Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pangan dan Kebijakan: Studi Evaluasi Kebijakan Mikro Terhadap Kemandirian Pangan Lokal atas Pangan Non Lokal di Kota Ternate Laily Ramadhany Can; Sukur Suleman
BIOSAINSTEK Vol 2 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v2i2.477

Abstract

Keberadaan pangan telah menjadi perhatian masyarakat dunia, tak terkecuali di Indonesia. Pangan berkaitan dengan kelanjutan kehidupan manusia, dan bahkan merupakan sebuah identitas. Karena itu, kebijakan mengenai pangan terus dikembangkan untuk mendorong terwujudnya ketersediaan dan kemandirian pangan bagi masyarakat yang dapat diakses secara mudah, aman, sehat, dan bergizi. Pangan telah menjadi komoditas yang strategis dan penting, di mana harus dipenuhi oleh pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama. Kemudian hadir konsep fast food, yang hampir merambah semua wilayah di Indonesia, termasuk di Kota Ternate. Yang terjadi, pangan lokal melawan pangan non-lokal. Lahirnya UU Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan, yang dikuatkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2015 Tentang Ketahanan Pangan dan Gizi, memberi isyarat bahwa upaya membangun kemandirian dan ketahanan pangan semakin kuat secara struktural (kebijakan makro). Sementara di Kota Ternate, kebijakan menguatkan pangan lokal kurang menjadi perhatian.
Tatakelola Pelayanan Administrasi Kependudukan dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Penerbitan e-KTP Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sukur Suleman; Julfi Jamil
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2406

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kualitas pelayanan perekaman  KTP-el di Dinas Kependudukan dan Catatan  Sipil  Kabupaten  Halmahera  Selatan. Metode  yang  digunakan  penelitian  serta  pendekatan  penelitian  ini  yakni  kualitatif  dengan  penjabaran  deskriptif  yaitu  suatu  penelitian  yang  bertujuan  untuk  memperoleh  gambaran untuk memahami dan menjelaskan  mengenai  kualitas pelayanan KTP-el pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil  Kabupaten  Halmahera Selatan. Dimana  data  yang  terkumpul  merupakan  hasil  dari  lapangan  yang  di  peroleh  melalui  pengumpulan  data  primer  seperti  observasi,  wawancara,  studi  pustaka,  dan  pengumpulan  data  skunder  seperti  data  pendukung  yang  di  peroleh  dari  arsip/dokumen  yang  sudah  ada  atau  literatur  tulisan  yang  sangat  berkaitan  judul  penelitian. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  secara  umum  efektivitas Pelayanan  KTP-el  di  Dinas  Kependudukan  dan  Catatan  Sipil  Kabupaten  Halmahera  Selatan  belum  begitu  maksimal. Hal tersebut dapat dilihat dari kapasistas sumber  daya  manusia  aparatur  pegawai  di Dukcapil  yang belum maksimal, sikap  kedisiplinan  para  pegawai,  penyediaan  fasilitas  sarana  dan  prasarana  yang  lebih  memadai,  serta  rasa  tanggung  jawab  dan  profesionalitas  pegawai  dalam  memberikan  pelayanan  yang  baik  kepada  masyarakat yang perlu ditingkatkan, selain itu rentang kendali antara masyarkat dan pusat pelayanan e-KTP yang begitu jauh.
Development of Standard Operating Procedures for Non-Population Administrative Services at Pisugi District Office, Jayawijaya Regency Sukmawati Sukmawati; Rijal Rijal; Sukur Suleman
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jiap.v15i2.76974

Abstract

This study analyzes the implementation of Standard Operating Procedures (SOP) in non-population administrative services in Pisugi District, Jayawijaya Regency, Papua Pegunungan, using a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving nine key informants, consisting of the district head, service officials, and service users. The analysis applied the SERVQUAL framework (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy) to examine gaps between service expectations and realities. The findings indicate that SOP implementation in Pisugi District faces major challenges. Service facilities are available but limited, and SOPs are not publicly accessible, undermining transparency. Service reliability is low due to inconsistent completion times, while responsiveness is constrained by limited staffing and non-standardized communication, despite officials’ efforts to explain procedures. The assurance dimension is weakened since SOPs serve only as internal guidelines, leading citizens to question service legitimacy. Empathy is demonstrated through friendliness and use of local languages, but remains inconsistent due to human resource constraints. The novelty of this research lies in its focus on non-population administrative services in remote Papua, a context rarely explored in prior studies. It extends SERVQUAL theory by showing that in remote areas, service quality is not only shaped by physical facilities and officials’ behavior but also by SOP transparency, institutional capacity, and socio-geographic conditions. The study highlights the need for greater procedural transparency, publication of SOPs, and bureaucratic adaptation to local contexts.
Penguatan Literasi Pelayanan Publik Bagi Mahasiswa Melalui Program PKL Di DPMPTSP Kota Ternate Sukur Suleman; Sahrony A. Hirto; Julfi Jamil
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): Agustus
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i3.798

Abstract

Field Work Practice (PKL) is a form of experiential learning aimed at improving students’ understanding of public service practices directly. This community service article aims to describe the strengthening of public service literacy for students of Public Administration through PKL activities at the Investment and One-Stop Integrated Service Office of Ternate City. The methods used in this activity include mentoring, field observation, participation in administrative service processes, and evaluative discussions between students and field supervisors. The results of the activity indicate that students gained an increased understanding of public service procedures, service ethics, licensing administration, as well as the application of transparency and accountability principles in government bureaucracy. In addition, PKL activities were also able to improve students’ communication skills, discipline, and adaptability to the public service work environment. This program makes a positive contribution to building the academic and practical competencies of students as prospective professional public administration officers or practitioners. Thus, PKL activities become a strategic means of strengthening public service literacy based on field experience.