Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS CEDERA MENISCUS DEXTRA DENGAN MODALITAS TENS, ULTRASOUND, DAN TERAPI LATIHAN DI KONI JAWA BARAT Nadia Salsabila Sofwan; Ika Rahman
Jurnal Kesehatan dan Fisioterapi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal KeFis - Oktober 2021
Publisher : LPPM STIKES Siti Hajar dan Insight Power

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.4 KB)

Abstract

Meniscus tear adalah robekan pada bantalan atau jaringan tulang rawan pada persendian lutut yang disebabkan karena traumatic maupun degenerative, meniscus tear dapat mengakibatkan berbagai gangguan (nyeri sendi terkunci, dan juga terjadinya pengikisan) dan dapat menyebabkaan degenerasi lebih awal pada sendi lututUntuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi dalam penuruanan rasa nyeri, peningkatan kekuatan otot dan peningkatakan lingkup gerak sendi pada penderita Meniscus tear dengan modalitas  Trasncutaneuus electrical Nerve Stimulation, Ultrasound dan terapi latihan Straight Leg Raise, Side Leg Raises, Prone Leg Raises, Bridging, Squad, Clamshell, Lunges, Kombinasi, aglty.Setelah pemberian tindakan fisioterapi sebanyak 6 kali, penurunan nilai nyeri tekan dari T1: 5 menjadi T6: 1, nyeri gerak dari T1: 6 menjadi T6: 1, nyeri diam dari T1: 6 menjadi T6: 1, peningkatan nilai kekuatan otot  hip fleksi T1= 4 menjadi T6= 5, hip ekstensi T1=4 menjadi T6=5, hip abduksi T1=4 menjadi T6=5, hip adduksi T1=3,5 menjadi T6=5,  Knee fleksi T1=3,5 menjadi T6= 5, knee ekstensi T1=3,5 menjadi T6=5., peningkatan lingkup gerak sendi pada gerakan fleksi knee dextra  aktif dari T1: 130o menjadi T6: 134o  kemudia fleksi knee dextra pasif dari T1: 130 o menjadi T6: 135o , peningkatan score hasil pemeriksaan aktivitas fungsional dari T1: 76 menjadi T6: 90.Trasncutaneuus electrical Nerve Stimulation, Ultrasound dan terapi latihan Straight Leg Raise, Side Leg Raises, Prone Leg Raises, Bridging, Squad, Clamshell, Lunges, Kombinasi, Eaglty dapat membantu penurunan nyeri, meningkatkan kekuatan otot dan peningkatan lingkup gerak sendi pada kasus Meniscus .Kata Kunci: Meniscus, Trasncutaneuus electrical Nerve Stimulation, Ultrasound dan terapi latihan.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS CARPAL TUNNEL SYNDROME DEXTRA DENGAN MODALITAS ULTRASOUND, NERVE AND TENDON EXERCISE DI RSAU Dr. M. SALAMUN KOTA BANDUNG Unny Yeyen Malau; Ika Rahman
Jurnal Kesehatan dan Fisioterapi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal KeFis - Oktober 2021
Publisher : LPPM STIKES Siti Hajar dan Insight Power

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.965 KB)

Abstract

Carpal tunnel syndrome adalah penyakit yang mengenai nervus medianus. Di pergelangan tangan nervus medianus berjalan melalui terowongan karpal dan menginervasi kulit telapak tangan dan punggung tangan. Pada saat berjalan melalui terowongan inilah nervus medianus paling sering mengalami tekanan yang menyebabkan terjadinya neuropati tekanan yang  dikenal dengan istilah Carpal Tunnel Syndrome.Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi dalam menurunkan  nyeri, meningkatan kekuatan otot dan meningkatan lingkup gerak sendi dengan modalitas Ultrasound, dan Terapi Latihan Nerve And Tendon Exercise. Setelah dilakukan terapi 6 kali didapatkan hasil  penurunan nyeri tekan T1:4 menjadi T6:3 dan nyeri gerak T1:5 menjadi T6:3. Peningkatan kekuatan otot T1:4 menjadi T6:5. Peningkatan lingkup gerak sendi aktif yaitu T1= S400-00-500 menjadi T6= S500-00-600 dan T1= F100-00-400 menjadi T6= F200-00-600 . Lingkup gerak sendi pasif yaitu T1=S 500-00-600 menjadi T6 = S 500-00-600 dan T1= F200-00-600 menjadi T6 = F200-00-600 .Ultrasound , Nerve  And Tendon Exercise.  dapat membantu penurunan nyeri, meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan lingkup gerak sendi pada kasus Carpal Tunnel Syndrome.Kata Kunci: Carpal Tunnel Syndrome, Ultrasound, Nerve  And Tendon Exercise.
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Trigger Finger Dextra Dengan Modalitas InfraRed, Ultrasound Dan Transverse Friction Sahnaz Praramadani; Ika Rahman
Jurnal Kesehatan dan Fisioterapi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal KeFis - Oktober 2021
Publisher : LPPM STIKES Siti Hajar dan Insight Power

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.994 KB)

Abstract

Trigger Finger is a disease that occurs in the fingers, a condition locked finger joint when they are moved from a flexion position to an extension position. Trigger finger is due to local inflammation or swelling of the flexor tendon sheath that prevents the sheath from sliding normally. To find out the management of physiotherapy in reducing pain, increasing muscle strength and increasing the range of motion of the joints in patients with Trigger Finger with Infrared, ultrasound, and transverse friction modalities. After doing therapy 6 times, the results were a decrease in silent pain T1: 5 T6: 0, tenderness T1: 8 to T6: 2 and motion pain T1: 9 to T6: 2. Increased flexion muscle strength from T1: 3 to T6: 5 and extension T1: 3 to T6: 5. Increased range of active joint motion on flexion movement Proximal Interphalang dextra T1: 1110 to T6: 1130. Infrared, Ultrasound and transverse friction can help reduce pain, increase muscle strength and increase joint range of motion in the case of Trigger Finger.Keywords: Trigger finger, Infrared, Ultrasound, Transverse Fiction.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS OSTEOARTHRITIS GENU DEXTRA DENGAN MODALITAS MICROWAVE DIATHERMY DAN TERAPI LATIHAN Tasha Christabella P N; Ika Rahman
Jurnal Kesehatan dan Fisioterapi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal KeFis - Oktober 2021
Publisher : LPPM STIKES Siti Hajar dan Insight Power

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.409 KB)

Abstract

Osteoarthritis (OA) is a long-term chronic disease characterized by the deterioration of joint cartilage which causes bones to rub against each other and triggers stiffness, pain, and impaired daily movement.Objective: This study aims to determine the implementation of physiotherapy in reducing pain, increasing muscle strength, and increasing the functional ability of the knee muscles in patients with Osteoarthritis Genu Dextra with Microwave Diathermy and Exercise Therapy as the modalities. Results: After doing therapy 6 times, the results of the assessment of pain reduction in the right knee were obtained, namely tenderness in the right knee, namely T1 = 2 to T6 = 1, and motion pain in the right knee T1 = 4 to T6 = 1. Increased muscle value in the right knee, namely in flexion movements, T1 = 3+ to T6 = 5 and extension movements, T1 = 4 to T6 = 5. Increased functional activity abilities with the Jette scale experienced changes in standing from a sitting position, pain in T1 =3 becomes T6 =1; Difficulty T1=1 becomes T6, dependence T1=2 becomes T6=1. Then when walking, pain at T1 = 3 becomes T6 = 1 , Difficulty T1 = 3 becomes T6 = 2 , dependence on T1 = 1 becomes T6 = 1 , and up and downstairs, pain at T1 = 3 becomes T6 = 1; Difficulty T1=3 becomes T6 dependency T1= 2 becomes T6 =1. Conclusion: The use of Microwave Diathermy and Exercise Therapy can help reduce pain, increase muscle strength and improve the functional ability of the knee muscles in the case of Osteoarthritis Genu Dextra.Keywords: Osteoarthritis, Microwave Diathermy, Exercise TherapyOsteoarthritis (OA) adalah penyakit kronis jangka panjang yang ditandai dengan kemunduran tulang rawan sendi yang menyebabkan tulang saling bergesekan dan memicu timbulnya kekakuan, nyeri, dan gangguan gerakan sehari-hari.Tujuan Untuk mengetahui pelaksanaan Fisioterapi dalam menurunkan nyeri, meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan kemampuan fungsional otot lutut pada penderita Osteoarthritis Genu Dextra dengan modalitas Microwave Diathermy dan Terapi Latihan. Hasil : Setelah dilakukan terapi sebanyak 6 kali didapat hasil penilaian penurunan  nyeri pada lutut kanan , yaitu nyeri tekan pada lutut kanan yaitu T1= 2  menjadi T6 =1, dan nyeri gerak pada lutut kanan T1= 4 menjadi T6 =1. Peningkatan nilai otot pada lutut kanan, yaitu pada gerakan fleksi, T1= 3+ menjadi T6 = 5 dan gerakan ekstensi, T1 = 4 menjadi  T6 = 5. Peningkatan kemampuan aktivitas fungsional dengan skala jette mengalami perubahan pada berdiri dari posisi duduk,  nyeri pada T1=3 menjadi T6 =1; Kesulitan T1=1 menjadi T6,  ketergantungan T1= 2  menjadi T6 =1. Lalu saat jalan , nyeri pada T1=3 menjadi T6 =1 , Kesulitan T1=3 menjadi T6 = 2 , ketergantungan T1= 1 menjadi T6 =1 , dan Naik turun tangga, nyeri pada T1=3 menjadi T6 =1; Kesulitan T1=3 menjadi T6 ketergantungan T1= 2  menjadi T6 =1. Kesimpulan : Penggunaan Microwave Diathermy dan Terapi Latihan dapat membantu menurunkan nyeri, meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan kemampuan fungsional otot lutut pada kasus Osteoarthritis Genu Dextra.Kata Kunci: Osteoarthritis, Microwave Diathermy, Terapi Latihan
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS BELL’S PALSY DEKSTRA DENGAN MODALITAS ELECTRICAL STIMULATION (FARADIK), MASSAGE DAN TERAPI LATIHAN IKA RAHMAN; ANGGI AGUSTINI
INFOKES (Informasi Kesehatan) Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Infokes
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/infokes.v6i2.920

Abstract

Bell’s Palsy adalah kelemahan atau kelumpuhan saraf perifer wajah secara akut pada sisi sebelah wajah. Untuk mengetahui pelaksanaan Fisioterapi dalam meningkatkan kekuatan otot wajah, mengurangi rasa tebal pada sisi wajah yang lesi, merileksasikan otot wajah, memelihara sifat fisiologis otot, danmenggunakan modalitas Electrical Stimualtion arus Faradik, Massage dan Terapi latihan. Setelah dilakukan sebanyak 8 kali terapi didapat hasil penilaian peningkatan kekuatan otot M. Frontalis T1 : 1 menjadi T8 : 5, M. Orbicularis occuli T1 : 3 menjadi T8 : 5, M. Zygomaticus Mayor T1 : 1 menjadi T8 : 5, M. Orbicularis oris T1 : 1 menjadi T8 : 3, M. Procerus T1 : 1 Menjadi T8 : 3, M. Bucinator T1 : 1 menjadi T8 : 5, M. Depresor anguli oris T1 : 1 menjadi T8 : 3, M. Corrugator Supercilli T1 : 1 menjadi T8 : 5, M. Nasalis T1 : 1 menjadi T8 : 3, M. Sepresor labi inferior T1 : 1 menjadi T8 : 5, M. Mentalis T1 : 1 menjadi T8 : 5, M. Platysma T1 : 1 menjadi T8 : 5, peningkatan skala ugo fisch pada posisi istirahat T1 : 14 menjadi T8 : 20, mengerutkan dahi T1 : 3 menjadi T8 : 10, menutup mata T1 : 21 menjadi T8 : 30, tersenyum T1 : 9 menjadi T8 : 30, bersiul T1 : 3 menjadi T8 : 7. Electrical Stimulation arus Faradik dapat membantu meningkatkan kekuatan otot wajah, Massage dan Terapi Latihan dapat memelihara sifat fisiologis otot, mengurangi rasa tebal pada wajah, dan mencegah spasme pada sisi yang sehat.Kata kunci: Bell’s Palsy ,Electrical Stimulation arus Faradik, Massage dan Terapi Latihan. mencegah spasme pada sisi wajah yang sehat pada kasus Bells’s Palsy Dekstra dengan
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS OSTEOARTHRITIS GENUSINISTRA DENGAN MODALITASTRANSCUTANEUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION, ULTRASOUND, DAN TERAPI LATIHAN DI RSUD KOTA BANDUNG Caessario Stephan; Abdul Qudus; Ika Rahman
INFOKES (Informasi Kesehatan) Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Infokes
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/infokes.v7i1.1034

Abstract

Background: Osteoarthritis is a chronic joint disease characterized by abnormalities in cartilage (cartilage), where abnormalities in the cartilage cause the bones to rub against each other resulting in stiffness, pain, limited movement, and disruption of daily activities. Objective: To determine the implementation of Physiotherapy in reducing pain, increasing muscle strength, increasing the scope of joint motion, and increasing functional abilities in cases of Osteoarthritihis Genu Sinistra by using tens modalities, ultrasound and exercise therapy. Results: After 6 times of therapy, the results of pain assessment in the left knee from silent pain T1 = 7 to T6 = 4 motion pain T1 = 8 to T6 = 4 tenderness T1 = 4 to T6 = 2. Increased muscle strength of knee extensors T1 = 3 to T6 = 4 and knee flexors T1 = 3 to T6 = 4. As well as an increase in the scope of motion of the passive left knee joint, namely T1 = S 00-00-1200 to T6 = S 00-00-1300 and the scope of motion of the active left knee joint, namely T1 = S 00-00-1000 to T6 = S 00-00-1200. Conclusion: Ultrasound can help reduce pain, Tens can relax the muscles, and Exercise therapy can increase muscle strength, increase the joint motion, and can improve functional abilities. Keywords: Physiotherapy, Osteoarthritis Genu, Tens, Ultrasound, Exercise therapy.