of the above analysis it can be concluded that there is no significant effect between Student learning Motivation on Basic Food Subject Learning Outcomes. Based on the results of the analysis above it can be concluded that there is no significant effect between the intensity of Internet Media Usage and Learning Motivation simultaneously on Basic Food Subject Learning Outcomes.
KUALITAS ORGANOLEPTIK SAMBAL CABAI HIJAU DENGAN PENAMBAHAN KACANG HIJAU Mega Putri Novianti; Ari Fadiati; Ridawati Ridawati
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 2, No 1 (2022): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.442 KB) | DOI: 10.24114/jnc.v2i1.31306

Abstract

ABSTRAK: Sambal cabai hijau dengan penambahan kacang hijau merupakan sebuah produk inovasi sambal dengan bahan tambahan kacang-kacangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur kualitas organoleptik sambal cabai hijau dengan penambahan kacang hijau. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan 3 jenis perlakuan yaitu sambal cabai hijau dengan penambahan kacang hijau 10%, 20% dan 30%. Panelis ahli pada uji organoleptik berjumlah 5 orang dengan penentuan secara acak. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan instrumen kualitas produk dengan pengukurannya menggunakan skala Likert. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan analisis data menggunakan skala Likert dan data yang disajikan merupakan data deskriptif. Produk sambal cabai hijau dengan penambahan kacang hijau dengan kualitas organoleptik terbaik adalah dengan penambahan kacang hijau sebanyak 30%. Penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah dengan mengukur tingkat penerimaan konsumen terhadap sambal cabai hijau dengan penambahan kacang hijau. Kata kunci: sambal cabai hijau, kacang hijau, kualitas, organoleptik
Pengaruh Perbandingan Kacang Merah dan Tepung Tapioka dalam Pembuatan Keripik Tempe Kacang Merah (Phaseolus Vulgaris L.) terhadap Daya Terima Konsumen dan Sifat Pedro Reynald Ananta; I Gusti Ayu Ngurah Singamurni; Ridawati
Jurnal Sains Boga Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Sains Boga Volume 5 Nomor 2, November 2022
Publisher : Program Studi Tata Boga Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009//JSB.005.2.03

Abstract

Red bean (Phaseolus vulgaris L.) is a cowpea of ​​the Fabaceae family which has the same potential and properties as soybeans to be processed into tempeh chips. Tempe chips are processed tempeh with tapioca starch as a mixing ingredient during fermentation for 36 hours at a temperature of 25-30 ℃ then thinly sliced ​​1.5 cm thick and fried in palm oil at 180 ℃ using the deep frying method. This study aims to see how much consumer acceptance is in terms of color, bean density, shape, aroma, crispness and taste and the physical properties of red bean tempeh chips which include thickness, diameter and swelling power with three ratios of red beans and tapioca starch of (1 :1, 1:1/2 and 1:1/3). Red bean tempeh chips with a ratio of red beans and tapioca starch of 1:1/2 gave the best consumer acceptance rating compared to other comparisons with an average value of 4.6 and physical characteristics of red bean tempeh chips with a ratio of red beans and tapioca starch of 1 :1 is the best compared to other comparisons with an average swelling value of 41.766 and an average diameter swelling value of 0.0308.
PENGARUH PERBEDAAN UKURAN GILINGAN TERHADAP SEDUHAN KOPI ARABIKA BATUMIRAH DENGAN TEKNIK VIETNAM DRIP Molly Allmond Yani; Efrina; Ridawati
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 10 No. 2: April 2022
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2022.010.02.4

Abstract

Ukuran gilingan biji dan teknik penyeduhan kopi merupakan penentu kualitas seduhan kopi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan ukuran gilingan (grind size) terhadap kualitas seduhan kopi arabika batumirah dengan teknik vietnam drip. Pada penelitian ini dilakukan metode eksperimen untuk menentukan hasil seduhan yang berkualitas paling baik dari seduhan kopi arabika batumirah teknik vietnam drip dengan jenis ukuran biji kopi gilingan kasar, sedang dan halus. Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi alat vietnam drip, menentukan suhu air, uji coba seduhan dengan rasio 1:10, 1:12 dan 1:15 dan dilanjutkan dengan uji coba organoleptik dengan tiga jenis ukuran gilingan berbeda kepada 30 panelis yang meliputi aspek aroma, flavor, aftertaste, acidity, body dan balance. Dari uji organoleptik diperoleh hasil bahwa perbedaan ukuran gilingan berpengaruh terhadap kualitas seduhan kopi arabika batumirah pada aspek acidity, body dan balance.  
Pengaruh Substitusi Tepung Oatmeal (Avena Sativa) Pada Pembuatan Tortilla Chips Terhadap Kualitas Fisik dan Daya Terima Konsumen Elvina Maitri Paramita; Ridawati Ridawati; Mariani Mariani
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i3.1370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung oatmeal pada tortilla chips terhadap kualitas fisik dan daya terima konsumen. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pengolahan Makanan, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta. Penelitian dimulai pada bulan September 2022 hingga Juni 2024. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen. Sampel penelitian ini adalah tortilla chips substitusi tepung oatmeal sebanyak 15%, 25% dan 35%. Pengujian kualitas fisik yang diuji terhadap dua aspek yaitu, ketebalan dan kekerasan yang dilakukan dengan uji Anova menghasilkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap ketiga produk tortilla chips. Dilanjutkan dengan uji Duncan yang menunjukkan bahwa pada aspek ketebalan terdapat perbedaan nyata pada persentase 15% dan pada aspek kekerasan terdapat perbedaan nyata pada persentase 35%. Pengujian daya terima konsumen diuji kepada 75 panelis tidak terlatih dan pengujian ini dilakukan dengan uji Friedman yang menunjukkan bahwa aspek warna dan aroma oatmeal tidak terdapat pengaruh signifikan, sedangkan aspek aroma jagung, rasa gurih, rasa jagung, rasa oatmeal dan tekstur terdapat pengaruh signifikan sehingga dilanjutkan dengan uji Tuckey. Aroma jagung pada persentase 15% dan 35% tidak berbeda nyata, dan berbeda nyata pada persentase 25%. Rasa gurih pada persentase 15% tidak berbeda nyata dan berbeda nyata pada persentase 25% dan 35%. Rasa jagung pada persentase 15% dan 35% berbeda nyata dan tidak berbeda nyata pada persentase 25%. Rasa oatmeal pada persentase 15% dan 35% tidak berbeda nyata dan pada persentase 25% berbeda nyata. Tekstur pada persentase 15% dan 25% berbeda nyata dan pada persentase 35% tidak berbeda nyata. Produk yang disubstitusi 35% paling disukai oleh konsumen.
Pengaruh Penambahan Soygurt Terhadap Kualitas Organoleptik, Nilai pH, dan Total Padatan Terlarut Dressing Salad Buah Shafiyah Ingklang; Ridawati Ridawati; Mutiara Dahlia
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 7 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i7.829

Abstract

alad buah adalah makanan sehat karena kaya akan serat dan vitamin. Untuk memberikan rasa pada salad buah dapat ditambahkan saus salad atau dressing salad. Salah satu bahan yang dapat ditambahkan sebagai dressing salad adalah soygurt. Namun, pada pembuatan soygurt, susu skim yang digunakan untuk meningkatkan total padatan bukan lemak sehingga perlu di eval_uasi kembali menggunakan uji organoleptik, nilai pH dan total padatan untuk dijadikan dressing salad buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah pengetahuan dengan menyelidiki secara sistematis pengaruh penambahan soygurt terhadap kualitas organoleptik, nilai pH, dan total padatan terlarut dalam dressing salad buah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen yang dilakukan dengan tiga formulasi yaitu, 25%, 50%, dan 75%. Cara untuk mengetahui kualitas penambahan soygurt pada dressing salad buah dilakukan uji organoleptik, nilai pH, dan total padatan terlarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan soygurt sebesar 50% pada produk dressing salad buah menghasilkan kualitas terbaik dalam aspek warna, aroma, kekentalan, rasa manis, rasa asam, dan rasa langu kedelai. Uji total padatan terlarut menunjukkan perbedaan nyata dengan persentase 75% memiliki nilai tertinggi, yaitu 15.33 brix°. Nilai pH tetap sama pada semua persentase (25%, 50%, dan 75%), yaitu 4. Penilaian organoleptik terhadap kualitas warna, aroma, kekentalan, rasa manis, rasa asam, dan rasa langu kedelai menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan di antara penambahan soygurt 25%, 50%, dan 75%.