Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Pembelajaran Larutan Penyangga Model POGIL dan ADI Terhadap Keterampilan Argumentasi Ilmiah Peserta Didik SMA Helda Lupita Septyastuti; Oktavia Sulistina; Darsono Sigit
J-PEK (Jurnal Pembelajaran Kimia) Vol 3, No 1 (2018): J-PEK (JURNAL PEMBELAJARAN KIMIA)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.496 KB) | DOI: 10.17977/um026v3i12018p001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran ADI memberikan hasil yang lebih baik daripada model pembelajaran POGIL terhadap keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik pada materi larutan penyangga kelas XI SMAN 2 Nganjuk. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasy experimental dengan model penelitian posttest only control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran ADI memberikan hasil yang lebih baik daripada model pembelajaran POGIL terhadap keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik pada materi larutan penyangga kelas XI SMAN 2 Nganjuk.
PENGARUH KEMAMPUAN AWAL TERHADAP KEMAMPUAN INTERKONEKSI MULTI REPRESENTASI SISWA PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA Hayuni Retno Widarti; Darsono Sigit; Desy Irianti
J-PEK (Jurnal Pembelajaran Kimia) Vol 5, No 1 (2020): J-PEK (JURNAL PEMBELAJARAN KIMIA)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um026v5i12020p040

Abstract

Multipel representasi yang meliputi makroskopik, submikroskopik, dan simbolik sangat penting dalam pembelajaran kimia, khususnya pada materi larutan pengangga. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui 1) Keterlaksanaan proses pembelajaran materi larutan penyangga pada kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E berbasis multi representasi. 2) Ada tidaknya perbedaan kemampuan interkoneksi multi representasi antara siswa dengan kemampuan awal rendah, sedang, dan tinggi. 3) Ada tidaknya pengaruh kemampuan awal terhadap kemampuan interkoneksi multi representasi siswa pada materi larutan penyangga. Metode penelitian yang dilakukan adalah pra eksperimen dengan desain post-test only group design. Populasi penelitian ini adalah kelas XI SMA LAB UM, dan sampel yang digunakan adalah kelas XI MIPA 2 berjumlah 29 orang siswa. Data dikumpulkan melalui nilai materi sebelumnya, dan post-test kemudian dianalisis dengan ANAVA dan analisis korelasi product moment Pearson. Hasil penelitian adalah: 1) keterlaksanaan proses pembelajaran materi larutan penyangga pada yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E berbasis multi representasi adalah 96% dengan kategori sangat baik. 2) Tidak terdapat perbedaan kemampuan interkoneksi antara siswa yang memiliki kemampuan awal rendah, sedang, dan tinggi, taraf signifikansi yang diperoleh adalah 0,109. 3) Terdapat pengaruh kemampuan awal terhadap kemampuan interkoneksi multi representasi siswa pada materi larutan penyangga, koefisien korelasi Pearson yang diperoleh adalah 0,008.
Identifikasi kemampuan makroskopik, mikroskopik dan simbolik siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Karangan Trenggalek pada materi larutan penyangga Tahun Ajaran 2018/2019 Endah Yuliani; Hayuni Retno Widarti; Darsono Sigit
Jurnal MIPA dan Pembelajarannya (JMIPAP) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1348.805 KB) | DOI: 10.17977/um067v1i6p407–425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Kemampuan makroskopik-mikroskopik, makroskopik-simbolik dan mikroskopik-simbolik siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Karangan Trenggalek pada materi larutan penyangga (2) Kemampuan pemahaman siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Karangan Trenggalek terhadap materi larutan penyangga pada level makroskopik-mikroskopik, makroskopik-simbolik dan mikroskopik-simbolik. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif. Instrumen penelitian berupa soal-soal pilihan ganda berbasis interkoneksi multipel representasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan representasi makroskopik-mikroskopik siswa pada materi larutan penyangga sebesar 57,61 persen (kriteria cukup), (2) kemampuan representasi makroskopik-simbolik siswa pada materi larutan penyangga sebesar 66,67 persen (kriteria tinggi), (3) kemampuan representasi mikroskopik-simbolik siswa pada materi larutan penyangga sebesar 55,61 persen (kriteria cukup), (4) kemampuan pemahaman siswa terhadap materi larutan penyangga pada representasi makroskopik-mikroskopik yaitu miskonsepsi sebesar 27,20 persen dan tidak paham sebesar 18,56 persen, (5) kemampuan pemahaman siswa terhadap materi larutan penyangga pada representasi makroskopik-simbolik yaitu miskonsepsi sebesar 13,62 persen dan tidak paham sebesar 20,69 persen dan (6) kemampuan pemahaman siswa terhadap materi larutan penyangga pada representasi mikroskopik-simbolik yaitu miskonsepsi sebesar 37,36 persen dan tidak paham sebesar 19,82 persen.
Development of a Four-Tier Diagnostic Instrument to Identify High School Students' Understanding of Salt Hydrolysis Anne Nailul Aziz; Darsono Sigit
STEM Education International Vol. 1 No. 2 (2025): STEM Education International
Publisher : PT Ahan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71289/73x61681

Abstract

This research aims to (1) produce a four-tier instrument in salt hydrolysis, (2) determine the validity and reliability of the instrument to facilitate students' understanding of salt hydrolysis. The development of the instrument followed the platform developed by Habiddin & Page (2019), which was adapted from the Treagust (1988), which consisted of six steps. The results of instrument validation were 81.74% with a very feasible category, yielding 23 valid questions, with a reliability of 0.7985.