Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Progressive Muscle Relaxation Education to Reduce Stress Levels Among Students at Kesatrian 2 Health Vocational School, Purwokerto Pipit Alfia Marlinah; Tri Sumarni; Indri Heri Susanti
Shihatuna : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): April
Publisher : FKM UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/shihatuna.v6i1.28796

Abstract

Adolescents in Indonesia are vulnerable to academic stress, particularly vocational high school students who face learning demands, practical examinations, and environmental pressures at school. Unmanaged stress may affect concentration, emotional stability, and physical health. Progressive muscle relaxation (PMR) is a simple and effective technique that can help reduce stress levels among adolescents. The purpose of this service was to provide education on progressive muscle relaxation techniques to reduce stress levels among students. This public service was conducted at SMK Kesehatan Kesatrian 2 Purwokerto in two meetings involving 34 twelfth-grade students from the Layanan Penunjang Keperawatan dan Caregiving (LPKC) program. The activities included lectures and demonstrations on progressive muscle relaxation techniques. Stress levels were measured using the Adolescence Stress Scale (ADOSS), consisting of 16 items scored from 0 (“never”) to 3 (“almost every day”). Students’ knowledge and stress levels were assessed before and after the educational intervention, followed by independent practice for seven days. The results showed an increase in students’ knowledge by 35.14% and a decrease in stress levels by 20.44% after the intervention. Students demonstrated high interest in the PMR technique as it was easy to understand and could be practiced independently. Progressive muscle relaxation education proved effective in helping students manage academic stress and is recommended to be implemented as part of school mental health programs.
Pelatihan Implementasi Teknik Bidai Sebagai Pertolongan Pertama Kasus Ankle Sprain pada Pemain Futsal dan Basket di MAN 1 Banyumas Vina Kurnia Anggraeni; Indri Heri Susanti; Adiratna Sekar Siwi
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.5630

Abstract

Tingkat cedera tertinggi terjadi pada atlet usia sekolah. Cedera dapat menjadi keadaan darurat dan menyebabkan cedera serius jika tidak segera ditangani dengan baik. Persiapan, pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan trauma menjadi poin penting agar kondisi pasien tidak semakin parah. Pertolongan pertama yang tepat pada situasi darurat atlet harus didukung dengan pengetahuan yang memadai. Ankle sprain merupakan kasus cedera yang sangat sering terjadi Sendi ekstremitas bawah. Sangat penting bagi atlet untuk mengetahui intervensi yang harus dilakukan dalam menangani kasus ankle sprain. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan simulasi tentang bidai balut pada cedera ekstremitas bawah khusunya ankle sprain dengan metode demonstrasi dan pemutaran video animasi tentang teknik bidai pada ankle sprain. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini terdiri dari persiapan yang meliputi pra-survey, perijinan, pengambilan data, persiapan alat, materi, dari kontrak waktu. Pelaksanaan meliputi pre-test, post-test, praktik,  dan diskusi. Media yang digunakan adalah leaflet dan video materi ankle sprain. Hasil Pre test pada kategori kurang dengan peresentase 55%. Peningkatan pada post test kedalam kategori baik dengan presentase 85%. Pemberian edukasi dan demonstrasi ankle sprain memuat materi pengertian ankle sprain, penyebab ankle sprain, dan penatalaksanaan ankle sprain. Berdasarkan hasil pre test dan post test terdapat peningkatan dari 57% menjadi 85% dengan presentasepeningkatan sejumlah 61%. Hal ini menunjukan terjadi peningkatan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi dan demonstrasi ankle sprain. Keterampilan dalam pkm ini adalah 100% dimana artinya seluruh siswa mampu mempraktikkan bagaimana prosedur dalam melakukan balut bidai elastis pada ankle sprain. Luaran yang dihasilkan dari Pengabdian kepada Masyarakat tentang implementasi balut bidai sebagai pertolongan pertama pada ankle sprain yaitu HAKI video prosedur teknik balut bidai pada ankle sprain.  
Terapi Slow Deep Breathing Pada Lansia Penderita Hipertensi Pancoro Wahyu Wibisono; Indri Heri Susanti; Wasis Eko Kurniawan
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.5768

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik 140 mmHg dan tekanan darah diastolik 90 mmHg yang dapat mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas). Tekanan darah tinggi dapat diturunkan dengan tindakan non farmakologi berupa slow deep breathing. Tujuan pengabdian ini untuk mengetahui nilai tekanan darah sebelum dan sesudah terapi, mengetahui kemampuan dalam melakukan terapi. Kegiatan pengabdian meliputi tahap pra survei, pelaksanaan, evaluasi, yang diakukan dengan ceramah dengan media leaflet, power point, video. Pengabdian dilaksanakan 2 kali pertemuan 21 Maret dan 28 Maret 2024, kepada 30 lansia di Posyandu Mawar Karangsari Purwokerto. Hasil kegiatan sebelum terapi pertemuan pertama 80% lansia dengan rata-rata 152,7/97,66 mmHg, pertemua kedua 73,33% lansia dengan rata-rata 152,6/98,2 mmHg. Sesudah terapi pertemuan pertama 63,3% lansia dengan rata-rata 143,86/86,73 mmHg, pertemuan kedua 56,67% lansia dengan rata-rata 139,06/89,93 mmHg. Kegiatan slow deep breathing yang dilakukan oleh lansia menunjukan 76,17% lansia dapat mengerjakan tindakan dengan sempurna. Hal ini menunjukan bahwa edukasi terapi relaksasi slow deep breathing yang dilakukan dengan media Power Point, Video dan Leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia terhadap tindakan non-farmakologi untuk menurunkan tekanan darah.
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANG DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA Shinta Novia Rahmadanvi; Tri Sumarni; Indri Heri Susanti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan kerja perawat merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan di rumah sakit, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya gaya kepemimpinan kepala ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kepuasan kerja perawat di Ruang Rawat Inap RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 168 perawat sebagai sampel melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner gaya kepemimpinan dan job satisfaction survey (JSS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori usia dewasa awal (78,6%), berjenis kelamin perempuan (72,6%), dengan pendidikan terbanyak D3 (61,9%), dan masa kerja >6 tahun (78,0%). Gaya kepemimpinan yang dominan adalah demokratis (44,0%), diikuti partisipatif (37,0%), dan otoriter (19,0%). Tingkat kepuasan kerja perawat berada pada kategori cukup puas dan puas, masing-masing sebesar (50,0%). Uji Spearman’s menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kepuasan kerja perawat (p-value = 0,019 (p<0,05); r = 0,180). Kesimpulannya, semakin baik gaya kepemimpinan kepala ruang, maka kepuasan kerja perawat cenderung meningkat.