Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Penerapan Guided Imagery Dalam Menurunkan Nyeri Preoperatif Pada Pasien Orif Fraktur Maksilofasial: Studi Kasus Di Ruang Seruni Lantai 2 RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Raswati; Suci Khasanah; Pancarini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.522

Abstract

Latar Belakang: Nyeri preoperatif merupakan masalah yang sering dialami pasien sebelum tindakan pembedahan dan dapat memengaruhi kondisi fisiologis serta kesiapan psikologis pasien. Pada pasien fraktur maksilofasial yang akan menjalani tindakan Open Reduction Internal Fixation (ORIF), nyeri preoperatif cenderung lebih kompleks karena dipengaruhi oleh kerusakan jaringan, inflamasi, serta kecemasan terhadap prosedur operasi. Intervensi nonfarmakologis diperlukan sebagai pendukung terapi farmakologis untuk membantu menurunkan nyeri secara optimal. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah terapi imajinasi terbimbing (guided imagery). Tujuan: studi kasus ini adalah untuk menggambarkan penerapan terapi imajinasi terbimbing (guided imagery) dalam menurunkan nyeri preoperatif pada pasien ORIF dengan fraktur maksilofasial di Ruang Seruni Lantai 2 RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode: yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan subjek satu pasien fraktur maksilofasial yang direncanakan menjalani tindakan ORIF. Intervensi guided imagery diberikan selama tiga hari dengan durasi 15–20 menit per sesi. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: studi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri setelah pemberian terapi guided imagery. Skala nyeri pasien mengalami penurunan secara bertahap setelah dilakukan intervensi, disertai dengan peningkatan rasa nyaman dan relaksasi. Penerapan guided imagery terbukti dapat menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif, aman, dan mudah diterapkan dalam manajemen nyeri preoperatif pada pasien fraktur maksilofasial. Kesimpulan: Terapi imajinasi terbimbing (guided imagery) dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif dan aman dalam membantu menurunkan nyeri preoperatif pada pasien fraktur maksilofasial yang menjalani tindakan ORIF.
Pengaruh Terapi Rendam Kaki dengan Air Hangat dan Garam terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Desa Jompo Kulon Kecamatan Sokaraja Nabila Fikrah Cahya Suwarno; Mariah Ulfah; Suci Khasanah
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 10 No. 1 (2026): Mei: Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v10i1.1071

Abstract

Hypertension is a public health problem whose prevalence continues to increase and carries the risk of causing various serious complications if not properly managed. In addition to pharmacological therapy, non-pharmacological therapy is needed as a supporting effort in controlling blood pressure, one of which is foot soak therapy with warm water and salt. This study aims to determine the effect of foot soak therapy with warm water and salt on blood pressure in hypertension sufferers in Jompo Kulon Village, Sokaraja District. This research method is Pre-experimental with a one-group pretest posttest design. The sampling technique used Purposive sampling of 82 respondents with hypertension. Data was collected by measuring blood pressure before and after foot soak therapy with warm water and salt. The results showed that hypertension sufferers were experienced by respondents aged over 61 years as many as 53 people (64.6%), female as many as 65 people (79.3%). With an average blood pressure before giving foot soak therapy with warm water and salt of 151/88 mmHg, after giving therapy respondents had an average blood pressure of 136/81 mmHg. The results of the Wilcoxon statistical test showed that there was a decrease in blood pressure in the form of systolic blood pressure in 81 respondents and diastolic blood pressure in 68 respondents with a p-value of 0.000 <0.05, which means that there was an effect of providing foot soak therapy with warm water and salt.