Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PELATIHAN PENGOPTIMALAN MARKETPLACE UNTUK PENINGKATAN OMSET UMKM INDUSTRI TAS Eka Susilowati; Effy Zalfiana Rusfian; Syarifuddin Sulaiman; Sri Juminawati; Tiris Sudrartono
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.3510

Abstract

Pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) secara umum mengalami penurunan. Melansir situs Jabarekspress, Usaha Kecil dan Mikro kota Bandung, pada tahun 2021 persentase omset UMKM di dunia fashion khususnya tas menurun sebesar 84%. Hal ini diakibatkan oleh penurunan permintaan pasar. Pada masa pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sekitar 1 tahun, UMKM merupakan kelompok yang kegiatan usahanya terkena dampak sangat besar sehingga sebagian besar mengalami penurunan pendapatan. Dalam aktivitas perekonomian Indonesia, kehadiran UMKM memiliki peran sangat besar baik dilihat dari aktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi. UMKM sebagian besar menghasilkan produk yang dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat dalam negeri, dari sisi distribusi UMKM memiliki peran penting dalam memutarkan rantai pasok produk dari produsen ke konsumen, dan dari sisi konsumsi UMKM merupakan kekuatan demand yang dapat menggerakkan roda perekonomian.  Oleh karena itu, pasca pandemi Covid-19, UMKM harus menjadi bagian dari pelaku ekonomi yang didorong pengembangannya agar memiliki peran semakin besar bagi ekonomi nasional. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah untuk membantu UMKM industry tas di Kabupaten Soreang dalam peningkatan omset melalui penggunaan marketplace. Sosialiasi dilaksanakan secara daring dan dihadiri beberapa UMKM industry tas. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan 23 Oktober 2022. Metode dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan dan diskusi diakhir pelaksanaan.Pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak baik UKM, pemerintah maupun akademisi. Hasil yang diperoleh dari pelatihan ini, para peserta pelatihan mendapat pengetahuan tentang marketplace, termasuk bagaimana menggunakan marketplace untuk pemasaran produk. Dengan demikian, diharapkan apa yang disampakan dalam pengabdian masyarakat ini dapat mengoptimalkan pemasaran produknya melalui marketplace online.
Penjadwalan Proyek Rumah Dengan Menggunakan Metode CPM Pendekatan Aljabar Max Plus Eka Susilowati; Bryan Pudji Hartono
SAINTIFIK Vol 9 No 1 (2023): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v9i1.387

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan jalur kritis dengan fungsi kritis dan jadwal kerja menggunakan pendekatan aljabar CPM max plus pada proyek perumahan tipe 84 dengan dimensi 7m x 12m di desa Amahusu Kota Ambon. Penelitian ini dilaksanakan karena ingin mengetahui penjadwalan proyek dengan metode CPM pendekatan aljabar max plus sehingga pembangunan proyek dapat diminimalisir biaya dan waktunya. Dalam penelitian ini data yang diambil adalah data primer dari penelitian tentang penjadwalan proyek metode CPM yang telah dilakukan di kota Ambon. Hasil penelitian yang telah dicapai bahwa penjadwalan proyek pembangunan rumah yang dilakukan adalah Galian Pondasi, Pasang Pondasi, Pekerjaan Kusen, Pintu, dan Jendela, Pemasangan Genteng, Plamir, Pengecatan, dan Finishing. Total waktu yang dibutuhkan sampai selesai pengerjaan proyek ini adalah 136 hari.
Comparison of WhatsApp and Google Classroom Group Online Learning Models to Student Learning Outcomes Eka Susilowati
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 5 No 1 (2021): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Urogram Studi Pendidikan Matematika, Universitas IVET

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.922 KB) | DOI: 10.31331/medivesveteran.v5i1.1436

Abstract

The purpose of this study was to compare whether there were differences in the learning outcomes of students in the Mathematics Education Study Program of the University of PGRI Adi Buana University Surabaya in the even semester of the 2019/2020 academic year in Calculus I when applying the online learning model using the WhatsApp group and using Google Class and to know which online learning model is better between the two. The research methods used in analyzing this research are using a quantitative research approach. The type of research used is a quasi-experimental research design, namely a posttest only comparison group design. The sampling technique was applied. is a simple random sampling technique where the population is 90 students and the sample used is 45 students from classes 2019 A and 2019 C. The data used in this study are sourced from primary data, namely the scores of the 2019A class and class students' Middle Semester Examination. 2019C and secondary data derived from observations and archives. The data analysis technique used was descriptive data analysis and inferential statistical analysis through a t-test using the MS Excel program. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the online learning model using WhatsApp Groups is slightly better than using Google Classroom by paying attention to the system that is applied during learning. Keywords: covid 19, WhatsApp group, Google Classroom, daring learning model, comparison.
Pendampingan Belajar Matematika Untuk Anak Usia Sekolah Selama Masa Pandemi Covid 19 Eka Susilowati
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v2i2.1772

Abstract

The Covis 19 virus that hit in 2019 yesterday left a big impact in various fields, especially the world of Education. The learning process that was previously carried out in offline learning, at that time had to be transferred to online learning. At the time of this community service activity, learning activities were carried out in blended learning schools, namely online and offline. However, many school-age children still adjust to the two learning processes. In the online learning process there are obstacles that they must face. First, for underprivileged families, they find it difficult to participate in learning because they do not have a cellphone or an adequate internet network so that learning cannot be carried out properly. In addition, many school-age children complain about their lack of understanding when learning online, especially Mathematics. They complain that when online, a lot of material is conveyed at a glance and lacks depth.