Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENYAJIAN INFORMASI TEMPORAL MENGGUNAKAN METODE FUZZY SYSTEM PADA MESIN DATABASE SPASIAL Suhendar Suhendar
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 3 (2008): Intelligent System dan Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selain pengelolaan basis data kuantitatif yang sangat kompleks, terdapat tiga aspek penting yang perlu diselesaikan melalui penelitian ini terkait dengan permasalahan penyajian informasi kependidikan di Kota Bekasi, Pertama belum tersedianya sistem yang bermanfaat sebagai pengelola informasi kondisi dan potensi kependidikan yang lengkap, valid dan termutakhirkan. Kedua belum tersedianya sistem yang bermanfaat sebagai metode dalam membantu menyederhanakan proses pengambilan keputusan. Ketiga belum tersedianya sistem yang bermanfaat sebagai penyaji yang mengintegrasikan antara informasi temporal (per-tahun ajaran) dan spasial (sebaran objek sekolah di masing-masing wilayah). Oleh karena itu, pendekatan fuzzy system yang diimplementasikan ke dalam sistem berbasis komputer diharapkan akan mampu membantu menyelesaikan dan mengatasi permasalahan tersebut dalam cara yang berbeda tetapi mudah dipahami.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model sistem  yang dikembangkan menggunakan pendekatan fuzzy mampu menganalisa dan menyajikan informasi aktual profil pendidikan di kota Bekasi. Prototipe sistem yang dikembangkan dapat memudahkan untuk melakukan pemanipulasian data serta penelusuran informasi, didukung oleh basis data fuzzy dan informasi spasial, sistem yang dikembangkan dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk menyederhanakan proses pengambilan keputusan berbasis data fuzzy menggunakan metode fuzzy system pada mesin database spasial berbasis bahasa pemrograman delphi, melalui sistem ini para pengambil kebijakan difasilitasi sehingga dengan mudah dapat menentukan, merubah, dan menambah aturan-aturan sebagai bentuk rekomendasi yang harus dilakukan dalam rangka perencanaan dan pengembangan pengelolaan pendidikan dalam bentuk informasi temporal (per-tahun ajaran) dan spasial (peta lokasi masing-masing sekolah). Melalui sistem ini, informasi akan selalu mengalami perubahan (diperbaharui) secara otomatis setiap periode tahun tertentu sesuai dengan entri data, situasi dan kondisi masing-masing sekolah.
Peramalan Beban Tenaga Listrik Jangka Pendek Menggunakan Metode Jaringan Syaraf Tiruan Irma Handayani; Alimudin Alimudin; Suhendar Suhendar
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 1, No 1 (2012): Edisi Juni 2012
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.588 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v1i1.470

Abstract

Studi tentang prediksi ( peramalan ) beban listrik dalam ating kelistrikan di Indonesia dapat dilakukan dengan menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) – backpropagation. Ramalan beban listrik 5 tahun yang akan ating sangat dipengaruhi oleh beberapa parameter, khususnya untuk wilayah Jakarta utara.Dalam studi ini dipilih data yang diperkirakan mempengaruhi prediksi ( peramalan ) beban tenaga listrik untuk 5 tahun yang akan ating, yang dalam hal ini menjadi data masukan JST, yaitu: PDRB, Jumlah Penduduk, Jumlah kepala Rumah tangga, Jumlah konsumen pelanggan Listrik, Daya Tersambung, Jumlah Industri besar dan Kecil, Temperatur. Data yang dipergunakan untuk pembelajaran adalah data sebenarnya (actual data), mulai tahun 2000 sampai dengan 2009. Pada penelitian ini, prosedur yang digunakan, yaitu perumusan masalah, pengumpulan data dan analisis data yang terdiri dari perancangan model peramalan Beban Jangka Pendek menggunakan jaringan syaraf tiruan backpropagation. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan backpropagation yang digunakan untuk memprediksi beban puncak dari 2010 sampai tahun 2014. maka hasil peramalan tahun 2010 sebesar 614.670,384 MW, tahun 2011 sebesar 642.382,208 MW,pada tahun 2012 sebesar 817,602.5 MW, tahun 2013 sebesar 7,007.28 MW, dan pada tahun 2014 sebesar 648,365.808 MW
Analisis Arus dan Tegangan Transien Akibat Pelepasan Beban pada Sis Primer Transformer Unit 5, Unit 6, dan Unit 7 Suralaya Angga Adi Prayitno; Suhendar Suhendar; Herudin Herudin
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 2, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.108 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v2i1.238

Abstract

Gejala transien adalah perwujudan dari perubahan yang mendadak karena terjadi pembukaan dan penutupan saklar atau adanya gangguan pada suatu sistem yang dapat menimbulkan kerusakan pada transformator. Saat terjadi gejala transien peralatan-peralatan mengalami gangguan yang sangat besar berupa tegangan dan arus yang dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan tersebut. Penelitian ini akan menghitung nilai arus dan tegangan transien yang berada pada sisi primer transformator, dengan menggunakan Electric Transient Analysis Program 7 (ETAP 7) serta pengaruhnya terhadap circuit breaker (CB). Setelah disimulasikan besarnya arus transien pada saat kondisi beban penuh puncak sebesar 59183,5 Ampere sedangkan untuk tegangan transien sebesar 12,2345 kV. Pada saat PT. Asahimas dan PT. PolyPrima off arus transien yang terjadi sebesar 57638,6 Ampere sedangkan untuk tegangan transien sebesar 12,1501 kV. Pada saat PT. Asahimas, PT. PolyPrima dan PT.Alindo off arus transien yang terjadi sebesar 57541,4 Ampere sedangkan untuk tegangan transien 12,0637 kV. Pada saat PT. Asahimas, PT. PolyPrima, PT. Alindo dan Serang off arus transien yang terjadi sebesar 57311,5 Ampere sedangkan untuk tegangan transien 12,0637 kV dan pada saat penambahan beban PT. Krakatau Posco arus transien sebesar 64334,9 Ampere sedangkan untuk tegangan transien 13,1264 kV. Dari hasil simulasi didapat hasil bahwa arus transien mengakibatkan kerusakan pada transformator khususnya pada belitannya serta dapat menurunkan kehandalan transformator. Namun, masih aman untuk circuit breaker sedangkan untuk tegangan transien masih aman untuk transformator tetapi dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan kendali elektronik.
Studi Pemanfaatan Arus Laut Sebagai Sumber Energi Listrik Alternatif di Wilayah Selat Sunda Budi Supian; Suhendar Suhendar; Rian Fahrizal
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 2, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.948 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v2i1.240

Abstract

Sumber energi untuk pembangkit listrik yang berasal dari fosil semakin menipis membuat manusia harus mencari sumber energi alternatif seperti  sumber energi alternatif arus laut. Salah satu sumber energi alternatif arus laut berada di wilayah selat Sunda, dengan kecepatan arus laut rata-rata per bulan sebesar 0,66-1,10m/s selama satu tahun. Besarnya potensi ini dapat dimanfaatkan pada skema PLTAL (Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut) sebagai pembangkit listrik tambahan untuk meningkatkan produksi listrik di wilayah selat Sunda. Energi listrik yang dihasilkan tanpa nilai konstanta efisiensi turbin untuk kecepatan arus laut minimum 0,66m/s sebesar 5,89kW dan maksimum 1,10m/s sebesar 27,28kW, sedangkan energi listrik yang dihasilkan dengan nilai konstanta efisiensi turbin untuk kecepatan arus laut minimum 0,66m/s sebesar 2,06kW dan maksimum 1,10m/s sebesar 9,54kW. Besarnya biaya pembangkitan sebesar Rp.452/kWh dan harga jual listrik sebesar Rp.519/kWh, dengan jumlah pendapatan pertahun didapat sebesar Rp.58.365.567,36/tahun. Hasil studi kelayakan secara finansial diperoleh PLTAL di wilayah selat Sunda cukup layak dengan ROR sebesar 22,88%, dan biaya modal investasi dapat kembali dalam waktu 5 tahun.
IMPLEMENTATION OF MODELING TECHNIQUES ON SOCIAL SKILLS WITH INTELLECTUAL DISABILITY R. Enkeu Agiati; Suhendar Suhendar
Indonesian Journal of Social Work Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/ijsw.v2i1.277

Abstract

Social skills refer to the ability of people with intellectual disabilities in expressing emotions both verbally and non-verbally that can be accepted or responded to, as well as beneficial to themselves and others. The purpose of this study was to obtain an empirical overview and conduct analysts about: 1) Characteristics of respondents, 2) Overview of social skills before applying modeling techniques, and 3) Overview of social skills after modeling techniques. The method used is quantitative method with Single Subject Design (SSD). Data collection techniques used questionnaires, observation, and documentation studies. The source of this research data is primary and secondary sources. The sampling technique used is Simple Random Sample. The validity of the measuring instrument is to test the validity of the product moment technique, while the reliability test of the measuring instrument uses Alpha Cronbach's internal concistency analysis method. The analytical technique is quantitative. The results of the study show that the implementation of modeling techniques influences the social skills of people with intellectual disabilities.
Development of mobile learning animation media to accelerate Arabic understanding of 1st grade elementary school students Reno Wulan; Cucu Atikah; Suhendar Suhendar
al-Ittijah : Jurnal Keilmuan dan Kependidikan Bahasa Arab Vol 14 No 1 (2022): June 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Agama Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/al-ittijah.v14i1.6110

Abstract

Arabic is one of the world's languages. Seeing this, the ability to speak Arabic is something that absolutely must be mastered in addition to other skills. But for students in grade 1 SD, learning Arabic is an obstacle because of their limitations in writing and reading. The purpose of this study was to determine the feasibility of mobile learning animation media to accelerate the understanding of Arabic in grade 1 elementary school. The research method used in this study is the research and development (R&D) method with the ADDIE development model developed by William Lee. The results of this study indicate that mobile learning animation media is very valid to be used as a learning medium, according to the results of the validation test conducted by material experts by 94% and the validation test of media experts 88%. The conclusion of this research is that mobile learning animation media in Arabic subjects is very feasible to accelerate the understanding of 1st grade elementary school students.
PERILAKU HIPERAKTIF ANAK DISABILITAS MENTAL (Studi Kasus Di SLB BC Kurnia Kersamanah, Garut Jawa Barat) Rosilawati Rosilawati; Suhendar Suhendar; Ajat Sudrajat
Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Vol 1 No 1 (2019): REHSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.735 KB)

Abstract

Perilaku hiperaktif menunjukan adanya gejala perilaku yang tidak normal, unik dan cenderung tidak mampu memusatkan perhatiannya pada hal tertentu. Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengkajitentang:1) Karakteristikinforman,2) Interaksi anak dengan teman dan guru,3) Bentuk perilaku hiperaktif anak disabilitas, 4) Faktor penyebab perilaku hiperaktif anak disabilitas, 5) Dampak dari perilaku hiperaktif anak disabilitas, dan 5) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi perilaku hiperaktif anak disabilitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan wawancara mendalam (indepth interview), observasi dan studi dokumentasi. Teknik yang digunakan untuk pemeriksaan keabsahan data adalah menggunakan teknik sampel purposive dengan pertimbangan tertentu yaitu orang yang nantinya akan memudahkan peneliti dalam menjelajahi objek/situasi sosial yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan interaksi anak dengan teman dan guru berjalan dengan relatif baik, kecuali dalam situasi dan kondisi tertentu anak menunjukkan perilaku hiperaktif dan agresif kepada teman-temannya yang sebaya dan berumur dibawah mereka. Bentuk perilaku hiperaktif bervariasi, mulai dari perilaku yang tidak membahayakan sampai perilaku membahayakan dirinya maupun orang lain (temannya). Perilaku hiperaktif dipicu oleh verbal maupun non verbal mulai ejekan, rebutan mainan atau tempat bermain hingga cubitan, tamparan dan pukulan. Perilaku ini tidak hanya berdampak bagi diri anak itu sendiri tapi juga bagi orang lain berupa fisik maupun non fisik. Upaya yang dilakukan informan guru dan orang tua untuk mengatasi perilaku hiperaktif bersifat pencegahan melalui pengawasan baik di sekolah maupun di rumah. Semua informan orang tua, mengalami kehawatiran terhadap kehidupan masa depannya, pendidikan, pekerjaan, dan rumah tangga.Kata kunci: Perilaku Hiperaktif, Disabilitas Mental, SLB BC Kurnia
REHSOS: Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial Vol. xx No. x, Juli, 2023: KETERAMPILAN SOSIAL PENYANDANG DISABILITAS SENSORIK NETRA DI SENTRA WYATA GUNA BANDUNG Anindita Putri Susanti; Raden Enkeu Agiati; Suhendar Suhendar
Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Vol 5 No 2 (2023): REHSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/rehsos.v5i2.949

Abstract

Social skills of persons with visual sensory disabilities are the ability to effective communicate, interact, cooperate, and motivation with the social environment. This research aims to obtain an empirical description of: 1) the characteristics of the respondents, 2) effective communicate skills, 3) interaction skills, 4) cooperation skills, and 5) motivation skills of the respondents. The method used in this research is a quantitative research method with a descriptive survey. The sources used are primary and secondary sources. The population in this research is 20 blind sensory disabilities in the Sentra Wyata Guna Bandung. The sampling technique in this research is a census. The data collection techniques used are: 1) questionnaire, 2) observation, and 3) documentation study. The research instrumen used a rating scale. The validity test used is the face validity test, the reliability test used Alpha Cronbach. The results of this research show that the ability of social skills persons with visual sensory disabilities are in the high category. However, the ability to cooperate on the social skills of persons with visual sensory disabilities has the lowest score. Therefore, it is proposed the program "Collaborative Training with Recreation Skill Group for People with Visual Sensory Disabilities” at the Sentra Wyata Guna Bandung. Keywords: Social Skills, Effective Communication Skills, Interaction Skills, Cooperation Skills, Motivation Skills, and Visual Sensory Disabilities
Analisis Penggunaan Alat Flow Meter Pada Sistem Pencampuran Air dan Kapur di PT Krakatau Tirta Industri Cilegon Yogi Ramadani; Suhendar Suhendar
Jurnal Elektronika dan Teknik Informatika Terapan ( JENTIK ) Vol. 2 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Elektronika dan Teknik Informatika Terapan (JENTIK)
Publisher : Politeknik Kampar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59061/jentik.v2i4.810

Abstract

Analysis Of The Use Of Flow Meter Equipment In Mixing Water And Lime At Pt Krakatau Tirta Industri. Flow meters are vital instruments in measuring and controlling fluid flow at PT Krakatau Tirta Industri, especially in mixing water and lime which affects product quality. This study analyses the effectiveness of electromagnetic flow meters in improving efficiency and maintaining mix ratio. Data were collected through direct observation and tool performance evaluation. The results show that electromagnetic flow meters provide high accuracy, reduce measurement errors, and improve production efficiency. Recommendations are given for periodic maintenance and calibration to maintain optimal performance.
Analisis Kendala dan Solusi dalam Penerapan Kurikulum Merdeka pada Jurusan Teknik Listrik dan Mesin di SMK PGRI 1 Kota Serang Enjel Rosiana; Vanitour Ayu Pramukti; A. Dhyta Maulana; Arjuna Fikri Tri Firmansyah; Sukira Sukira; Rifky Rajaba Philipo; Walid Ilhamul Nayat Nasution; Al Fikri Muhammad Ramdani; Suhendar Suhendar; Hendra Firmansyah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN, BAHASA, SASTRA, SENI, DAN BUDAYA Vol. 3 No. 2 (2024): November : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN, BAHASA, SASTRA, SENI, DAN BUD
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/mateandrau.v3i2.2367

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum in Vocational High Schools (SMK) aims to enhance the quality of vocational education by promoting flexible learning that aligns with industry needs and fosters 21st-century skills. In the Electrical and Mechanical Engineering departments, this curriculum emphasizes project-based learning to develop both technical and soft skills. However, the application of the Merdeka Curriculum at SMK PGRI 1 Kota Serang faces several challenges that need to be addressed for its effective implementation. One of the key challenges is the adaptation of students to new learning methods, particularly those involving independent learning and critical thinking. Additionally, limited time for implementing projects and integrating them into the curriculum often hampers optimal learning outcomes. Teachers also face difficulties in aligning project-based learning with existing curriculum structures, affecting the continuity of lessons. To overcome these challenges, several strategies need to be adopted, such as redesigning flexible schedules to allow more time for project-based activities, developing practical and relevant project modules, and fostering collaboration among educators to improve teaching practices. By addressing these issues, the Merdeka Curriculum can be effectively implemented, ensuring that students in the Electrical and Mechanical Engineering departments acquire industry-relevant skills. This study aims to provide insights and recommendations for optimizing curriculum implementation