Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penerapan Lean Manufacturing Untuk Mengidentifikasi Waste Pada Proses Produksi Menggunakan Value Stream Mapping di Perusahaan Gas Industri Hana Lee; Farida Djumiati Sitania; Yudi Sukmono
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i2.869

Abstract

Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, perusahaan manufaktur dituntut untuk meningkatkan efisiensi dengan mengidentifikasi dan mengurangi aktivitas tanpa nilai tambah (pemborosan) dalam proses produksi. Pada PT XYZ terdapat dua rak pengisian oksigen, masing-masing berisi 51 tabung. Waktu pengisian satu rak adalah 1,5 jam, dengan 7 jam kerja per hari seharusnya dapat mengisi 4 rak. Namun, hanya 2 rak yang terisi, menyebabkan slack 2 rak. Penerapan lean manufacturing dapat membantu mengidentifikasi dan mengurangi waste pada proses pengisian gas oksigen sehingga menjadi lebih optimal. Pada penelitian ini menggunakan lean manufacturing untuk melakukan pendekatan terhadap 7 waste yang ada, dengan menggunakan alat value stream mapping untuk mengetahui lead time, waste relationship matrix untuk mengetahui waste kritis pada perusahaan dan fishbone untuk analisis akar permasalahan. Waste kritis yang teridentifikasi selama proses produksi gas oksigen dengan perhitungan skor WRM, yakni waste transportation sebesar 54 (18%), waste process 54 (18%), dan waste motion 48 (16%). Hasil yang didapatkan teridentifikasi waste transportation yaitu peletakan tabung oksigen jauh dari rak pengisian dan area aisle yang sempit. Waste process yaitu pengencangan valve secara berulang, scan barcode lama dan lupa membuka katup valve. Waste motion yaitu kunci jauh dari jangkauan operator. Waste transportation dapat diminimasi dengan SOP jelas, penataan area kerja, alat bantu seperti troli, dan pemantauan real-time. Waste process diatasi melalui pembuatan SOP pengencangan valve, checklist, kamera wide angle, dan monitoring otomatis. Waste motion dikurangi dengan SOP, visualisasi area penyimpanan kunci berlabel, serta tempat penyimpanan ergonomis.
Aplikasi Konsep Lean Untuk Minimasi Waste Menggunakan Value Stream Mapping Pada Warehouse Spare Parts Aldi Wibawan Riyadi; Farida Djumiati Sitania; Wahyuda
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.938

Abstract

Warehouse PT XYZ memiliki peran strategis sebagai pusat distribusi spare parts untuk memastikan kelancaran aktivitas hauling. Hasil observasi menunjukkan adanya berbagai bentuk pemborosan (waste) seperti waktu tunggu, kesalahan pengambilan spare parts, serta gerakan yang tidak perlu yang mengindikasikan belum optimalnya proses operasional pada warehouse. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alur proses dan persentase efisiensi proses operasional warehouse, mengidentifikasi jenis dan penyebab waste, serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk meminimasi waste dengan pendekatan lean warehouse. Metode yang digunakan bersifat kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan dan wawancara. Tools analisis yang digunakan meliputi Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan aktivitas serta menghitung Process Cycle Efficiency (PCE), dan Fishbone Diagram untuk mengidentifikasi akar penyebab pemborosan. Hasil penelitian menunjukkan nilai awal PCE sebesar 63%, dengan 37% waktu termasuk aktivitas non-value added dan necessary non-value added. Nilai ini masih berada di bawah standar minimal perusahaan yaitu 75%. Enam jenis waste teridentifikasi, termasuk transportation, waiting, motion, dan inappropriate processing. Akar penyebab utama meliputi layout kerja yang tidak efisien, SOP yang belum optimal, serta sistem pencarian spare parts yang belum terintegrasi. Usulan perbaikan yang dirancang berupa integrasi sistem informasi, perbaikan tata letak, serta pelatihan rutin operator dan mekanik diharapkan dapat mempercepat lead time order fulfillment spare parts serta meningkatkan efisiensi operasional warehouse.