Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Penyebab Pembengkakan Biaya oleh Kontraktor pada Proyek Jalan APBD Kota Solo Tahun 2017-2018 Sahid, Muhammad Nur; Setiyaningsih, Ika; Solikhin, Mochamad; Al-Salam, Bariq
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2019: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini sering dijumpai permasalahan munculnya pembengkakan biaya yang berakibat Saat ini sering dijumpai permasalahan munculnya pembengkakan biaya yang berakibat kerugian dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Pembengkakan biaya proyek konstruksi sangat tergantung dari beberapa faktor baik faktor internal maupun faktor eksternal proyek tersebut. Dengan demikian sangat dibutuhkan tingkat keahlian, pengetahuan, dan pengalaman yang tinggi untuk melakukan estimasi biaya mulai dari biaya proyek hingga pengelolaan arus kas proyek selama tahap pelaksanaan. Hal ini dilakukan agar kedepannya tidak terjadi pembengkakan biaya yang dapat merugikan kontraktor. Data yang diperoleh dari hasil penyebaran kuisioner dikelompokan dan disusun sesuai dengan hal yang akan diteliti, sehingga dapat mempermudah dan mempercepat proses penelitian. Selanjutnya data yang telah dikelompokan diolah dengan menggunakan program SPSS untuk diuji kelayakannya yang dilihat dari uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor dominan yang mempengaruhi adanya pembengkakan biaya pada proyek jalan di Kota Solo tahun 2017-2018 adalah faktor Waktu Pelaksanaan (X8). Terkait dengan besarnya pembengkakan biaya yang terjadi pada proyek jalan, 33 responden mengatakan bahwa pembengkakan biaya terjadi sebesar 1-5%, 12 responden mengatakan bahwa pembengkakan biaya terjadi sebesar 6-10%, dan 3 responden mengatakan bahwa pembengkakan biaya terjadi sebesar 11-15%.
Investigasi Karakteristik Tar Tempurung Kelapa sebagai Bahan Ikat Campuran Beraspal Wahono, Sigit; Sunarjono, Sri; Harnaeni, Senja Rum; Setiyaningsih, Ika
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2019: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal yang bersumber dari minyak bumi yang digunakan untuk bahan dasar struktur jalan raya sifatnya adalah terbatas. Tar tempurung kelapa dengan sifat fisik yang menyerupai aspal yang biasa disebut limbah karena memiliki aroma yang menyengat dan sangat lengket. Tar tempurung kelapa ini memiliki nilai penetrasi yang tinggi. Penelitian dengan memodifikasi menambahkan variasi bahan material aspal 60/70 dan kapur, dengan tujuan untuk meningkatkan nilai fisik tar tersebut. Tujuan yang pertama adalah untuk mengetahui karakteristik tar tempurung kelapa, tujuan yang kedua yaitu untuk mengetahui nilai karakteristik tar tempurung kelapa dengan variasi bahan tambah aspal 60/70, tujuan yang ketiga yaitu untuk mengetahui nilai karakteristik tar tempurung kelapa dengan variasi bahan tambah kapur. Dalam penelitin ini menggunakan metode penelitian eksperimen, yaitu dengan menambahkan variasi bahan tambah aspal 60/70 dan kapur dengan tar tempurung kelapa. Metode pengujian yang dilkukan adalah uji penetrasi, uji daktilitas, uji titik lembek, uji titik nyala dan bakar, uji berat jenis, uji kelekatan terhadap agregat, dan uji viskositas-flow (aliran). Adapun cara memodifikasi dalam pengujian tar tempurung kelapa tersebut yang pertama adalah dengan menggunakan variasi bahan tambah aspal 60/70 dengan perbandingan 100:0, 75:25, 50:50, dan 25:75. Modifikasi yang kedua yaitu dengan kapur ukuran biasa dan ukuran nanometer dengan proporsi penambahan kapur 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%. Nilai dari penelitian tar tempurung kelapa dengan variasi bahan tambah aspal 60/70 pada proporsi 50:50 mengasilkan nilai berat jenis 1,13, kelekatan terhadap agregat 100%. Tar tempurung kelapa dalam keadaan murni dalam pengujian kelekatan terhadap agregat berserta berat jenis memenuhi spesifikasi aspal 60/70 dengan nilai 100% dan 1,17.
Analisis Karateristik dan Kebutuhan Parkir di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret Sukoharjo Mulyono, Gotot Slamet; Abdurrahman, Faris; Hidayati, Nurul; Setiyaningsih, Ika
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1182.737 KB)

Abstract

Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret merupakan rumah sakit umum milik pemerintah daerah yang merupakan fasilitas umum yang sangat dibutuhkan keberadaannya oleh masyarakat sekitarnya. Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret dengan tipe pelayanan A,B dan C yang mempunyai misi menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang proffesional, efisien, efektif, memberikan kepuasan pelanggan, menjunjung tinggi kode etik kedokteran, sebagai tempat pendidikan, pelatihan dan pengembangan tenaga kesehatan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan. Dengan banyaknya pelayanan dan fasilitas tersebut tentunya harus di iringi dengan sarana parkir yang tentunya memadai. Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret memiliki fasilitas parkir yang terbatas sehingga sebagian bahu jalan dialihfungsikan sebagai tempat parkir, berdasarkan kondisi tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karateristik dan kebutuhan parkirnya serta dapat menjadi bahan pertimbangan pengelolaan parkir di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret. Pada penelitianini dilakukan pengambilan data sekunder dari server parkir selama dua hari, setiap harinya 12 jam yaitu pukul (07.00 – 19.00 ). Data durasi parkir yang didapat kemudian dianalisis berdasarkan pedoman Dirjen Perhubungan Darat (1998) yang antara lain meliputi akumulasi parkir, indeks parkir, durasi parkir, volume parkir, turnover parkir dan kebutuhan ruang parkirnya. Berdasarkan hasil analisis di dapatkan hasil penelitian berupa akumulasi maksimum harian tertinggi untuk mobil penumpang terjadi pada hari senin sebesar 94 kendaraan/15 menit, dan untuk sepeda motor terjadi pada hari senin sebesar 292 kendaraan/15 menit. Rata rata volume harian untuk mobil penumpag 228 kendaraan/12 jam dan untuk sepeda motor 660 kendaraan/12 jam, kemudian didapatkan indeks parkir tertinggi untuk mobil penumpang sebesar 160% dan untuk sepeda motor 109.77% dengan rata rata durasi parkir harian untuk mobil penumpang adalah 145.62 menit dan untuk sepeda motor 207.51 menit. Tingkat turnover parkir mobil penumpang tertinggi terjadi pada hari Senin 4 Februari 2019 yaitu sebesar 3.68 dan untuk sepeda motor terjadi pada hari Senin 4 Februari 2019 yaitu sebesar 3.32. Besarnya kebutuhan parkir secara teoritis untuk mobil penumpang (off street) adalah 82 SRP dengan SRP yang tersedia sebanyak 80, sehingga belum memenuhi standar kebutuhan. Besarnya kebutuhan parkir secara teoritis untuk sepeda motor adalah 273 SRP dengan SRP yang tersedia sebanyak 266 sehingga belum memenuhi standar.
Evaluasi Tarif Kereta Api Malabar Kelas Ekonomi Menurut ATP dan WTP Penggunanya Setiyaningsih, Ika; Asari, Siti Hajar; Idris, Zilhardi
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.623 KB)

Abstract

Penentuan tarif angkutan umum melibatkan tiga pihak terkait yaitu penyelenggara jasa angkutan, pengguna, dan pemerintah. Tarif yang berlaku hendaknya merupakan titik pertemuan antara kemampuan dan kesediaan membayar pengguna dengan biaya minimum yang dikeluarkan oleh penyelenggara angkutan untuk operasional. Penelitian ini dilakukan untuk mengestimasi nilai Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) pengguna KA Malabar kelas ekonomi, mengevaluasi tarif lapangan dengan nilai ATP dan WTP, serta membuatskenario penetapan tarif KA Malabar kelas ekonomi berdasarkan ATP dan WTP. Pengumpulan data primer berupa kuisioner kepada sejumlah sampel penumpang KA Malabar kelas ekonomi. Data sekunder didapat dari PT.KAI berupa data jumlah penumpang, tarif eksisting, dan jadwal KA Malabar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besaran tarif berdasarkan ATP diperoleh Rp127.426,00 sedangkan besar tarif menurut WTP pengguna adalah Rp152.933,33(kondisi sebelum perbaikan pelayanan) dan Rp176.000,00 (sesudah ada perbaikan pelayanan). Tarif lapangan saat ini untuk kelas ekonomi adalah Rp190.000,00 berada di atas ATP dan WTP penggunanya. Tarif yang sesuai dengan ATP dan WTP pengguna KA Malabar kelas ekonomi adalah Rp130.000,00 dan Rp110.000,00 apabila tarif disubsidi oleh Pemerintah.
Analisis Kebutuhan Parkir di Stasiun Solo Balapan Mulyono, Gotot Slamet; Budiono, Wahyu; Hidayati, Nurul; Setiyaningsih, Ika
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2020: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.454 KB)

Abstract

Stasiun Solo Balapan merupakan stasiun yang melayani kereta api penumpang dan barang. Kereta penumpang dibagi menjadi tiga kelas, yakni kelas ekonomi, kelas bisnis dan kelas eksekutif, oleh karena itu perlu di-iringi dengan fasilitas parkir yang memadai. Stasiun Solo Balapan memiliki tempat parkir yang sudah dpisahkan untuk sepeda motor dan kendaraan ringan, serta jalan untuk arus ke ruang pakir atau keluar dari ruang parkir, tetapi pada waktu tertentu ada sebagian bahu jalan dialih fungsikan sebagai tempat parkir, berdasarkan kondisi tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan kebutuhan parker di Stasiun Solo Balapan. Adapun data yang digunakan adalah data primer berupa jam masuk dan keluar setiap kendaraan, data diperoleh dari pihak parkir stasiun Solo Balapan yang berupa data ticketing. Data kendaran keluar dan masuk parkir yang didapat kemudian dianalisis berdasarkan pedoman Dirjen Perhubungan Darat 1998 yang antaralain meliputi akumulasi parkir, indeks parkir, durasi parkir, volume parkir, turnover parkir dan kebutuhan ruang parkir. Hasil analisis data berupa akumulasi maksimum harian tertinggi untuk mobil penumpang sebesar 101 kendaraan/15 menit, dan untuk sepeda motor sebesar 851 kendaraan/15 menit. Indeks parkir tertinggi untuk mobil penumpang sebesar 21,74 % dan untuk sepeda motor indeks parkir tertinggi sebesar 36,49 %. Tingkat turnoverparkir mobil penumpang sebesar 4,61 dan untuk sepeda motor sebesar 1,71. Besarnya kebutuhan parkir secara teoritis untuk mobil penumpang adalah 52 SRP dengan SRP yang tersedia sebanyak 92, sehingga memenuhi standar kebutuhan. Besarnya kebutuhan parkir secara teoritis untuk sepeda motor adalah 558 SRP dengan SRP yang tersedia sebanyak 833 sehingga memenuhi standar.
Penentuan Blacksite dan Blackspot pada Ruas Jalan Jogja Solo dengan Metode Batas Kontrol Atas (BKA) dan Metode Upper Control Limit (UCL) Setiyaningsih, Ika
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2020: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.016 KB)

Abstract

Kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu penyebab kematian terbesar ketujuh di dunia (WHO, 2015). Meningkatnya jumlah pergerakan baik orang dan barang mengakibatkan semakin bertambahnya volume lalu lintas. Faktor keselamatan menjadi hal yang penting, namun pada beberapa ruas jalan justru jumlah kecelakaan dari tahun ke tahun semakin meningkat. Hal ini juga terjadi pada ruas Jalan Jogja-Solo KM.17+300 – KM. 49+ 800 yang merupakan jalan nasional. Penelitian ini bermaksud untuk menentukan daerah rawan kecelakaan (Blacksite dan Blackspot) pada ruas Jalan Jogja-Solo KM.17+300 – KM. 49+ 800. Data diperoleh dari Sarlantas Polres Klaten berupa data kecelakaan lalu lintas dari tahun 2015- tahun 2017. Metode yang digunakan adalah metode Batas Kontrol Atas (BKA) dan Metode Upper Control Limit (UCL). Berdasarkan metode BKA terdapat 8 lokasi Blacksite dan berdasarkan metode UCL diperoleh 11 lokasi Blacksite (8 lokasi sama dengan metode BKA). Masing-masing lokasi Blacksite kemudian ditentukan lokasi Blackspotnya dan dapat diketahui jumlah serta tipe kecelakaan yang dominan pada masing-masing lokasi Blackspot.