Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Musik terhadap Arsitektur Berbasis Isu Kesehatan Mental Baiq Nadhira Kamilia; Collinthia Erwindi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.57274

Abstract

Di masa sekarang ini, gangguan emosional pada kesehatan mental masih kurang dipandang sebagai hal yang serius oleh beberapa kalangan masyarakat. Orang-orang yang merasakan gangguan tersebut cenderung memilih untuk tidak berbicara dan mengabaikannya, dimana jika hal tersebut terus berlanjut, dapat berakibat fatal. Sementara itu musik, suatu hal yang tidak asing didengar dalam kehidupan, merupakan sebuah “Bahasa” universal yang dapat dinikmati oleh seluruh manusia di dunia. Sayangnya, masyarakat Indonesia hanya melihat musik sebatas hiburan dan tidak lebih dari itu. Dengan menggunakan musik sebagai pendekatan dalam merancang bangunan, arsitektur dapat berperan tidak hanya sebagai seni yang menaungi, namun juga sebagai medium yang dapat menghubungkan elemen-elemen yang kontras.
Evaluation of evaporative cooler models using cotton-based fabric pads for tropical housing units I Gusti Ngurah Antaryama; Sri Nastiti Nugrahani Ekasiwi; Collinthia Erwindi
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 7 No 2 (2022): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Mei 2022 ~ Agustus 2022
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v7i2.1449

Abstract

Direct evaporative cooling (DEC) is a passive cooling strategy adopted in predominantly hot regions to restore building thermal comfort with less energy consumption and minimum impact on the environment. The implementation and studies of DEC in tropical housing are limited. Although DEC can reduce air temperature, an increase in relative humidity can still be seen as a disadvantage. Many materials were introduced for the cooling pads, but none was explicitly proposed for use in the housing unit. The present study explores different cotton-based fabrics to be used in the proposed evaporative cooler of the public housing unit in Surabaya. It analyses its ability to reduce air temperature and identify the increase in air humidity that may occur. A small-scale model of the housing unit that incorporates an evaporative cooling system is set, and internal air temperature and humidity are recorded. Results of the analysis show that different fabric specifications can lead to various thermal performances. A cotton-based blanket is found to be suitable for the proposed strategy.
Mitigasi Bencana bagi Masyarakat Penyandang Disabilitas Arina Hayati; Kirami Bararatin; Fardilla Rizqiyah; Ima Defiana; Collinthia Erwindi
Sewagati Vol 5 No 3 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1720.311 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v5i3.62

Abstract

Saat ini, tingkat kerentanan terhadap bencana di Indonesia meningkat seiring dengan isu pemanasan global dan permasalahan lingkungan. Isu ini juga menjadi sorotan tujuan SDG terutama pasal 3 tentang kesehatan yang baik dan kesejahteraan (good health and well-being) dan pasal 13 tentang penangan perubahan iklim (climate action). Meskipun pemerintah telah mengeluarkan beberapa peraturan baik tentang mitigasi dan tanggap bencana, namun masyarakat kurang mendapatkan informasi yang cukup dan berkelanjutan, sehingga, tingkat kerentanan masyarakat tinggi khususnya penyadang disabilitas, lansia dan anak-anak. Kegiatan pengabdian ini berupa workshop yang diikuti oleh 5 peserta disabilitas dan 28 mahasiswa Arsitektur ITS serta 7 anggota pengabdi. Workshop ini tidak hanya sebagai wadah untuk meningkatkan tingkat pengetahuan dan kewaspadaan terhadap bencana (alam/non-alam), tetapi juga menjadi wadah aktivitas dan diskusi bersama dan memberikan kesempatan mahasiswa Arsitektur ITS untuk berkegiatan KKN. Pengabdian ini merupakan kerjasama antara pengabdi dari Departemen Arsitektur FT-SPK, PIK (Pusat Informasi & Konsultasi Perempuan Penyandang Disabilitas) Sidoarjo dan Paguyupan Sehati Sukoharjo yang dilakukan dengan menggunakan strategi partisipasi dan kolaborasi. Hasil pengabdian berupa kegiatan workshop yang dilaksanakan dalam waktu 1(satu) hari dan hasil diskusi workshop dijadikan beberapa artikel ilmiah oleh mahasiswa dan tim pengabdian.