Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Dukungan Suami dan Pendidikan dengan Keikutsertaan KB Pasca Salin pada Ibu Nifas di Puskesmas Balen Kabupaten Bojonegoro: The Relationship between Husband Support and Education with Postpartum Family Planning Participation in Postpartum Women at the Balen Health Center, Bojonegoro Regency Siti Rohmah; Rodiyatun; Abdul Latip; Esti Yuliani
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i4.102

Abstract

Masih banyak ditemukan ibu nifas sampai dengan hari ke-42 yang belum memakai KB pasca salin karena kurangnya dukungan dari suami dan pendidikan rendah. Untuk membuktikan bahwa dukungan suami dan pendidikan cenderung memiliki resiko terhadap keikutsertaan KB pasca salin maka ingin diteliti tentang adanya hubungan dukungan suami dan pendidikan dengan keikutsertaan KB pasca salin. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang bersifat kohort. Sampel diambil dengan teknik consecutive sejumlah 54 responden. Variabel independent adalah dukungan suami dan pendidikan, sedangkan variabel dependent adalah keikutsertaan KB pasca salin. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Untuk menganalisis adanya hubungan digunakan uji Chi Square dengan taraf nyata 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk dukungan suami mendukung sebanyak 38 responden (70,4%), pendidikan tamat SMA sebanyak 47 responden (87,0%) dan keikutsertaan KB pasca salin ikut menggunakan KB pasca salin sebanyak 39 responden (72,2%). Dari hasil analisis dengan uji chi square dapat disimpulkan ada hubungan dukungan suami dan pendidikan dengan keikutsertaan KB pasca salin pada ibu nifas.Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dukungan suami dan pendidikan berhubungan dengan keikutsertaan KB pasca salin pada ibu nifas. Sehingga disarankan pada ibu-ibu nifas untuk mengikuti KB pasca salin. Kata kunci: Dukungan Suami, Pendidikan, KB pasca salin.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Keteraturan Kunjungan Antenatal Care pada Ibu Hamil pada Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro: The Relationship between Knowledge and Attitudes with the Regularity of Antenatal Care Visits for Pregnant Women during the Covid-19 Pandemic in the Working Area of the Tambakrejo Health Center, Bojonegoro Regency Yuniarti Ekaristi; Masfu’ah Ernawati; Rodiyatun
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i4.113

Abstract

ABSTRAK Antenatal Care adalah perawatan yang diajukan ibu hamil untuk mendeteksi secara dini masalah kesehatan ibu dan janin, memberikan penyuluhan kesehatan dan perencanaan persalinan. Tujuan penelitian menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap dengan keteraturan kunjungan antenatal care pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro. Desain penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah ibu hamil usia 36-40 yang diambil teknik simple random sampling sejumlah 103 responden. Variabel independent adalah pengetahuan dan sikap, sedangkan variabel dependent adalah keteraturan kunjungan antenatal care selama pandemi covid 19. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Untuk menganalisis adanya hubungan digunakan uji statistik chi square dengan nilai kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan baik tentang antenatal care selama pandemi covid-19 yaitu sebanyak 78 ibu hamil (75,7%), sebagian besar ibu hamil memiliki sikap yang positif terhadap antenatal care selama pandemi covid-19 yaitu sebanyak 57 ibu hamil (55,3%), sebagian besar ibu hamil memiliki status kunjungan antenatal care selama pandemi covid-19 yang teratur yaitu sebanyak 74 ibu hamil (71,8%). Hasil analisis data dengan menggunakan chi-square diperoleh hasil p=value (0,000) < α (0,05), yang artinya terdapat hubungan pengetahuan ibu hamil terhadap keraturan kunjungan antenatal care selama pandemi covid-19 di Wilayah Puskesmas Tambakrejo. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Ada hubungan pengetahuan ibu hamil terhadap keraturan kunjungan antenatal care selama pandemi covid-19 di Wilayah Puskesmas Tambakrejo dengan nilai P =0,000, Ada hubungan sikap ibu hamil terhadap keteraturan kunjungan antenatal care selama pandemi covid-19 di Wilayah Puskesmas Tambakrejo dengan nilai P =0,000.
Case Report of a Third-Trimester Primigravida Aged ≤16 Years at PMB “U” Kamal, Bangkalan Regency Cinta Anugerah Ilahi; Suryaningsih Suryaningsih; Sri Wayanti; Rodiyatun Rodiyatun
Jurnal Kesehatan Mitra Sekawan Vol. 3 No. 1 (2026): September
Publisher : Utami Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70963/jkmp.v3i1.906

Abstract

before biological, psychological, and social maturity is fully established. In a third-trimester primigravida, this condition may be accompanied by physical discomfort, anemia, and childbirth-related anxiety, requiring care that extends beyond obstetric surveillance. This case report aimed to describe comprehensive biopsychosocial midwifery care for a 16-year-old third-trimester primigravida at Independent Midwifery Practice “U” in Kamal, Bangkalan Regency. A single-case design with four visits was implemented from March to June 2026. Assessment included history taking, physical and obstetric examinations, hemoglobin measurement, Poedji Rochjati risk scoring, and psychological screening using the Hamilton Anxiety Rating Scale and the Edinburgh Postnatal Depression Scale. At the initial visit, the pregnancy was classified as high risk with a KSPR score of 10, hemoglobin of 10.8 g/dL, moderate anxiety with a HARS score of 21, and a low risk of depression with an EPDS score of 5. Interventions comprised education on pregnancy changes and birth preparedness, iron supplementation and nutritional counseling, deep-breathing relaxation, hypnotherapy with lavender aromatherapy, prenatal yoga, and husband involvement. Throughout follow-up, maternal and fetal conditions remained stable; hemoglobin increased to 13.0 g/dL and anxiety gradually decreased until no anxiety was documented at the final visit, while EPDS remained in the low-risk category. In this case, comprehensive care was accompanied by improved physical and psychological readiness for childbirth.