Achmad Firdaus Sani, Achmad Firdaus
Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga; RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Indonesia

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : AKSONA

Hubungan Antara Rasio H/M pada Stroke Akut dengan Derajad Spastisitas Pascastroke Achmad Firdaus Sani; Yudhi Adrianto; Fadil; Mudjiani Basuki; Fidiana
AKSONA Vol. 1 No. 2 (2021): JULY 2021
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.944 KB) | DOI: 10.20473/aksona.v1i2.150

Abstract

Pendahuluan: Spastisitas adalah gangguan motorik yang sering dijumpai dan muncul setelah stroke. Spastisitas dapat menyebabkan nyeri dan disabililitas pada bagian tubuh yang mengalaminya. Tujuan: mencari hubungan antara rasio H/M yang diukur dengan elektromiografi dengan derajad spastisitas yang terjadi setelah fase akut stroke. Metode: Penelitian ini adalah studi analisis korelatif observasional, dengan 26 sampel. Pasien diukur rasio H/M pada saat stroke akut dan diukur derajad spastisitasnya dengan menggunakan Modified Ashworth Scale setelah 3 bulan. Hasil yang didapatkan dilakukan analisa statistik dengan menggunakan tes korelatif kategorik dari Spearman. Hasil: Pasien yang mengikuti penelitian ini sebanyak 26 orang. Terdapat perbedaaan antara nilai H/M rasio antara sisi parese dengan sisi sehat dan tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara nilai rasio H/M yang diukur saat fase akut stroke dengan derajad spastisitas yang diukur dengan Modified Ashworth Scale (MAS) setelah 3 bulan (p = 0,06 ; r = 0, 37). Kesimpulan: Rasio H/M pada pasien stroke akut meningkat pada sisi parese dibanding pada sisi sehat, namun peningkatan ini tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan derajad spastisitas pasca stroke yang diukur dengan MAS, sehingga rasio H/M tidak dapat digunakan sebagai prediktor munculnya spastisitas pasca stroke
Intractable Headache Akibat Fistula Karotis-Kavernosus Indirek Bilateral: Suatu Laporan Kasus Rizky Hartono; Achmad Firdaus Sani
AKSONA Vol. 1 No. 1 (2021): JANUARY 2021
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.642 KB) | DOI: 10.20473/aksona.v1i1.92

Abstract

Pendahuluan: Nyeri kepala hemikrania dengan presentasi menyerupai nyeri kepala primer namun tidak membaik dengan medikamentosa (intractable headache), perlu dicurigai suatu nyeri kepala sekunder. Etiologi nyeri kepala sekunder, ditegakan dengan melakukan pemeriksaan penunjang diagnostik lebih lanjut. Adanya kelainan yang ditemukan, akan menuntun pada terapi definitif. Kami melaporkan seorang pasien dengan intractable headache dan ditemukan etiologi berupa fistula karotiskavernosus indirek dan membaik dengan tindakan embolisasi. Kasus: Laki-laki 29 tahun dengan nyeri kepala selama 2 bulan terakhir dan tidak membaik dengan medikamentosa. Nyeri kepala berdenyut pada sisi kiri menyerupai nyeri kepala primer dan makin lama makin memberat. Skala NRS 9-10. Keluhan disusul dengan pandangan mata dobel dan ptosis mata kiri. Dari MRI kepala sekuen TOF didapatkan gambaran hiperintensitas area sinus kavernosus. Dilakukan konfirmasi dengan serebral DSA didapatkan fistula indirek dari cabang arteri karotis eksterna dan intra bilateral menuju ke sinus kavernosus. Dilakukan embolisasi pada cabang arteri karotis eksterna kiri. Post embolisasi nyeri kepala menghilang tanpa obat-obatan. Kesimpulan: Adanya anomali vaskuler, pada kasus ini fistula karotis kavernosus, perlu dipertimbangkan pada kasus nyeri kepala intraktabel. Tindakan embolisasi merupakan terapi kuratif yang dapat menghilangkan keluhan nyeri kepala
Partial Transvenous Coil Embolization with Significant Clinical Improvement in Patient with Indirect Carotid Cavernous Fistula Muh. Wildan Yahya; Achmad Firdaus Sani; Dedy Kurniawan; Mohammad Saiful Ardhi
AKSONA Vol. 2 No. 2 (2022): JULY 2022
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.891 KB) | DOI: 10.20473/aksona.v2i2.36633

Abstract

Highlight: CCF is a rare vascular malformation with challenging management. Partial transvenous embolization is quite effective as an alternative therapy for indirect CCF type D.   ABSTRACT Introduction: An indirect carotid-cavernous fistula (CCF) is an abnormal connection between the internal or external carotid artery and the cavernous sinus. The optic, trochlear, abducens, and trigeminal nerves are located in the cavernous sinus. Head Computed Tomography (CT) scan, Magnetic Resonance Imaging (MRI), and Cerebral Angiography are some imaging modalities used to establish and diagnose carotid-cavernous fistula. Endovascular intervention can be performed with trans-arterial or trans-venous access. In some cases, complete embolization by endovascular treatment is not possible because of difficult angioarchitecture. Case: A 61-year-old female reported having pain in her left eye (numerical rating scale was 6). The left eye was bulging, reddish, ptosis, and unable to move. The patient felt double vision when opening both eyes, complained of intermittent stabbing headaches on the left side, and heard a bruit from the left side of the head. The cerebral angiography showed bilateral indirect CCF Barrow type D. The procedure involved partial transvenous embolization with coiling. The angiographic evaluation showed partial occlusion, and residual flow from the fistula was still visible on angiography. There was a significant clinical improvement several days after the procedure and a five-month follow-up.  Conclusion: This case report showed that partial targeted transvenous embolization is quite effective in indirect CCF when complete embolization is impossible.