Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Arsitekno

KAJIAN MAKNA ORNAMEN DAN MAKNA WARNA ORNAMEN UMAH PITU RUANG (STUDI KASUS UMAH PITU RUANG DI DESA KEMILI, ACEH TENGAH) Armelia Dafrina; Fidyati Fidyati; Firda Abadi; Nova Purnama Lisa
Arsitekno Vol 9, No 1 (2022): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v9i1.6262

Abstract

Arsitektur tradisional Aceh merupakan bentuk arsitektur yang berkembang dari satu generasi ke generasi seterusnya. Mempelajari bangunan tradisional kemudian berarti juga mempelajari juga tradisi masyarakat yang lebih dari sekadar tradisi membangun secara hunian fisik. Rumah panggung, rumah peninggalan para penguasa yang memimpin daerah Gayo disebut Umah Pitu Ruang. Penelitian kajian makna warna ornamen ini bertujuan untuk mengkaji makna ornamen dan makna warna ornamen umah pitu ruang. Penelitian umah pitu ruang ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yang digunakan adalah hasil dari data sekunder dan tersier. Hasil daripada penelitian ini menunjukkan bahwa umah pitu ruang memiliki berbagai macam jenis ornamen dan beberapa warna merah, warna putih, warna kuning, warna hijau, dan warna hitam yang memiliki makna tersirat di dalam ornamennya, seperti “emun beriring”(tidak lupa jati dirinya sebagai orang Gayo), “emun mutumpuk”(musyawarah), “emun berkune”(berdiri sendiri), “emun mupesir”(memisahkan), “emun berangkat” (persatuan), “puter tali”(bersatu), motif pucuk rebung(membangun), “sarak opat”(mengatur), “cucuk penggong”(seia, sekata), “ lelayang”(dimana langit dijunjung disitu bumi dipijak). Penempatan warna pada ornamen umah pitu ruang merupakan gambaran dari prinsip hidup masyarakat Gayo secara umum serta menjadi lambang identitas kepemilikan ornamen itu sendiri.
IDENTIFIKASI TIPOLOGI PERUBAHAN BENTUK DAN SUSUNAN RUANG PADA ARSITEKTUR TRADISIONAL SUKU BATAK TOBA Armelia Dafrina; Fidyati Fidyati; Deassy Siska
Arsitekno Vol 9, No 2 (2022): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v9i2.8331

Abstract

Suku Batak Toba sudah mendiami daerah Sumatera Utara selama hampir puluhan tahun. Rumah Bolon merupakan rumah adat tradisional Suku Batak Toba, namun banyak bangunan tradisional yang telah mengalami transformasi atau perubahan bentuk akibat beberapa faktor seperti pengaruh kebudayaan asing yang masuk disertai dengan kemajuan teknologi dan modernisasi, sehingga masyarakat terpengaruh dan beralih dengan membangun rumah modern dengan proses membangun yang jauh lebih cepat dan mudah apabila dibandingkan dengan pembuatan rumah tradisional. Hal tersebutlah yang akan menjadi ancaman akan kelanjutan kehidupan arsitektur tradisional. Pendekatan tipologi digunakan untuk mengelompokkan elemen arsitektur yang dimiliki oleh rumah adat Suku Batak Toba dan untuk mengetahui perubahan yang terjadi. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan pengumpulan data yang dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi dan observasi langsung serta menggunakan data sekunder dengan cara melihat referensi buku, jurnal dan artikel yang berkaitan dengan penelitian. Sesuai dengan permasalahan yang telah diteliti dari beberapa sampel bahwa perubahan yang lebih banyak terjadi adalah transformasi subtraktif dan transformasi adiktif.