Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

POTENSI KECELAKAAN KENDARAAN OVER DIMENSION/OVERLOADING (ODOL) PADA AREA TIKUNGAN BERDASARKAN PERSENTASE BERAT MUATAN DAN KONDISI ALINYEMEN HORIZONTAL SUATU AREA JALAN Ataline Muliasari; Yudi Karyanto; Dita Rama Insiyanda; Rika Marlia
Jurnal Baruna Horizon Vol 5 No 2 (2022): JURNAL BARUNA HORIZON
Publisher : Sekolah TInggi Ilmu Administrasi dan Manajemen Kepelabuhan (STIAMAK) Barunawati Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52310/jbhorizon.v5i2.89

Abstract

Pencegahan potensi kecelakaan dan kerusakan jalan yang disebabkan oleh banyaknya angkutan barang yang melakukan over dimension over loading (ODOL) perlu dilakukan. Untuk mendukung program pemerintah tersebut, maka dilakukan analisis potensi kecelakaan pada area tingkungan berdasarkan persentase berat muatan yang sering dilakukan oleh operator angkutan barang yaitu sebesar 30%, 50%, 70% dan 100%. Proses Analisis dilakukan dengan mengasumsikan bahwa kendaraan tersebut melewati area tikungan alinyemen horizontal suatu area jalan dengan tingkat kemiringan maksimal di superlevasi yaitu 12%. Hasil analisis dari penelitian ini ditemukan hasil bahwa salah satu roda kendaraan hanya mampu menerima beban over 30% dari kapasitas yang ditentukan. Selebihnya akan sangat berpotensi kecelakaan karena beban salah satu rodanya melebihi kapasitas maksimal dari kendaraan tersebut.
DIGITALISASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ANGKUTAN PERKOTAAN DI KOTA SALATIGA Setiawan, Natia Sabila; Muliasari, Ataline; Wirawan, Anasta
Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi Vol. 1 No. 1 (2023): Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember dan Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To prevent congestion, the government has appealed to the public to use public transportation. Therefore, people need to know the routes and routes of existing urban transportation. By digitizing the information system for urban transportation route management in Salatiga City, it can provide information about the route and which routes will be passed by the route. So that passengers can more easily determine which route number to ride. An information system is a combination of people, hardware, software, and databases that convert, collect and share information. In this era of digitization, it is time for the information to be provided online through a certain platform. It is hoped that this urban transportation management information system can make it easier for passengers to use public transportation in Salatiga City. ABSTRAK Untuk mencegah terjadinya kemacetan, pemerintah telah menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan angkutan umum. Oleh sebab itu, masyarakat perlu mengetahui trayek dan juga rute dari angkutan perkotaan yang ada. Dengan digitalisasi sistem informasi manajemen trayek angkutan perkotaan di Kota Salatiga, dapat memberikan informasi mengenai trayek dan rute mana saja yang akan dilewati oleh trayek tersebut. Sehingga penumpang dapat lebih mudah menentukan nomor trayek mana yang akan dinaiki. Sistem informasi adalah kombinasi orang, hardware, software, maupun database yang mengubah, mengumpul dan membagikan informasi. Di era digitalisasi ini sudah saatnya informasi yang ada diberikan secara online melalui suatu platform tertentu. Harapannya sistem informasi manajemen angkutan perkotaan ini dapat memudahkan penumpang untuk menggunakan angkutan umum yang ada di Kota Salatiga.
Analisa Rencana Overlay Landas Pacu Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun, Terhadap Equivalent Single Wheel Load (ESWL) Pesawat Boeing 737-900 ER Muliasari, Ataline; Purnama, M Herry
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 7 (2013): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v25i7.746

Abstract

Bandar udara Iskandar yang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan penerbangan bagi masyarakat pengguna, berencana melakukan pengembangan fasilitas landas pacu dari 1.850 meter menjadi 2.250 meter. Pemanjangan fasilitas landas pacu sepanjang 350 meter ini diharapkan agar pesawat udara berbadan lebar dapat mendarat di bandar udara Iskandar yang saat ini baru dapat didarati oleh pesawat dengan tipe 737500. Analisa rencana overlay landas pacu bandar udara Iskandar Pangkalan Bun, terhadap Equivalent Single Whell Load (ESWL) pesawat Boeing 737-900ER ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ketebalan rencana lapisan perkerasan landas pacu yang akan di overlay terhadap equivalent single wheel load (ESWL) pesawat hoeing 737-900 ER. Sementara itu, perurnusan masalah dari pengkajian ini adalah apakah rencana tebal perkerasan overlay fasilitas landas pacu di Bandar Udara Pangkalan Bun telah memenuhi persyaratan untuk dapat didarati pesawat tipe Boeing 737-900 ER. Bandar Udara Iskandar pangkalan Bun akan melakukan overlay setebal 7,5 cm. sehingga flexible pavement yang semula setebal 80 cm akan menjadi setebal 87,5 cm. tetapi, dari hasil perhitungan terlihat bahwa tebal pavement minimal adalah 88 cm. oleh sebab itu terdapat selisih tebal lapisan perkerasan hasil perhitungan dengan rencana sebesar 0.25 cm.
Sistem Penyediaan Air Bersih Dan Penyaluran Air Buangan Bandar Udara Syamsudin Noor Terhadap Peningkatan Jumlah Penumpang Pakan, Welly; Muliasari, Ataline
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 7 (2013): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v25i7.748

Abstract

Peningkatan jumlah penumpang di Bandar Udara Syamsudin Noor juga perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan. Selain meningkatkan kapasitas terminal untuk peningkatan kenyamanan penumpang, perlu juga diperhatikan penyediaan air bersih yang merupakan kebutuhan pokok manusia. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di bandar udara, diperlukan air bersih dengan kapasitas yang memenuhi peningkatan jumlah pergerakan penumpang setiap tahunnya. Selain itu, diperlukan juga system penyediaan yang meliputi proses pengaliran dari sumber air menuju bandar udara. Terkait dengan hal tesebut diatas, maka perlu dilakukan pengkajian sistem dan kapasitas penyediaan air bersih Bandar udara Samsudin Noor - Banjarmasin Kalimantan Selatan. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan supply air bersih di Bandar udara Syamsudin Noor Banjarmasin adalah 65.352 lt / hari (65m3/ hari). Sementara itu, dengan supply air bersih 32 m3 /jam didapatkan 3 (tiga) sumur bor yang tersedia. Penyediaan air bersih (Q) yang dibutuhkan untuk Bandar Udara Syamsudin Noor adalah 65.352 lt, sehingga estimasi kapasitas air buangan diperkirakan 80% x 65.352 = 52.281 lt. Terkait dengan hal tersebut diatas, maka debit pengaliran di bandara ini adalah (Q) = 6,43m3 / dt dan diameter saluran untuk Bandar udara Syamsudin Noor dengan debit air hujan rata-rata sebesar 2400 mm/ dt adalah 1.32 m
Analisa Penyediaan Kebutuhan Fasilitas Air Bersih Untuk Mendukung Rencana Pengoperasian Bandar Udara Baru Karawang Muliasari, Ataline
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 4 (2012): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v24i4.1019

Abstract

Density Soekarno Hatta airport has exceeded the capacity of causing the government is trying to provide other airports mempu support aviation activities. Development of airports in Karachi is a top priority among several other areas, because these areas are located not too far to the center of government, industrial centers, and trade center of Indonesia, the Jabodetabek. In addition, with the availability of large tracts of land, the development plan to form an airport aerotropolis can be realized. Activity flight services at an airport can not be separated from the basic human needs for clean water. Planning jetting water at an airport is necessary to consider the estimated number of passengers, introduction and pickup, the estimated number of restaurants, and a mosque. From the analysis the use of quantitative methods in accordance with SKEP 347/XII/99, it can be concluded that the need to prepare the provision of clean water flow at least as much as 392,220 liters per day when the new airport in Karachi operation. Therefore, when the planned maximum speed economy by SKEP 347/XII/99 was 2.5 m /sec, the pipe diameter (d) what is needed is 15:48 cm.Keywords: discharge, diameter, flow velocity Kepadatan Bandar Udara Soekamo Hatta yang telah melebihi kapasitas menyebabkan pemerintah berusaha untuk menyediakan bandar udara lain yang mempu mendukung aktifitas penerbangan. Pembangunan bandar udara di Karawang merupakan prioritas utama diantara beberapa area yang lain, karena area ini berlokasi tidak terlalu jauh dengan pusat pemerintahan, pusat industri, dan pusat perdagangan Indonesia, yaitu Jabodetabek. Selain itu, dengan ketersediaan lahan yang luas, maka rencana pengembangan hingga terbentuk bandar udara aerotropolis dapat diwujudkan. Aktifitas pelayanan penerbangan di suatu bandar udara tidak lepas dari kebutuhan pokok manusia terhadap air bersih. Perencanaan pengaliran air bersih di suatu bandar udara ini perlu mempertimbangkan perkiraan jumlah penumpang, pengantar dan penjemput, perkiraan jumlah restaurant, dan mushola. Dari hasil analisis yang memanfaatkan metode kuantitif sesuai dengan SKEP 347 /XII/ 99, maka dapat disimpulkan bahwa perlu dipersiapkan penyediaan aliran air bersih minimal sebanyak 392.220 liter perhari apabila bandar udara baru di Karawang beroperasi. Oleh sebab itu bila direncanakan kecepatan maksimum ekonomis menurut SKEP 347 /XII/99 adalah 2,Sm / detik, maka diameter pipa (d) yang dibutuhkan adalah 15.48 cm. Kata kunci: debit, diameter, kecepatan aliran
Upaya Bandara Ngurah Rai Denpasar Dalam Mewujudkan Safety Management System (SMS) Muliasari, Ataline
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 5 (2010): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v22i5.1113

Abstract

Each airport management including Denpasar Ngurah Rai International Airport are required tocreate, implement, eunluate and impmue the sustainnble safe~; rruznagement si;stem (SMS) with asafehJ program based on intemntionnl mzd nntionnl flight s. Relnted to the nhaue, ns nn internationalairport located in the center of touris111 lcxatio11 of hzdonesin, Nguralt Rni lntenuztional Airport tnjingto realize its SafehJ Management System (SMS). Ihis condition is certainly important to be realizedconsidering the level of aircraft mauements for both international and national flights is very high atthis airport. Vvhen considering the results of a questionnaire on the indicators of Hazard Identifica.tionand Risk Management, there are variables that are in the position of" risk control/ mitigation requiresa management decision" that is a wild life nrea airports (VVild Life). T77erefore, Denpasar Ngurah RaiAirport management lzas planned safety targets 11~1/ be nc/1iered within 3 (tlzree) years from 2010through 2012.
Identifikasi Bahaya Dan Manajemen Resiko Sebagai Implementasi Safety Management System Di Bandar Udara Domine Eduard Osok Muliasari, Ataline
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 10 (2010): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v22i10.1135

Abstract

Airport securitt; is a process of realization of airport security. Related to the abave, the security of anairport will go to support the realization of flight safety. Domine &iuard Osok Airport are still tryingto realize the security of airports with strict monitoring of passenger luggage. However, it is lesssupported btj the quality and quantity of equipment and human resourres. For example, the absenreof X-RJJy facilities fur VIP lounge. So it am re possible dangerous goods included in the aircraft cabinthrough the door.Based on analysis of hazard identification and safett; risk management, it appears that DomineE.duard Osok Airport still has a ven; high level of risk to flight safety.Keywords: Safety Management Systems, Risk
Penentuan Kawasan Kebisingan Bandara Adi Sucipto Yogyakarta Muliasari, Ataline
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 8 (2010): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v22i8.1140

Abstract

Density rate of arrival and departu re of nircmft would cnuse noise pollution and air area of the airport.Meanwhile, the intemational demands the maintenance of environmental conditions in the world.For people wlw live near the airport will certainly feel uncomfortable and unhealthy. !CAO (InternationalCivil Aviation Organiza.tion) as the agenct; responSible for civil mnation is clearly not turninga blind (!l;e on this. Thus enforcing the regulations limiting noise/ noise limit. Until now, the area ofairport noise is determined based on forecasts of nircmft, frequency and period of ti1ne aircraft operations.From the analysis shows tlmt tlze Adi Sucipto Airport i11 Yogynknrtn Juzs n noise level WECPNL115.371 .