Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pelatihan Kader Tentang Stimulasi Tumbuh Kembang dan Pembuatan Media Permainan Edukatif Sederhana Di Wilayah Puskesmas Bulak Banteng Surabaya Wardani, Novita Eka Kusuma; Harumi, Ani Media; Islamiyah, Ahdatul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12640

Abstract

ABSTRAK Masa tumbuh kembang merupakan periode yang penting pada balita. Media Permainan Edukatif merupakan alat permainan yang dapat memberikan fungsi permainan secara optimal dan perkembangan anak, dimana melalui alat permainan ini anak akan selalu dapat mengembangkan kemampuan fisiknya, bahasa, kemampuan kognitifnya, dan adaptasi sosialnya. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk Memberikan pengetahuan dan meningkatkan ketrampilan kader dalam stimulasi tumbuh kembang Balita dan Pembuatan Media Permainan Edukatif Sederhana Metode dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan pemberian materi oleh narasumber, pemberian pelatihan stimulasi tumbuh kembang dan pembuatan media permainan edukatif sederhana kepada 40 kader di Puskesmas wilayah Bulak Banteng Surabaya. Terdapat peningkatan pengetahuan tentang stimulasi tumbuh kembang dan pembuatan alat permainan edukatif sederhana peserta pelatihan, semua peserta pelatihan sebanyak 40 orang (100%) telah membuat alat permainan edukatif sederhana dan semua peserta pelatihan sebanyak 40 orang (100%) berkreasi dengan bahan kerdus bekas dalam membuat alat permainan edukatif sederhana pada kegiatan stimulasi tumbuh kembang Balita di wilayah Puskesmas Bulak Banteng Surabaya. Pelatihan pada kader dapat meningkatkan stimulasi tumbuh kembang dan peningkatan pembuatan media permainan edukatif sederhana pada Balita di Puskesmas Bulak Banteng Surabaya. Kata Kunci: Pelatihan, Stimulasi Tumbuh Kembang, Media Permainan Edukatif  ABSTRACT The growth and development period is an important period for toddlers. Educational Game Tools (APE) are game tools that can provide optimal game functions and child development, where through these game tools children will always be able to develop their physical abilities, language, cognitive abilities and social adaptation. The aim of this community service activity is to provide knowledge and improve the skills of cadres in stimulating the growth and development of toddlers and making simple educational game media. The method in this community service activity is by providing material by resource persons, providing growth and development stimulation training and making educational game media simply to 40 cadres at the Bulak Banteng Surabaya regional health center. There was an increase in knowledge about stimulating growth and development and making simple educational game tools for training participants, all 40 training participants (100%) had made simple educational game tools and all 40 training participants (100%) were creative with used cardboard materials in making simple educational game tools for activities to stimulate the growth and development of toddlers in the Bulak Banteng Community Health Center area, Surabaya. Training for cadres can increases stimulation of growth and development and increase creativity of simple educational media to todler in Bulak Banteng health centre. Keywords: Training, Stimulation of Growth and Development, Simple Media Educational
Pengaruh Media Booklet Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Hepatitis B Atik Rasmawati; Novita Eka Kusuma Wardani; Evi Yunita Nugrahini; Fitria Nurwulansari
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.20956

Abstract

ABSTRACT Hepatitis B is an infectious disease that can cause liver infection and potentially lead to serious complications, such as liver cirrhosis and liver cancer. Pregnant women infected with hepatitis B have a high risk of transmitting the disease to their babies during pregnancy, labor and delivery and can cause death in both mother and baby. Adequate knowledge about hepatitis B can help pregnant women to take appropriate preventive measures, such as vaccinating their babies against hepatitis B and following antiviral treatment. However, there are still many pregnant women who have insufficient knowledge and attitudes about Hepatitis B. The Surabaya City Government has implemented a program to prevent and control hepatitis B virus in pregnant women, namely infectious and non-communicable disease screening activities in pregnant women, triple elimination examinations and HBIg (Hepatitis B Imuoglobolin) vaccination. This study aims to analyze the effect of booklet media on the knowledge and attitudes of pregnant women about hepatitis B. This research is a quantitative study with a pre-experimental research method with a one group pretest post test approach. Respondents of this study were pregnant women who attended pregnant women's classes with a sample of 97 people. The sampling technique in this study was purposive sampling with data analysis using the Wilcoxon Sign Rank Test. The results of the analysis of the effect of booklet media on the knowledge and attitudes of pregnant women about hepatitis B using the Wilcoxon test, showed that the p-value obtained was 0.000, so the hypothesis was accepted, meaning that there was an effect of booklet media on the knowledge and attitudes of pregnant women about hepatitis B. Based on the description above, it can be concluded that there is an influence of booklet media on the knowledge and attitudes of pregnant women about hepatitis B. Education with booklet media is useful for increasing the knowledge and attitudes of pregnant women about hepatitis B. Mothers' knowledge is good or bad depending on how often they participate in prenatal classes, prenatal care at health facilities, Posyandu activities, and other activities. Keywords: Booklet¸ Hepatitis B, Pregnant Women, Knowledge, Attitude ABSTRAK Hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular yang dapat menyebabkan infeksi hati dan berpotensi mengakibatkan komplikasi serius, seperti sirosis hati dan kanker hati. Ibu hamil yang terinfeksi hepatitis B memiliki risiko tinggi untuk menularkan penyakit ini kepada bayinya selama kehamilan, proses persalinan dan bisa menyebabkan kematian pada ibu dan bayi. Pengetahuan yang adekuat tentang hepatitis B dapat membantu ibu hamil untuk mengambil tindakan pencegahan yang tepat, seperti melakukan vaksinasi hepatitis B pada bayinya dan mengikuti pengobatan antivirus. Namun, masih banyak ibu hamil yang memiliki pengetahuan dan sikap yang kurang tentang Hepatitis B. Pemerintah Kota Surabaya sudah melaksanakan program upaya pencegahan dan penanggulangan virus hepatitis B pada ibu hamil yaitu kegiatan skrining penyakit menular dan tidak menular pada ibu hamil, pemeriksaan triple eliminasi dan pemberian vaksinasi HBIg (Hepatitis B Imuoglobolin). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media booklet terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang hepatitis B. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest post test. Responden penelitian ini yaitu ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil dengan sampel berjumlah 97 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan cara purposive sampling dengan analisa data menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil analisis pengaruh media booklet terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang hepatitis B menggunakan uji Wilcoxon, menunjukkan nilai p-value diperoleh 0,000 maka hipotesis diterima, artinya ada pengaruh media booklet terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang hepatitis B. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh media booklet terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang hepatitis B. Edukasi dengan media booklet bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang hepatitis B. Baik buruknya pengetahuan ibu sesuai dengan seberapa sering mereka mengikuti kegiatan kelas ibu hamil, kontrol kehamilan di fasilitas kesehatan, kegiatan Posyandu dan kegiatan lainnya. Kata Kunci: Booklet, Hepatitis B, Ibu Hamil, Pengetahuan, Sikap
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Ibu Hamil dalam Pencegahan Stunting dengan Pendekatan Social Kognitive Theory Ani Media Harumi; Siti Mar'atus Sholikah; Novita Eka Kusuma Wardani
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.12652

Abstract

ABSTRACT Stunting is an issue that needs to be considered because it has an impact on nutritional problems in Indonesia that affect the physical and functional of the child's body and the increasing number of illnesses in children. Maternal behavior from before and during pregnancy can have an effect on stunting prevention efforts. Explain the influence of behavior on pregnant women with a cognitive social theory approach. The purpose of this study is to analyze the factors that affect the behavior of pregnant women in stunting prevention with a Social Cognitive Theory approach. This study is a quantitative research with an observational analytical design with a cross sectional approach. The population in this study is pregnant women at the Mojo Health Center in Surabaya. With a sample of 120 people. The sampling technique was by purposive sampling. The results of this study on the variables of Husband/Family Trust and Support for stunting prevention behavior showed a p value of 0.000 α 0.05. which each means that these variables have a significant influence on stunting prevention behavior. Meanwhile, the variable Health Service Availability shows a p value of 0.581 α 0.05 which means that there is no relationship between these variables and stunting prevention behavior. The conclusion of this  study is that there is an influence of trust in pregnant women and husband/family support on stunting prevention behavior. There was no effect on the availability of health services for pregnant women on stunting prevention behavior. Keywords: The Behavior Of Pregnant Women, Stunting Prevention Behavior, Social Cognitive Theory.  ABSTRAK Stunting merupakan isu yang perlu diperhatikan karena berdampak pada permasalahan gizi di Indonesia yang mempengaruhi fisik dan fungsional dari tubuh anak serta meningkatnya angka kesakitan pada anak. Perilaku ibu sedari sebelum dan masa kehamilan dapat berpengaruh dalam Upaya pencegahan stunting. Menjelaskan pengaruh perilaku pada ibu hamil dengan pendekatan teori sosial kognitif. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku ibu hamil dalam pencegahan stunting Dengan Pendekatan Social Kognitive Theory. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan desain observational analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil di Puskesmas Mojo Surabaya. Dengan jumlah sampel 120 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Hasil dari penelitian ini pada variabel Kepercayaan dan Dukungan Suami/ Keluarga terhadap perilaku pencegahan stunting yang menunjukan nilai p value 0.000 α 0.05. yang masing masing berarti variabel tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku pencegahan stunting. Sedangkan pada variabel Ketersediaan layanan Kesehatan menunjukan nilai p value 0.581 α 0.05 yang berarti tidak ada hubungan pada variabel tersebut terhadap perilaku pencegahan stunting.Adapun Kesimpulan penelitian ini terdapat pengaruh kepercayaan ibu hamil dan dukungan suami/keluarga terhadap perilaku pencegahan stunting. Tidak terdapat pengaruh ketersediaan layanan kesehatan ibu hamil terhadap perilaku pencegahan stunting. Kata Kunci: Perilaku Ibu Hamil, Perilaku Pencegahan Stunting, Teori Sosial Kognitif.
Hubungan Riwayat Faktor Resiko Ibu Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Di Puskesmas Kayangan: The Relationship between Maternal Risk Factors and the Incidence of Low Birth Weight at the Kayangan Health Center I Desak Ayu Apriyanti; Astuti Setiyani; Ani Media Harumi; Novita Eka Kusuma Wardani
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v10i2.29

Abstract

Bayi berat lahir rendah mempengaruhi tingginya angka kesakitan dan kematian pada bayi. Salah satu indikator keberhasilan suatu negara dalam meningkatkan kesehatan masyarakat adalah dengan menurunnya angka kematian bayi (AKB). Untuk Indonesia AKB mencapai 24 per 1000 kelahiran hidup dimana yang masih jauh dari target Indonesia dalam Rencanan Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 yaitu 16 per 1000 kelahiran hidup. Bayi berat lahir rendah disebabkan karena berbagai faktor resiko salah satunya dari faktor resiko ibu yang meliputi ibu dengan terlalu muda (usia <20 tahun), terlalu tua (usia > 35 tahun), terlalu dekat (jarak kehamilan <2 tahun), terlalu banyak (paritas >4) . Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat faktor resiko ibu dengan kejadian berat badan lahir rendah. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei analitik dengan rancangan case control dan menggunakan pendekatan restrospektif. Populasi dalam penelitian ini yaitu Ibu bersalin di Puskesmas Kayangan periode Januari-Desember 2021. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan puposive sampling dan besar sampel 237 sampel. Hasil. Penelitian ini membuktikan bahwa dengan hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat hubungan faktor resiko ibu dengan kejadian BBLR. Kesimpulan penelitian ini Terdapat hubungan riwayat faktor resiko ibu dengan kejadian BBLR. Perlunya peningkatan pemantauan ANC terpadu dan konseling kepada ibu dengan faktor resiko, sehingga dapat mengatasi BBLR maupun komplikasi kehamilan dan persalinan. Kata Kunci : Faktor Resiko Ibu, BBLR
Analisis Partisipasi Keluarga Pada Program Perbaikan Gizi Balita Melalui Aplikasi Mobile Nur Rosida Aisiana; Sri Utami; Ani Media Harumi; Novita Eka Kusuma Wardani
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i1.51

Abstract

Latar Belakang: Status gizi pada anak berusia 0-23 bulan menjadiIprioritas penting pada masa tumbuh kembang anak.  Permasalahan gizi di Indonesia masih terbilang cukup tinggi. Partisipasi keluarga memiliki peran penting demi optimalnya program gizi pada anak. Namun melibatkan orang tua dalam program tersebut masih menjadi tantangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk  melakukan review secara sistematik pada beberapa hasil penelitian terbaru yang mengkaji partisipasi keluarga dalam program perbaikan gizi melalui aplikasi mobile terhadap berbagai kasus. Metode. Jenis penelitian Literature Review dengan design penelitian menggunakan pendekatan Preferred ReportingIItems for SystematicIReview, MetaIAnalisisI (PRISMA) dan Population, IIntervention, IComparation, Outcomes, StudyIdesign (PICOS). Hasil: Sebanyak 18 artikel yang telah direview ditemukan 11 artikel menunjukkan terdapat pengaruh penggunaan aplikasi mobile terhadap peningkatan pengetahuan orang tua tentang gizi anak, 4 artikel menunjukkan terdapat pengaruh dari penggunaan aplikasi mobile terhadap peningkatan partisipasi keluarga dan 3 artikel menunjukkan tidak ditemukan pengaruh apilikasi mobile terhadap peningkatan status gizi anak. Kesimpulan:Aplikasi mobile secara signifikan memiliki pengaruh dapat meningkatkan pengetahuan dan partisipasi orang tua dalam perbaikan gizi anak, tetapi tidak menunjukkan berpengaruh terhadap peningkatan gizi anak.  
Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Suntik Progestin Dengan Siklus Menstruasi: The Relationship between Progestin Injectable Contraceptive Use and Menstrual Cycle Nabilatul Mukaromah; Novita Eka Kusuma Wardani; Siti Alfiah; Sukesi
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i4.77

Abstract

Pendahuluan : Kontrasepsi suntik merupakan kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh WUS di Indonesia. Penggunaan kontrasepsi suntik progestin meningkat beberapa waktu belakangan dan menunjukkan gangguan menstruasi pada akseptor KB suntik. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan penggunaan kontrasepsi suntik progestin dengan siklus menstruasi. Metode : Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan studi Cross Sectional. Lokasi penelitian di Puskesmas Tanah Kali Kedinding. Sampel yang digunakan berjumlah 102 responden pengguna kontrasepsi suntik dengan Teknik simple random sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah penggunaan kontrasepsi suntik progestin, sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah siklus menstruasi. Pengambilan Data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji korelasi Chi Square. Hasil : Penelitian ini menunjukkan sebagian besar akseptor kontrasepsi suntik yaitu sebanyak 59.8% memilih kontrasepsi suntik progestin. Sebagian besar akseptor kontrasepsi suntik yaitu sebanyak 71.6% memiliki siklus menstruasi yang tidak normal. Analisis : Hubungan penggunaan kontrasepsi suntik progestin dengan siklus menstruasi diperoleh nilai signifikan ρ = 0.000 (< 0.05) dengan Contingen Coefficiency sebesar 0.509. Pembahasan : Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan penggunaan kontrasepsi suntik progestin dengan siklus menstruasi dengan keeratan hubungan sedang. Saran : Diharapkan calon akseptor lebih cerdas memilih kontrasepsi yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan serta mempertimbangkan efek samping yang akan di dapat.
Hubungan Penggunaan Gadget dengan Interaksi Sosial Anak Usia 4-6 Tahun di KB TKIT Al Hikmah Surabaya: The Relationship Between Gadget Use and Social Interaction of Children Aged 4-6 Years at KB TKIT Al Hikmah Surabaya Aldita Hajar Setya Rohmah; Astuti Setiyani; Novita Eka Kusuma Wardani; Sukesi
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i1.204

Abstract

Usia dini merupakan periode masa pertumbuhan dan perkembangan, pada masa tersebut semua potensi pada anak akan berkembang dengan pesat. Stimulasi lingkungan sangat penting untuk memicu perkembangan otak. Dilihat dari kenyataannya orang tua pada zaman sekarang banyak yang memberikan gadget pada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan interaksi sosial anak usia 4-6 tahun di KB TKIT Al Hikmah Surabaya.  Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain CrossSectional. Variabel independen adalah penggunaan gadget dan variabel dependen adalah interaksi sosial. Populasi penelitian ini sebanyak 156 orang tua. Sampel ditentukan dengan metode Purposive Sampling sebanyak 112 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan lembar kuesioner yang diuji validitas dan reliabilitas. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik Spearman Rank. Penelitian menunjukkan Penggunaan Gadget memiliki hubungan dengan Interaksi Sosial Anak. Analisis Spearman Rank dengan p-Value = 0,005. Dengan taraf signifikan p <0,05 dengan nilai r hitung = -0,263 H1 diterima, artinya ada hubungan antara penggunaan gadget dengan interaksi sosial anak usia 4-6 tahun di KB TKIT Al Hikmah Surabaya. Hasil uji statistik Spearman Rank bahwa r hitung = -0,263 yang berarti hubungan tidak searah, semakin tinggi penggunaan gadget semakin menurun interaksi sosial pada anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat Hubungan Penggunaan Gadget dengan Interaksi Sosial Anak Usia 4-6 Tahun di KB TKIT Al Hikmah Surabaya.
Hubungan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan Dukungan Suami dengan Pemberian ASI Ekslusif di Wilayah Puskesmas Paserpan: The Relationship Between Early Breastfeeding Initiation (IMD) and Husband Support with Exclusive Breastfeeding in The Paserpan Health Center Area Cindy Nur Permatasari; Novita Eka Kusuma Wardani; Ahdatul Islamiah; Dwi Purwanti
Gema Bidan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i4.237

Abstract

Babies get the best nutrition from breast milk (ASI). Breast milk is the best source of nutrition. WHO is targeting 50% of babies to be exclusively breastfed by 2021, but only 40% of babies are exclusively breastfed according to its data. Internal and external factors are the causes of the inability to exclusively breastfeed. The type of analytical observation used in this research is the cross-sectional method. This research involved breastfeeding mothers who worked in the Puskesmas work area. The purposive sampling method produced a total of 87 samples. used a questionnaire to assess husband's support for exclusive breastfeeding and Early Breastfeeding Initiation (IMD) assessment. Data analysis was carried out univarate and bivarate using the chi-square test. The results of the analysis show that 79.3% of respondents practice IMD, 51.7% are mostly supported by their husbands, and 71.3% practice exclusive breastfeeding. The results of the research show that IMD with Exclusive Breastfeeding has a p value of 0.001 which means it is related, while Husband Support with Exclusive Breastfeeding has a p value of 0.025 which means it is related. This study found that IMD and husband's support were related to providing exclusive breastfeeding to breastfeeding mothers at the Paserpan Community Health Center, Pasuruan Regency. It is hoped that the puskesmas can improve the exclusive breastfeeding management program and ask breastfeeding mothers to continue to provide exclusive breastfeeding because exclusive breastfeeding is the main component in providing the best nutritional intake for babies.