Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Randai

STUDI TENTANG HUKUM ADAT PADA JAMAN HINDU DAN PADA JAMAN ISLAM DI NUSANTARA Separen
JURNAL RANDAI Vol. 1 No. 1 (2020): July
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.251 KB) | DOI: 10.31258/randai.1.1.p.54-60

Abstract

Adat merupakan cerminan dari kepribadian bangsa dan merupakan penjelmaan dari jiwa bangsa yang bersangkutan dari masa ke masa. Sendi-sendi adat pada dasarnya sama berlaku walaupun kita sebut masyarakat nusantara berbhineka. Asas kekeluargaan, tolong menolong, musyawarah dan mufakat tidak mementingkan diri sendiri dan semua hal tersebut pada dasarnya sudah sama di seluruh wilayah nusantara hanyalah terdapat perbedaan cara pemakaian dan cara pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk hukum adat pada jaman Hindu dan pada jaman Islam. Jenis penelitian ini ialah penelitian hukum normatif atau dapat juga disebut sebagai penelitian kepustakaan (Library Research). Kegiatan yang dilakukan pada penelitian hukum normatif ini adalah meneliti dan mengkaji perbandingan hukum adat pada jaman Hindu dan pada jaman Islam di nusantara. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunaakan studi kepustakaan (library research), peneliti mengumpulkan bahan-bahan dari buku-buku atau literatur dari berbagai sumber yang relevan. Bahan-bahan atau data yang telah diperoleh kemudian dikaji dan dianalisi dengan tehnik deskriptif. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa Perkembangan hukum adat sebagai aturan rakyat di Jaman Hindu berlaku sejak jaman Melayu Polinesia yang berlanjut sampai dengan jaman kerajaan antara lain Kerajaan Sriwijaya, Mataram, Majapahit. banyak terdapat prasasti-prasasti yang menjelaskan pelaksanaan hukum adat berdasarkan agama dan kebudayaan masyarakat pada saat itu. Berdirinya kesultanan Perlak, Samudra Pasai dan Aceh Darussalam. Pada jaman kekuasaan Sultan Iskandar Muda dari Kesultanan Aceh Darussalam yang daerah kekuasaannya hampir meliputi seluruh pulau Sumatera sampai Bengkulu dan hukum yang berlaku adalah hukum Islam dan Hukum Adat serta ketetapan-ketetapan Sultan
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KESETARAAN GENDER BAGI PERANGKAT DESA DI DESA PALUNG RAYA KAMPAR Separen; Mumaddun Khaerudin Salami
JURNAL RANDAI Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/randai.3.2.p.33-40

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu permasalahan penting yang harus segera diselesaikan. Gender selalu dipahami sebagai pemberian oleh Tuhan atau kodrat Ilahi, akan tetapi gender tidak semata-mata demikian. Perangkat desa di Desa Palung Raya Kampar memiliki persepsi tentang kesetaraan gender yakni perempuan akan mengambil semua peran dari laki-laki. Perangkat Desa harus mendapatkan pengetahuan tentang kesetaraan gender. Penelitian ini dilakukan di desa Palung Raya Kampar. Metode dan pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan dan ditambah dengan metode penelitian sosiologis. Sumber data berasal dari perangkat desa, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Setelah dilakukan sosialisasi tentang kesetaraan gender maka perangkat desa Palung Raya memahami dan mendapatkan peningkatan pengetahuan tentang kesetaraan gender. Perangkat desa memahami tentang kesataraan gender bukan berati sama dengan sex. Mereka memahami bahwa kesetaraan gender penting dipahami agar perempuan dapat berperan pada sektor pendidikan, ekonomi dan politik