Epon Nur'aeni L
Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Desain Didaktis Konsep Luas Daerah Persegi Melalui Permainan Tradisional Dam-daman di Sekolah Dasar Anugerah Anugerah; Epon Nur'aeni L; Hodidjah Hodidjah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 4 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.877 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i4.13147

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya hambatan belajar yang dialami oleh siswa pada materi konsep luas daerah persegi. Hambatan belajar tersebut terkait keterbatasan konteks yang dialami siswa pada saat pertama kali mempelajari konsep luas daerah persegi sehingga pemahaman konsep luas daerah persegi tidak dimiliki oleh siswa secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah desain didaktis pada pembelajaran konsep luas daerah persegi melalui permainan tradisional dam-daman. Permainan tradisional dam-daman mengandung aspek matematis geometri yang dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi konsep luas daerah persegi. Permainan tradisional dam-daman merupakan salah satu permainan tradisional yang menyerupai papan catur yang dimainkan oleh dua orang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Didactical Design Research (DDR) yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu tahap analisis situasi didaktis sebelum pembelajaran yang bentuknya berupa Hypothetical Learning Trajectory (HLT) dan Antisipasi Didaktis Pedagogis (ADP), analisis metapedadidaktis, analisis retrospektif yang mengaitkan hasil analisis situasi didaktis hipotesis dengan hasil analisis metapedadidaktik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik triangulasi (gabungan) yang menggabungkan data dari observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Proses pengembangan desain didaktis  berupa bahan ajar dilaksanakan di SDN 1 Urug Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya dan SDN 1 Nagarawangi Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya. Desain didaktis dikembangkan melalui permainan tradisional dam-daman pada materi konsep luas daerah persegi. Penelitian ini menghasilkan data mengenai hambatan belajar siswa pada materi konsep luas daerah persegi, desain didaktis yang dapat mengatasi hambatan belajar siswa pada materi konsep luas daerah persegi, dan implementasi desain didaktis konsep luas daerah persegi dalam proses pembelajaran.
Analisis Hambatan Pembelajaran (Learning Obstacle) Siswa Pada Materi Luas Daerah Persegi Panjang Zeerin Tastbita; Epon Nur'aeni L; Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.25323

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang hambatan belajar pada materi luas daerah persegi panjang di sekolah dasar dan solusi untuk mengatasi hambatan pembelajaran. Pada umumnya dalam menyampaikan materi, guru mengacu pada dokumen bahan ajar berupa buku paket atau buku referensi namun hambatan belajar pada pembelajaran tidak diperhatikan. Hambatan belajar didefinisikan sebagai gangguan dari eksternal maupun internal yang dialami siswa sehingga menyebabkan kesulitan dalam suatu pembelajaran. Hambatan belajar ditemukan pada siswa dalam pembelajaran materi luas daerah persegi panjang. Maka dari itu, penting dilakukan sebuah penelitian untuk mengkaji hambatan pembelajaran pada materi persegi panjang di sekolah dasar dan menentukani solusi mengatasi hambatan pembelajaran tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hambatan pembelajaran pada materi persegi panjang di sekolah dasar, dan menentukan solusi mengatasi hambatan belajar tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Siswa mengalami hambatan pembelajaran pada pemahaman konsep persegi panjang dan konsep luas daerah persegi panjang. Terlihat dari hasil studi pendahuluan, wawancara dan skala sikap siswa, dalam pembelajaran persegi panjang siswa mengalami didactical obstacle, ontogenic obstacle, dan  epistimological obstacle. Salah satu cara untuk mengatasi hambatan belajar yaitu dengan merancang suatu desain didaktis pembelajaran. Racangan desain didaktis dapat dikemas menjadi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sehingga dapat mengatasi hambatan pembelajaran yang dialami siswa sesuai dengan tahap kognitif siswa di kelas IV sekolah dasar.
Desain Didaktis Keliling Persegi Berbasis Permainan Tradisional Engklek di Sekolah Dasar Revina Putri Hermawan; Epon Nur'aeni L; Dindin Abdul Muiz Lidinillah; Ika Fitri Apriani
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.755 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41903

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya temuan learning obstacle  yang dialami siswa pada materi keliling persegi. Hal ini diketahui berdasarkan hasil soal tes yang dilakukan pada saat studi pendahuluan kepada siswa kelas IV Sekolah Dasar. Untuk mengatasi learning obstacle yang dialami siswa, peneliti akan merancang sebuah desain didaktis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan desain didaktis pada materi keliling persegi serta memaparkan respon siswa dan guru terhadap implementasi desain didaktis tersebut. Desain didaktis dapat diartikan sebagai desain pembelajaran yang lebih menekankan pada aspek didaktik yakni cara pengajaran guru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian Didactical Design Research (DDR) yang terdiri dari tiga tahap penelitian, yakni analisis situasi didaktis sebelum pembelajaran (prospective analysis) berupa Desain Didaktis Hipotesis termasuk ADP (Analisis Didaktis Pedagogis), analisis metapedadidaktif, dan analisis retrospektif (retrospective analysis), dengan teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi, dan skala sikap. Subjek penelitian yaitu 26 siswa kelas IV dan VI serta 1 guru kelas IV SDN 1 Sindangrasa. Berdasarkan hasil penelitian, melalui penerapan desain didaktis yang dilakukan pada tahap I dan II dapat membantu mengatasi learning obstacle yang dialami siswa pada materi keliling persegi. Hal ini ditunjukkan dari respon siswa pada skala sikap, hasil pengerjaan LAS (Lembar Aktivitas Siswa) serta wawancara terhadap guru. Selain itu, desain didaktis mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa.