Articles
The Association between Disability and Psychosocial Issues in Individuals with Leprosy
Jatimi, Atika;
Holisun, Holisun;
Ahmadi, Ahmadi
Genius Journal Vol. 5 No. 2 (2024): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56359/gj.v5i2.534
Introduction: Leprosy is a disease that can cause physical disabilities, which in turn contribute to the emergence of psychosocial problems in affected individuals. Objective: This study aims to analyze the relationship between the level of disability and psychosocial problems among leprosy patients in the working areas of Jrengoan Health Center and Karang Penang Health Center. Method: This study employs an analytical observational design with a cross-sectional approach. The study population consists of all leprosy patients in the working areas of the two health centers, totaling 47 individuals. The sampling technique used is non-probability sampling with a purposive sampling method, resulting in 42 respondents who meet the inclusion criteria. Disability levels were measured using an observation sheet, while psychosocial problems were assessed through a questionnaire. Data analysis was conducted using the Spearman Rho statistical test. Result: The results of the crosstabulation analysis revealed that among patients with level 2 disabilities, 12 individuals (28.6%) experienced severe psychosocial problems, while 2 individuals (4.8%) had mild psychosocial issues. The Spearman Rho test indicated a relationship between disability occurrence and psychosocial problems, with a p-value of 0.043 > 0.05. These findings suggest that the higher the level of disability, the more severe the psychosocial problems experienced by leprosy patients. Conclusion: In conclusion, the majority of leprosy patients in this study had level 1 disabilities, but those with level 2 disabilities tended to experience more severe psychosocial issues. This reinforces the notion that as the degree of disability increases, the psychosocial impact on leprosy patients also becomes more significant.
Kecemasan Caregiver dalam Pengasuhan Pasien Skizofrenia: Sebuah Studi Kualitatif tentang Beban Pengasuhan
Maulidiyah Junnatul Azizah Heru;
Jatimi, Atika;
Antonia Reong
Indonesian Health Science Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52298/ihsj.v5i1.79
Introduction: Schizophrenia is a serious mental disorder that not only affects patients but also has a significant impact on caregivers who provide care. Objectives: This study aims to explore the anxiety experienced by caregivers of schizophrenia patients. Methods: Using a qualitative approach with a phenomenological design, this research involved 10 caregivers caring for schizophrenia patients in the Pajarakan Health Center area, Probolinggo Regency. Data was collected through in-depth interviews, and analysis was conducted using the Coalizzi method. Results: The results show that caregiver anxiety is influenced by limited social support, social stigma related to mental illness, and high economic burden. In addition, emotional stress and feelings of helplessness also play an important role in shaping their anxiety. Conclusions: The anxiety experienced by caregivers of schizophrenia patients is influenced by interrelated social, economic, and psychological factors. A lack of social support and the stigma attached to mental illness exacerbate psychological conditions, while economic burdens add emotional pressure.
Pengalaman Penderita Penyakit Kusta : Studi Fenomenologi
Hidayat, Mukhlish;
Hakim, Arif Rahman;
Sofyan;
Atika Jatimi;
Novela Eka Candra Dewi
Indonesian Health Science Journal Vol. 5 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52298/ihsj.v5i2.146
Latar Belakang: Kusta (Morbus Hansen) merupakan penyakit infeksi kronis pada kulit yang disebabkan oleh Mycobacteium Leprae yang membuat penderitanya memiliki masalah pada beberapa aspek bukan hanya dari segi fisik melainkan masalah psikologis. Permasalahan yang ada tersebut terjadi berlarut larut sehingga berdampak pada masalah ekonomi penderita kusta yang memilih untuk tidak berinteraksi dengan masyarakat bahkan tidak bekerja sebab penderita kusta takut dikucilkan oleh masyarakat. Tujuan: untuk mengekplorasi pengalaman penderita penyakit kusta dalam kehidupan sehari-hari. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitan ini adalah penelitian kualitatif yang berfokus pada pendekatan fenomenologis. Partisipan yang diambil pada penelitian ini berjumlah 11 orang yang memiliki kriteria merupakan penderita penyakit kusta di wilayah kerja Puskesmas Talango. Langkah analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data Colaizzi. Hasil : Penelitian ini menghasilkan 3 tema, yaitu Stigma terhadap penderita kusta dengan subtema self stigma, identity stigma, Dampak psikologis dengan subtema jenis dampak psikologis dan penyebab dampak psikologis, dan Upaya pencarian pengobatan. Kesimpulan: Dampak psikologis (ansietas, stres, gangguan konsep diri dan menarik diri) merupakan suatu pengalaman yang sangat dirasakan oleh penderita kusta, stigma adalah faktor penyebab dari dampak psikologis baik stigma yang berasal dari siri sendiri maupun dari masyarakat sehingga hal tersebut berujung kepada upaya pencarian pengobatan yang tidak tepat.
Pemberian Latihan Fisik untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien ESRD yang Menjalani Hemodialisis: Provision of Physical Exercise to Improve Quality of Life for ESRD Patients Undergoing Hemodialysis
Amilia, Yunita;
Jatimi, Atika
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25026/jsk.v6i5.2380
A patient with ESRD is someone who has to undergo hemodialysis all his life to maintain his life. This study aims to determine the effect of intradialytic exercise with a peaceful end-of-life approach on the quality of life of ESRD patients undergoing hemodialysis. The research design used in this study was Quasi-Experimental. The samples in this study were 16 intervention groups and 16 control groups, taken using the Simple Random Sampling technique. Quality of life measurement using KDQoL- . The analysis was carried out using Paired T-test and Independent T-test with = 0.05. A paired t-test (p = 0.000) showed an increase in quality of life by 3.75 after being given physical exercise with a peaceful end-of-life approach. The results of statistical tests using the Independent T-test (p = 0.000) showed an effect of physical exercise on the quality of life of ESRD patients undergoing hemodialysis. Keywords: Physical exercise, Quality of life, ESRD Abstrak Penderita ESRD (End Stage Renal Disease ) adalah seseorang yang seumur hidupnya harus menjalani hemodialisis untuk mempertahankan kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh latihan fisik terhadap kualitas hidup pasien ESRD yang menjalani hemodialisis. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy-Experimental dengan pendekatan pre and post test control group design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 16 kelompok intervensi dan 16 kelompok kontrol, diambil menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengukuran kualitas hidup menggunakan KDQoL- Analisis dilakukan dengan menggunakan uji Paired T-test dan Independent T- test dengan ? = 0,05.Uji Paired t-test (p= 0,000) menunjukkan ada peningkatan kualitas hidup sebesar 3,75 setelah diberikan latihan intradialisis pendekatan peaceful end of life. Hasil uji statistik menggunakan uji Independent T-test (p = 0.000) menunjukkan bahwa ada pengaruh latihan fisik terhadap kualitas hidup pasien ESRD yang menjalani hemodialisis. Kata Kunci: Latihan fisik, Kualitas hidup, ESRD
Dampak Sleep Call Sebagai Social Support Pada Generasi Zoomer Dengan Kecendrungan Insomnia
Elok Alfiah Mawardi;
Atika Jatimi;
Mery Eka Yaya Fujianti
Indonesian Health Science Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52298/ihsj.v6i1.174
Latar Belakang: Intensitas penggunaan screen time yang tinggi pada generasi zoomer seperti sleep call dapat berdampak pada kestabilan emosi individu serta durasi jam tidur Tujuan: sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan kegiatan sleep call terhadap kecendrungan insomnia yang dialami oleh remaja. Metode: Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kuantitatif dengan design cross-sectional. Responden dipilih menggunakan metode random sampling dalam rentang waktu Desember 2024 hingga Maret 2025. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dengan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan Nilai koefisien korelasi Spearman sebesar 0,462 menunjukkan bahwa hubungan antara pola sleep call dan kecenderungan insomnia berada pada kategori hubungan sedang dan bersifat positif. Kesimpulan: Kebiasaan sleep call dengan kecendrungan insomnia pada generasi zoomer berpengaruh terhadap tumbuh kembang individu dalam beberapa aspek sehingga dianggap perlu untuk dilakukan pencegahan
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DIET RENDAH PURIN TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA PENDERITA GOUT ARTRITIS
Ahmad Zaini Arif;
Aprilia Nur Malasari;
Atika Jatimi;
Tri Nili Sulayfiyah;
Dwi Intan Pakuwita AR;
Willi Holis
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58222/gq9zat26
Penyakit gout (arthritis gout) merupakan penyakit sendi yang disebabkan oleh tingginya asam urat di dalam darah.penyabab utama penyakit gout yaitu gaya hidup dan makan yang mengandung lemak berlebih yang menyebabkan tingginya kadar asam urat dalam darah. Diet Rendah Purin diberikan antara lain kepada pasien penyakit Gout dimana kadar asam urat dalam darah tinggi. Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendidikan kesehatan tentang diet rendah purin terhadap kadar asam urat pada penderita gout atritis di wilayah kerja puskesmas jrengik sampang. Pada Penelitian ini menggunakan desain Pre ekperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di wilayah kerja puskesmas jrengik penderita gout atritis. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 38 responden dengan teknik Random Sampling. Data di ambil melalui pengisian infrom consend dan pengukuran kadar asam urat. Analisis data dilakukan menggunakan uji MC Nemar Test dengan nilai <0,05 (p
The Relationship Between Medication Compliance And Recurring Pulmonary Tuberculosis Incidents In The Working Area Of The Kamoning Public Health Center
Elok Alfiah Mawardi;
Atika Jatimi;
Ahmadi;
Jumrotul Aqobah
Journal of Health, Sport, and Nursing Vol. 1 No. 02 (2025): Journal of Health, Sport, and Nursing
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jhsn.v1i02.73433
Tuberculosis is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis, which is spread through the inhalation of droplets. Transmission occurs through airborne particles called droplet nuclei, measuring 1-5 microns. This disease is highly contagious and carries a risk of developing treatment resistance if medication is not taken regularly. Tuberculosis patients must undergo treatment for 6-9 months to prevent the transmission of the disease to others around them. This study aimed to determine the relationship between medication adherence and relapse in tuberculosis patients. The research design used in this study was an analytical cross-sectional design with a population of 49 respondents. The 44 respondents were sampled using a probability sampling technique, specifically a random sampling technique. This study used a medication adherence questionnaire. The research results were processed through editing, coding, scoring, and tabulation, and then analyzed using SPSS using the chi-square test. The results of the study showed that 40 respondents (90.9%) took medication regularly, so they did not need to repeat the treatment. The results of secondary data related to recurrent pulmonary tuberculosis occurred in 2 respondents, with a presentation of 4.5%. A total of 42 respondents, with a presentation of 95.9% were declared completely cured and did not experience a relapse. The results of the chi-square test p-value 0.006 <@=0.05. It was concluded that there is a relationship between medication adherence and the incidence of pulmonary tuberculosis in the work area of the Kamoning Community Health Center.
Case Study: Analysis of Nursing Care with The Application of Guided Imagery Therapy to Overcome Delusions of Suspicion in Patients in The Flamboyan Ward of Menur Mental Hospital Surabaya
Riski Hidayati;
Atika Jatimi
Journal of Health, Sport, and Nursing Vol. 2 No. 01 (2026): Journal of Health, Sport, and Nursing
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jhsn.v2i01.77507
Delusions are false beliefs resulting from impaired judgment of reality, inconsistent with the individual's intellectual level and cultural background, and persist despite being contrary to facts and common sense. Delusions cannot be corrected and often occur in patients with mental disorders, one of which is delusions of suspicion. This study aims to apply psychiatric nursing care through guided imagery therapy to address the nursing problem of delusions of suspicion. This study used a descriptive design with a case study approach that illustrates the comprehensive nursing care management process. The subject was one patient with a nursing diagnosis of delusions of suspicion. The study was conducted at Menur Mental Hospital (RSJ) Surabaya, East Java, over three weeks. Data collection was conducted through a comprehensive nursing assessment, determination of the nursing diagnosis, formulation of interventions, implementation of nursing actions, and evaluation of nursing care outcomes. The case study results indicate that Mrs. N experienced a nursing problem of suspicious delusions. After receiving guided imagery therapy, her Positive and Negative Syndrome Scale (PANSS) score decreased from 92 to 76. Guided imagery therapy is a relaxation method that involves imagining pleasant situations to provide positive physical, emotional, and spiritual effects. The application of this therapy has been shown to help reduce the intensity of suspicious delusions in clients with mental disorders.
Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas tentang Postpartum Blues
Mei Lestari Ika Widyyati;
Elok Alfiah Mawardi;
Atika Jatimi;
Lailatul Izzah
NERSI: Jurnal Keperawatan Indonesia Vol. 1 No. 3 (2026): NERSI: Jurnal Keperawatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.65307/nersi.v1i3.201
Postpartum blues atau baby blues merupakan gangguan emosional ringan yang sering dialami ibu pada minggu pertama setelah persalinan, mencapai puncak pada hari ketiga hingga kelima pascapersalinan, dan dapat berlangsung hingga 14 hari. Pengetahuan ibu mengenai postpartum blues penting untuk meningkatkan kesadaran dalam mengenali gejala sejak dini sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat dan mencegah gangguan psikologis yang lebih berat. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang postpartum blues di Rumah Sakit Sukma Wijaya Sampang. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan teknik total sampling. Populasi penelitian berjumlah 53 ibu nifas yang dirawat di Rumah Sakit Sukma Wijaya Sampang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai pengetahuan ibu tentang postpartum blues, kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Seluruh responden merupakan ibu rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9 responden (17,0%) memiliki pengetahuan kurang, 40 responden (75,5%) memiliki pengetahuan cukup, dan 4 responden (7,5%) memiliki pengetahuan baik. Tingkat pengetahuan ibu nifas tentang postpartum blues sebagian besar berada pada kategori cukup. Hasil ini menunjukkan perlunya peningkatan edukasi kesehatan agar ibu nifas mampu mengenali tanda dan gejala secara dini serta melakukan pencegahan dan penanganan yang tepat. Kata kunci: postpartum blues, pengetahuan, ibu nifas, baby blues, kesehatan maternal
Hubungan Pola Nutrisi Dengan Gangguan Tidur Pada Pasien Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Kamoning
Elok Alfiah Mawardi;
Faridatul Istibsaroh;
Atika Jatimi;
Sukartini Apriliawati
NERSI: Jurnal Keperawatan Indonesia Vol. 1 No. 3 (2026): NERSI: Jurnal Keperawatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.65307/nersi.v1i3.202
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak mampu menghasilkan insulin dalam jumlah cukup atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif sehingga kadar glukosa darah meningkat. Peningkatan kadar glukosa darah dapat dipengaruhi oleh pola asupan nutrisi dan disertai gejala khas, salah satunya poliuria pada malam hari yang dapat mengganggu pola tidur. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pola nutrisi dan gangguan pola tidur pada pasien diabetes melitus. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 48 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan skala Likert dengan pernyataan positif dan negatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian ditabulasi dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Analisis hipotesis menggunakan uji korelasi peringkat Spearman. Hasil uji menunjukkan nilai p < 0,001 (p < 0,05). Dengan demikian, terdapat hubungan antara pola nutrisi dan gangguan tidur pada pasien diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Kamoning. Kata kunci: diabetes melitus, gangguan tidur, pola nutrisi