Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Vegetalika

Pengaruh Umur Bibit terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pakcoy (Brassica rapa ssp. chinensis) pada Hidroponik NFT Arik Santoso; Nugraheni Widyawati
Vegetalika Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.52570

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa ssp. chinensis) merupakan jenis sayuran yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Dalam budidaya pakcoy secara hidroponik NFT umur bibit adalah salah satu aspek penentu dalam peningkatan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur bibit terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy dan menentukan umur bibit yang memberikan hasil tertinggi sawi pakcoy dengan budidaya hidroponik NFT. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal terdiri atas lima variasi umur bibit dengan ulangan sebanyak lima kali. Umur bibit yang diuji adalah 0 HSS, 5 HSS, 10 HSS, 15 HSS dan 20 HSS. Pengamatan pertumbuhan tanaman sawi meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman dan klorofil. Komponen hasil yang diamati yaitu bobot segar tajuk. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Sidik Ragam (ANOVA) taraf 5%, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur taraf 5% dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur bibit berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy. Pada budidaya sawi pakcoy secara hidroponik sistem NFT hasil tertinggi diperoleh jika ditanam langsung dari bibit 0 HSS atau menggunakan bibit berumur 5 HSS. Penggunaan umur bibit yang tepat dalam budidaya pakcoy secara hidroponik NFT dapat mendukung pertumbuhan dan hasil yang optimal pada akhir masa panennya.
Kandungan Klorofil, Pertumbuhan dan Hasil Vertikultur Padi (Oryza sativa L.) Varietas Situ Bagendit Nugraheni Widyawati; Maria Marina Herawati; Theresa Dwi Kurnia; Djoko Murdono; Bistok Hasiholan Simanjuntak; Andree Wijaya Setiawan
Vegetalika Vol 12, No 3 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.83196

Abstract

Salah satu cara menyiasati produksi padi efisien lahan adalah menerapkan vertikultur menggunakan rak bertingkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan posisi tanaman pada rak vertikal terhadap kandungan klorofil dan beberapa komponen pertumbuhan maupun hasil tanaman padi varietas Situ Bagendit dan menentukan posisi tanaman pada rak vertikal yang memberikan hasil tertinggi. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW di kota Salatiga, terletak pada ketinggian 455 meter dpl. Perlakuan posisi tanaman pada rak vertikal terdiri atas 3 posisi yaitu posisi dasar (lantai 1), tengah (lantai 2) dan teratas (lantai 3) diletakkan di ruang terbuka (open field), masing-masing diulang sembilan kali. Tanaman padi dibudidayakan dalam ember plastik menggunakan media dari tanah sawah. Parameter pengamatan meliputi intensitas radiasi matahari, kandungan klorofil daun, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah malai, panjang malai, jumlah biji, berat biji per malai dan berat gabah bernas.  Data hasil percobaan dianalisis menggunakan ANOVA, standar deviasi, korelasi dan BNT 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam penerimaan intensitas radiasi matahari, kandungan klorofil, karakter pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada vertikultur, kecuali parameter panjang malai. Hasil tanaman padi terbaik terdapat pada tanaman di posisi teratas yaitu lantai 3 dari rak vertikal.
Letak Benih, Kultivar Pepaya, dan Pemacu Tumbuh dalam Perkecambahan Benih Pepaya (Carica papaya L.) Susila, Arif; Widyawati, Nugraheni; Winarto, Budi
Vegetalika Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.93892

Abstract

Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman buah penting di Indonesia, namun ketersediaan tanaman berkualitas yang berasal dari benih terseleksi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh letak benih, kultivar pepaya, dan pemacu tumbuh terhadap keberhasilan perkecambahan benih pepaya. Penelitian dilaksanakan dari Juli sampai dengan Desember 2023 di rumah kaca di Kelurahan Langensari, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Letak benih dipanen dari bagian (1) ujung, (2) tengah dan (3) pangkal; tiga kultivar pepaya, yaitu: (1) Thailand, (2) Mojosongo, dan (3) California; tiga jenis pemacu adalah (1) ekstrak bawang merah (50 g/l), (2) GA3 (150 ppm), (3) Trichoderma viride (3 × 1014 konidia/ml), dan (4) air bersih (sebagai control) digunakan dalam penelitian ini. Percobaan disusun menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan 3 ulangan, Hasil penelitian mengungkapkan bahwa benih yang dipanen dari 1/3 bagian tengah buah memiliki jumlah kecambah normal mencapai 67,1; 77% Potensi Daya Kecambah Benih (PDKB); 27.8% perkecambahan hari pertama (PHP); dan 8,3 nilai indeks kecambah (NIK). Pepaya California memiliki kecambah normal mencapai 76,7% benih; 88,0% daya kecambah benih; 43,7% perkecambahan hari pertama; dan 11,9 Indeks Daya Kecambah (IDK). Keunggulan papaya California dipertegas dari hasil percobaan kedua dengan kecambah normal mencapai 86,4; 88,5% PDKB; 3,6% PHP; dan 8,9 NIK. Perendaman benih dengan 150 ppm GA3 merupakan pemacu tumbuh yang terbaik dibanding pemacu tumbuh yang lain. Perlakuan ini meningkatkan persentase kecambah normal hingga 10%, 35,1% PHP; dan 10,2% NIK. Selanjutnya kombinasi California dan GA3 menghasilkan 92,3% kecambah normal dan 94,7% PDKB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan perkecambahan benih pepaya sangat dipengaruhi oleh kultivar pepaya, asal benih dan pemacu tumbuh yang digunakan.