Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Kriminalitas dalam Novel Tanah Para Bandit Karya Tere Liye Muhammad Ihsan Al Farisi; Ali Nuke Affandy; Insani Wahyu Mubarok
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 1 (2024): Proceeding Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v1i1.24072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan kriminalitas dalam novel Tanah Para Bandit karya Tere Liye ditinjau dari aspek yuridis (2) Mendeskripsikan kriminalitas dalam novel Tanah Para Bandit karya Tere Liye ditinjau dari aspek sosial. Penelitian dianalisis dengan menggunakan teori kontrol. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kalimat-kalimat yang mendeskripsikan kriminalitas dalam novel Tanah Para Bandit Karya Tere Liye ditinjau dari aspek yuridis dan aspek sosial. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik membaca dan mencatat. Sumber data didapatkan penuh dalam novel Tanah Para Bandit karya Tere Liye yang diterbitkan oleh Sabak Grip pada tahun 2023. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik membaca dan mencatat. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teori kontrol. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat banyak sekali tindakan kriminalitas yang ada dalam novel Tanah Para Bandit Karya Tere Liye ditinjau dari aspek yuridis dan aspek sosial. Aspek yuridis mencakup kriminalitas seperti kejahatan kekerasan berupa pemukulan dan pengeroyokan, kejahatan korupsi, kejahatan pencurian, kejahatan pencucian uang, kejahatan perampokan, dan kejahatan penyuapan. Aspek sosial mencakup ketimpangan sosial dan ekonomi, perjuangan hidup seorang vigilante, dan hubungan interaksi sosial.
Implementasi Pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) dan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam Pembelajaran Menulis Resensi Buku Fiksi di Kelas VII A SMP Muhammadiyah 15 Surabaya Wulandari; Insani Wahyu Mubarok; Ulfiyatin
PROCEEDING UMSURABAYA Poceding Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan 2026 " Intregrasi Deep Learning dan Tekbnologi AI dal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v1i1.28157

Abstract

Peserta didik kerap menghadapi kesulitan dalam memahami struktur resensi, menganalisis, serta menuangkan ide ke dalam tulisan, khususnya pada materi resensi buku fiksi. Tantangan ini bersumber dari keterbatasan pemahaman kritis isi buku dan kurangnya keterampilan menulis. Oleh karena itu, penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan mengukur efektivitas pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) dan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam meningkatkan kemampuan menulis resensi buku fiksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing dua pertemuan, melibatkan 30 peserta didik kelas VII A di SMP Muhammadiyah 15 Surabaya. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi untuk memantau proses pembelajaran dan lembar penilaian untuk mengukur hasil belajar. Analisis data diterapkan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar kelompok dari siklus I ke siklus II, dengan nilai rata-rata melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75. Peningkatan ini juga diikuti oleh peningkatan keaktifan belajar peserta didik selama proses pembelajaran. Disimpulkan bahwa implementasi pendekatan TaRL dan CRT efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran menyusun resensi buku fiksi serta meningkatkan partisipasi aktif peserta didik.
Makna Denotatif dan Konotatif dalam Lirik Lagu Karya Bernadya: Kajian Semantik: Denotative and Connotative Meanings in Song Lyrics by Bernadya: A Semantic Study Vidilah Lu'lu'watun Halsa; Dian Karina Rachmawati; Insani Wahyu Mubarok
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 01 (2026): Artikel Riset Periode Mei 2026
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v6i01.8606

Abstract

This article aims to describe the denotative and connotative meanings in the lyrics of Bernadya's songs entitled Lama-Lama, Ambang Pintu, and Kata Mereka Ini Berlebihan, using lexical-semantic analysis based on Chaer's (2013) theory. This study uses a qualitative descriptive method because it focuses on the meaning of language contained in song lyrics. The data collection technique is carried out through the listening and noting method, namely by carefully listening to the song lyrics and noting words, phrases, and sentences that convey denotative and connotative meanings. The research data sources are three songs by Bernadya, chosen for their rich, meaningful lyrics and descriptions of emotional experiences in romantic relationships. The results show that the three songs tell the story of someone who makes various sacrifices to maintain a romantic relationship. These sacrifices include understanding one's partner, even though it is not the main priority; giving a second chance to repair a strained relationship; changing oneself to meet the partner's expectations; and sacrificing time, energy, and feelings. Denotatively, these lyrics describe real actions taken in a romantic relationship. Meanwhile, connotatively, the lyrics convey loyalty, sincerity, sacrifice, and hope for a lasting relationship. Thus, the language used in Bernadya's lyrics demonstrates a richness of meaning, conveying profound emotional experiences through simple yet meaningful word choices. This research is expected to contribute to the development of semantic studies, particularly the analysis of meaning in song lyrics.
Kajian Sosiologi Sastra Menggali Identitas Budaya pada Legenda Gunung Kelud Insani Wahyu Mubarok; Mayaza Dini; Dian Karina Rachmawati
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 19 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v19i1.29442

Abstract

This study aims to reveal the elements contained in the Legend of Mount Kelud, which reflect the cultural identity of the surrounding community. Through a sociological analysis of literature, this study examines the relationship between folklore and the daily lives of the community, as well as its role in preserving culture and morals. The method used in this study is a historical approach using normative and interpretative analysis. Data were collected through observation, recording, and analysis of documents sourced from books and articles related to the legend of Mount Kelud. The results of the study indicate that the legend of Mount Kelud has a strong relevance in the lives of the community, especially in traditional practices such as ruwatan (traditional rituals) and larung sesaji (offerings). This legend serves as a guardian of cultural identity, strengthens social solidarity, and teaches spiritual and moral values ​​related to the balance of nature. In addition, this legend also plays a role in introducing and preserving local culture, and is an important part of the oral tradition passed down from generation to generation. Sociology of literature, Cultural Identity, Mount Kelud
DEKONSTRUKSI DALAM NOVEL SI ANAK SAVANA KARYA TERE LIYE Laras Nur Fauziah; Pheni Cahya Kartika; Insani Wahyu Mubarok
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i3.11605

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dekonstruksi dalam novel Si Anak Savana karya Tere Liye dengan cara mendeskripsikan bentuk-bentuk dekonstruksi dan pemikiran oposisi biner. Ketika dekonstruksi digunakan pastilah akan membongkar sisi dalam dari sebuah teks tersebut, yang selanjutnya akan menghasilkan makna lain ataupun gambaran yang berbeda dengan teks sebenarnya. Pemikiran oposisi biner termasuk dalam teori dekonstruksi ini dapat digambarkan sebagai sistem yang berusaha membagi dua kategori yang saling berhubungan secara struktural. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dalam kutipan teks novel Si Anak Savana karya Tere Liye. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Si Anak Savana karya Tere Liye. Teknik pengumpulan data adalah teknik baca, teknik catat, dan studi pustaka. Keabsahan data menggunakan pendekatan analisis objektif. Artikel ini membahas tentang dekonstruksi dalam novel “Si Anak Savana” karya Tere Liye. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dekonstruksi dan pemikiran oposisi biner dalam novel tersebut. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa : 1) Mendeskripsikan bentuk dekonstruksi dalam novel Si Anak Savana karya Tere Liye. 2) Mendeskripsikan pemikiran oposisi biner dalam novel Si Anak Savana karya Tere Liye. Kata Kunci: Dekonstruksi, Novel
PSIKOANALISIS KARAKTER TOKOH PADA CERPEN ANAK THE VELVETEEN RABBIT KARYA MARGERY WILLIAMS Nur Aisah; Dian Karina Rachmawati; Insani Wahyu Mubarok
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.13518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fase psikologis tokoh Velveteen Rabbit (Kelinci Beludru) dalam cerpen The Velveteen Rabbit menggunakan teori psikoanalisis Jacques Lacan. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif. Data yang diteliti berkaitan dengan kutipan berupa narasi, dialog, kalimat, teks menunjukan psikoanalisis dari teks cerpen The Velveteen Rabbit (Kelinci Beludru). Sumber data yaitu cerpen The Velveteen Rabbit karya Margery Williams. Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan studi pustaka yaitu dengan baca dan catat teks cerpen The Velveteen Rabbit (Kelinci Beludru) melalui sumber-sumber yang tertulis yang berkaitan dengan penelitian. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan psikoanalisis Jacques Lacan untuk mendeskripsikan fase imajiner, simbolik dan real dalam teks. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fase imajiner tercermin dalam keinginan The Velveteen Rabbit untuk menjadi “nyata” melalui pembentukan identitas diri atau gambaran diri dengan citra ideal yang dibayangkan dan tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan. Fase simbolik terlihat dari pengakuan cinta anak sebagai makna simbolik melalui proses interaksi ke dalam dunia bahasa dan norma sosial untuk memperoleh rasa identitasnya yang memberikan The Velveteen Rabbit (Kelinci Beludru) pemahaman baru tentang eksistensinya sebagai lebih dari sekadar mainan. Fase ril tampak dalam momen traumatik saat The Velveteen Rabbit (Kelinci Beludru) dibuang, yang mengakibatkan transformasi akhir menjadi “nyata.”Kata kunci: Psikonalisis, Karakter tokoh, Cerpen
ANALYSIS OF TWITTER USER SENTIMENTS ON INDEPENDENT CURRICULUM INDONESIA Fahmi Cholid; Suparman; Ngatma’in; Insani Wahyu Mubarok
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 24 No 3 (2024): Didaktis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v24i3.24330

Abstract

Education is a very important aspect in various lives, this cannot be separated from the magnitude of the role and positive impact caused by the advancement of an education system. The world of education is an effort to improve the quality of human resources in terms of thought and expertise. Education is the main key for a country to excel in global competition. Education is always related to the curriculum. The curriculum is a tool used to achieve educational goals so that it can be said that the curriculum is a reference in the process of organizing education in Indonesia. The Indonesian education curriculum has been changed or revised at least 10 times, namely in 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, 2013. The latest curriculum in Indonesia, the independent curriculum is a time when teachers and students can or have freedom in thinking and also free in the burden of thought so that they can develop their educational potential. This research aims to classify the sentiment of Twitter users towards government policies regarding the independent curriculum into positive sentiment and negative sentiment. The method used by the Naïve Bayes Classifier (NBC) and Support Vector Machines (SVM). The Result shows that the percentage of positive sentiment is 47% or 451 tweets while the negative sentiment is 53% or 264 tweets.
Kajian Sosiologi Sastra Menggali Identitas Budaya Pada Legenda Gunung Kelud : Kajian Sosiologi Sastra Menggali Identitas Budaya Pada Legenda Gunung Kelud Insani Wahyu Mubarok; Mayaza Dini
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 26 No 1 (2026): Didaktis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v26i1.28869

Abstract

This study aims to reveal the elements contained in the Legend of Mount Kelud, which reflect the cultural identity of the surrounding community. Through a sociological analysis of literature, this study examines the relationship between folklore and the daily lives of the community, as well as its role in preserving culture and morals. The method used in this study is a historical approach using normative and interpretative analysis. Data were collected through observation, recording, and analysis of documents sourced from books and articles related to the legend of Mount Kelud. The results of the study indicate that the legend of Mount Kelud has a strong relevance in the lives of the community, especially in traditional practices such as ruwatan (traditional rituals) and larung sesaji (offerings). This legend serves as a guardian of cultural identity, strengthens social solidarity, and teaches spiritual and moral values ​​related to the balance of nature. In addition, this legend also plays a role in introducing and preserving local culture, and is an important part of the oral tradition passed down from generation to generation.. Keywords: : Sociology of literature, Cultural Identity, Mount Kelud