Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

JARGON PETUGAS KEAMANAN GOLDEN VIENNA 1 RAWA BUNTU KECAMATAN SERPONG Rian Wahyu Ginanjar; Tri Pujiati
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 6, No 2 (2018): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.224 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v6i2.65-85

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kode komunikasi jargon yang terdapat pada petugas keamanan Golden Vienna 1 Rawa Buntu kecamatan Serpong; (2) mendeskripsikan bentuk lingual jargon; (3) mendeskripsikan alasan penggunaan jargon pada petugas keamanan Golden Vienna 1 Rawa Buntu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitattif. Berdasarkan analisis data, diperoleh simpulan : (1) kode komunikasi jargon yang digunakan oleh petugas keamanan Golden Vienna 1 Rawa Buntu kecamatan Serpong. Pada tempat penelitian, menyatakan bahwa kode komunikasi terdiri dari tiga jenis sandi yang digunakan petugas keamanan Golden Vienna 1. Ketiga sandi tersebut yakni; Sandi alphabet; Sandi angka; dan Sandi kata. (2) Bentuk lingual pada jargon petugas keamanan Golden Vienna 1 terdiri dari bentuk kata, frasa numerial dan frasa nominal; (3) alasan penggunaan sandi/jargon dalam berkomunikasi yaitu untuk memudahkan dalam penyampaian informasi, agar informasi tidak melebar, pesan dapat disampaikan dengan singkat, jelas dan efektif.  Kata kunci : Sosiolinguistik, Variasi Bahasa, Jargon
PELANGGARAN PRINSIP KESOPANAN BAHASA PADA GRUP WHATSAPP REMAJA PERUMAHAN PAMULANG DUA Milda Amini; Tri Pujiati
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 9, No 2 (2021): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v9i2.%p

Abstract

Pelanggaran prinsip kesopanan menjelaskan tentang terjadinya peristiwa ketidaksopanan di dalam petuturan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pelanggaran prinsip kesopanan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data diambil dari pelanggaran maksim kesopanan yang digunakan oleh anggota grup WhatsApp remaja perumahan Pamulang Dua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran maksim kesopanan yang paling banyak dilakukan adalah pelanggaran maksim kesimpatian sebanyak 5 data, pelanggaran maksim penerimaan sebanyak 3 data, maksim kemurahan sebanyak 3 data, pelanggaran maksim kecocokan sebanyak 1 data, dan pelanggaran maksim kerendahan hati sebanyak 2 data. Berdasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa pelanggaran maksim kesopanan yang tidak terdapat pada penelitian ini adalah pelanggaran maksim kebijaksanaan. Pelanggaran yang paling banyak dilakukan oleh anggota grup WhatsApp remaja perumahan Pamulang Dua adalah pelanggaran maksim kesimpatian, hal ini karena para penutur banyak melakukan tuturan yang mengandung unsur ketidaksimpatian di dalam tuturannya.
TINDAK TUTUR KOMISIF DALAM PEMILIHAN CALON GUBERNUR DAN CALON WAKIL GUBERNUR DKI PADA PEMBERITAAN MEDIA ONLINE Aroh Aroh; Tri Pujiati
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 7, No 1 (2019): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.384 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v7i1.94-104

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memaparkan fungsi dan modus kalimat pada tindak tutur komisif dalam pemilihan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI pada pemberitaan Media Online edisi September sampai April 2017. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data, diperoleh simpulan bahwa: (1) fungsi tindak tutur komisif dalam tuturan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI pada Pemberitaan Media Online, meliputi: fungsi tindak tutur komisif meliputi: berjanji terdapat 20 data dengan persentase 37,1%, berniat terdapat  12  data  dengan  persentase  34,2%,  dan  menawarkan  terdapat  3  data dengan persentase 8,5%, modus kalimat tindak tutur komisif dalam Pemilihan Calon Gubernur DKI pada Pemberitaan Media Online Edisi September Sampai April 2017, meliputi: kalimat berita terdapat 34 data dengan persentase 97,1, dan kalimat tanya terdapat 1 data dengan persentase 2,8%. Kata Kunci      : Tindak Tutur Komisif, Fungsi Tindak Tutur Komisif, Modus Kalimat 
ON THE TYPOLOGY OF THE NEGATION MARKER MÂ IN MODERN ARABIC DIALECTS: KUWAITI, JORDANIAN, SUDANESE, AND YEMENI Abdulkhaleq Ali Al-Rawafi; Tri Pujiati; Dadang Sudana
Arabiyat : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/a.v7i1.14034

Abstract

Modern Arabic Dialects (MADs) have an identical morphological system with some similarities and differences in the choice of the negation morphemes. The main concern of this paper is to discuss the typological properties of the negation morpheme mâ- ما and its variation in four Modern Arabic Dialects (MADs), JA (Jordanian Arabic), KA (Kuwaiti Arabic), SA (Sudanese Arabic), and YA (Yemeni Arabic) taking into account two negation strategies identified by Brustad (2000), namely Verbal Negation and Predicate Negation. Specifically, the study will shed light on the types and positions of the negation morphemes regarding VN and PN strategies. The study employed a descriptive-analytical approach. The data were taken from previous studies on negation in MADs and online sources, i.e., published articles and YouTube. The study found that when the negation morpheme mâ - ما is used as a one-negation system or a two-negation system, as a verbal and predicate negation, it changes to the negation morpheme mâ- ما due to phonological conditions and its pre-verbal position. The study concluded that three negation templates might be generalized in the four dialects, namely one-morpheme template, two-morpheme-template, and predicate negation template. Moreover, blocking of the negation morpheme movement in the sentences happens to do to phonological conditions.