Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Membangun Mental Positif Para Pekerja dan Penyuluhan Hak-Hak Pekerja Yang di Phk Atau yang Mendapatkan Dampak Covid 19 Khairunnisa Khairunnisa; Iin Indriani; Nurhayati Nurhayati; Achmad Hanafi Setiawan; Tahta Anedea
DEDIKASI PKM Vol. 1 No. 2 (2020): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dedikasipkm.v1i2.6422

Abstract

Adanya wabah (Covid 19), secara langsung berdampak pada pekerja yaitu adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Perlunya penyuluhan diberikan kepada para pekerja yang ada dalam Serikat Pekerja di daerah Tangerang maupun pekerja di luar dari serikat Pekerja yang terkena dampak Covid 19. Metode yang digunakan dengan metode penyuluhan dan diskusi. Penyuluhan yang diberikan mengenai hak –hak yang diterima para pekerja terkena PHK maupun dampak covid 19, berdasarkan aspek hukum serta membangun mental positif bagi para pekerja terkena dampak pandemik. Kegiatan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan para pekerja mengenai hukum tentang hak –hak yang diterima, sehingga para pekerja memahami apa saja yang harus diterima dan mampu menyampaikan problemnya dengan cara –cara yang benar, selain itu para pekerja bisa memahami permasalahan secara positif dengan mental yang dibangun agar dapat mengambil langkah yang strategis dalam menciptakan pekerjaan baru. Dari 15 peserta yang hadir sebagian besar responnya positif.    
Pelaksanaan Eksekusi Pidana Mati Narkoba Di Tinjau Dari Undang-Undang No 8 Tahun 1981 Samuel Soewita; Ngatiran Ngatiran; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Surya Kencana Dua : Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Surya Kencana Dua: Dinamika Masalah Hukum & Keadilan
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/SKD.v10i1.y2023.32251

Abstract

Pelaksanaan Eksekusi Pidana Mati Narkoba Di Tinjau Dari Undang-Undang No 8 Tahun 1981. Narkoba sudah menjadi ancaman bagi kedaulatan bangsa dan negara, karena bahaya narkoba merusak generasi muda sebagai penerus bangsa, sehingga pemberantasan narkoba membutuhkan peran dari semua pihak untuk mempersempit pergerakan bandar narkoba yang masih mencoba-coba memasarkan barang haram tersebut di indonesia. Peraturan tentang tindak pidana narkotika dan hukaman mati menjadi sangat penting dalam mengatur hukuaman bagi para pelaku tindak pidana narkotika untuk kepentingan kedaulatan bangsa dan negara. Di Indonesia saat ini, penjatuhan sanksi pidana berupa pidana mati oleh hakim bagi pelaku tindak pidana narkotika merupakan salah satu kebijakan yang dianut dalam Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan tidak dapat dipisahkan dari norma hukum pidana yang dianut oleh hukum pidana selama ini, misalnya pada pasal 10 KUHP. Lain hal nya dibelahan dunia lain terjadi perkembangan yang cukup signifikan terhadap pengguna narkotika dengan melakukan tindakan-tindakan depenalisasi terhadap penggunanya yang bertujuan menggantikan sanksi pidana penjara yang kadang diterapkan sanksi pidana lain misalnya sanksi kerja sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah Yuridis empiris artinya adalah mengidentifikasikan dan mengkonsepsikan hukum sebagai institusi social yang riil dan fungsional dalam sistem kehidupan yang mempola. Data yang didapat dari penelitian kepustakaan diadakan proses analisis data secara deskriptif-analitif kuatitatif, shingga diperoleh suatu kesimpulan. Ketidakpastian pelaksanaan eksekusi terpidana mati menurut Undang-Undang 8 Tahun 1981 menyebabkan terpidana di penjara tanpa batas waktu yang jelas. Diperlukan perubahan pasal 271, untuk eksekusi pidana mati dilakukan polisi sesuai Undang-Undang Nomor 2/PNPS/1964 dan Peraturan kapolri nomor 12 tahun 2010, paling lambat 1 tahun sejak vonis dibacakan dan mempunyai kekuatan hukum tetap.
PELATIHAN PERCAKAPAN SEHARI-HARI BAHASA MANDARIN DI YAYASAN PANTI ASUHAN YATIM PIATU DAN DHUAFA MAKTABUL AITAM TANGERANG Nurhayati Nurhayati; Dyas Mulyani Benazir
Jurnal Pengabdian Sosial Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Sosial
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/.v3i1.28226

Abstract

ABSTRACT Chinese or also called Mandarin is one of the official languages used in meetings of members of the United Nations (UN) so that it shows its important position in the international world and is a language that is difficult to master because it is in addition to pictograph forms. In its development, Mandarin has been widely studied in various countries, one of which is in Indonesia, because Mandarin is the language of business communication. Mandarin is taught in schools, universities, course institutions and training both offline and online. Chinese language training is conducted to improve Chinese language skills, namely listening (listening), speaking, reading and writing Han characters. The training, which was conducted at the Maktabul Aitam Orphanage and Dhuafa Orphanage Foundation, targeted students who had never studied Mandarin before. So the first thing to teach is to recite the Chinese phonetic alphabet and carry out daily conversations. However, due to differences in the alphabet in how to read and also the tone or tonality so that students experience difficulty in pronouncing it. The solution given is to teach slowly and repeatedly, also demonstrated so that it is easy to pronounce and memorize. The method of implementing Community Service activities is educational in nature and trains students to communicate in Mandarin, especially daily conversations at the Maktabul Aitam Orphanage Foundation. The result of this activity is that students are taught daily conversations in Mandarin. Besides that, it also broadens students' horizons to learn foreign languages other than English as a provision for their future work. Keywords: Training, Conversation, and Mandarin Language
Etika Dan Etiket Peserta Didik Di Yayasan Sahabat Yatim BintaroTangerang Selatan (246-252) Dyas Mulyani Benazir; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Pengabdian Sosial Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Sosial
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pbs.v3i2.32137

Abstract

Etika telah diajarkan sejak di bangku sekolah, namun dalam hidup bermasyarakat terkadang lupa untuk menerapkannya. Etika seseorang dapat baik atau tidak dapat dilihat saat berinteraksi dengan orang lain, terutama saat seorang peserta didik berinteraksi dengan para pengajar di yayasan. Sehingga etika sangat penting untuk dipelajari dan etiket peserta didik juga sangat perlu untuk diterapkan, agar dapat menciptakan peserta didik yang berakhlak baik, karena mereka yang akan menjadi penerus masa depan bangsa. Salah satunya Yayasan Sahabat Yatim yang terletak di daerah Bintaro Tangerang Selatan, para peserta didik di Yayasan Sahabat Yatim ini dalam kegiatan sehari-hari.selalu memperhatikan etika dan etiket sebagai peserta didik. Namun dalam prosesnya kadang terjadi kendala dalam pelaksanaannya dikarenakan para peserta didik yang masih anak-anak, jadi diperlukan perhatian ekstra dalam menerapkan etika dan etiket di Yayasan.  Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat bersifat edukasi dialog-partisipatif dengan cara menerangkan mengenai pentingnya mempelajari etika dan etiket yang diterapkan di Yayasan Sahabat Yatim Bintaro Tangerang Selatan. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan peserta didik di Yayasan Rumah Yatim. Hasil kegiatan ini para peserta didik dijelaskan mengenai etika dalam kegiatan sehari seperti di sekolah.. Disamping itu juga menumbuhkan kesadaran peserta didik untuk menjalankan etiket yang diterapkan di Yayasan Sahabat Yatim, karena nilai etika sudah seharusnya menjadi tujuan utama dalam hidup bermasyarakat agar menjadi bermoral dan beretika.Kata kunci: etika, etiket, peserta didik
Perlindungan Hukum bagi Konsumen Obat-Obatan terhadap Obat Kadaluwarsa di Apotek Selviana Teras Widy Rahayu; Nurhayati Nurhayati
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i2.4330

Abstract

Current advances in science and technology add to the diversity of life's necessities, including medicine. Consumers must receive appropriate services regarding information on everything contained in the drug and the expiration date of the drug. Consumers can buy medicines at pharmacies or drug stores. A pharmacy is a place where pharmaceutical work is carried out, distribution of pharmaceutical preparations and other health supplies. The pharmacist's duties cannot be separated from the pharmacy, where the availability of medicines that are suitable for drinking is also their responsibility. Therefore, at the end of every month a stock take is held to check the suitability of the medicine, both in terms of storage and the validity period of the medicine. Until now, consumers are still found who suffer losses as a result of pharmacies' negligence in selling expired medicines. Based on Article 3 of Law No. 8 of 1999 concerning Consumer Protection, one of the objectives of consumer protection is to create a consumer protection system. This research aims to determine the form of consumer legal protection for pharmacies that sell expired medicines and the form of pharmacy responsibility. This research is empirical juridical research.