Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENENTUAN KUANTITAS BOKA ADAT PERKAWINAN SUKU MUNA DI KECAMATAN KATOBU KABUPATEN MUNA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Khairah Zul Fitrah; Darussalam Darussalam
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 1
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/qadauna.v1i1.11427

Abstract

AbstrakBoka adalah satuan nilai yang disebut oleh mempelai laki-laki saat ijab qabul setelah menyebut mahar. Bagaimana proses penentuan kuantitas boka pada adat perkawinan suku Muna dan bagaimana Islam memandang hal ini akan dianalisa. Jenis penelitian tergolong field research kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis dan normatif yang didukung dengan penelitian lapangan. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Lalu teknik pengolahan dan analisis data terdiri tiga tahapan: pengolahan data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Bahwa kuantitas atau jumlah boka pada adat perkawinan suku Muna sudah ada ketentuannya sejak dahulu. Penentuan tersebut berdasarkan hasil musyawarah para tetua adat terdahulu yang kemudian diteruskan oleh anak cucu hingga saat ini. Adat boka adalah suatu tradisi atau kebiasaan yang termasuk dalam adat shahihah karena tidak bertentangan dengan al-Qur’an dan as-Sunnah, tidak bertentangan dengan akal sehat, tidak bertentangan dengan undang-undang yang berlaku serta mendatangkan kemaslahatan bagi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan sosialisasi mengenai hal ini agar masyarakat secara keseluruhan mengetahuinya. Hal tersebut didukung dengan didirikannya secara formal gedung Lembaga Adat Muna yang mempunyai struktur organisasi. Selanjutnya, para orang tua perlu mempersiapkan anak-anaknya. Mereka sudah harus disosialisasikan mengenai adat istiadat dan tradisi suku Muna karena mereka adalah para penerus tradisi ini.Kata Kunci: Adat, Boka, Hukum Islam, Perkawinan.AbstractBoka is a unit of value that is called by the bridegroom at the consent qabul after mentioning the dowry. How is the process of determining the quantity of boka in Muna tribal marriages and how Islam views this matter will be analyzed. The type of this research is classified as descriptive qualitative field research with the research approach used is a juridical and normative approach that is supported by field research. The data collection method used was an interview. Then the data processing and analysis techniques consist of three stages: data processing, data analysis, and drawing conclusions. The quantity or number of boka in Muna tribal marriages has been stipulated long time ago. The determination is based on the results of the deliberations of the traditional elders who were then continued by their children and grandchildren until now. Boka custom is a tradition or custom that is included in the custom of shahihah because it does not conflict with the Qur'an and as-Sunnah, does not conflict with common sense, does not conflict with applicable laws and bring benefit to the community. Therefore, the government needs to conduct socialization on this matter so that the community as a whole knows it. Also be supported by the formal establishment of the Muna Traditional Institution building which has an organizational structure. Then, parents need to prepare their children. They have to be socialized about the customs and traditions of the Muna because they are the successors to this tradition.Keywords: Custom, Boka, Islamic Law, Marriage.
Pandangan Hukum Islam Terhadap Adat Mana’ Simanai dalam Kewarisan di Kecamatan Rongkong Kabupaten Luwu Utara Irvan Tahrir; Darussalam Darussalam
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 2
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/qadauna.v2i2.17021

Abstract

AbstrakJurnal ini menjelaskan tentang pandangan Hukum Islam terhadap Adat Mana’ Simanai dalam kewarisan di Kecamatan Rongkong. Mana’ Simanai merupakan adat masyarakat rongkong dalam membagikan harta warisan. Mana’ Simanai adalah adat yang di anut masyarakat rongkong secara turun temurun, Mana’ Simanai ini berasal dari bahasa rongkong yang berarti harta di gantikan dengan harta, Adat Mana’ Simanai ini di gunakan masyarakat rongkong dalam menyelesaikan hubungan Hukum yang di timbulkan yang berkaitan dengan harta seseorang yang meninggal dunia dengan anggota keluarga yang di tinggalkannya. Hukum waris Indonesia masih bersifat pluralistis karena saat ini berlaku tiga sistem hukum kewarisan yaitu hukum waris adat, hukum waris islam dan hukum waris kitab undang undang hukum perdata. Secara khusus Hukum waris adat meliputi keseluruhan asas, norma keputuan/ketetapan Hukum yang bertalian dengan proses perumusan serta pengendalian harta benda (materil) dan harta (non materil) dari generasi yang satu kepada generasi berikutnya. Oleh karena itu di perlukan pengetahuan Hukum yang memadai terutama hukum kewarisan islam. Pengetahuan Hukum pun tidak dapat di abaikan, karena sering terjadi kasus perbuatan atau pelanggaran Hukum. Oleh karna itu manusia perlu mempelajari sejarah sosial Hukum pablik maupun Hukum privat terutama sejarah sosial Hukum islam di Indonesia dan khususnya Hukum kewarisan Islam.Kata Kunci: Islam, Adat, Luwu Utara.AbstractThis journal explains the view of Islamic Law on Adat Mana 'Simanai in inheritance in Rongkong District. Mana 'Simanai is the custom of the rongkong community in distributing inheritance. Where 'Simanai is a custom that has been adopted by the rongkong community from generation to generation, Mana' Simanai comes from the language of rongkong which means property is replaced with property, Mana 'Simanai custom is used by the rongkong community in completing legal relationships that arise relating to property someone who died with family members he left behind. Indonesian inheritance law is still pluralistic because currently there are three systems of inheritance law, namely customary inheritance law, Islamic inheritance law and civil law inheritance law. In particular, customary inheritance law covers all the principles, norms of decision / legal stipulation related to the process of formulating and controlling property (material) and property (non-material) from one generation to the next. Therefore, it requires adequate legal knowledge, especially Islamic inheritance law. Legal knowledge cannot be ignored, because there are frequent cases of acts or violations of the Law. Therefore, humans need to study the social history of public law and private law, especially the social history of Islamic law in Indonesia and in particular Islamic inheritance law.Keywords: Islam, Customary Law, North Luwu.. 
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN ZAKAT PADA BAZNAS DI KOTA PALOPO Ismail Abu Bakar; Darussalam Darussalam
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 3
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/qadauna.v2i3.17745

Abstract

Zakat merupakan salah satu dari Rukun Islam, maka dengan dikeluarkannya Undang-Undang No.38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat oleh pemerintah, dibentuklah organisasi pengelolaan zakat yaitu Badan Amil Zakat (BAZ) yang dibentuk oleh pemerintah dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang dikukuhkan oleh pemerintah, namun kemudian pada tahun 2011 pemerintah merevisi UU No.38 Tahun 1999 dengan UU No.23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat dan mengganti nama menjadi BAZNAS. Susunan Pengurus BAZNAS Kota Palopo terdiridari Dewan Pertimbangan, Komisi Pengawas dan Badan Pelaksana. Dalam hal pengumpulan zakat, hal ini dilakukan oleh UPZ di berbagai instansi, baik instansi pemerintah maupun swasta, setelah itu disetorkan kepada BASNAS Kota Palopo untuk didayagunakan. Di BAZNAS Kota Palopo, pendayagunaan hasil penerimaan zakat telah sesuai dengan ketentuan agama yaitu meliputi delapan ashnaf. Di dalam melakukan pengelolaan zakat, BAZNAS Kota Palopo menemui berbagai macam kendala yang dihadapi. Dengan adanya kendala-kendala di dalam pengelolaan zakat di BAZNAS Kota Palopo tersebut, BAZNAS Kota Palopo meresponnya dengan melakukan upaya-upaya untuk menanggulangi kendala-kendala tersebut.Kata Kunci: Zakat, BAZNAZ, Kota Palopo.
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Selada Secara Hidroponik Yupita Ririn Riyanti; NURJANI NURJANI; DARUSSALAM DARUSSALAM
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.17935

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu jenis sayuran daun yang banyak dikomsumsi oleh masyarakat Indonesia. Selada mengandung vitamin A, B dan C yang berguna untuk kesehatan tubuh. Untuk mendukung pertumbuhan selada yang optimal, maka diperlukan teknik budidaya salah satunya budidaya hidroponik.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan  hasil terbaik dari pemberian konsentrasi pupuk organik cair kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil selada.  Penelitian dilaksanakan di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap Kabupatan  Kubu Raya dari 22 Februari samapi 16 April 2016.  Penelitian ini menggunakan metode Rancanagan Acak Lengkap  ( RAL)  dengan satu faktor.  Konsentrasi POC kotoran sapi  (s) terdiri dari 6 taraf   perlakuan diulang 4 kali sebagai berikut. Perlakuannya s1 menggunakan nutrisi AB-MIX  dengan konsentrasi 10 ml/,s2= pemberian POC kotoran sapi dengan konsentrasi 100 ml/l air, s3= pemberian POC kotoran sapi dengan konsentrasi 200 ml/l air ,s4=  pemberian POC kotoran sapi dengan konsentrasi 300 ml/l air ,s5 = pemberian POC sapi dengan konsentrasi 400 ml/l air, s6= pemberian POC kotoran sapi dengan konsentrasi 500 ml/l air.  Variabel yang diamati adalah jumlah daun (helai), berat segar tanaman (g), luas daun (cm2), volume akar (cm3), berat kering akar (g).  Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan so berbedanyata terhadap variabel jumlah daun, luas daun, berat segar tanaman, berat kering tanaman. POC kotoran sapi belum bisa menyamai nutrisi  AB-MIX  sebagai nutrisi pada tanaman selada. Namun, konsentrasi 100ml/l POC lebih baik dibandingkan konsentrasi lainnya.   Kata kunci : Hidroponik, POC kotoran Sapi, Selada
PENGARUH PUPUK KANDANG BEBEK DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MELON PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Monika Fenia Asri; Purwaningsih Purwaningsih; Darussalam Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57920

Abstract

Buah melon banyak mengandung gizi yang bermanfaat bagi tubuh kita. Usaha untuk menggembangkan produksi melon, baik dari segi kualitas maupun kuantitas dapat dilakukan dengan usaha intensifikasi dan ekstentifikasi. Tanah Podsolit Merah Kuning berpotensi untuk pengembangan tanaman melon. Budidaya melon sampai saat ini belum diproduksi secara maksimal oleh petani di Kalimantan Barat, padahal jenis tanah yang ada di Kalimantan Barat memiliki potensi untuk pengembangan tanaman melon. Beberapa hal yang bisa dilakukan dalam mengatasi kendala yang terdapat pada tanah PMK yaitu dengan pemberian bahan organik dan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi pupuk kandang bebek dan pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil melon pada tanah PMK. Pelaksanaan penelitian ini dimulai dari tanggal 11 Mei sampai 25 Juli 2021, dilaksanakan di Kampoeng Ramadhan, Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama kotoran bebek (B) terdiri dari 4 taraf (b1 = 10 ton/ha, b2 = 15 ton/ha, b3 = 20 ton/ha., dan b4 = 25 ton/ha)dan faktor kedua pupuk NPK (M) terdiri dari 3 taraf (m1 = 60 g/tanaman, m2 = 40 g/tanaman, dan m3 = 20 g/tanaman.) Setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati pada penelitan ini adalah volume akar, berat kering tanaman, jumlah bunga, jumlah buah, diameter buah dan bobot perbuah. Hasil penelitian dapat pemberian pupuk kandang bebek dengan dosis 600g/tanaman dan puupk NPK sebesar 20 g/tanaman merupakan dosis efektif yang memberikan pertumbuhan dan hasil melon yang terbaik. Kata kunci : Melon, NPK ,PMK, Pupuk Kandang Bebek
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG UNGU TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) RUMEN SAPI PADA TANAH ALUVIAL LICUNG LICUNG; Iwan Sasli; Darussalam Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45042

Abstract

Pengaplikasian POC rumen sapi pada tanah aluvial merupakan upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan produksi terung ungu dengan meningkatkan kualitas tanah secara kimia dan biologi.  Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi POC rumen sapi yang efektif terhadap pertumbuhan dan hasil  terung pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan yang terletak di Jalan Sepakat 2, Blok T Kota Pontianak. Waktu penelitian dimulai tangga 16 Agustus - 6 Desember 2020. Metode yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor yaitu pemberian berbagai konsentrasi POC rumen sapi dengan 6 taraf (p0= Tanpa POC;p1 = konsentrasi 5% atau 50 ml/L; air p2 = konsentrasi 10% atau 100 ml/L; p3= konsentrasi 15% atau 150 ml/L; p4= konsentrasi 20% atau 200 ml/L;  p5= konsentrasi 25% atau 250 ml/L). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan terdiri dari 4 sampel tanaman. Variabel yang diamati adalah volume akar (cm3), Berat Kering Tanaman (g), Jumlah Buah per Tanaman (buah), Berat Buah per Buah (g), Berat Buah per Tanaman (g), Diameter Buah (cm). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC rumen sapi dengan konsentrasi 5% atau 50 ml/L air secara umum efektif dalam meningkatkan volume akar, berat kering, berat buah perbuah, berat buah per tanaman dan diameter buah terung ungu pada tanah aluvial, namun pada penambahan konsentrasi 25% atau setara dengan 250 ml/L air terus menunjukkan hasil yang semakin tinggi.Kata Kunci : POC rumen sapi, tanah aluvial, terung ungu
EFFECT OF DOSAGE AND LENGTH OF INCUBATION DUCK MANURE ON GROWTH AND YIELD OF PURPLE EGGPLANT ON ALLUVIAL SOIL Korintus Putra; Basuni Basuni; Darussalam Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51158

Abstract

ABSTRACKEggplant is a vegetable plant that has prospects for cultivation and can alsogrow on various types of soil, one of which is alluvial soil. Utilization of alluvial soilfor purple eggplant cultivation is faced with various obstacles. Efforts can be made toimprove the level of soil acidity by liming, while to improve the physical andchemical properties of the soil was to apply duck manure. This study aims were todetermine the dose and length of incubation of duck manure that provides the bestgrowth and yield of purple eggplant grown in alluvial soil. This research wasconducted at Jl. Purnama 2 Pontianak City from March 18th to June 4th 2021. Thisstudy used a Complete Randomized Design (CRD) with two factors threerepications. The first factor was the dose of duck manure fertilizer (B), consisting of4 levels, namely 300, 450, 600, and 750 g / polybag equivalent to 10, 15, 20, and 25tons / ha. The second factor was the length of incubation (I), consisting of 3 levels, 1,2, and 3 weeks of incubation. Variables observed were plant height, root volume,plant dry weight, number of fruits per plant, weight of fruit, weight of fruit per plant,and diameter of fruit. The results of the study showed that there was no interactioneffect between the dose of duck manure and the length of incubation on allobservation variables. The best dose of duck manure was 750 g / polybag equivalentto gave 25 tons / ha on variable plant dry weight and fruit diameter. Incubationlength of 1 week of duck manure provide the best dry weight of the plant.Keywords: : Alluvial, duck manure, length of incubation, purple eggplant.
PENGARUH DOSIS BOKASHI AMPAS TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI BESAR PADA TANAH ALUVIAL MUFLIHAN MUFLIHAN; DINI ANGGOROWATI; DARUSSALAM DARUSSALAM
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.28320

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis bokashi ampas tahu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak yang berlangsung dari 2 Maret sampai 24 Mei 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 7 perlakuan dan 3 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 4 sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah pemberian bokashi ampas tahu dengan p1 2,5 ton/ha (60 g/tanaman), p2 5 ton/ha (120 g/tanaman), p3 7,5 ton/ha        (180 g/tanaman), p4 10 ton/ha (240 g/tanaman), p5 12,5 ton/ha (300 g/tanaman), p6 15 ton/ha (360 g/tanaman), dan p7 17,5 ton/ha (420 g/tanaman). Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering bagian atas tanaman (g), berat kering akar (g), berat buah per tanaman (g), panjang buah (cm), diameter buah (cm), jumlah buah per tanaman (buah), serta pengamatan tambahan berupa curah hujan (mm), suhu (°C), kelembaban udara (%), dan keasaman tanah (pH). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian bokashi ampas tahu dari dosis 2,5 ton/ha (60 g/tanaman) sampai dosis 17,5 ton/ha (420 g/tanaman) memberikan pertumbuhan dan hasil yang sama. Secara statistik, semua perlakuan pada penelitian ini berpengaruh tidak nyata pada semua variabel pengamatan.Kata kunci : bokashi ampas tahu, tanah aluvial, tanaman cabai besar
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK DAN PGPR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PULUT PADA TANAH ALUVIAL Irma Sasmita Adi Putri; Darussalam Darussalam; Rini Susana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57921

Abstract

Budidaya tanaman jagung pulut di tanah aluvial memiliki beberapa kendala, salah satunya kurangnya unsur hara makro dan mikro, sehingga untuk mengatasi hal tersebut diperlukan pupuk NPK dan PGPR untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung pulut pada tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan mengetahui interaksi pemberian dosis pupuk NPK dan konsentrasi PGPR yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut pada tanah aluvial. Penelitian ini berlangsung sejak 25 Februari sampai 28 Mei 2022, dilaksanakan di Jl. Raya Kalimas Hulu, Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan faktorial dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah NPK (P) sebanyak 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah PGPR (R) sebanyak 3 taraf perlakuan sehingga jumlah total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang sebanyak 3 kali. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Jumlah tanaman setiap bedengan yang diamati 108 dan total tanaman sebanyak 432 tanaman. Faktor pertama yaitu NPK (P) yang meliputi, p1 : NPK 200 kg/ha ≈ dengan 3,6 g/tanaman; p2 : NPK 300 kg/ha ≈ dengan 5,4 g/tanaman; p3 : NPK 400 kg/ha ≈ dengan 7,2 g/tanaman. Faktor Kedua yaitu PGPR (R) yang meliputi, r1 : Konsentrasi PGPR 2% ≈ dengan 20 ml/l; r2 : Konsentrasi PGPR 3% ≈ dengan 30 ml/l; r3 : Konsentrasi PGPR 4% ≈ dengan 40 ml/l. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, umur berbunga jantan, umur berbunga betina, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah tongkol per petak dan berat tongkol per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pupuk NPK dengan dosis 1,2 g/tanaman ≈ 200 kg/ha dan konsentrasi PGPR 3% ≈ 30 ml/l dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman 6 MST dan berat tongkol berkelobot. Dosis NPK 1,2 g/tanaman ≈ 200 kg/ha merupakan dosis yang efektif untuk pengukuran diameter tongkol, sedangkan konsentrasi PGPR 3% ≈ 30 ml/l merupakan konsentrasi yang efektif untuk tinggi tanaman 6 MST. Kata kunci: Jagung Pulut, PGPR, Pupuk NPK, Tanah Aluvial
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH GAMBUT Grigorius Tijar; Darussalam Darussalam; Rini Susana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.58141

Abstract

Edamame (Glycine max (L.) Merill) adalah jenis kedelai kategori sayuran yang memiliki ukuran biji lebih besar, memiliki nilai gizi yang baik untuk kesehatan dan memiliki peluang pasar yang besar. Pemanfaatan tanah gambut sebagai lahan budidaya dihadapkan dengan faktor penghambat yaitu tingkat C-organik yang tinggi dan kandungan hara yang rendah. Masalah tersebut perlu diatasi dengan memberikan pupuk hayati dan pupuk NPK. Mikroba yang terkandung dalam pupuk hayati dapat mempercepat proses perombakan bahan organik tanah gambut, dapat menyediakan hara bagi tanaman dan menghasilkan hormon pertumbuhan. Pupuk NPK merupakan unsur hara makro yang dapat diserap tanaman secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi pupuk hayati dan dosis pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah gambut.  Penelitian ini berlangsung sejak tanggal 14 Februari sampai 8 Juli 2022, di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor.  Faktor pertama yaitu pupuk hayati (p) sebanyak 3 taraf dan faktor kedua yaitu pupuk NPK (n) sebanyak 3 taraf sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan memiliki 3 ulangan dan 4 tanaman sampel sehingga terdapat 108 unit tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu p1 = pupuk hayati 5 ml/l, p2 = pupuk hayati 10 ml/l, p3 = pupuk hayati 15 ml/l, n1 = pupuk NPK 200 kg/ha, n2 = pupuk NPK 300 kg/ha, n3 = pupuk NPK 400 kg/ha. Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, umur berbunga, volume akar, berat kering tanaman,  jumlah polong segar, jumlah polong isi, bobot polong segar dan jumlah bintil akar. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi pupuk hayati dan dosis pupuk NPK memberikan interaksi terhadap variabel volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong segar dan jumlah polong isi. Pupuk hayati dengan konsentrasi 15 ml/l dan dosis NPK 200 kg/ha merupakan perlakuan paling efektif meningkatkan hasil tanaman yaitu jumlah polong segar per tanaman dan jumlah polong isi kedelai edamame yang ditanam pada tanah gambut.