Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Profil Conduct Disorder Pada Siswa Sekolah Menengah Atas Cantika Cantika; Cucu Arumsari; Rikha Surtika Dewi
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.3522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil conduct disorder siswa di SMAN 1 Cikatomas berdasarkan pengkategorian, aspek dan berdasarkan tingkatan kelas. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif untuk mengungkap profil conduct disorder pada siswa sekolah menengah atas. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas X dan XI SMAN 1 Cikatomas yang terdiri dari beberapa kelas. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 320 siswa di SMAN 1 Cikatomas, yang diambil dengan teknik incidental sampling. Hasil penelitian secara umum gambaran conduct disorder berada pada kategori conduct disorder rendah sebesar 72,50% (232 siswa). Aspek tertinggi adalah agresif terhadap fisik orang lain dan hewan. Berdasarkan tingkatan kelas sebagian siswa terdapat pada kelas XI dan sebagian siswa lain berada pada kelas X.
The Forgiveness Process for Students Who Were Victims of Bullying at SMP Negeri 1 Mangunreja Cucu Arumsari; Dewang Sulistiana; Hilma Fauziah G
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.3988

Abstract

This study aims to understand the process of forgiveness among students who have experienced bullying at SMP Negeri 1 Mangunreja. Forgiveness is an essential aspect of emotional recovery, which helps reduce anger and hatred while rebuilding the individual’s psychological balance. This research employed a qualitative narrative approach to explore the subjective experiences of students in forgiving their bullies. Data were collected through in-depth interviews with a primary participant (the bullying victim) and two supporting informants: a guidance and counseling teacher and a close friend. The data analysis involved three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the process of forgiveness occurs through four main stages: (1) emotional wounds and psychological impacts of bullying; (2) self-reflection and awareness of the meaning of forgiveness; (3) social support as a factor of recovery; and (4) forgiveness as a form of growth and inner peace. These stages describe a complex emotional journey toward acceptance and self-healing. Forgiveness emerges as an act of self-empowerment influenced by social support, spiritual values, and counseling guidance. This study contributes to the field of guidance and counseling by highlighting forgiveness-based counseling as an effective intervention strategy for students who experience bullying.
Pengaruh Kelekatan Orang Tua Terhadap Self Efficacy Siswa SMAN Kota Banjar Silmi Rifdatul Jahra; Cucu Arumsari; Agung Nugraha
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.4109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kelekatan orang tua dan self-efficacy berdasarkan jenis kelamin. pada siswa kelas XI SMA Negeri di Kota Banjar tahun ajaran 2024/2025.Pendekatan kuantitatif Korelasional Determinasi digunakan dengan sampel 280 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling dari populasi 939 siswa. Data dikumpulkan menggunakan dua angket (masing-masing 25 aitem): skala kelekatan orang tua (adaptasi IPPA Armsden & Greenberg, 1987 serta Firdausya Rahmatika) dan skala self-efficacy (adopsi Maria Illena Karrel, 2023 serta panduan Bandura, 2006). Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara kelekatan orang tua dan self-efficacy, meskipun tingkat pengaruhnya tergolong rendah. Temuan ini menegaskan bahwa relasi emosional dalam keluarga tetap berperan dalam membangun keyakinan diri remaja, namun faktor lain di luar keluarga juga perlu dipertimbangkan. Direkomendasikan layanan bimbingan konseling berbasis Cognitive Behavioral Therapy (CBT) yang melibatkan keluarga.
Hubungan Antara Tingkat Kelekatan Anak Dengan Orang Tua Terhadap Kenakalan Remaja Dewi Kristiani Nurpajar; Feida Noorlaila Isti'adah; Cucu Arumsari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kelekatan anak dengan orang tua terhadap kenakalan remaja. Kelekatan dipahami sebagai ikatan emosional yang terjalin antara anak dan orang tua yang berperan penting dalam perkembangan psikososial remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional untuk mengidentifikasi keeratan hubungan antara kedua variabel tersebut. Data dikumpulkan melalui instrumen kuesioner yang mengukur tingkat kelekatan anak dengan orang tua serta bentuk-bentuk kenakalan remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kelekatan anak dengan orang tua dan kenakalan remaja, dimana kelekatan yang tinggi cenderung berhubungan dengan rendahnya tingkat kenakalan remaja. Temuan ini menegaskan pentingnya peran orang tua dalam membangun hubungan emosional yang positif sebagai upaya preventif terhadap munculnya perilaku kenakalan pada remaja.