Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TINGKAT ABSENSI DAN PERAN INSENTIF TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PT DEKOR ASIA JAYAKARYA Rina Fitriana
JURNAL MANAJEMEN Vol 4 No 2 (2014): JURNAL MANAJEMEN VOL. 4 NO. 2 DESEMBER 2014
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jm.v4i2.175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis produktivitas kerja karyawan bagian produksi pada PT Deko Asia Jayakarya. Sehubungan dengan hal tersebut bagaimana karyawan dapat bekerja dengan sebaik mungkin dan karyawan mempunyai motivasi yang tinggi dalam menyelesaikan pekerjaan dengan adanya pemberian insentif serta kedisiplinan yang tinggi berdasarkan tingkat absensi. Maka penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan signifikasi pengaruh tingkat absensi dan insentif terhadap produktivitas kerja karyawan. Dalam menganalisa data digunakan analisis deskriptif, kemudian analisis regresi linier sederhana dan analisis regresi parsial menunjukkan bahwa variable Tingkat Absensi (X1) berpengaruh terhadap Produktivitas Kerja Karyawan pada PT. Dekor Asia Jayakarya dengan nilai probabilitas sebesar 0,015. Sedangkan variabel Insentif (X2) berpengaruh terhadap Produktivitas Kerja Karyawan pada PT. Dekor Asia Jayakarya dengan nilai probabilitas sebesar 0,008. Variabel Tingkat Absensi dan Insentif berpengaruh secara simultan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan pada PT. Dekor Asia Jayakarya dengan koefisien determinasi sebesar 42,5%. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa faktor Tingkat Absensi merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap Produktivitas Kerja Karyawan pada PT. Dekor Asia Jayakarya. _________________________________________ Kata Kunci : absensi, insentif, produktivitas kerja
PEMAKAIAN VERBA ARU DAN IRU SEBAGAI PEMARKAH GENDER GRAMATIKAL DALAM BAHASA JEPANG Rina Fitriana
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 1, No 10 (2015): Vol. 1, No. 10, Ganjil, Tahun Akademik 2015/2016
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.088 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v1i10.648

Abstract

AbstrakDalam bahasa Jepang terdapat verba yang menyatakan keberadaan suatu benda, baik benda hidup maupun benda mati. Verba yang menyatakan keberadaan ini terdiri dari dua macam verba, yaitu verba aru dan verba iru. Dalam pemakaiannya, keduanya memiliki makna yang sama, yaitu ada, tetapi memiliki fungsi yang berbeda. Pemakaian keduanya merupakan salah satu permasalahan yang cukup sulit dipahami oleh pembelajar bahasa Jepang, terutama pembelajar tingkat dasar.Kata kunci : Joutaidoushi, Aru, Iru, Bunpousei
STRATEGI PEMBELAJARAN KANJI DASAR MENGGUNAKAN METODE MNEMONIC DAN HAPPYOU DI PROGRAM STUDI SASTRA JEPANG FISIB UNIVERSITAS PAKUAN Rina Fitriana
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 25, No 2 (2019): Volume 25 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.903 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v25i2.1598

Abstract

ABSTRAKKanji merupakan salah satu huruf bahasa  Jepang yang sangat produktif pemakaiannya. Kemampuan membaca dan menulis kanji harus dipahami dan dikuasai  mahasiswa agar mampu memahami teks bacaan dalam Bahasa Jepang. Namun, mengingat jumlah goresan dari sebagian besar kanji yang harus dikuasi sangat banyak, maka muncul persepsi mahasiswa bahwa kanji adalah salah satu mata kuliah yang dianggap sangat sulit dan membosankan. Strategi pembelajaran kanji dengan metode mnemonic merupakan salah satu solusi untuk menghilangkan persepsi ‘sangat sulit dan membosankan’ terhadap mata kuliah kanji. Penulis menerapkan strategi belajar kanji melalui mnemonicnya pada mata kuliah kanji I dan II yang disajikan di semester satu dan dua dengan tujuan agar mahasiswa memiliki ketertarikan terhadap kanji sejak kanji tersebut mulai perkenalkan. Penyajian perkuliahan kanji dilakukan dengan metode happyou (presentasi) perkelompok. Setiap kelompok mempresentasikan sebanyak 8-10 kanji di setiap satu kali tatap muka. Setiap kelompok diberikan kebebasan untuk memikirkan dan mencari cara mudah mengingat tulisan kanji dengan teknik asosiasi, yaitu “membedah” bagian-bagian kanji tersebut dan mengasosiasikan dengan benda-benda di sekitarnya yang dikenal. Penelitian ini dilakukan selama dua semester terhadap mahasiswa semester 1 dan 2 kelas A sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 34 mahasiswa. Buku ajar yang digunakan adalah Minna no Nihongo Shokyuu Kanji I Eigoban dengan materi kanji  dasar sebanyak 220 kanji.Kata kunci: Mnemonic, Happyou, asosiasi, loci, kata penanda
Representasi Yami Kawaii Pada Kondisi Kejiwaan Anak-Anak Muda Di Jepang Putu Vergenia Ayu Larasati; Rina Fitriana; Paramita Winny
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 1, No 2 (2019): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.677 KB) | DOI: 10.33751/idea.v1i2.1289

Abstract

Abstrak Di dalam skripsi ini membahas mengenai Representasi Yami kawaii pada kondisi kejiwaan anak-anak muda di Jepang. Penelitian ini dilaksanakan untuk menunjukan kepopuleran Yami kawaii yang akhir-akhir ini sering dibicarakan oleh masyarakat Jepang, khususnya anak-anak muda di Jepang yang tertarik dengan berbagai tren fesyen dan lain-lain. Diharapkan pada penelitian ini agar pembaca dapat menambah kewawasannya mengenai sub tren fesyen terbaru dari gaya Harajuku, yang akhir-akhir ini telah menjadi booming, khususnya di dunia perfesyenan di Jepang. Harajuku memang merupakan jalanan yang paling terkenal dengan kontras warna-warni keberagaman fesyennya. Namun, bagaimana jika gaya tersebut dipadukan dengan konteks kehidupan secara realita. Yami kawaii atau menhera-kei, merupakan sebuah tren yang lahir dari   kesan bold dan wild yang sangat melekat di jalanan Harajuku ini. Ketika bagian dari konteks kehidupan nyata meresap ke dalam gaya kawaii atau ketika orang-orang ingin memproyeksikan perasaan mereka, terutama perasaan sedih, sesak, dan sakit, maka tren Yami kawaii muncul di hadapan itu semua. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif, yang meneliti tentang fenomena-fenomena yang terjadi, secara aktual pada gejala-gejala yang telah terjadi, khususnya pada tren Yami kawaii  yang dapat  dihubungkan  dengan  kondisi  kejiwaan  anak-anak  muda di Jepang. Dengan menggunakan teknik kajian pustaka, yaitu mengumpulakan sejumlah data-data baik dari literatur dan berbagai sumber artikel dari internet yang berkaitan dengan judul yang penulis teliti. Kata kunci: Yami kawaii, menhera-kei, anak-anak muda di Jepang, kondisi kejiwaan, tren fesyen, Harajuku
Analisis Naratologi Cerpen Mihime Karya Ermawan Ermawan; Rina Fitriana; Mugiyanti Mugiyanti
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 1, No 1 (2019): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.055 KB) | DOI: 10.33751/idea.v1i1.1086

Abstract

Abstrak Penelitian ini penulis menganalisis menggunakan metode naratologi strukturalisme dengan mempertimbangkan aspek–aspek formal, aspek–aspek bentuk, yaitu unsur–unsur karya sastra. Penulis menggunakan metode ini karena ingin mengetahui hubungan sebab akibat yang dilakukan actan dan acteurs yaitu manusia semu yang dibentuk oleh tindakan dalam sebuah struktur naratif. Analisanya menggunakan teori gabungan struktur naratif antara teori sintaksis A.J Greimas dan teori semantik Tzvetan Todorov serta menafsir pandangan pengarang apa saja yang terkandung dalam cerpen, dalam hal ini  termasuk di dalamnya menafsir tentang pesan pengarang, kalimat konotasi, kaitan fakta dengan kehidupan yang ada dan menemukan nilai-nilai kehidupan yang disampaikan oleh pengarang. Penelitian ini bersifat tematik, yaitu bertujuan untuk mengetahui wacana cerita. Penelitian ini mengambil berbagai sumber seperti buku kajian sastra dan buku-buku teori tentang strukturalisme.Kata kunci     : Analisis sintaksis, analisis semantik dan pandangan pengarang 
Analisis Makna Motif Bunga Pada Kimono Ika Novelisari; Rina Fitriana; Helen Susanti
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 2, No 1 (2020): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.799 KB) | DOI: 10.33751/idea.v2i1.1824

Abstract

Dalam penelitian ini penulis akan membahas mengenai salah satu produk budaya tradisional Jepang yaitu Kimono. Kimono merupakan sebuah produk budaya tradisional Jepang, kimono juga merupakan pakaian nasional Jepang. Filosofi kimono tidak hanya sekedar untuk identitas bangsa atau masyarakatnya, unsur yang menonjol pada kimono yaitu terdapatnya  karakter atau corak dari kimono yang sangat unik. Motif bunga pada kimono diambil berdasarkan musim- musim yang sedang berlangsung sepanjang tahun di Jepang. Untuk mengetahui makna pada motif kimono digunakan teori semiotika Roland Barthes. Penelitian ini mengambil berbagai sumber seperti buku teks, akses internet maupun jurnal yang berisi teori-teori yang mendukung penelitian ini. Kata kunci: Kimono, Motif Bunga, Semiotika, Roland Barthes.
Analisis Penggunaan Bahasa Sopan dalam Serial Animasi Hyouka Rachmadita Rachmadita; Rina Fitriana; Alo Karyati
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 2, No 1 (2020): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.925 KB) | DOI: 10.33751/idea.v2i1.1829

Abstract

Abstrak Skripsi ini membahas tentang penggunaan ragam jenis bahasa sopan atau dalam bahasa Jepang disebut keigo, yang dianalisis berdasarkan dengan kondisi, situasi, usia, dan juga status sosial. Objek dalam penilitian ini adalah susunan pembentuk kalimat dan hal yang melatarbelakangi penggunaan keigo yang dihubungkan dengan keadaan sosial masyarakat oleh karakter Chitanda Eru. Keigo yang dituturkan oleh karakter Chitanda ini ada tiga jenis yaitu sonkeigo, kenjougo, dan juga teineigo. Dan hal yang melatarbelakangi karakter Chitanda tersebut selalu menggunakan keigo antara lain karena status kedudukan Chitanda yang memiliki latar belakang keluarga ternama dan cukup berpengaruh di kotanya, selain itu Chitanda juga merupakan seorang siswi berprestasi di sekolahnya, untuk menjaga kehormatan dan martabat keluarga, lalu Chitanda ingin menunjukan jati dirinya sebagai anak satu-satunya dari keluarga bangsawan, dan yang terakhir adalah rasa tanggung jawab terhadap keluarganya sangat besar. Karena di Jepang, dengan merendahkan diri dengan bahasa atau perilaku, tidak membuat pembicara akan dipandang rendah oleh lawan bicaranya, melainkan akan dipandang sebagai orang yang beretika dan sopan. Kata kunci: Keigo, Sonkeigo, Kenjougo, Teineigo, bahasa sopan, Chitanda Eru
Wacana Kapitalisme Dalam Penyelenggaraan Halal Expo Japan Yulia Sari; Rina Fitriana; Helen Susanti
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 1, No 2 (2019): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.619 KB) | DOI: 10.33751/idea.v1i2.1290

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas mengenai wacana kapitalisme dalam penyelenggaraan Halal Expo Japan, khususnya tahun 2016 dan 2017. Tema ini dipilih karena penulis melihat dalam penyelenggarannya, Halal Expo Japan menjadi media kapitalisme bagi Jepang. Penulis menggunakan konsep kapitalisme Karl Marx untuk menganalisis kapitalisme dalam penyelenggaraan Halal Expo Japan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan teknik penelitian studi pustaka dengan  data  yang diperoleh  dari  laman  web  Halal  Expo Japan  yaitu www.halalexpo.jp, pemberitaan dari co-organizer dan media partner resmi Halal Expo Japan, Halal Media Japan Co. Ltd. dari laman web www.halalmedia.jp serta buku-buku teks, artikel dan publikasi elektronik yang ada hubungannya dengan Halal Expo Japan serta teori kapitalisme dan teori kekuasaan. Hasilnya menunjukkan meskipun terdapat banyak konten acara dalam Halal Expo Japan namun bila dicermati secara lebih mendalam dan kritis dapat terlihat baik konten- konten dalam laman web maupun Post Report Show lebih berfokus mengenai pameran, seminar serta fashion show, yang merupakan produk dari kapitalisme. Adanya peluang yang besar dalam industri halal, para kapitalis atau pemegang modal di Jepang memanfaatkannya untuk mengembangkan produk halal sebagai sumber pemasukan bagi Jepang.Kata  Kunci:  Halal  Expo  Japan,  Industri  Halal,  Kekuasaan,  Kapitalisme, Kapitalis
Analisis Unsur Surealisme dalam Novel Umibe no Kafuka Karya Murakami Haruki Trifa Fajarina Kurniadewi; Rina Fitriana; Tatat Haryati
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 2, No 1 (2020): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.292 KB) | DOI: 10.33751/idea.v2i1.1825

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas unsur surealisme yang terdapat pada tokoh dan latar serta proses pembentukan identitas tokoh utama Kafka Tamura dalamnovel Umibe no Kafuka. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis. Teori yang digunakan meliputi tokoh dan penokohan, latar, surealisme dan psikoanalisis Jacques Lacan. Hasil analisis yang diperoleh adalah unsur surealisme yang terdapat pada sifat dan perilaku tokoh serta latar merupakan pengaruh dari proses pembentukan identitas tokoh utama. Proses pembentukan identitas maupun unsur surealisme, keduanya dibentuk oleh alam sadar manusia.Kata Kunci : surealisme, psikoanalisis, alam bawah sadar, identitas
Analisis Pemakaian Klausa Relatif Dalam Novel “Tensei Shitara Suraimu Datta Ken” Jilid I Karya Fuse Huda Nur Rabbani; Rina Fitriana; Alo Karyati
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 3, No 2 (2021): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.844 KB) | DOI: 10.33751/idea.v3i2.4478

Abstract

ABSTRACT: This study discusses the use of relative clauses in Fuse's novel "Tensei Shitara Suraimu datta Ken". The main focus of this thesis is the use of Japanese relative clauses based on sentence structure and the meaning contained therein. The theory used is the syntactic theory which makes phrases, clauses and sentences as the object of research and the relative clause theory of Japanese.