Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : CYCLOTRON

Studi Harmonisa Akibat Komponen Penyearah Pada Gardu Traksi Kereta Rel Listrik (KRL) Ahmad Zamzami; I Made Ardita Y; Faiz Husnayain
CYCLOTRON Vol 3, No 2 (2020): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.33 KB) | DOI: 10.30651/cl.v3i2.5570

Abstract

The electrification system on the Jabodetabek Electric Train uses a direct current system of 1500 VDC. The 1,500 VDC overhead system is supplied from the traction substation which is equipped with a silicon rectifier component. This rectifier component can produce harmonics that can distort the medium voltage source of 20 kV PLN and in the long run, can cause damage to electrical equipment. This study aims to determine the value of the harmonic voltage and current and to design a harmonic filter on the KRL traction substation. The results of harmonic distortion measurements on 20kV / 1.2kV cubicle at traction substations with PQA show a maximum THD-v of 3.43% (according to IEEE standards) and a maximum THD-i of 94.86%.  The maximum TDD value is 0.73% (according to the IEEE standard), but the 5th, 7th and 11th IHD-i exceed the IEEE standard, with values of 70.04%, 43.38%, and 21.5%. The design of harmonic filters using ETAP 12.6.0 shows the value of THD-i dropped to 0.00%.
Analisis Perbandingan Kinerja Lampu LED, CFL, dan Pijar Pada Sistem Penerangan Kantor Faiz Husnayain; Dicky Syachreza Himawan; Agus R Utomo; I Made Ardita; Budi Sudiarto
CYCLOTRON Vol 6 No 1 (2023): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cl.v6i1.17165

Abstract

Krisis energi listrik yang terjadi di Indonesia beberapa tahun lalu membuat pemerintah harus membuat upaya kongkrit untuk mengatasinya. Penggunaan lampu hemat energi menjadi upaya yang sangat efektif sebagai alternatif penyelesaian masalah. Penelitian ini menganalisis perbandingan kinerja antara lampu LED, CFL, dan pijar dengan tujuan mendapatkan jenis lampu yang efisien dan hemat energi pada sistem penerangan kantor. Ada dua metode pengukuran yang dilakukan pada studi ini yaitu pengukuran intensitas cahaya dan efisiensi kinerja lampu. Pengukuran intensitas cahaya bertujuan untuk mngetahui besar efikasi masing-masing lampu dimana didapat nilai efikasi terbesar ada pada LED dengan 137,369 lumen/watt, diikuti CFL dengan 58,681 lumen/watt dan pijar dengan 11,258 lumen/watt. Pada pengukuran kinerja lampu didapat output berupa daya, faktor daya, dan nilai distorsi harmoniknya. Besar konsumsi daya terkecil ada pada LED dengan 7,283 watt, pada CFL sebesar 17,458 watt, dan pada pijar sebesar 92,1 watt. Faktor daya (PF) hasil pengukuran menunjukan pada LED, CFL dan pijar masing-masing sebesar 0,855; 0,928; dan 0,995. Selain itu didapat juga nilai harmonik arus dan tegangannya dimana untuk harmonik tegangannya, besar maksimum yang terdapat pada orde ke-3 yaitu sebesar 1,72% untuk LED dan 1,79% untuk CFL. Untuk nilai TDD (Total Demand Distortion) yaitu sebesar 1,73% untuk LED dan 0,73% untuk CFL. Untuk lampu pijar nilai harmonik sangat kecil sehingga dapat diabaikan.
Evaluasi Sistem Proteksi Petir Eksternal pada Bangunan Pusat Perbelanjaan Studi Kasus Gedung XYZ Athaya Mahira; Aji Nur Widyanto; Faiz Husnayain; Ismi Rosyiana Fitri
CYCLOTRON Vol 7 No 02 (2024): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cl.v7i02.23283

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs) adalah 17 tujuan global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengatasi berbagai tantangan global seperti kemiskinan, degradasi lingkungan, perdamaian, dan perubahan iklim. Salah satu tujuannya adalah poin 11, "sustainable cities and communities," yang bertujuan membuat kota dan pemukiman manusia inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Indonesia, dengan iklim tropisnya, rentan terhadap hujan petir yang bisa menyebabkan kerusakan elektronik, cedera, kematian, dan kebakaran. Dengan Indeks Kerawanan Petir (IKL) 45%, Jakarta adalah salah satu kota dengan risiko tinggi terhadap petir, sehingga penting untuk mengevaluasi sistem proteksi petir pada bangunan perkotaan. Salah satu bangunan yang banyak di Jakarta merupakan bangunan pusat perbelanjaan. Penelitian ini menganalisis risiko pada salah satu bangunan pusat perbelanjaan di Jakarta, Gedung XYZ, yang dilakukan berdasarkan standar nasional dan internasional. Sistem proteksi petir eksternal yang terpasang adalah Early Streamer Emission (ESE). Evaluasi dilakukan berdasarkan standar NF C 17-102 dengan fokus pada terminal udara, konduktor penyalur, dan sistem pentanahan. Empat skenario perbaikan area proteksi terminal udara ditawarkan: penggeseran, penambahan, penggantian batang penangkal, dan aplikasi sistem konvensional. Perbaikan sistem grounding melibatkan pemasangan ground ring electrode atau penambahan elektroda pentanahan di setiap sistem terminasi tanah.
Evaluasi Sistem Proteksi Petir Eksternal pada Bangunan Pusat Perbelanjaan Studi Kasus Gedung XYZ Mahira, Athaya; Widyanto, Aji Nur; Husnayain, Faiz; Fitri, Ismi Rosyiana
CYCLOTRON Vol 7 No 02 (2024): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cl.v7i02.23283

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs) adalah 17 tujuan global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengatasi berbagai tantangan global seperti kemiskinan, degradasi lingkungan, perdamaian, dan perubahan iklim. Salah satu tujuannya adalah poin 11, "sustainable cities and communities," yang bertujuan membuat kota dan pemukiman manusia inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Indonesia, dengan iklim tropisnya, rentan terhadap hujan petir yang bisa menyebabkan kerusakan elektronik, cedera, kematian, dan kebakaran. Dengan Indeks Kerawanan Petir (IKL) 45%, Jakarta adalah salah satu kota dengan risiko tinggi terhadap petir, sehingga penting untuk mengevaluasi sistem proteksi petir pada bangunan perkotaan. Salah satu bangunan yang banyak di Jakarta merupakan bangunan pusat perbelanjaan. Penelitian ini menganalisis risiko pada salah satu bangunan pusat perbelanjaan di Jakarta, Gedung XYZ, yang dilakukan berdasarkan standar nasional dan internasional. Sistem proteksi petir eksternal yang terpasang adalah Early Streamer Emission (ESE). Evaluasi dilakukan berdasarkan standar NF C 17-102 dengan fokus pada terminal udara, konduktor penyalur, dan sistem pentanahan. Empat skenario perbaikan area proteksi terminal udara ditawarkan: penggeseran, penambahan, penggantian batang penangkal, dan aplikasi sistem konvensional. Perbaikan sistem grounding melibatkan pemasangan ground ring electrode atau penambahan elektroda pentanahan di setiap sistem terminasi tanah.