Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peran Bahasa dalam Interaksi Manusia dan Artificial Intelligence pada Terapi Kesehatan Mental Nurhadi, Jatmika; Sudana, Undang; Harini, Yostiani Noor Asmi; Wiyanti, Sri; Amalia, Atika Rahma; Azizah, Helda Nur
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi bahasa yang digunakan oleh Artificial Intelligence (AI) dalam terapi kesehatan mental serta dampaknya terhadap pengalaman terapi pasien. Fokus penelitian ini adalah menganalisis bagaimana AI membangun interaksi kebahasaan dengan pasien dalam konteks terapi kesehatan mental di Indonesia ketika stigma terhadap gangguan psikologis masih menjadi tantangan utama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pemanfaatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki peran penting dalam meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan mental, terutama bagi individu yang memiliki keterbatasan dalam mengakses terapis manusia. AI terbukti dapat membantu mengidentifikasi pola perilaku pasien, memberikan umpan balik terkait kondisi psikologis, dan menawarkan strategi manajemen stres yang berbasis kognitif-perilaku. Namun, penelitian juga menemukan bahwa keterbatasan AI dalam mengekspresikan empati dan membangun koneksi emosional dengan pasien menjadi kendala utama dalam efektivitas terapi berbasis AI. Selain itu, tantangan terkait infrastruktur teknologi yang belum merata dan rendahnya literasi digital masih menghambat pemanfaatan AI secara optimal di berbagai wilayah, terutama di Indonesia.
Perbandingan Fonologi Bahasa Sunda di Kabupaten Pangandaran dan Sukabumi, Jawa Barat: Kajian Dialektologi Sudana, Undang; Nurhadi, Jatmika; Resmini, Novi; Wulandari, Diah; Andrian, Andrian
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan fonologi antara bahasa Sunda di Kabupaten Pangandaran dan Sukabumi melalui pendekatan dialektologi. Penelitian ini perlu dilakukan untuk mendeskripsikan situasi kebahasaan di titik pengamatan (TP) berdasarkan penghitungan dialektometri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode cakap, simak, rekam, dan catat. Sumber data berasal dari penutur asli bahasa Sunda di Kabupaten Pangandaran dan Sukabumi berdasarkan daftar tanyaan berjumlah 200 kosakata Swadesh dan Budaya yang telah dimodifikasi. Analisis data menggunakan metode padan dan dialektometri. Hasil perbandingan titik pengamatan ditemukan 45 glosa variasi fonologi. Hasil perhitungan dialektometri variasi fonologi sebanyak 22,5% menunjukkan status adanya perbedaan kebahasaan. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor pertahanan identitas bahasa/dialek, prestise pemakaian bahasa/dialek, faktor kekeluargaan, faktor budaya, faktor sosial, dan letak geografi kedua TP yang berjauhan. Oleh karena itu, penelitian ini mengidentifikasi bahwa bahasa Sunda di Pangandaran dan Sukabumi memiliki status kekerabatan yang jauh.
Variasi Fonologis pada Bahasa Melayu Dialek Betawi di Kota Bekasi: Kajian Dialektologi Dikhrish, Awfa; Sudana, Undang; Wiyanti, Sri
Attractive : Innovative Education Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Attractive : Innovative Education Journal
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/aj.v6i1.979

Abstract

Indonesia is a country that is rich in linguistic diversity. The richness of language in Indonesia has caused various language studies to emerge, one of which is dialectology. This research aims to describe phonological variations in Swadesh data at three observation points in Bekasi City, namely Aren Jaya Village, Bekasi Jaya Village, and Margahayu Village. The research method used is descriptive with a qualitative approach. The data used in this research is a list of 260 Swadesh vocabulary words with the three observation points mentioned. The data sources or informants for this research are native residents of the research area with the criteria being native speakers of the Betawi dialect of Malay, physically and mentally healthy, have normal speech organs, and the language age ranges from 25-65 years. Data collection in this research used the listening method and the skill method accompanied by note-taking techniques. The main instrument in this research is the Betawi dialect variations of Malay in the Swadesh vocabulary list totaling 260, and the supporting instrument is the researcher himself. The results of the research show that there are 36 glosses of Swadesh data which have phonological linguistic differences with descriptions of vowel variations and consonant variations. The next results are 18 glosses of vowel variations, and 20 glosses of consonant variations. This discrepancy in numbers will be explained in this study. The research results are presented in formal form. Keywords: Phonological Variations, Betawi Dialect, Dialectological Study
Revealing Local Knowledge of Sundanese People of Toponyms in The Western Bandung-North Area Fasya, Mahmud; Kurniawan, Eri; Nurhadi, Jatmika; Sudana, Undang; Gilang Sari, Dini; Rahmawati, Rahmawati
Jurnal Arbitrer Vol. 10 No. 4 (2023)
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ar.10.4.323-337.2023

Abstract

This study examines the classification and function of toponyms to reveal the local knowledge of Sundanese people in the western Bandung-North area. This research uses anthropological linguistic theory. The data of this research are lexicon in toponyms based on local knowledge in the western Bandung-North area. The data is sourced from several community components consisting of village elders and ordinary people. The study incorporates four methods for data collection, which are participant observation, participatory conversation observation, interviews, and documentation. These techniques are chosen based on their ability to gather comprehensive, accurate, and reliable data. The results show that there are five classifications of toponyms, namely (1) hydrological-biological characteristics, (2) hydrological-state characteristics, (3) geomorphological-biological characteristics, (4) geomorphological-state characteristics, and (5) state characteristics. This research also shows that the lexicon in toponyms in the western Bandung-North area portrays the closeness of humans to nature, humans to humans, and humans to their God. In addition, Sundanese people in the western Bandung-North area also have local knowledge about ethnoecology, which is recorded in the toponyms in the area. This local knowledge of ethnoecology has benefits as an effort to maintain the terrestrial ecosystem, which is one of the pillars of environmental development in the context of the Sustainable Development Goals (SDGs).
PEMBINGKAIAN SEKSISME DALAM BAHASA POLITIK LEGISLATIF: ANALISIS DISKURSIF-HISTORIS Anatasya Solin Indah Duniandana; Undang Sudana
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 4 No. 1 (2026): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v4i1.5553

Abstract

Bahasa politik dalam forum legislatif mereproduksi relasi kuasa dan legitimasi nilai tertentu. Penelitian ini bertujuan menganalisis negosiasi seksisme dalam ujaran anggota DPR RI pada rapat Komisi X tanggal 5 Maret 2025 serta dalam respons institusional Komnas Perempuan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka Analisis Wacana Kritis, khususnya Pendekatan Diskursif-Historis (Discourse-Historical Approach/DHA) yang dikembangkan oleh Ruth Wodak. Data penelitian berupa klausa dan kalimat yang dikutip dari pemberitaan media daring dan dokumen resmi Komnas Perempuan. Analisis difokuskan pada strategi diskursif yang mencakup penamaan, predikasi, argumentasi, perspektivisasi, serta intensifikasi dan mitigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seksisme dalam wacana legislatif direproduksi secara implisit melalui generalisasi terhadap perempuan, pembatasan peran sosial, serta argumentasi berbasis budaya, utilitas, dan legitimasi simbolik.
Analisis Wacana Kritis Sara Mills terhadap Representasi Perempuan dalam Kasus Perceraian Tasya Farasya Talitha; Undang Sudana
INADA Vol 8 No 2 (2025): Desember
Publisher : Pusat Studi Gender, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/ji.v8i2.7716

Abstract

This study examines the representation of women's images in the phenomenon of celebrity Tasya Farasya's divorce case on social media X/Twitter. The study uses a Critical Discourse Analysis (AWK) approach from Sara Mills' perspective, emphasizing two points: the subject-object and writer-reader positions. This study uses a qualitative descriptive method with a listening and note-taking technique. The research data consists of fourteen netizen posts selected through a purposive sampling technique. The results show that Tasya Farasya is positioned as a subject with power in the discourse, while her ex-husband is positioned as an object who receives a negative image from netizens. In the writer-reader position, netizens tend to position themselves as those who support and admire Tasya Farasya as a strong, independent, and wise woman in facing divorce.
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN IBU KOTA NUSANTARA (IKN) PADA MEDIA ONLINE TAHUN 2024: KAJIAN MODEL ROBERT N. ENTMAN Undang Sudana
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 2 No. 3 (2024): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v2i3.6679

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konstruksi framing pemberitaan mengenai Ibu Kota Nusantara (IKN) pada media online selama tahun 2024. IKN merupakan salah satu proyek strategis nasional yang memperoleh perhatian luas dari media massa karena melibatkan aspek politik, ekonomi, lingkungan, dan pembangunan nasional. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis framing model Robert N. Entman yang meliputi empat elemen, yaitu define problems, diagnose causes, make moral judgment, dan treatment recommendation. Data penelitian berupa berita mengenai IKN yang dipublikasikan media online nasional sepanjang tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media cenderung membangun dua kecenderungan framing. Framing pertama menampilkan IKN sebagai simbol kemajuan, pemerataan pembangunan, dan transformasi Indonesia menuju negara maju. Framing kedua menyoroti berbagai tantangan pembangunan, seperti pembiayaan, kesiapan infrastruktur, dampak lingkungan, serta efektivitas pemindahan ibu kota. Perbedaan konstruksi tersebut menunjukkan bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai aktor yang membentuk persepsi publik terhadap suatu kebijakan nasional. Penelitian ini memperlihatkan bahwa pemberitaan IKN pada tahun 2024 masih didominasi oleh frame pembangunan dan optimisme pemerintah, meskipun kritik terhadap proyek tersebut juga mendapatkan ruang dalam pemberitaan
TINGKAT KESANTUNAN BERBAHASA ADUAN DAN ASPIRASI DALAM LAPOR UNIT LAYANAN TERPADU UPI: KAJIAN PRAGMATIK Rahmawati Rahmawati; Undang Sudana; Jatmika Nurhadi; Karina Diah Rahmawati
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v6i2.739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kesantunan berbahasa aduan dan aspirasi yang terdapat dalam LAPOR UPI. Tingkat kesantunan berbahasa yang terdapat dalam LAPOR UPI diklasifikasikan menjadi empat tingkatan, yaitu sangat santun, santun, tidak santun, dan sangat tidak santun. Untuk mendukung tujuan penelitian, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan bantuan analisis pragmatik. Penelitian ini memanfaatkan data korpus berupa aduan dan aspirasi yang berjumlah 47 teks di LAPOR UPI periode Januari 2019 sampai dengan Desember 2020 sebagai data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aduan dan aspirasi yang terdapat dalam LAPOR UPI memiliki tingkat kesantunan yang berbeda-beda. Penelitian ini menemukan 15 data aduan dan aspirasi kategori sangat santun dengan persentase 32%, 17 data aduan dan aspirasi kategori santun dengan persentase 36%, 11 data aduan dan aspirasi kategori tidak santun dengan persentase 23%, dan 4 data aduan dan aspirasi kategori sangat tidak santun dengan persentase hampir 9%. Besaran persentase menunjukkan bahwa pihak yang memberikan aduan dan aspirasi menyampaikan dengan cara yang santun. Hal itu dikarenakan pihak yang dituju dalam aduan dan aspirasi memiliki status sosial yang berbeda, sehingga terdorong untuk menyampaikan aduan dan aspirasi dengan cara yang santun. Tentu saja, sikap santun dalam berbahasa sangat bermanfaat untuk pendidikan karakter bagi masyarakat.
RETORIKA EKONOMI PRABOWO SUBIANTO: ANALISIS VAN DIJK DAN LITERASI KRITIS Siti Yulianingsih; Undang Sudana
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 9 No 2 (2026): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v9i2.35250

Abstract

The casual remark by President Prabowo Subianto regarding the economic resilience of rural communities against dollar fluctuations in Nganjuk may at first appear to be an ordinary spontaneous statement. However, when examined through Teun A. van Dijk’s socio-cognitive Critical Discourse Analysis, the statement actually contains a structured populist rhetorical strategy aimed at shaping mass psychology and reducing economic panic at the grassroots level. This qualitative study explores the linguistic structure of the speech based on media documentation from Kompas.com and DetikNews during the May–June 2026 period, and the findings are formulated as a practical instrument for critical literacy in Indonesian language education. Structurally, the text employs a deductive-populist approach that connects the success of regional diplomacy with the strengthening of domestic food and energy resilience. Through simple sentence construction and strategic meaning grouping, the impact of the global crisis on rural areas is obscured. Cognitively, a relaxed and humorous speaking style is used to build the image of a down-to-earth leader while also reducing economic anxiety. In context, this rhetoric emerged amid the weakening of the rupiah and functioned as a means of easing public panic. Interestingly, this informal political text circulating on social media shows strong potential to be developed into contextual teaching material. Transforming the analytical results into a classroom guide can train students to critically examine causal reasoning behind everyday texts, while also shifting language instruction away from rigid memorization of theories.
The Distribution of Sundanese Language on the Southern Coast of West Java: A Dialectological Study Undang Sudana; Nunung Sitaresmi; Diah Wulandari
Leksema: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ljbs.v11i2.13359

Abstract

This study aims to describe the distribution of phonological, morphological, and lexical variations in the Sundanese language on the southern coast of West Java, covering the regencies of Pangandaran, Garut, and Sukabumi as an effort to map dialects in an area that has not been thoroughly studied. The study uses a mixed method with a descriptive approach, covering 180 glosses, 18 observation points, and 32 informants selected based on dialectological criteria. The analysis was conducted through a structural dialectology and socio-dialectology framework, taking into account the phonological and morphological rules of the Sundanese language. The distribution of each gloss was visualized through geospatial mapping using ArcGIS 10.5. The results of the study showed that there were 62 glosses with phonological differences, 25 glosses with morphological differences, and 112 glosses with lexical variations. These distribution patterns form core, transitional, and innovative areas related to the geographical conditions and intensity of social contact among speakers. These findings confirm that the southern coastal region is a dynamic linguistic space that is important for understanding the development of Sundanese dialects, as well as providing a basis for efforts to document and preserve regional languages in West Java.