Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Folktale Text Transformation: Learning Model to Read Appreciatively Titin Setiartin; Jojo Nuryanto; Ipah Muzdalipah
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 2, No 1 (2017): Volume 2 Number 1 March 2017
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.23 KB) | DOI: 10.26737/jetl.v2i1.143

Abstract

This study focused on the development of learning models to read appreciatively through folktale text transformation. This study was conducted as an effort to improve the reading skills appreciatively of 12th-grade students in vocational schools. This study was a mixed method research with the subsequential design. Data were analysed by qualitative and quantitative techniques with a matching pattern of test-pretest post-test. The results showing the difference values between Randomized Pretest and Posttest significantly. Based on this differences, can be inferred that the developed learning model of narrative text transformation was capable of substantially improving skills of reading appreciatively of 12th-grade students in vocational schools. Thus, learning models to read appreciatively through folktale text transformation was effective and fit to be used in improving skills of reading appreciatively
BUDIDAYA IKAN NILA DI LAHAN PEKARANGAN DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN PADA MASA PANDEMI COVID 19 ratna rustina; ipah muzdalipah; sri tirto madawistama; Yeni Heryani
JAMAIKA: JURNAL ABDI MASYARAKAT Vol 2, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.949 KB)

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan dasar bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat. Sebagai kebutuhan dasar, pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi suatu bangsa. Ketersediaaan pangan yang lebih kecil dibandingkan kebutuhannya dapat menciptakan ketidakstabilan ekonomi. Desa Gunungsari Kecamatan Sukaratu merupakan salah satu daerah yang terdampak pandemi covid 19, karena mayoritas masyarakat disana kepala keluarganya bekerja di luar daerah dan juga berprofesi sebagai pedagang dan petani, dimasa pandemic meraka tidak dapat Kembali bekerja karena terkendala dengan PSBB, begitu juga pedagang dan petani, mereka tidak dapat memasarkan hasil pertaninnya secara maksimal. Konsep budidaya ikan nila dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menjaga ketahanan pangan sebagai imbas pandemic covid 19 merupakan salah satu alternatif untuk menjaga ketahanan pangan sehingga kebutuhan pangan terpenuhi. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian ini yaitu  meningkatnya keterampilan masyarakat dalam budidaya ikan nila, Terbentuknya lahan budidaya ikan nila di pekarangan rumah, Masyarakat dalam hal ini mitra merasa sangat terbantu karena selain dari mendapatkan ilmu dalam tata cara budi daya ikan nila di kolam terpal, masayarakat juga merasa terbantu dalam meningkatkan ketahanan pangan pada masa pandemi covid 19, karena selain dari memenuhi kebutuhan gizi, juga dapat membantu perekonomian masyarakat
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA ARSITEKTUR KERATON KANOMAN CIREBON AREA SITI INGGIL Mega Nur Prabawati; Ipah Muzdalipah; Ovi Octafiyani
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v4i2.5024

Abstract

Keraton Kanoman Cirebon merupakan salah satu cagar budaya yang masih dilestarikan hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai nilai filosofis yang terkandung pada arsitektur Keraton Kanoman Cirebon, dan konsep matematis yang terdapat pada arsitektur Keraton Kanoman Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: observasi, wawancara, dokumen, dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan terhadap beberapa sumber ahli yakni, abdi dalem Keraton Kanoman, tim Pustaka Wangsakerta, dan Humas Keraton Kanoman. Instrumen penelitian terdiri dari peneliti sebagai instrumen utama, pedoman observasi, pedoman wawancara, dan pedoman dokumen. Teknik analisis data menggunakan model analisis data menurut Spradley, yaitu: analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema kultural. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Arsitektur Keraton Kanoman Cirebon Area Siti Inggil mengandung nilai filosofis yang mengandung sisi normatif, moral, dan estetika, (2) Konsep matematis pada Arsitektur Keraton Kanoman Area Siti Inggil diantaranya konsep golden ratio, konsep geometri yang meliputi garis, sudut, bangun datar, bangun ruang, dan geometri transformasi yang dapat dijadikan sebagai referensi sumber belajar pembelajaran matematika secara kontekstual. 
Pelatihan Software Matematika Bagi Guru-Guru se – Kabupaten Tasikmalaya Ratna Rustina; Ipah Muzdalipah; Edi Hidayat
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 3, No 1 (2023): March
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/dikmas.3.1.1-8.2023

Abstract

Keterampilan guru dalam memanfaatkan aplikasi teknologi masih belum cukup memuaskan, termasuk dalam mengajarkan topik-topik matematika yang membutuhkan kemampuan berpikir abstrak.Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru-guru matematika SMP di Kabupaten Tasikmalaya dalam menggunakan software-software matematika. Metode yang digunakan mengikuti aktivitas pelaksanaan tindakan yang terdiri dari persiapan, pelaksanaan, refleksi, dan evaluasi. Setelah dilaksanakan pelatihan software-software matematika guru merasa terbantu dan memperoleh pengetahuan dalam mengaplikasikan software-software matematika, sehingga dapat memvisualisasikan objek matematika yang berdampak pada meningkatnya minat siswa dalam belajar.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DENGAN MENGGUNAKAN GEOGEBRA PADA MATERI SEGITIGA DAN SEGIEMPAT Ipah Muzdalipah; Ratna Rustina; Hetty Patmawati; Eko Yulianto
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 8, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v8i1.10090

Abstract

Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran matematika diyakini dapat meningkatkan motivasi belajar sehingga menjadikan dorongan bagi siswa untuk belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan pengembangan bahan ajar berbantuan Geogebra pokok bahasan bangun datar Segitiga dan Segiempat. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) media, angket respons peserta didik, dan focus group discussion (FGD). Tahap uji kelayakan meliputi validasi ahli, uji terbatas, uji meluas, dan uji lapangan. Hasil penelitian berdasarkan uji validasi ahli materi dan media memperoleh rekomendasi perbaikan mayor, sedangkan validasi ahli bahasa memperoleh rekomendasi perbaikan minor. Setelah perbaikan dilakukan, dilakukan uji lapangan bahan ajar. Hasil uji lapangan diidentifikasi: (1) uji terbatas melalui 8 orang siswa kelas VII di SMP N 10 Kota Banjar menunjukkan respons di bawah 50% artinya bahan ajar tidak mudah dipahami, kurang menarik, dan kurang dirasakan kebermanfaatannya dalam materi bangun datar; (2) melalui beberapa perbaikan, bahan ajar diujicobakan lebih meluas kepada kelas VII-A dan respons siswa meningkat menjadi lebih dari 60%. Angka ini masih diluar harapan peneliti; (3) hasil FGD mengidentifikasi bahwa faktor keterampilan siswa dalam mengoperasikan komputer diduga menjadi faktor dominan dalam pembelajaran matematika berbantuan Geogebra. Setelah dilakukan pelatihan Geogebra peneliti melakukan uji lapangan pada kelas VII-C dan VII-D dan diperoleh respons siswa pada angka 80-90%, artinya bahan ajar dapat dipahami dengan mudah oleh siswa.
METAKOGNISI MATEMATIS SISWA BERDASARKAN INTELLEGENCE QUOTIENT (IQ) ratna rustina; ipah muzdalipah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.873 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6671

Abstract

Metakognisi memiliki peran penting pada proses pembelajaran matematika terutama pada pemecahan masalah, siswa dapat menyadari kemampuan berpikirnya dan mengevaluasi dirinya sendiri terhadap hasil kemampuan berpikirnya. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk mengetahui metakognisi siswa dalam suatu pembelajaran matematika.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan metakognisi siswa berdasarkan Intellegence Quotient (IQ).  Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes Intellegence Quotient(IQ), tes kemampuan metakognisi, dan wawancara tidak terstruktur. Subjek dalam penelitian ini berdasarkan tes Intellegence Quotient (IQ yaitu tiga peserta didik dari setiap kategori tingkatan Intellegence Quotient (IQ) tinggi, sedang, dan rendah. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Kemampuan met.akognisi siswa dengan kategori tingkat Intellegence Quotient (IQ) tinggi memiliki kemampuan metakognisi yang baik pada tahap perencanaan, pemantauan, dan penilaian. serta memiliki kemampuan metakognisi pada tingkat Reflective Use. (2) Kemampuan metakognisi siswa dengan kategori tingkat Intellegence Quotient (IQ) sedang, memiliki kemampuan metakognisi yang baik pada tahap perencanaan dan pemantauan. Serta memiliki kemampuan metakognisi pada tingkat Strategic Use. (3) Kemampuan metakognisi siswa dengan kategori tingkat Intellegence Quotient (IQ) rendah, tidak memiliki kemampuan metakognisi yang baik pada tahap perencanaan, pemantauan, maupun penilaian, serta memiliki kemampuan metakognisi tingkat Tacit Use. Metacognition ability has an important role in the process of learning mathematics, especially in problem solving, students will be aware of the results of their thinking abilities and evaluate themselves against the results of their thinking abilities. Therefore, it is important for teachers to know students' metacognition abilities in a mathematics lesson. This study aims to analyze students' metacognitive abilities based on Intelligence Quotient (IQ). The type of research used is qualitative with descriptive research methods. Data collection techniques in this study used Intelligence Quotient (IQ) tests, metacognition ability tests, and unstructured interviews. The subjects in this study were based on the Intelligence Quotient (IQ) test, namely three students from each category of high, medium, and low Intelligence Quotient (IQ) levels. The data analysis techniques used were data reduction, data presentation, and verification. The results showed that ( 1) The cognitive abilities of students in the high Intelligence Quotient (IQ) level category have good metacognitive abilities at the planning, monitoring, and assessment stages and have the metacognitive abilities at the Reflective Use level (2) The metacognitive abilities of students in the Intelligence Quotient level category (IQ) is moderate, has good metacognitive abilities at the planning and monitoring stages and has metacognitive abilities at the Strategic Use level (3) Metacognitive abilities of students in the low Intelligence Quotient (IQ) level category, do not have good metacognitive abilities at the planning stage , monitoring, and assessment, as well as having a capability female tacit use metacognition level
Aplikasi Software Geometri Ipah Muzdalipah; Ratna Rustina
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v3i2.280

Abstract

Kurikulum 2013 (Kurtilas) menghendaki materi pembelajaran tidak hanya tersusun atas hal-hal sederhana yang bersifat pemahaman dan pemecahan masalah, tetapi tersusun atas pengetahuan tematik yang harus dibangun berdasarkan prosedur ilmiah sehingga menuntut guru untuk mahir menggunakan media pembelajaran dan aplikasi teknologi. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa keterampilan guru dalam memanfaatkan aplikasi teknologi masih belum cukup memuaskan, termasuk dalam mengajarkan topik-topik matematika yang membutuhkan kemampuan berpikir abstrak seperti geometri. Banyak guru yang merasa kesulitan memvisualisasikan konsep geometri melalui media pembelajaran karena tidak menguasai software-software geometri. Walaupun demikian, guru-guru belum begitu serius dalam menerapkan pemahaman pentingnya aplikasi teknologi pembelajaran seiring dengan perkembangan siswa yang semakin akrab dengan teknologi. Hal ini diidentifikasi berdampak terhadap kemampuan berpikir matematika siswa. Melalui kegiatan pengabdian yang terdiri dari penyuluhan pentignya aplikasi teknologi, pengenalan software-software geometri (Geoemters’ Sketchpad, Geogebra, pelatihan penggunaan software-software geoemetri dan pendampingan mengaplikasikan software-software geoemetri dalam pembelajaran diyakini mampu meningkatkan keterampilan mengajar guru matematika. luaran yang dihasilkan dari kegiatan pengabdian ini yaitu diktat aplikasi software geometri dalam pembelajaran dan jurnal ilmiah.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR TIGA VARIABEL (SPLTV) KELAS X MIPA 1 SMA NEGERI 1 BOJONGMANGU Ipah Muzdalipah; Sri Wahyuni; Yayat Hidayat
Jurnal Padegogik Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Padegogik, Januari 2024
Publisher : LPPM Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jpd.v7i1.3252

Abstract

This research was motivated by the low mathematics learning outcomes of students in class X MIPA-1 SMAN 1 Bojongmanggu, Bekasi Regency. Based on the results of the final evaluation of the 2021/2022 academic year, information was obtained that more than 50% of students obtained mathematics scores below the established KKM standards. To overcome this problem, Classroom Action Research (CAR) was carried out with the aim of improving students' mathematics teaching and learning outcomes using the Problem Based Learning. This research involved 36 students of class X MIPA 1 SMAN 1 Bojongmangu Bekasi Regency. This research was carried out on 5-26 September 2022 on the material Systems of Linear Equations with Three Variables. This research was carried out in 2 cycles, each cycle including stages: planning, implementation, observation and reflection. The instruments used in this research include: a set of test evaluation, observation instrument, and questionnaires. The research results showed that there was an increase in learning outcomes by 21.66%, where in cycle I the completeness of learning outcomes was 66.67%, while in cycle II the completeness of learning outcomes reached 88.33%. These results show that the application of the Problem Based Learning model can improve students' mathematics learning outcomes.
PELATIHAN PENGGUNAAN MEDIA E-KOMIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP Ratna Rustina; Ipah Muzdalipah; Edi Hidayat
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (J-PMas) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada MASyarakat (J-PMas)
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37606/j-pmas.v3i1.176

Abstract

This service aims to improve teachers' skills in using e-comic media as a mathematics learning aid at SMPN 1 Banjar. This training is designed to provide teachers with practical understanding and skills in creating and integrating e-comics into the learning process. The methods used in this training include workshops, group discussions, and direct practice. The training participants consisted of 20 mathematics teachers from various grade levels. Training evaluation is carried out through observations, interviews and questionnaires given before and after training. The evaluation results show a significant increase in teachers' abilities in creating and using e-comics as a learning medium. Teachers also reported increased student interest and involvement in mathematics learning after using e-comic media. In conclusion, this training succeeded in increasing teacher competency in using digital technology for learning, and it is hoped that it can be widely applied to improve the quality of mathematics education in other schools.