Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

The factors influence the implementation of character education in Kuttab Al Fatih Hafnidar Hafnidar; Rosnidar Mansor
Konselor Vol 11, No 1 (2022): KONSELOR
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.375 KB) | DOI: 10.24036/02021104114451-0-00

Abstract

The study objectives was to understand the factors that influence the implementation of character education in KAF. KAF as basic Islamic education focuses on developing students character. This research used qualitative method based on case study approach. Data was collected using interview, observation, and document analysis with 8 female students, 14 male students, 4 teachers, 7 parents, 1 principal, and 1 foundation counsellor. The study found that there are two main factors that influence the implementation of character education in KAF, namely factors from within the KAF (internal) such education concept and implementation strategies; teachers, students, parents, and facilities; while the external factors such home environment and community.
SKALA RESILIENSI PADA MASYARAKAT KOTA SURABAYA Amiroh Untsal Asad; Hafnidar Hafnidar
Jurnal Syntax Transformation Vol 4 No 3 (2023): Jurnal Syntax Transformation
Publisher : CV. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jst.v4i3.702

Abstract

Resilience is defined as an individual's ability to overcome adversity and deal with any psychological stressors. Resilience reflects the ability to bounce back and take advantage of opportunities. In the context of the people of Surabaya, they have to face various serious problems, such as dense population density, lots of pollution, and a high level of competition for work. This pressures leads to a tendency to experience various mental disorders and psychological vulnerabilities. Under these conditions, researcher created a psychological scale to measure the level of resilience in the people of Surabaya City. This psychological scale refers to the theory of Reivich and Shatté (2006) about the construct of resilience which consists of seven dimensions, namely emotion regulation, impulse control, optimism, causal analysis, empathy, self-efficacy, and reaching out. A total of 38 women and 16 men (N = 54) with an age range of 17-50 years participated in this study. The research method used is a Likert scale model. The results of the study found that 32 of the 44 items tested were valid with a item-total correlation coefficient of more than 0.300. The Cronbach's Alpha value is calculated at 0.909. Thus, this Resilience Scale can be used in the context of the people of Surabaya City
THE SCALE OF RESILIENCE IN THE PEOPLE OF SURABAYA CITY Amiroh Untsal Asad; Hafnidar Hafnidar
Jurnal Ekonomi Vol. 12 No. 02 (2023): Jurnal Ekonomi, Perode April - Juni 2023
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resilience is defined as the capacity of the individual to overcome adversity and survive any psychological stress. Resilience reflects the ability to bounce back and take advantage of opportunities. In the context of Surabaya's society, brand a is required to face various serious problems, such as high population density, pollution, and job competition. This urban life leads to a tendency to experience various disordersand psychological vulnerabilities. With this condition, researchers made a psychological scale to measure the level of resilience in the people of Surabaya City. This psychological scale refers to the theory of Reivich and Shatté (2006) on the construct of resilience consisting of seven dimensions, namely emotional regulation, impulse control, optimism, causal analysis, empathy, self-efficacy and reaching out. A total of 38 women and 16 men (N = 54) with an age range of 17-50 years participated in this study. The research method used is the Likert scale model. The study’s results found as many as 32 items out of 44 items tested to be valid with a total item-correlation coefficient value of more than 0.300. As for the value of Cronbach's Alpha, it is calculated at 0.909. Thus, this Resilience Scale can be used in the context of the people of Surabaya City.
PENINGKATAN PSYCHOLOGICAL WEEL-BEING (KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS) PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK STUNTING DI ACEH UTARA Nur Afni Safarina; Cut Ita Zahara; rahmia Dewi; Safuwan Amin; Hafnidar hafnidar
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.607 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v5i1.3257

Abstract

Stunting merupakan masalah besar yang dialami di Aceh Utara saat ini. Dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Utara terus berupaya dalam menurunkan jumlah anak yang mengalami stunting. Angka stunting harus ditekankan agar anak-anak yang dilahirkan menjadi generasi unggul pada masa yang akan datang. Salah satu cara untuk menurukan jumlahnya adalah dengan mencegah hal tersebut. bentuk pencegahan stunting juga dapat dilakukan dengan cara program pemberian psikoedukasi untuk mempersiapkan seribu hari pertama kehidupan dari sisi kesehatan mental dan pengasuhan. Dengan adanya program pemberiana psikoedukasi untuk mempersiapkan seribu hari pertama kehidupan dari sisi kesehatan mental dan pengasuhan diharapkan ketika meraka menjadi orang tua, terutama ibu, mereka akan lebih mudah menerima kondisi kelahiran anak. Sehingga ibu lebih dapat mengendalikan dan mempersiapkan dirinya untuk kemungkinan-kemungkinan buruk yang terjadi pada anak ketika lahir nanti. Dengan demikian kesejahteraan psikologis ibu juga akan semakin positif yang nantinya juga akan berdampak baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak dalam pengasuhan ibu yang positif dan memiliki kesehatan mental yang baik. Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah memberikan pemahaman mengenai bagaimana cara meningkatkan kesejahteraan psikologi kepada ibu-ibu yang memiliki anak stunting. Kesejahteraan psikologis adalah sebagai pencapaian optimal dari potensi psikologis pada individu dimana ia mampu menerima dirinya, memiliki hubungan interpersonal yang baik, memiliki tujuan hidup, kemandirian, mampu menguasai lingkungan serta adanya pengembangan diri.
Intervensi Psikososial “Rukon Ubat Hatee” Untuk Meningkatkan Pemaafan Pada Pemuda Putus Sekolah Di Daerah Ex-Konflik Hafnidar Hafnidar; Ikhyanuddin Ikhyanuddin; Nursan Junita
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 02 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemuda putus sekolah di daerah konflik memiliki stigma negatif dari masyarakat, hal ini mempengaruhi konsep diri para pemuda sehingga sangat memungkinkan individu tersebut sulit memaafkan dirinya sendiri, orang lain dan situasi yang pernah terjadi. Pemuda putus sekolah di daerah eks-konflik memiliki potensi untuk mengalami post traumatic stress disorder (PTSD). Intervensi psikososial “Rukon Ubat Hatee” dalam Bahasa Aceh, yang diartikan sebagai Rukon sebagai obat hati atau pelipur lara merupakan kegiatan berbasis kearifan lokal yang merupakan aktifitas seni dan keagamaan yang bermuatan intervensi psikologis berupa katarsis emosi, pengetahuan, nasehat dan kerjasama kelompok. Rukon dilaksanakan dimalam hari mulai setelah masuk waktu Insya sampai menjelang Subuh.
Character Strength, Quality of Life and Psychological Well-Being among Students in Islamic Boarding School Hafnidar Hafnidar; Cut Ita Zahara; Lola Wahyuni; Irza Maulina
LITERACY : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities Vol. 1 No. 3 (2022): December : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities
Publisher : Badan Penerbit STIEPARI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/literacy.v1i3.816

Abstract

This study aimed to examine the relationships between character strength, quality of life, and psychological well-being among students in an Islamic Boarding School. A total of 130 teenage students aged 13-18 years participated in the research. The study utilized a correlational research design, and data were collected using validated scales for character strength, quality of life, and psychological well-being. The inferential statistical analysis, specifically Pearson correlation analysis, was employed to explore the relationships between the variables. The results indicated significant positive correlations between character strength and quality of life, character strength and psychological well-being, and quality of life and psychological well-being. The findings of this study align with previous research, highlighting the importance of character strengths in influencing an individual's quality of life and psychological well-being. Character strengths play a crucial role in enhancing positive emotions, meaningful relationships, and personal achievements, ultimately contributing to a higher quality of life. Moreover, individuals with higher character strengths demonstrate improved psychological well-being, including adaptability and flexibility in various life situations. These results hold significant implications for educational settings, particularly in Islamic Boarding Schools, where fostering character strengths can be beneficial in promoting students' well-being and positive development.
REGULASI EMOSI DAN PEMAAFAN PADA WANITA BERCERAI DI ACEH TENGAH Nursan Junita; Retna Aisyah Simanhate; Hafnidar Hafnidar; Zurratul Muna
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v5i2.6473

Abstract

Regulasi emosi adalah kemampuan individu untuk merespon dan mengontrol kondisi emosi yang dialami secara tenang. Kemampuan ini penting dimiliki oleh individu yang mengalami perceraian, karena perceraian akan berdampak secara emosional bagi individu yang mengalaminya. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara regulasi emosi dan pemaafan pada wanita yang mengalami perceraian di Aceh Tengah dengan menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teknik sampling insidential dalam pengambilan sampel. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 275 wanita yang sudah bercerai yang berasal dari Aceh Tengah. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) yang digunakan untuk mengukur variabel regulasi emosi dan Transregression-Related Interpersonal Motivation (TRIM 18) untuk mengukur variabel pemaafan yang kembangkan oleh McCullough, dkk. (2006) dan sudah di validasi dalam bahasa Indonesia oleh Agung (2015). Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi pearson. Hipotesis dalam penelitian ini adalah melihat apakah ada korelasi positif antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukan angka koefisien korelasi sebesar 0.625 dan p = 0.000 (p<0.05). Hal ini menunjukan ada hubungan positif antara 2 variable tersebut, artinya semakin tinggi regulasi emosi maka semakin tinggi pula pemaafan, begitu pula sebaliknya semakin rendah regulasi emosi semakin semakin rendah pula pemaafan. Bagaimanapun hasil penelitian menunujukaan bahwa regulasi emosi dan pemaafan berkaitan dengan usia, jumlah anak, Pendidikan dan pekerjaan
Analisis Bibliometrik tentang Perkembangan Metode dan Pendekatan dalam Konseling Keluarga: Sebuah Tinjauan Literatur Hafnidar Hafnidar; Camelia Bakker
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 1 No 05 (2023): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v1i05.866

Abstract

Analisis bibliometrik ini menyelidiki perkembangan metode dan pendekatan dalam konseling keluarga, dengan menggunakan pemeriksaan yang komprehensif terhadap kata kunci dalam literatur yang ada. Penelitian ini mengeksplorasi kemunculan istilah-istilah tertentu yang paling banyak dan paling sedikit, menyoroti tema-tema yang berulang dan penekanan yang berkembang dalam penelitian dan praktik konseling keluarga. Temuan-temuannya mengungkapkan sebuah bidang yang ditandai dengan pendekatan terapeutik yang beragam, fokus yang berkelanjutan pada dinamika perkawinan, dan pengakuan yang semakin besar terhadap persinggungan antara dinamika keluarga dan konteks pendidikan. Kompetensi budaya, inklusivitas, dan pertimbangan etika muncul sebagai pertimbangan utama, yang mencerminkan komitmen untuk menyediakan layanan konseling keluarga yang efektif dan sensitif. Implikasi untuk praktisi, pendidik, dan peneliti dibahas, dengan menekankan pentingnya untuk tetap selaras dengan dinamika keluarga yang terus berkembang dan merangkul intervensi yang inovatif. Analisis ini memberikan kontribusi pada pemahaman yang bernuansa tentang prioritas dan tantangan saat ini dalam konseling keluarga, memandu penelitian dan pengembangan praktik di masa depan.
PENINGKATAN KESIAPAN ORANGTUA SELAMA PANDEMI COVID-19 MELALUI WORKSHOP STRATEGI PENDAMPINGAN BELAJAR DARING PADA ANAK Hafnidar Hafnidar; Ikhyanuddin Ikhyanuddin
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2: Mei 2021
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v1i2.639

Abstract

The widespread prevalence of the COVID-19 pandemic has an impact on children and parents psychologically. Children lose important social interactions and academic routines due to sudden school closures. Meanwhile without any preparation the daring class begins immediately. For some parents the condition is severe, the large burden of work at home and office work brought home, as well as the lack of skill support using technology devices. The purpose of this daring child learning mentoring strategy workshop is to prepare parents in conducting daring learning assistance to children, both physically and psychologically. This activity was attended by 35 parents. Finally, parents are ready physically and psychologically before accompanying children to study daring, and have relaxation skills as an intervention when experiencing stress and frustration during the mentoring of children learning daring
Efektifitas Digital Storytelling dalam Meningkatkan Pemaafan (Forgiveness) pada Siswa Sekolah Dasar Hafnidar Hafnidar; Nessa Aqila; Rahmi Mauliza; Rahmi Maghfirah; Ananda Nurisyahadah; Istiqomah Istiqomah
Journal on Education Vol 7 No 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari 2
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.8264

Abstract

This study aims to examine the effect of digital storytelling on the forgiveness abilities of elementary school students. The subjects comprised 40 students divided into an experimental group (20 students) and a control group (20 students). The experimental group received a video intervention featuring the story of Prophet Yusuf. The study design employed a static group design. Data collection was conducted using a psychological scale based on McCullough's theory. The results showed that digital storytelling significantly enhanced forgiveness (p < 0.05) in the experimental group compared to the control group. This study indicates that innovative learning methods based on digital storytelling are effective in supporting the emotional development of elementary school students in increasing their ability to forgive.