Nurul Huda
Arabic Education Study Program Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pembentukan Karakter Peserta Didik Madrasah Ibtidaiyah: Pembiasaan Kegiatan Keagamaan Fildza Malahati; Nur Hidayat; Nurul Huda; Putri Jannati; Lusi Oktavia; Afifah Rizki
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijeeti.2023.2(2).119-130

Abstract

Pembentukan karakter merupakan hal yang harus diperhatikan sejak dini. Terbentuknya karakter peserta didik yang baik tentunya dipengaruhi oleh pembiasaan-pembiasaan yang baik juga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih jauh tentang bagaimana pembentukan karakter peserta didik melalui pembiasaan kegiatan keagamaan. Penelitian ini dilakukan di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul, Yogyakarta. Fokus penelitian membahas tentang pembentukan karakter peserta didik melalui kegiatan keagamaan. Adapun data yang dikumpulkan dalam penelitian adalah data tentang pembentukan karakter peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi.  Pengambilan data dalam penelitian ini dengan cara snowball sampling, sehingga didapati 2 orang guru dan 5 peserta didik sebagai sampel penelitian. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul, Yogyakarta menerapkan kegiatan kegamaan seperti mengajarkan salat wajib tepat waktu, mengajarkan salat dhuha, mengajarkan untuk membaca Al-Qur’an sebelum kegiatan proses belajar mengajar dimulai. Tidak hanya itu, di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul, Yogyakarta juga memiliki program unggulan yaitu tahfidz yang mana peserta didik diharapkan mampu menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an serta mengamalkanya. Pembiasaan-pembiasaan melalui aktivitas keagamaan tersebut tentunya memiliki faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung kegiatan tersebut adalah guru itu sendiri sebagai suri tauladan untuk peserta didiknya. Peserta didik yang memiliki ahlak yang baik tentunya sedikit banyaknya dipengaruhi oleh didikan gurunya. Sedangkan faktor penghambatnya adalah lingkungan sosial peserta didik itu sendiri diluar lingkungan sekolah.  Diadakanya aktivitas keagamaan tersebut diharapkan dapat memberikan efek yang baik dalam membentuk karakter peserta didik menjadi lebih baik. Kata kunci: Pembentukan Karakter, Aktivitas Keagamaan, Madrasah Ibtidaiyah
The Art of Arabic Calligraphy in the Academic Environment: A Graemphemical and Sociolingistic Study in the Laboratory of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Siti Nurhasana Mokodompit; Nurul Huda; Maksudin Maksudin
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i2.8661

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis dan pesan moral serta fungsi sosiolinguistik dari kaligrafi Arab yang ada pada Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Metode yang digunakan yaitu penyediaan data, metode analisis data, dan metode penyajian hasil yang dilakukan dengan tiga tahap, ketiga tahapan tersebut yaitu tahap persiapan, tahap pelaporan, hasil penelitian, jenis dan fungsi sosiolinguistik kaligrafi Arab di masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan pesan moral apa yang ingin disampaikan kaligrafi Arab tersebut, berdasarkan analisis kaligrafi pada Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga, terdapat 4 jenis khat kaligrafi yang digunakan yaitu khat Tsuluts, Riq’ah, Farisi, dan Koufi. Adapun fungsi khat kaligrafi pada masjid secara sosiolinguistik adalah sebagai alat untuk control realitas social. Menurut Crytal, bahasa berfungsi sebagai alat untuk mengelola masalah atau realitas yang mereka refleksikan. Intinya fungsi kaligrafi secara sosiolinguistik ialah sebagai interaksi sosial, kontrol realitas, pencatatan fakta, instrumen dari sebuah pemikiran, refleksi diri, dan pembelajaran adapun pesan moral pada setiap kaligrafi arab di Laboratorium Agama Masjid UIN Suna Kalijaga Yogyakarta adalah pentingnya membaca (ilmu pengetahuan), ketakwaan, berbuat baik, dan memaknai dan menyadari kekuasaan dan kebesaran Allah SWT atas apa yang diciptakan-Nya di dunia ini.
The Art of Arabic Calligraphy in the Academic Environment: A Graemphemical and Sociolingistic Study in the Laboratory of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Siti Nurhasana Mokodompit; Nurul Huda; Maksudin Maksudin
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis dan pesan moral serta fungsi sosiolinguistik dari kaligrafi Arab yang ada pada Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Metode yang digunakan yaitu penyediaan data, metode analisis data, dan metode penyajian hasil yang dilakukan dengan tiga tahap, ketiga tahapan tersebut yaitu tahap persiapan, tahap pelaporan, hasil penelitian, jenis dan fungsi sosiolinguistik kaligrafi Arab di masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan pesan moral apa yang ingin disampaikan kaligrafi Arab tersebut, berdasarkan analisis kaligrafi pada Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga, terdapat 4 jenis khat kaligrafi yang digunakan yaitu khat Tsuluts, Riq’ah, Farisi, dan Koufi. Adapun fungsi khat kaligrafi pada masjid secara sosiolinguistik adalah sebagai alat untuk control realitas social. Menurut Crytal, bahasa berfungsi sebagai alat untuk mengelola masalah atau realitas yang mereka refleksikan. Intinya fungsi kaligrafi secara sosiolinguistik ialah sebagai interaksi sosial, kontrol realitas, pencatatan fakta, instrumen dari sebuah pemikiran, refleksi diri, dan pembelajaran adapun pesan moral pada setiap kaligrafi arab di Laboratorium Agama Masjid UIN Suna Kalijaga Yogyakarta adalah pentingnya membaca (ilmu pengetahuan), ketakwaan, berbuat baik, dan memaknai dan menyadari kekuasaan dan kebesaran Allah SWT atas apa yang diciptakan-Nya di dunia ini
Khasā’is Khāṭ Al-Thulth wa Mumayyazātuhu wa Asrāruhu Nurul Huda
ALSINATUNA Vol 1 No 2 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/alsinatuna.v1i2.6776

Abstract

Arabic calligraphy has been recognized by Indonesian society, especially in learning Arabic texts, such as Qur’an and Hadith. Nowadays, it is not even used in a manuscript only, but also used as home and mosque decoration. There are many kinds of calligraphy letterform; one of them is called “S\ulus\” (khat S\ulus\). S\ulus\ is the most used letterform both in calligraphy books and decoration. It may caused by the flexibility of its letterform and its elasticity of the structure that makes it looks charismatic. In this research, there is a new model of calligraphy which does not only depend on the history, but also relates to the secret or the meaning contained in the forming of S\ulus\. In addition, there is also a description of a more comprehensive calligraphy style which makes the idiosyncrasies of S\ulus\ are revealed in the forming of a calligraphy style.