Nurul Huda
Arabic Education Study Program Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pembentukan Karakter Peserta Didik Madrasah Ibtidaiyah: Pembiasaan Kegiatan Keagamaan Fildza Malahati; Nur Hidayat; Nurul Huda; Putri Jannati; Lusi Oktavia; Afifah Rizki
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijeeti.2023.2(2).119-130

Abstract

Pembentukan karakter merupakan hal yang harus diperhatikan sejak dini. Terbentuknya karakter peserta didik yang baik tentunya dipengaruhi oleh pembiasaan-pembiasaan yang baik juga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih jauh tentang bagaimana pembentukan karakter peserta didik melalui pembiasaan kegiatan keagamaan. Penelitian ini dilakukan di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul, Yogyakarta. Fokus penelitian membahas tentang pembentukan karakter peserta didik melalui kegiatan keagamaan. Adapun data yang dikumpulkan dalam penelitian adalah data tentang pembentukan karakter peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi.  Pengambilan data dalam penelitian ini dengan cara snowball sampling, sehingga didapati 2 orang guru dan 5 peserta didik sebagai sampel penelitian. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul, Yogyakarta menerapkan kegiatan kegamaan seperti mengajarkan salat wajib tepat waktu, mengajarkan salat dhuha, mengajarkan untuk membaca Al-Qur’an sebelum kegiatan proses belajar mengajar dimulai. Tidak hanya itu, di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul, Yogyakarta juga memiliki program unggulan yaitu tahfidz yang mana peserta didik diharapkan mampu menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an serta mengamalkanya. Pembiasaan-pembiasaan melalui aktivitas keagamaan tersebut tentunya memiliki faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung kegiatan tersebut adalah guru itu sendiri sebagai suri tauladan untuk peserta didiknya. Peserta didik yang memiliki ahlak yang baik tentunya sedikit banyaknya dipengaruhi oleh didikan gurunya. Sedangkan faktor penghambatnya adalah lingkungan sosial peserta didik itu sendiri diluar lingkungan sekolah.  Diadakanya aktivitas keagamaan tersebut diharapkan dapat memberikan efek yang baik dalam membentuk karakter peserta didik menjadi lebih baik. Kata kunci: Pembentukan Karakter, Aktivitas Keagamaan, Madrasah Ibtidaiyah
The Art of Arabic Calligraphy in the Academic Environment: A Graemphemical and Sociolingistic Study in the Laboratory of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Siti Nurhasana Mokodompit; Nurul Huda; Maksudin Maksudin
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i2.8661

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis dan pesan moral serta fungsi sosiolinguistik dari kaligrafi Arab yang ada pada Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Metode yang digunakan yaitu penyediaan data, metode analisis data, dan metode penyajian hasil yang dilakukan dengan tiga tahap, ketiga tahapan tersebut yaitu tahap persiapan, tahap pelaporan, hasil penelitian, jenis dan fungsi sosiolinguistik kaligrafi Arab di masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan pesan moral apa yang ingin disampaikan kaligrafi Arab tersebut, berdasarkan analisis kaligrafi pada Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga, terdapat 4 jenis khat kaligrafi yang digunakan yaitu khat Tsuluts, Riq’ah, Farisi, dan Koufi. Adapun fungsi khat kaligrafi pada masjid secara sosiolinguistik adalah sebagai alat untuk control realitas social. Menurut Crytal, bahasa berfungsi sebagai alat untuk mengelola masalah atau realitas yang mereka refleksikan. Intinya fungsi kaligrafi secara sosiolinguistik ialah sebagai interaksi sosial, kontrol realitas, pencatatan fakta, instrumen dari sebuah pemikiran, refleksi diri, dan pembelajaran adapun pesan moral pada setiap kaligrafi arab di Laboratorium Agama Masjid UIN Suna Kalijaga Yogyakarta adalah pentingnya membaca (ilmu pengetahuan), ketakwaan, berbuat baik, dan memaknai dan menyadari kekuasaan dan kebesaran Allah SWT atas apa yang diciptakan-Nya di dunia ini.
The Art of Arabic Calligraphy in the Academic Environment: A Graemphemical and Sociolingistic Study in the Laboratory of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Siti Nurhasana Mokodompit; Nurul Huda; Maksudin Maksudin
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis dan pesan moral serta fungsi sosiolinguistik dari kaligrafi Arab yang ada pada Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Metode yang digunakan yaitu penyediaan data, metode analisis data, dan metode penyajian hasil yang dilakukan dengan tiga tahap, ketiga tahapan tersebut yaitu tahap persiapan, tahap pelaporan, hasil penelitian, jenis dan fungsi sosiolinguistik kaligrafi Arab di masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan pesan moral apa yang ingin disampaikan kaligrafi Arab tersebut, berdasarkan analisis kaligrafi pada Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga, terdapat 4 jenis khat kaligrafi yang digunakan yaitu khat Tsuluts, Riq’ah, Farisi, dan Koufi. Adapun fungsi khat kaligrafi pada masjid secara sosiolinguistik adalah sebagai alat untuk control realitas social. Menurut Crytal, bahasa berfungsi sebagai alat untuk mengelola masalah atau realitas yang mereka refleksikan. Intinya fungsi kaligrafi secara sosiolinguistik ialah sebagai interaksi sosial, kontrol realitas, pencatatan fakta, instrumen dari sebuah pemikiran, refleksi diri, dan pembelajaran adapun pesan moral pada setiap kaligrafi arab di Laboratorium Agama Masjid UIN Suna Kalijaga Yogyakarta adalah pentingnya membaca (ilmu pengetahuan), ketakwaan, berbuat baik, dan memaknai dan menyadari kekuasaan dan kebesaran Allah SWT atas apa yang diciptakan-Nya di dunia ini
Khasā’is Khāṭ Al-Thulth wa Mumayyazātuhu wa Asrāruhu Nurul Huda
ALSINATUNA Vol 1 No 2 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/alsinatuna.v1i2.6776

Abstract

Arabic calligraphy has been recognized by Indonesian society, especially in learning Arabic texts, such as Qur’an and Hadith. Nowadays, it is not even used in a manuscript only, but also used as home and mosque decoration. There are many kinds of calligraphy letterform; one of them is called “S\ulus\” (khat S\ulus\). S\ulus\ is the most used letterform both in calligraphy books and decoration. It may caused by the flexibility of its letterform and its elasticity of the structure that makes it looks charismatic. In this research, there is a new model of calligraphy which does not only depend on the history, but also relates to the secret or the meaning contained in the forming of S\ulus\. In addition, there is also a description of a more comprehensive calligraphy style which makes the idiosyncrasies of S\ulus\ are revealed in the forming of a calligraphy style.
From Grammar-Centered to Communicative Materials: Rethinking Arabic Language Teaching Resources in Higher Education Muh. Sabilar Rosyad; Faiq Ilham Rosyadi; Nurul Huda; Nurhapsari Pradnya Paramita; Mi Guangli
Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jba.v10i1.16227

Abstract

This study examines how Arabic teaching materials mediate the relationship between grammatical knowledge and communicative competence in higher education. It addresses three questions: (1) to what extent materials remain grammar-centered, (2) how communicative and hybrid orientations are represented, and (3) how grammar can support effective communication. The study is urgent due to the persistent mismatch between communicative policy frameworks (e.g., CEFR) and the continued dominance of form-focused materials, which constrains learners’ communicative ability. Using a systematic state-of-the-art review of Scopus-indexed studies (2020–2026), this research applies thematic-critical synthesis. Data validity is ensured through transparent selection criteria, triangulation of empirical and conceptual sources, and iterative coding. Findings show that grammar-centered materials still dominate, while communicative innovations remain largely additive. Crucially, effective Arabic communication requires not the elimination of grammar, but its integration as a functional resource within meaning-focused and task-based learning. Misalignment occurs when grammar is treated as an end rather than a means. This study contributes by reconceptualizing the grammar–communication relationship and by proposing a context-sensitive framework for the development of communicative Arabic materials in higher education.
Islamic Spiritual Well-Being as a Mediator in CRM–Loyalty Relationships: Evidence from Islamic Microfinance Nurul Huda; Misnen Ardiansyah; Mukhamad Yazid Afandi
Business and Applied Management Journal Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Al-Qalam Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/bamj.v3i1.528

Abstract

This study examines the influence of Customer Relationship Management (CRM) on customer loyalty among Muslim members of Islamic microfinance institutions and investigates the mediating role of Islamic Spiritual Well-Being (ISWB). Grounded in the Stimulus–Organism–Response (S–O–R) framework and the Islamic moral economy perspective, the study explores how CRM can cultivate loyalty rooted in Islamic values within Baitul Maal Wat Tamwil (BMT), a community-based Islamic financial cooperative. A quantitative cross-sectional survey was conducted with 225 members of BMT Nahdlatul Ulama in Madura, Indonesia. ISWB was measured using a nine-item scale representing Islamic virtues such as Falah, Taqarrub, Itqan, Istiqamah, Ta’awun, Ikhlas, Akhlaq, Tawazun, and Qana’ah, while CRM and customer loyalty were measured using established scales. Data were analysed using Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM) with SmartPLS 4 and bootstrapping (5,000 resamples). The findings show that CRM significantly influences ISWB (β = 0.780, p < 0.001) and directly affects customer loyalty (β = 0.180, p < 0.05). ISWB also significantly enhances customer loyalty (β = 0.541, p < 0.001) and partially mediates the CRM–loyalty relationship (indirect β = 0.422), accounting for 70.1% of the total effect. These results highlight the importance of integrating Islamic values into CRM practices to strengthen spiritually grounded customer loyalty in Islamic financial institutions.
IMPLEMENTATION OF WEB-BASED E-LEARNING MODEL TO BUILD THE FOURTHGRADE STUDENTS’ LEARNING MOTIVATION ON THE IPA THEMATIC LEARNING IN MADRASAH IBTIDAIYAH Lusi Oktavia; Irfan; Rusdy Iskandar; Afifah Rizki; Nurul Huda
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 12 No. 3 (2023): June
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/10.33578/jpfkip.v12i3.9618

Abstract

Research indicates that learning motivation is crucial to determine a successful learning process for students. In fact, the reality in the research field, students' motivation for Natural Science learning subjects in elementary schools is still lacking. The researcher will subsequently apply or examine the learning models. The research is conducted to explain whether the implementation of web-based e-learning in thematic learning, especially Natural Science learning subjects, can build students' learning motivation or not. The research location was conducted at Madrasah Ibtidaiyah Plus Nur Rahma in Bengkulu. The time of conducting the research is the even semester in the academic year 2021/2022. The method used is a qualitative approach. Data collection is direct interview and documentation techniques. The research results imply that implementing an e-learning model can increase students' learning motivation. The implication of the research is that teachers or thematic learning for Natural Science learning subjects in elementary schools are recommended to utilize this web-based elearning learning model.