Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Oil cooler 5 Baris Terhadap Suhu Oli Mesin dan Konsumsi Bahan Bakar pada Sepeda Motor 4 Langkah Cut Indah Meutiarani; Hasan Maksum; M Nasir; Andrizal
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 1 No. 4 (2023): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v1i4.102

Abstract

Sistem pendingin pada kendaraan berfungsi untuk melindungi mesin kendaraan dengan cara menyerap panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dalam silinder, jika panas dari pembakaran dibiarkan, maka dapat menimbulkan panas yang berlebihan (overheating). Sepeda motor 4 langkah memiliki oil cooler  dengan tipe standar bawaan pabrik yakni oil cooler  3 baris. Performa dari oil cooler  tersebut cukup baik dalam menjaga temperatur oli mesin tetap optimal. Akan tetapi, ketika berada dijalanan ramai,kemacetan dan berhenti saat lampu merah oil cooler  3 baris tidaklah cukup dikarenakan kurangnya suplai udara yang mengakibatkan suhu mesin meningkat, maka penyelesaiannya mencoba mengganti oil cooler  3 baris dengan oil cooler  5 baris dengan tujuan bisa menurunkan suhu mesin dari sebelumnya. Untuk melihat hasil dari proses tersebut, pengujian dilakukan dengan menggunakan 2 tipe oil cooler  yaitu oil cooler  3 baris dan oil cooler  5 baris dengan waktu pengujian 60 detik serta variasi putaran mesih sebesar 2000 RPM,5000 RPM, dan 8000 RPM. Setelah dilakukan perhitungan dari data yang diperoleh dapat disimpulkan pada oil cooler  5 baris terjadi penurunan suhu oli mesin sebesar 8 %, 4%, dan 13%  dan kenaikan konsumsi bahan bakar sebesar 40 %, 16%, dan 6% dari oil cooler  3 baris. The vehicle's cooling system protects the engine by absorbing the heat generated by the combustion of fuel in the cylinder; if this heat is not removed, it can lead to excessive heat (overheating). The 4-stroke motorcycle is equipped with a 3-line oil cooler as the factory default oil cooler. The oil cooler is quite effective at maintaining the ideal engine oil temperature. Due to a lack of air supply, a 3-row oil cooler is insufficient on busy roads, in traffic jams, and when stopped at red lights, resulting in an increase in engine temperature. Therefore, the solution is to attempt to replace the 3-row oil cooler with a 5-row oil cooler, with the goal of reducing engine temperature from before. Two varieties of oil coolers, namely 3-row oil coolers and 5-row oil coolers, were tested with a test time of 60 seconds and variations in mesih rotation of 2000 RPM, 5000 RPM, and 8000 RPM to determine the results of the process. After calculating the obtained data, it is possible to conclude that the 5-line oil cooler reduced engine oil temperature by 8%, 4%, and 13%, while increasing gasoline consumption by 40%, 16%, and 6% compared to the 3-line oil cooler.
Peningkatan Kemandirian Belajar Siswa Menggunakan Media Power Point Interaktif Pada Mata Pelajaran Dasar-Dasar Otomotif Kelas X Tkr Di Smk Muhammadiyah 1 Padang Muhammad Ibrahim Sayuti; Andrizal Andrizal; Hasan Maksum; Rifdarmon Rifdarmon
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7418

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk Menganalisis, Mengimplementasikan dan Mengukur tingkat kemandirian belajar siswa kelas X SMK Muhammadiyah Padang pada mata pelajaran Dasar-Dasar Otomotif (DDO) sebelum dan setelah penerapan media PowerPoint interaktif. peneliti menggunakan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas dilakukan oleh guru dalam rangka untuk memperbaiki cara dan metode guru serta alat peraga yang digunakan dalam proses pembelajaran. Siswa yang menjadi subjek penelitian Tindakan kelas ini adalah siswa kelas X TKR SMK Muhammadiyah 1 Padang yang berjumlah 11 orang yang terdiri dari (siswa). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Tingkat kemandirian belajar siswa kelas X SMK Muhammadiyah Padang pada mata pelajaran Dasar-Dasar Otomotif (DDO) sebelum penerapan media PowerPoint interaktif berada pada kategori rendah hingga sedang, yang ditandai dengan kurangnya inisiatif belajar, rendahnya tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, serta kepercayaan diri yang masih terbatas dalam menghadapi permasalahan belajar. Penerapan media PowerPoint interaktif dalam pembelajaran DDO terlaksana dengan baik dan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik, aktif, dan kondusif melalui pemanfaatan unsur visual, audio, serta interaksi, sehingga meningkatkan partisipasi dan antusiasme siswa selama proses pembelajaran. Penggunaan media PowerPoint interaktif terbukti mampu meningkatkan kemandirian belajar siswa pada seluruh indikator utama, yaitu inisiatif belajar, tanggung jawab terhadap tugas, dan kepercayaan diri, yang terlihat dari peningkatan hasil belajar siswa dari Siklus I ke Siklus II
Pengembangan Video Pembelajaran Pengisian Fluida Pendingin pada Sistem Pengkondisian Udara Mobil Ilham; Andrizal; Milana Milana; Dwi Sudarno Putra
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i2.399

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman mahasiswa terhadap materi pengisian fluida pendingin pada mata kuliah Teknologi Pengkondisian Udara. Penelitian ini bertujuan mengembangkan video pembelajaran pengisian fluida pendingin pada sistem pengkondisian udara mobil yang valid dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan model 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Instrumen penelitian berupa angket validitas dan praktikalitas yang diberikan kepada dua validator dosen Universitas Negeri Padang, satu dosen pengampu mata kuliah, dan 40 mahasiswa sebagai responden. Video pembelajaran dikembangkan dengan dukungan subtitle dan peningkatan kualitas audio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video memperoleh validitas materi sebesar 80,00% dan validitas media sebesar 81,67%, keduanya pada kategori sangat valid. Hasil uji praktikalitas memperoleh skor 5.321 dari 6.000 dengan persentase 88,68% dan kategori sangat praktis. Temuan ini menunjukkan bahwa video pembelajaran layak digunakan sebagai media pendukung pembelajaran praktik pengisian fluida pendingin pada sistem pengkondisian udara mobil. This study was motivated by students’ limited understanding of refrigerant charging in the Air Conditioning Technology course. It aimed to develop a learning video on refrigerant charging in automotive air conditioning systems that is valid and practical for instructional use. The study employed a Research and Development design using the 4-D model, consisting of the define, design, develop, and disseminate stages. The research instruments included validity and practicality questionnaires administered to two expert validators from Universitas Negeri Padang, one course lecturer, and 40 student respondents. The learning video was developed with subtitles and improved audio quality to support clearer procedural instruction. The results showed that the video achieved a material validity score of 80.00% and a media validity score of 81.67%, both categorized as very valid. The practicality test obtained a score of 5,321 out of 6,000, with a percentage of 88.68%, categorized as very practical. These findings indicate that the developed learning video is feasible as a supporting medium for practical learning of refrigerant charging in automotive air conditioning systems.