Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

MODEL PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMASARAN MENGGUNAKAN FUZZY INFERENCE SYSTEM (STUDI KASUS: TOKO ONLINE) Michael Setiawan; Triwulandari SD; Pudji Astuti
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 6 No. 1 (2016): Volume 6 No 1 Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1182.979 KB) | DOI: 10.25105/jti.v6i1.1532

Abstract

The growth of Internet users both in the world and Asia give a big opportunities to develop Ecommercein Indonesia, create more Online Shops. Through the early research in the form of questionaire and interview,Online Shops have many challanges not only from competitors but also from the environment condition, Rupiahto United States Dollar rates, and also the supply condition or supplier when supplying products. To support theOnline Shops in making decisions, designed a model using Fuzzy Inference System with Mamdani because, it isintuitive and work well with human input, the model designed using MATLAB application, and for the inputs wewill be using Stock Condition, Demand Prediction from hystorical data, Ruiah to US Dollar rates, and Supplycondition, and for the outputs there will be Add stocks policy, promotional policy, contract with other supplierpolicy and price adaptation policy, for the rules we will be using the if the rules. The Models will be verified andvalidated with help from “Ikelashop” owner, the verification process will test if the rules given, give outputs asdesigned, for the validation will be using Extreme Combination Test, or using extreme combination betweencondition, face validity with help from expert to validate the outputs from Extreme Combination Test, and TuringTest with comparing between model’s output and expert decision. The result are two types of Decision SupportModel for marketing, Critical Model and Non Critical Model that is not affected by Rupiah to Dollar Rates,already verified and validated.
MODEL EVALUASI KINERJA VENDOR Tiena Gustina Amran; Triwulandari SD; Oktabrianto Prasyudi
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 4 No. 2 (2014): Volume 4 No 2 Juli 2014
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1285.718 KB) | DOI: 10.25105/jti.v4i2.1550

Abstract

Dalam melakukan proses produksi, PT. XYZ bekerja sama dengan banyak vendor untukmembuat part – part, karena perusahaan tidak memiliki teknologi pembuatan part tersebut.Dengan tujuan untuk minimasi cost dan kontrol kualitas yang lebih mudah. Saat ini jumlah partyang di supply oleh vendor kurang lebih sebanyak 9000 nomor part yang berasal dari 210 vendor.Karena jaminan kualitas menggunakan sistem sampling, tidak mungkin memastikan semuadelivery vendor tepat waktu, dan proses seleksi vendor hanya berdasarkan harga. Maka perludilakukan evaluasi dan perbaikan terhadap kinerja vendor. Tujuan penelitian ini adalah untukmembuat : model penilaian evaluasi kinerja vendor, model audit evaluasi vendor, dan modelkontrol perbaikan hasil audit dengan statistical process control (SPC). Penelitian ini menghasilkanmodel penilaian evaluasi kinerja dengan 3 kriteria utama quality, delivery, dan service, sertamodel ini juga merekomendasikan jenis audit yang perlu dilakukan. Model audit evaluasi vendordibagi menjadi 3 jenis sesuai dengan kriteria penilaian, dengan tujuan proses audit menjadi lebihdetail dan mempersingkat waktu audit. Model kontrol perbaikan hasil dengan SPC memberikaninformasi pada auditor mengenai hasil perbaikan sudah dijalankan dengan baik dan berjalanstabil atau tidak.
MODEL PERUMUSAN STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN UNTUK MENCAPAI KEPUASAN MAHASISWA PADA POLITEKNIK STMI JAKARTA Indra Yusuf R; Dadan Umar D; Triwulandari SD
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 7 No. 1 (2017): Volume 7 Nomor 1 Maret 2017
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.333 KB) | DOI: 10.25105/jti.v7i1.2203

Abstract

Kepuasan mahasiswa itu penting menjadi perhatian Politeknik STMI Jakarta karena mahasiswa sebagai pengguna membutuhkan pelayanan yang baik dan berkualitas. Mahasiswa yang puas dengan sendirinya akan menjadi agen promosi bagi politeknik STMI Jakarta menarik pelanggan/mahasiswa baru. Sebaliknya bila kualitas pelayanan yang dirasakan mahasiswa tidak memadai, hal tersebut menjadi promosi yang tidak baik mengenai Perguruan Tinggi tersebut. Untuk memuaskan mahasiswa, Politeknik STMI Jakarta sebagai penyedia layanan pendidikan harus menekankan pada peningkatan kualitas pelayanan, karena akan terjalin hubungan jangka panjang kecenderungan mahasiswa dan masyarakat untuk studi menjadi sangat kuat, sehingga meningkatkan kepercayaan mahasiswa dan masyarakat. Berdasarkan latar belakang tersebut perlu dikaji bagaimana model perumusan strategi peningkatan kualitas pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan Politeknik STMI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model perumusan strategi peningkatan kualitas pelayanan untuk mencapai kepuasan mahasiswa pada Politeknik STMI Jakarta. Tahapan metodologi penelitian terdiri dari analisis sistem, pemodelan, verifikasi model dan validasi model. Hasil analisis sistem selama ini menunjukkan bahwa model perumusan strategi yang dilakukan masih kurang komprehensif, sehingga perlu dirancang model perumusan strategi. Hasil rancangan model perumusan strategi terdiri dari input, proses, dan output. Input terdiri dari : tingkat kepentingan dimensi kualitas dan tingkat kepuasan dimensi kualitas, kekuatan internal, peluang eksternal dan ancaman eksternal. Proses terdiri dari : analisis kepentingan dan kepuasan pelanggan kemudian dilakukan desain kebutuhan dengan metode Quality Function Deployment melalui House of Quality menghasilkan kebutuhan mahasiswa yang perlu diperhatikan oleh Politeknik STMI Jakarta. Kebutuhan ini merupakan kelemahan internal Politeknik STMI Jakarta. Matriks Internal Factor Evaluation, Matriks External Factor Evaluation. Matriks Internal External, Matriks Strategic Position and Action Evaluation, Quantitative Strategic Planning Matrix dan pemilihan Strategi. Output : Strategi. Hasil verifikasi bahwa logika model sudah memenuhi karena sudah dapat menghasilkan strategi. Verifikasi model menunjukkan bahwa logika model sudah memenuhi karena sudah dapat menghasilkan strategi. Hasil verifikasi model menunjukkan bahwa model telah memenuhi tujuan pemodelan. Hasil validasi model oleh 3 (tiga) pakar pemangku kepentingan Politeknik STMI Jakarta, menunjukkan bahwa model yang dihasilkan sangat tidak sulit untuk diimplementasi dengan skor 4, dan ketepatan strategi yang dihasilkan adalah tepat dengan skor 3,63.
Model Pengambilan Keputusan untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi pada Proses Extruding Andakara Edo Wardhana; Triwulandari SD; Winnie Septiani
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 12 No. 2 (2022): VOLUME 12 NO 2 JULI 2022
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.825 KB) | DOI: 10.25105/jti.v12i2.14715

Abstract

Abstrak— Peningkatan kapasitas produksi pada proses extruding merupakan hal yang penting karena proses extruding merupakan salah satu proses utama dalam pembuatan ban sepeda motor. Permasalahan yang teridentifikasi saat ini proses extruding menjadi bottle neck karena memiliki kapasitas terendah dibandingkan proses yang lain. Penelitian ini bertujuan merancang model pengambilan keputusan untuk meningkatkan kapasitas produksi pada proses extruding. Penelitian terdiri dari sub model perhitungan kapasitas extruding, sub model peramalan permintaan produksi ban dan sub model pengambilan keputusan. Perhitungan kapasitas produksi dilakukan dengan metode calculated capacity, peramalan menggunakan metode DMA dan regresi linear dan pengambilan keputusan menggunakan pohon keputusan dengan metode perhitungan expected monetary value. Hasil analisis sistem menunjukkan bahwa extruding memiliki kapasitas terendah dibanding proses yang lain, hal ini dikuatkan berdasarkan hasil sub model perhitungan kapasitas extruding yaitu 80.190 pcs/hari. Sub model peramalan permintaan menunjukkan trend permintaan yang cenderung meningkat dengan rata-rata permintaan per hari 98.376 pcs/hari. Alternatif pilihan peningkatan kapasitas yang diusulkan adalah pengaturan waktu kerja, penambahan tenaga kerja dan investasi mesin. Kriteria keputusan adalah jumlah produksi extruding, usulan peningkatan kapasitas yang terpilih berdasarkan model keputusan menggunakan pohon keputusan adalah melakukan penambahan tenaga kerja dari 4 orang/shift menjadi 6 orang/shift. Estimasi peningkatan kapasitas extruding menjadi 104.671 pcs/hari dari 86.000 pcs/hari. Hasil model keputusan metode pohon keputusan dari 3 alternatif usulan menunjukkan, alternatif peningkatan kapasitas proses extruding yang terbaik adalah penambahan tenaga kerja. Pemilihan alternatif peningkatan kapasitas menggunakan pohon keputusan terbukti dapat menjadi solusi perusahaan menentukan alternatif pilihan terbaik sesuai kriteria dan perhitungan resiko masa mendatang. Abstract— increasing production capacity in the extruding process is important because the extruding is one of the main processes in the manufacture of motorcycle tires. The problem identified is the extruding process becomes a bottle neck because it has the lowest capacity compared to other processes. This study aims to design a decision-making model to capacity up in the extruding. The research consists of a sub-model of calculating extrusion capacity, a sub-model of forecasting a production demand of tire and a sub-model of decision-making. The calculation of production capacity is using the calculated capacity method, forecasting using the DMA method and linear regression and decision making using a decision tree method with the expected monetary value calculation. The results of the system analysis show that extruding has the lowest capacity compared to other processes, this is corroborated by the results of the sub model for calculating the extruding capacity of 80,190 pcs/day. The demand forecasting sub model shows an increasing trend of demand with an average daily demand is 98,376 pcs/day. Alternative options for capacity up the proposed are working time arrangements, recruitment new man power and machine investment. The decision criteria is the amount of extruding production, the capacity up which is selected based on the decision model using a decision tree is to recruitment new man power from 4 people/shift to 6 people/shift. The estimated increase in extruding capacity is 104.671 pcs/day from 86.000 pcs/day. The results of the decision tree method of the 3 alternative proposals show that the best alternative to capacity up of the extruding process is the recruitment new man power. The selection of capacity up alternatives using decision trees is proven to be a solution for companies to determine the best alternative choices according to the criteria and future risk calculations.
Peningkatan Kualitas Pelayanan Bank BJB KCP Fatmawati Menggunakan Metode Service Quality, Six Sigma dan Quality Function Deployment Annisa Tri Wahyuni; Triwulandari SD; Rina Fitriana
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 13 No. 3 (2023): VOLUME 13 NO 3 NOVEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jti.v13i3.19142

Abstract

Abstrak— Bank bjb KCP Fatmawati adalah kantor cabang pembantu salah satu bank komersial di Indonesia yaitu Bank bjb. Berdasarkan hasil evaluasi kinerja (BSEM) yang dilakukan oleh MRI pada Desember 2020 hingga Februari 2021, Bank bjb mengalami penurunan pada layanan yang diberikan oleh teller sebesar 6,95 poin, salah satu defect layanannya adalah kegiatan setor dan tarik lebih dari SLA (service level agreement). Tujuan penelitian ini untuk peningkatan kualitas pelayanan Bank bjb KCP Fatmawati menggunakan metode Service Quality, Six Sigma dengan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control), dan Quality Function Deployment (QFD). Tahap define mencakup perhitungan service quality dengan rata-rata nilai gap sebesar -0,121. Tahap measure dengan menggunakan hasil kuesioner kepuasan, didapatkan nilai DPMO 192.000 dengan level sigma 2,371. Pada tahap analyze menggunakan Importance Performance Analysis (IPA) dan QFD dengan bantuan House of Quality (HoQ). Hasil yang didapatkan pada tahap analyze menunjukkan bahwa atribut R2 menjadi prioritas utama untuk peningkatan kualitas dengan technical descriptor terpilih adalah memberikan pelatihan dan pemberdayaan kepada karyawan secara kontinu. Tahap improvement menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk membantu mengambil keputusan alternatif terpilih terhadap metode pelatihan karyawan. Metode pelatihan terpilih yang digunakan untuk peningkatan kualitas pelayanan adalah metode studi kasus. Hasil usulan rekomendasi menunjukkan peningkatan kualitas pelayanan dengan nilai DPMO yang menurun menjadi 129.000 dengan level sigma 2,631. Abstract— Bank bjb KCP Fatmawati is a sub-branch office of one of the commercial banks in Indonesia, namely Bank bjb. Based on the results of the performance evaluation (BSEM) conducted by MRI from December 2020 to February 2021, Bank bjb experienced a decrease in the services provided by tellers by 6.95 points, one of the service defects was deposit and withdraw activities over SLA (service level agreement). The purpose of this study is to improve the service quality of Bank bjb KCP Fatmawati using the Service Quality, Six Sigma method with DMAIC stages (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control), and Quality Function Deployment (QFD). The defining stage includes the calculation of service quality with an average gap value of -0.121. The measurement stage using the satisfaction questionnaire results obtained a DPMO value of 192,000 with a sigma level of 2.371. At the analysis stage using Importance Performance Analysis (IPA) and QFD with the help of the House of Quality (HoQ). The results obtained at the analysis stage show that the R2 attribute becomes the main priority to improve quality with the selected technical descriptor is to provide continuous training and empowerment to employees. The improvement phase uses the Analytical Hierarchy Process (AHP) to help decide the chosen alternative to the employee training method. The selected method used to improve service quality is the case study method. The recommendation results show an increase in service quality, with the DPMO value decreasing to 129,000 with a sigma level of 2.631.