Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALYSIS OF BRAKING SYSTEM ON ENERGY SAVING CARS "SAKERA", MECHANICAL ENGINEERING WORK, UM SURABAYA Saifullo, Saifullo; Batutah, Moh Arif; Rizaly, Anastas; Ponidi, Ponidi; Kusnanto, Hadi; Sofana, Ilyas
International Journal of Mechanical Engineering Technologies and Applications Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Mechanical Engineering Department, Engineering Faculty, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/MECHTA.2024.005.01.1

Abstract

A braking system in a vehicle has a very important role in maintaining the safety of drivers and passengers, and preventing accidents. The brake system functions to reduce speed (slow down) and stop the vehicle. A good braking system provides safety and comfort for the drivers. Therefore, it is necessary to design the right braking system for “Sakera” car. In this study, an analysis and calculation of the braking system was carried out to determine the required braking force at a speed of 50 km/hour and other speeds in a distance of 15 m. The data taken in this study was the specification of the braking system used in the Sakera car. The braking system analysis was carried out on flat roads with varying speeds, namely 30 km/h, 35 km/h, 40 km/h, 45 km/h, and 50 km/h with a distance of 15 m for braking. The conclusions of the analysis were obtained, namely the greater the speed of Sakera's car, the greater the braking force to stop the car, the hydraulic pressure on the hose, and the force of the driver's feet, as well as the braking force needed on road conditions with a slope angle of 20º, which is 839.362 N.
Analisa re-mapping ECU terhadap performa dan emisi gas buang pada motor injeksi Scoopy 110 Handriyanto, Rian; Ponidi, Ponidi
Sultra Journal of Mechanical Engineering Vol 3 No 2 (2024): Sultra Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/sjme.v3i2.683

Abstract

Menanggapi kemajuan pengetahuan otomotif yang semakin meningkat dan meningkatnya rasa ketidakpuasan terhadap peningkatan performa sepeda motor diatas standar. Pengendara sepeda motor biasanya memodifikasi sepedanya untuk meningkatkan performa. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh re-mapping ECU (Engine Control Unit) terhadap performa dengan memajukan ignition timing sebesar 0.5°, 1°, 1.5°, 2°, 2.5°, 3° pada putaran 1500 – 9500 RPM dan emisi gas buangnya. ECU yang digunakan ECU standar pabrik kemudian dilakukan re-mapping pada ignition timing. Hasil pengujian didapatkan torsi dan daya terbaik sepeda motor Scoopy dengan memajukan ignition timing sebesar 1° dengan hasil daya 7,4 HP pada 7000 RPM meningkat 0,4 HP, torsi 10,45 N.m pada 4500 RPM meningkat 0,77 N.m. Dimana Scoopy 110 dengan ECU standar memiliki daya 7,0 HP pada 7000 RPM, torsi 9,68 N.m pada 4500 RPM. Fuel consumption terbaik dengan memajukan ignition timing sebesar 3° senilai 0,297 (kg/h). Spesific fuel consumption terbaik dengan memajukan ignition timing sebesar 3° senilai 0,413 (kg/HP.h). Efisiensi termal terbaik dengan memajukan ignition timing sebesar 3° senilai 1,471%. Emisi gas buang terendah dengan memajukan ignition timing sebesar 3° senilai CO 0,34% dan HC 127 PPM.
Implementasi Teknologi Virtual Reality Sebagai Media Edukasi Mitigasi Bencana Pesisir di Sekolah Dasar Muhammadiyah 9 Kenjeran Ponidi, Ponidi; Hakim, Lukman; Wahyuni, Holy Ichda; Nasrullah, Dede; Romadhon, Nurhidayatullah; Khasanah, Uswatun; Deanofal, Alfito; Hariyono, Abdullah Rasyid
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1382

Abstract

Knowledge and preparedness in facing natural disasters is very important, especially for students who are in disaster-prone areas such as the coastal area of ​​Kenjeran, Surabaya. Based on interviews with the principal and teachers at SD Muhammadiyah 9 Surabaya, it is known that the low understanding of students and teachers about disaster mitigation triggers feelings of anxiety and fear about potential disasters that could occur at any time. To overcome this problem, this research implemented Virtual Reality (VR) technology as a medium for disaster mitigation education at SD Muhammadiyah 9 Kenjeran. VR technology was chosen because of its ability to provide a simulation experience that is close to real situations, so it is hoped that it can increase students' and teachers' understanding and resilience in facing crises. This service aims to provide counseling and outreach to teachers and students with VR learning media at SD Muhammadiyah 9 Kenjeran Surabaya. The approach to solving partner problems is to focus on students' understanding of disaster mitigation with VR-based education and the impact of post-disaster psychological problems. The research results show an increase in students' understanding of disaster mitigation measures, as well as an increase in self-confidence in facing disaster threats after implementing VR. Another positive impact is a reduction in students' anxiety and fear levels, which shows that VR-based simulations are effective in preparing students to face emergency situations. The conclusion is that the use of VR technology as a medium for disaster mitigation education can be an effective alternative for increasing students' readiness in facing disasters in coastal areas.
PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK GORENG BEKAS DENGAN METODE TRANSESTERIFIKASI Anang Fatkhul; Moh. Arif Batutah; Irwan Syahrir; Ponidi
Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur (ReSEM) Vol 1 No 1 (2023): Journal Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/resem.v1i1.20247

Abstract

Biodiesel is an environmentally friendly alternative fuel for diesel engines in the form of triglyceride compounds derived from renewable resources in the form of vegetable oils and animal fats. The production of biodiesel uses used cooking oil left over from frying food which is reacted with a solution of KOH and Methanol as a base catalyst. The process of carrying out this research began with the stage of making Biodiesel products from used cooking oil using the transesterification method, at this stage used cooking oil was reacted with potassium hydroxide (KOH) mixed with Methanol, with a reaction ratio of 500 : 125 : 0.5 and 500 : 125 : 1%, then stirring for 1 hour with a temperature range of 50 °C - 60 oC, the next step is the analysis stage. At this stage of the analysis, the viscosity test was carried out with the results obtained being 5.8mm²/s for 0.5% KOH mixing, and 3.5mm²/s for 1% KOH mixing. density test (density), the results obtained were 874 g/cm³ for mixing 0.5% KOH and 890g/cm³ for mixing 1% KOH, and the flash point test (flash point), with the results obtained was 182°C for mixing 0.5% KOH and 177°C for mixing 1% KOH then analyzing how the effect of KOH levels on the characteristics of biodiesel products from used cooking oil. Keywords: Used cooking oil, Biodiesel, KOH catalyst
ANALISA MUTU PADA REDESIGN ALAT PIROLISIS PENGUBAH SAMPAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR CAIR M. Rizqi Al Farabi; Moh. Arif Batutah; Ponidi; Anastas Rizaly
Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur (ReSEM) Vol 1 No 1 (2023): Journal Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/resem.v1i1.20258

Abstract

Plastik pada dasarnya diwujudkan dari minyak alam, maka  sungguh  mengharuskan guna  mengembalikannya ke bentuk awal  yakni  dengan metode pirolisis. Pirolisis adalah teknologi metamorphosis yang sesuai  buat  menangani  keburukan ilmu lingkungan  serta hambatan kawasan  yang dikarenakan oleh pengurusan  pra atau sesudah pemakaian kotoran plastik yang tidak efisien serta akumulasi massal. teknik pirolisis adalah mengkonversi sesuatu materi organik pada hawa teratas serta mendetail  jadi hubungan  unsur  yang lebih kecil. Hasil pirolisis yakni produk cair, yakni bahan bakar cair. Dalam penelitian ini menggunakan plastik jenis polypropylene (PP) tidak berwarna dan berwarna. Untuk plastik yang tidak berwarna menghasilkan 58 ml, dan untuk yang berwarna menghasilkan 78 ml, masing – masing membutuhkan waktu pembakaran 200 menit, dengan temperature maksimal 175°C. Kata Kunci: sampah plastik, pirolisis, bahan bakar cair
DEFORMATION ANALYSIS OF THE STRINGER WELDING PROCESS ON THE SUPPORT FRAME VIBRATING SCREEN Betty Ariani; Ponidi; Harits Akmal
Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur (ReSEM) Vol 2 No 1 (2024): Journal Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan besarnya deformasi yang terjadi pada proses pengelasan stringer dengan metode pengelasan 4 kali dalam 1 titik sambungan (pada rangka penyangga 01) dengan metode pengelasan 6 kali pengelasan dalam 1 titik sambungan. (pada rangka penyangga 02), dilihat dari jarak antar senar, kelurusan senar, kerataan senar melintang dan membujur. Dari perbandingan setelah proses pengelasan, deformasi rangka penyangga 01 lebih besar dibandingkan dengan deformasi rangka penyangga 02 dengan perbandingan nilai sebagai berikut: Nilai rata-rata kerataan deformasi stringer adalah: rangka penyangga 01 adalah 1,8 mm pada stringer 07 dan untuk rangka penyangga 02 sebesar 1,6 mm pada stringer 07. Nilai rata-rata deformasi tertinggi yang terjadi dari pengukuran kerataan memanjang untuk rangka penyangga 01 sebesar 3,6 mm pada posisi 05 dan 2,8 pada posisi 07 Sedangkan untuk rangka penyangga 02 sebesar 2,4 mm pada posisi 05 dan 07. Nilai rata-rata deformasi tertinggi dari pengukuran kerataan melintang untuk rangka penyangga 01 sebesar 2,3 mm pada posisi stringer 04 dan 1,8 pada posisi stringer 03. Sedangkan untuk rangka penyangga 02 adalah adalah 1,5 mm pada posisi stringer 04 dan 1,4 mm pada posisi stringer 03. Kata Kunci : Getaran Layar, Urutan Pengelasan, Deformasi  
KETAHANAN BAJA ASTM A36 TERHADAP PENGUJIAN TARIK DAN BENDING DENGAN PROSES PENGELASAN SMAW DAN METALOGRAFI Aditya Faza Al Faridzi; Ponidi
Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur (ReSEM) Vol 2 No 2 (2024): Vol 2 No 2 (2024): Journal Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the welding process, the parts to be welded receive local heat, thermal expansion occurs, even though the cold parts do not change, this causes structural stress and structural changes can occur. Therefore, the choice of electrode type significantly influences the tensile and bending stresses as well as changes in structural content. Based on the analysis carried out, the E6013 type electrode has the lowest tensile stress value, namely 455.8707 N/mm². Meanwhile, the highest average tensile stress on the E7016 type electrode reached a tensile value of 561.47535 N/mm². The highest Bending Stress value was 162.95 (N/mm²) for the E7016 electrode and 155.85 (N/mm²) for the E6013 electrode. and in the E6013 microstructure element the carbon C content is 6.92% and in the E7016 sample the carbon C element content is 3.61%. A low hydrogen content really prevents oxidation during welding, because when steel has a high oxygen content, the tensile stress and yield when moving during welding will be reduced. Keywords: Electrodes, Tensile Test, Bending Test, Microstructure, Weld Defects.
Modifikasi Mesin Penggoreng Krupuk Pasir Manual Menjadi Semi Otomatis Dengan Mikrokontroller Bahan Bakar Gas Elpiji Ponidi, Ponidi; Rouf, Zainur
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v2i3.10292

Abstract

Abstrak Usaha kecil dan UMKM penghasil kerupuk pasir diwilayah Dsn.Sumbergayu, Ds.Klurahan, kec.Ngronggot kab.Nganjuk saat ini masih banyak menggunakan metode penggorengan manual dengan menggunakan tenaga manusia sebagai andalan utama. Sistem penggorengan manual yang menggunakan tenaga manusia masih menggunakan bahan bakar kayu yang dimasukkan ke dalam tungku dan membuat temperature di ruang penggorengan menjadi sangat panas sehingga membuat pekerja menjadi cepat lelah dengan keadaan tersebut dan dianggap kurang efisien. Salah satu solusi untuk menambah efisiensi dan produktifitas yaitu dengan melakukan modifikasi mesin penggoreng kerupuk menjadi semi-otomatis dengan bahan bakar gas elpiji yang dilengkapi pengatur suhu. Modifikasi mesin penggoreng kerupuk  pasir semi otomatis ini bertujuan agar proses produktivitas pada penggorengan kerupuk pasir lebih optimal sehingga tidak dibutuhkan tenaga kerja tambahan dan temperatur di sekitar penggorengan lebih stabil. Modifikasi mesin penggoreng ini dimulai dari melakukan survei lapangan sehingga diperoleh gambaran mesin penggorengan yang ada sekarang, pengerjaan dibagi menjadi dua komponen utama sehingga dalam proses manufaktur lebih mudah pengerjaannya. Komponen pertama adalah sistem mekanis dan yang kedua sistem elektrik, sistem mekanis terdiri dari chasis, drum penggorengan, gear box, pully dan motor listrik sedangkan sistem  elektrik terdiri dari panel dan elektrik mikrokontroller ATMEGA. Pada dasarnya mesin ini nantinya bisa digerakkan dengan menggunakan semi-otomatis dan juga bisa dengan penggerak manual. Kata Kunci: Krupuk Pasir, Penggorengan, Produktivitas
UMKM Krupuk Pasir Dalam Upayapeningkatan Produksi dan Penjualan Dengan Modernisasi Peralatan Penggorengan Ponidi, Ponidi; Ariani, Betty; Haryanti, Tining
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 3 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v3i3.15063

Abstract

Kerupuk pasir merupakan hasil produksi UMKM daerah Nganjuk yang telah lama dikenal masayarakat. Peningkatan efisiensi dalam produksi telah menjadi keharusan bagi pelaku bisnis untuk tetap mampu mempertahankan daya saingnya, tidak terkecuali UMKM. Berdasarkan hasil observasi dilapangan pada studi sebelumnya, teridentifikasi beberapa permasalahan terkait peningkatan produktifitas proses produksi. Modifikasi mesin penggorengan merupakan Langkah solusi yang diusulkan. Penelitian ini membahas modifikasi mesin penggorengan untuk meningkatkan produktivitas kerupuk pasir. Ujicoba dilakukan dengan tiga kondisi yang berbeda. Hasil peneltian menunjukkan adanya peningkatan 60%  hingga 75% efektifitasi mesin yang telah dimodifikasi. Spesifikasi alat untuk modifikasi mesin penggorengan disajikan. Penelitian ini memberikan kontribusi berharga bagi peningkatan produktifitas UMKM krupuk pasir secara umum.
Analisa re-mapping ECU terhadap performa dan emisi gas buang pada motor injeksi Scoopy 110 Handriyanto, Rian; Ponidi, Ponidi
Sultra Journal of Mechanical Engineering Vol. 3 No. 2 (2024): Sultra Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

enanggapi kemajuan pengetahuan otomotif yang semakin meningkat dan meningkatnya rasa ketidakpuasan terhadap peningkatan performa sepeda motor diatas standar. Pengendara sepeda motor biasanya memodifikasi sepedanya untuk meningkatkan performa. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh re-mapping ECU (Engine Control Unit) terhadap performa dengan memajukan ignition timing sebesar 0.5°, 1°, 1.5°, 2°, 2.5°, 3° pada putaran 1500 – 9500 RPM dan emisi gas buangnya. ECU yang digunakan ECU standar pabrik kemudian dilakukan re-mapping pada ignition timing. Hasil pengujian didapatkan torsi dan daya terbaik sepeda motor Scoopy dengan memajukan ignition timing sebesar 1° dengan hasil daya 7,4 HP pada 7000 RPM meningkat 0,4 HP, torsi 10,45 N.m pada 4500 RPM meningkat 0,77 N.m. Dimana Scoopy 110 dengan ECU standar memiliki daya 7,0 HP pada 7000 RPM, torsi 9,68 N.m pada 4500 RPM. Fuel consumption terbaik dengan memajukan ignition timing sebesar 3° senilai 0,297 (kg/h). Spesific fuel consumption terbaik dengan memajukan ignition timing sebesar 3° senilai 0,413 (kg/HP.h). Efisiensi termal terbaik dengan memajukan ignition timing sebesar 3° senilai 1,471%. Emisi gas buang terendah dengan memajukan ignition timing sebesar 3° senilai CO 0,34% dan HC 127 PPM.