Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Terapi Horticultura Untuk Mengurangi Kesepian Pada Lanjut Usia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Abiyoso Yogyakarta Putri Kartika Sari; Sugiharto Sugiharto
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42773

Abstract

Kesepian pada lansia, khususnya di panti werdha, telah menjadi isu penting yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas terapi berkebun dengan menanam tomat sebagai intervensi non-farmakologis untuk mengurangi kesepian pada lansia yang tinggal di Wisma Indrokilo, Balai Pelayanan Sosial Tuna Wicara (BPSTW) Yogyakarta. Intervensi ini dilakukan selama periode praktik keperawatan gerontik, dengan kegiatan berkebun sebagai sarana untuk meningkatkan interaksi sosial antara para lansia serta memberi mereka kesempatan untuk merawat tanaman dan menikmati hasilnya. Proses ini bertujuan untuk mengurangi kesepian serta meningkatkan kesehatan mental lansia melalui aktivitas yang bermanfaat dan menyenangkan. Kesepian lansia peserta terapi sebelum dan sesudah terapi berkebun diukur menggunakan kuesioner UCLA Loneliness Scale. Kuesioner ini berisi 20 pertanyaan dengan pilihan jawaban favourable dan unfavourable yang digunakan untuk mengukur perasaan kesepian secara subjektif dan memberikan data kuantitatif yang dapat dianalisis untuk melihat perubahan signifikan. Penilaian dilakukan sebelum kegiatan berkebun dimulai dan setelah kegiatan berlangsung. Hasil pengukuran menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam tingkat kesepian para lansia. Sebelum terapi, 62,5% lansia mengalami kesepian berat, sedangkan setelah terapi, angka ini turun menjadi 25% lansia yang melaporkan kesepian berat. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi berkebun dapat memberikan manfaat dalam mengurangi rasa kesepian yang dialami oleh lansia.
Pemberian Aromaterapi Geranium melalui Diffuser terhadap Penurunan Nyeri Pasien Pasca Operasi Urologi Serin Izzatut Taqiyah; Sugiharto Sugiharto
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 3 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/c4j4kg05

Abstract

This study aimed to determine the effectiveness of geranium aromatherapy via a diffuser on pain reduction in post-urological surgery patients. The method used was a case study using an evidence-based nursing approach in five post-urological surgery patients at Ir. Soekarno General Hospital, Sukoharjo. The results showed that all patients experienced a reduction in pain after receiving geranium aromatherapy. The average pain scale before the intervention was in the moderate pain category (VAS 5–6), which then decreased to mild pain (VAS 2–4) with an average reduction of 2.8 points. In conclusion, geranium aromatherapy via a diffuser is effective as a complementary therapy in helping reduce pain intensity in post-urological surgery patients. Keywords: Geranium Aromatherapy, Diffuser, Post-Operative Pain, Complementary Therapy, Urology