Matilda M. Paseno
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris, Makassar, Indonesia

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

EFEKTIVITAS EDUKASI TETANUS NEONATORUM MENGGUNAKAN LEAFLET TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL Sudin; Hasiba; Satiani Dalle; Matilda Martha Paseno
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.516

Abstract

Latar belakang: Kehamilan merupakan masa yang krusial bagi seorang wanita, di mana ia mengandung dan melahirkan generasi penerus. Memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi ibu hamil sangatlah penting untuk memastikan kesehatan dan kelancaran kehamilan. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas edukasi tetanus neonatorum menggunakan leaflet terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil di tempat praktik mandiri bidan Jumaegah. Metode: Desain penelitian quasi-eksperimental satu kelompok pretest-posttest dengan jumlah 30 sampel, data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil: Setelah melakukan analisis data dengan memakai uji t berpasangan maka didapatkan nilai p<0,05 (p=0,000). Kesimpulan: Ada pengaruh antara pemberian edukasi leaflet pada peningkatan pengetahuan ibu hamil.
Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan Diabetes bagi Masyarakat di Centre Point of Indonesia (CPI) Matilda Martha Paseno; Lusius Sandiago Hogen Wirada; Agresia Permata Limbong
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v4i2.178

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan berisiko menimbulkan komplikasi serius jika tidak terdeteksi dan dikelola sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai diabetes serta melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan sederhana berupa pengukuran tekanan darah dan gula darah sewaktu terhadap 30 peserta di kawasan Centre Point of Indonesia (CPI), Makassar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor risiko dan pencegahan diabetes, serta diperoleh data bahwa 10 orang (33%) memiliki kadar gula darah di atas normal dan 8 orang (27%) mengalami hipertensi, sementara sisanya berada dalam kategori normal. Kegiatan ini disimpulkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan diabetes sekaligus memberikan manfaat deteksi dini kondisi kesehatan.
Edukasi Kesehatan Reproduksi Pada Remaja di Kelurahan Mallilingi Kab. Bantaeng Matilda Martha Paseno; Elania Anje; Lidwina Doa Mali
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.244

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan aspek penting dalam pembentukan perilaku hidup sehat, namun masih banyak remaja yang memiliki pengetahuan terbatas terkait perubahan pubertas, kebersihan organ reproduksi, dan risiko perilaku seksual tidak aman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi melalui edukasi yang terstruktur. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan edukasi dengan ceramah dan diskusi interaktif, pre-test dan post-test, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan berlangsung di Kelurahan Mallilingi, Kabupaten Bantaeng, dan melibatkan 32 remaja sebagai peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan, ditandai dengan hasil evaluasi yang lebih baik setelah edukasi serta meningkatnya keberanian peserta dalam berdiskusi mengenai isu kesehatan reproduksi. Kesimpulan pengabdian bahwa berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai berbagai aspek kesehatan reproduksi. Remaja menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif dan lebih percaya diri dalam membahas isu-isu yang sebelumnya dianggap sensitif
Nutritious food education and the practice of providing complementary foods are appropriate in efforts to prevent stunting Risna Ayu Rahmadani; Prasetyowati; Indrawati Aris Tyarini; Rasi Rahagia; Matilda Martha Paseno
Abdimas Polsaka Vol. 4 No. 2 (2025): Abdimas Polsaka: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/abdimaspolsaka.v4i2.229

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that is still a public health challenge in Indonesia. One of the factors contributing to the high prevalence of stunting is the lack of knowledge of parents, especially mothers, about balanced nutritional intake and proper practices of feeding Complementary Breast Milk (MP-ASI). This community service activity aims to improve the knowledge and skills of mothers under five related to the importance of nutritious food and the practice of giving MP-ASI in accordance with the guidelines of WHO and the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. The methods used are education through interactive counseling, demonstrations of making local food-based MP-ASI, and question and answer sessions. The target of the activity was 40 mothers with children aged 6-24 months in the Posyandu in the assisted area. The evaluation results showed an increase in participants' knowledge by 65% after participating in educational activities. In addition, 80% of participants stated that they were motivated to implement MP-ASI feeding practices that are in accordance with the principles of balanced nutrition. This activity also encourages the use of affordable and nutritious local food resources. With the increase in mothers' knowledge and skills in compiling and delivering MP-ASI, it is hoped that the risk of stunting in early childhood can be minimized. This service activity proves that education-based interventions and direct practices can effectively support programs to accelerate stunting reduction at the community level. The recommendation for the future is to expand the scope of similar activities with cross-sectoral collaboration, especially among health workers and posyandu cadres
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN GYM BALL DALAM MENGURANGI NYERI PERSALINAN PADA KALA I FASE AKTIF Erna Kasim; Mutiara Tolago; Sanghati; Ekayanti Hafidah Ahmad; Matilda Martha Paseno
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.629

Abstract

Latar belakang: Persalinan didefinisikan sebagai periode yang dimulai dari munculnya kontraksi uterus yang teratur hingga terjadinya pengeluaran plasenta. Persalinan dikategorikan sebagai normal apabila kehamilan mencapai usia cukup bulan (37–42 minggu), berlangsung secara spontan, dengan presentasi kepala belakang, durasi persalinan tidak melebihi 18 jam, serta tidak disertai komplikasi pada ibu maupun janin. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk Mengidentifikasi penerapan terapi GYM ball untuk mengurangi nyeri pada pasien persalinan kala 1 fase aktif di RS TK II Pelamonia Makassar. Metode: Rancangan yang diaplikasikan dalam penulisan ini adalah studi kasus Pendekatan deskriptif studi kasus yang dilakukan pada 2 orang responden. Hasil: Setelah dilakukan penelitian pada hari ketiga responden I dan II sebelum dilakukan terapi GYM ball mengalami intensitas nyeri berat dan setelah dilakukan terapi GYM ball tingkat intensitas nyeri menurun menjadi intensitas nyeri sedang. Kesimpulan: Setelah melakukan studi kasus, disimpulkan bahwa penggunaan terapi GYM ball dapat mengurangi tingkat nyeri pada pasien post partum normal. Fasilitas kesehatan disarankan untuk menyediakan GYM ball dan memberikan edukasi mengenai penggunaannya sebagai bagian dari persiapan persalinan.
Mental stress and fast-food consumption as determinants of early hypertension among students: A Qualitative Study Cipto Susilo; Ari Setyawati; Indrawati Aris Tyarini; Matilda Martha Paseno
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol. 15 No. 1 (2026): January - June
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa, South Sulawesi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiksh.v15i1.212

Abstract

Introduction: Hypertension is a major global public health problem affecting more than 1.2 billion people worldwide and contributing substantially to cardiovascular morbidity and premature mortality. Recent evidence indicates a rising trend of elevated blood pressure among young adults, particularly in low- and middle-income countries experiencing rapid lifestyle and dietary transitions. University students are increasingly exposed to chronic academic stress and easy access to high-sodium fast food, potentially accelerating early cardiovascular risk. However, limited qualitative evidence integrates psychosocial and dietary determinants of early hypertension within student populations. Research Methodology: This qualitative study employed a phenomenological approach to explore students lived experiences related to mental stress, fast food consumption, and perceived early hypertension risk. The study was conducted at a public university in Indonesia between March and June 2025. Twenty undergraduate students aged 18–25 years were recruited using purposive maximum variation sampling. Data were collected through in-depth semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis following Braun and Clarke’s framework. Data saturation was achieved at the 18th interview and confirmed in subsequent interviews. Results: Four major themes emerged: (1) academic and psychosocial stress as persistent pressure; (2) fast food as a stress-driven coping mechanism; (3) limited awareness of early hypertension risk; and (4) the interconnection between stress, diet, and physical symptoms. Participants described chronic stress leading to frequent fast-food consumption, which was perceived to contribute to headaches, palpitations, and fatigue. A knowledge behavior gap was evident, as awareness did not translate into preventive action. Conclusion: Early hypertension risk among students is shaped by the interaction between psychosocial stress and maladaptive dietary coping behaviors. Integrated campus-based strategies incorporating stress management, healthier food environments, and routine blood pressure screening are essential to prevent long-term cardiovascular disease