Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

METODE MANUAL PADA PEMBONGKARAN JEMBATAN RANGKA BAJA ROBOH Surya Adinata
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Planologi dan Sipil, Agustus 2023
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v5i2.101

Abstract

The bridge is a complementary road building whose existence is indispensable as an infrastructure for the movement of goods and services that connects road segments which are cut off by various conditions due to very crowded rivers, valleys, and land transportation. The location was done on the Sungai Tiu, Lubuk Jambi - Pucuk Rantau, Kuantan Singingi. The bridge of type C of Sungai Tiu previously was built firmly, but now was broken and collapsed, so that all components of the bridge will be dismantled. The collapse of this bridge is because the bridge is not able to support heavy of vehicles loaded with coal of loads exceed the maximum carrying capacity of 55 tons. The process of dismantling the bridge components is done manually, because mechanical disassembly using heavy equipment is not possible and too expensive. The Directors of bridge demolition activities are the Public Works and Public Housing Agency and its contractor, PT. Usaha Kita Abadi. The purpose of this study is to see how effective the Manual Method by using simple tools in dismantling building structures over the steel frame bridge. The components of the bridge to be demolished as follows: backrest / fence (Handrail), wind bond (Upper Bracing), portal, top edge rod (Top chord), diagonal rod, floor, elongated girder (Stringer), transverse girder (Cross Beam) ) and bottom edge rod (Bottom Chord). The equipments used are: Meters, welds, Hammers, Binding tools and pullers, Shock / Fitting Ring Keys, Drop Hammer, Pulley wheels, and Lier (Winch) Pulling Tools. Demolition of the Steel Frame Bridge (Upper Building) with the Manual Method include: Handrail demolition, Upper Bracing, Portal demolition work, Top chord demolition, Diagonal rod demolition work , Bridge floor demolition work, Elongated girder (Stringer) demolition work, Cross Beam demolition work, Bottom Chord demolition work. The demolition of the building on Sungai Tiu bridge which has collapsed by Manual Method on the form of simple equipment utilization has effectively managed to evacuate the upper parts of the bridge
PENGEMBANGAN IRIGASI UNTUK LAHAN PERSAWAHAN DI DESA BANJAR BENAI KECAMATAN BENAI Ade Irawan; Gusmulyani Gusmulyani; Surya Adinata; Chitra Hermawan; Joko Triyanto; Dwi Visti Rurianti
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2021): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2021
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v1i2.1823

Abstract

Daerah irigasi adalah kesatuan lahan yang mendapat air dari satu jaringan irigasi.Budidaya tanaman padi di Desa Banjar Benai masih terkendala oleh masalah kualitas sarana irigasi yang kurang menunjang, belum adanya data jaringan irigasi yang terbaru dan belum adanya aturan tentang operasi untuk distribusi daerah irigasi.Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat (PKM) didesa Banjar Benai dilakukan dengan pertemuan langsung antara aparatur pemerintah, masyarakat desa dan tim PKM teknik sipil. Proses identifikasi meliputi pengamatan, survey dan wawancara terhadap potensi pertanian disekitar irigasi yang akan dilakukan perencanakan dan pengembangan di Desa Banjar Benai.Data yang diperoleh dari hasil pengabdian, hasilnya jauh lebih besar dibandingkan dengan data yang diperoleh dari Dinas PUPR Kabupaten Kuantan Singingi. Hal ini bisa dipahami, karena data yang dimiliki oleh Dinas PUPR merupakan data yang lama dan banyak pembangunan yang dilaksanakan di daerah Irigasi Banjar Benai belum di masukkan kedalam data yang ada tersebut. Maka, untuk pembangan daerah Irigasi Banjar Benai diperlukan data terkini, yaitu data yang sesuai dengan pengabdian.
Perencanaan Tanggul Sungai Petapahan Di Desa Petapahan Kecamatan Gunung Toar ade irawan; Dwi Visti Rurianti; Gusmulyani Gusmulyani; Chitra Hermawan; Surya Adinata; Fitra Andika Farse
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2021): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2021
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v1i1.1463

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan merupakan perwujudan dari Catur Dharma Perguruan Tinggi oleh Prodi Teknik Sipil. PKM dilaksanakan di desa Petapahan, Kec.Gunung Toar selama 1 hari dengan sumber dana berasal dari UNKS dengan judul “Perencanaan Tanggul Sungai Petapahan di Desa Petapahan Kecamatan Gunung Toar”, Kegiatan PKM bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kejadian – kejadian banjir yang terjadi khususnya di desa Petapahan akibat meluapnya Sungai Petapahan. Kegiatan PKM ini juga memberikan gambaran besaran debit atau banjir rancangan yang terjadi pada sungai Petapahan tersebut. Selain itu, kegiatan PKM ini juga dapat dijadikan sebagai alternatif perancangan bangunan banjir yang terjadi. Kegiatan PKM berlangsung dengan lancar, didukung oleh perangkat desa dan masyarakat desa Petapahan, sehingga luaran yang ditargetkan berupa peningkatan pemahaman masyarakat tentang permasalahan kejadian banjir dan alternatif bangunan penahan banjir bisa disampaikan tepat sasaran
PELELANGAN PENGADAAN BARANG DAN JASA KONSTRUKSI DALAM PERSPEKTIF ISLAM: PKM UNIKS Ade Irawan; Surya Adinata; Chitra Hermawan; Dwi Visti Rurianti; Joko Triyanto
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i2.2708

Abstract

Pelelangan Pengadaan Barang dan Jasa Konstruksi dilaksanakan dipemerintahan maupun swasta. Pihak penyelenggara dan peserta lelang diatur oleh aturan yang baku. Etika sangat diperlukan dalam pelaksanaan pelelangan ini. Namun, dalam pelaksanaannya terkadang masih ada kecurangan-kecurangan yang tidak terdeteksi oleh etika. Sehingga, hal yang tidak terdeteksi oleh etika diperlukan nilai-nilai islam bahwa ada aturan Allah SWT yang memperkuat etika pelelangan. LKPP LPSE adalah Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) yang berada di bawah naungan Presiden Republik Indonesia yang bertugas untuk melaksanakan pengadaan barang jasa Pemerintah. Sedangkan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) adalah sistem elektronik pengadaan barang jasa Pemerintah yang dikembangkan oleh LKPP. Materi Pelelangan Pengadaan Barang dan Jasa Konstruksi dalam Perspektif Islam yang disampaikan oleh Tim dosen Prodi Teknik Sipil diantaranya bahwa mata kuliah yang relevan terhadap pelelangan proyek yakni enggambar Struktur Bangunan di semester 1, Rencana anggaran Biaya serta Aspek Hukum dan Pembangunan serta manajemen proyek di semester 5, Etika Leadher Ship dan Kewirausahaan Konstruksi di semester 6. Proses pelelangan merujuk pada Perpres No. 12 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Syariah Islam membolehkan jual beli barang/ jasa yang halal dengan cara lelang yang dalam fiqih disebut sebagai akad Bai’ Muzayadah. Titik berat Pelelangan Pengadaan Barang dan Jasa Konstruksi dalam Perspektif Islam adalah keadilan. Penyelenggara dan peserta lelang agar menjadikan etika berkeadilan bersumber dari Allah SWT sebagai basis keimanan dalam proses pelelangan untuk keselamatan dunia dan akhirat.
EVALUASI KUAT TEKAN, DENSITAS, DAN VARIABILITAS BETON RENCANA K-225 PADA VARIASI CAMPURAN MORTAR BETON Surya Adinata; Meirantika Putri
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Planologi dan Sipil, Agustus 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v8i2.6085

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kembali data hasil uji kuat tekan beton rencana K-225 yang berasal dari empat kelompok praktikum dengan campuran dan umur pengujian berbeda. Sebanyak 16 benda uji kubus berukuran 150 × 150 × 150 mm dianalisis pada umur 24, 31, 50, dan 91 hari. Kelompok yang dikaji terdiri atas beton normal, beton ringan dengan abu boiler dan foam agent, beton dengan abu cadas, serta beton berserat sabut kelapa. Data beban maksimum dihitung ulang menggunakan luas tekan aktual 225 cm², sedangkan densitas dihitung dari massa dan volume benda uji. Analisis meliputi nilai rata-rata, simpangan baku, koefisien variasi, rasio pencapaian terhadap nilai nominal K-225, serta hubungan densitas-kuat tekan. Hasil menunjukkan densitas rata-rata 1.518,52 kg/m³ - 2.157,63 kg/m³ dan kuat tekan rata-rata 5,72 MPa - 8,11 MPa. Kelompok abu cadas umur 50 hari menghasilkan rata-rata tertinggi sebesar 8,11 MPa, sedangkan beton ringan abu boiler dan foam agent umur 91 hari menghasilkan rata-rata terendah sebesar 5,72 MPa. Seluruh kelompok hanya mencapai 25,9% - 36,8% dari nilai nominal K-225 (22,06 MPa). Koefisien variasi berkisar 12,12 - 38,49%, yang menunjukkan ketidakseragaman cukup besar pada sebagian kelompok. Hubungan densitas dan kuat tekan bersifat positif sedang (r = 0,49; R² = 0,24), tetapi belum kuat secara statistik. Karena umur pengujian tidak dikontrol pada campuran yang sama, pengaruh umur dan pengaruh komposisi tidak dapat dipisahkan secara kausal. Temuan ini menegaskan perlunya standardisasi mix design, pemadatan, curing, pencatatan material, dan replikasi pengujian untuk mencapai mutu rencana secara konsisten.
POLITIK JEMBATAN DI KAMPUS: RELASI KUASA, LEGITIMASI, DAN INSTITUSIONALISASI INOVASI AKADEMIK DALAM TRANSISI PEMBELAJARAN MBKM–OBE Surya Adinata
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Planologi dan Sipil, Agustus 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v8i2.6093

Abstract

Pendidikan tinggi merupakan ruang pembelajaran sekaligus organisasi sosial yang mempertemukan kreativitas akademik, kewenangan formal, kepemimpinan, birokrasi, legitimasi, dan pengakuan institusional. Penelitian ini bertujuan mengembangkan konsep Politik Jembatan melalui studi kasus pembangunan jembatan di lingkungan kampus sebagai bagian dari pembelajaran Mata Kuliah Perencanaan Jembatan. Jembatan beton bertulang berukuran panjang 4 meter, lebar 2,5 meter, dan tebal 0,25 meter tersebut pada awalnya merupakan artefak pembelajaran Teknik Sipil berbasis proyek dengan pembiayaan swadaya dosen dan mahasiswa, tetapi dalam perkembangannya melibatkan berbagai aktor dan struktur organisasi perguruan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif-reflektif, analisis dokumen, dan rekonstruksi kurikuler. Data bersumber dari Rencana Pembelajaran Semester (RPS), laporan praktik, dokumentasi kegiatan, produk proyek mahasiswa, serta rekonstruksi RPS berbasis Outcome-Based Education (OBE). Analisis difokuskan pada enam dimensi Politik Jembatan, yaitu grassroots academic initiative, peran dosen sebagai boundary-spanning academic actor, kekuasaan organisasional, legitimasi formal dan substantif, pengakuan simbolik, serta sensemaking antaraktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan teknis inovasi akademik tidak secara otomatis menghasilkan legitimasi organisasional. Inovasi dapat memperoleh legitimasi pedagogik dan teknis, tetapi menghadapi ambiguitas prosedural, batas kewenangan, dan negosiasi makna simbolik. Rekonstruksi RPS berbasis OBE menjadi mekanisme institusionalisasi untuk mentransformasikan inovasi individual menjadi praktik akademik yang terukur dan berkelanjutan. Kerangka Politik Jembatan dirumuskan melalui tahapan Grassroots Academic Initiative → Engineering Learning Artefact → Organisational Negotiation → Structural Legitimacy → Symbolic Recognition → OBE-Based Institutionalisation → Continuous Quality Improvement.